I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 291



"Uncle Yongki, sudah berjanji padaku saat di oernikahanmu dan Gienka dulu, bahwa dia akan memberiku hadiah bulan madu dan ternyata dia juga memberikannya padamu.. "


"Tetapi sepertinya nanti setelah dari sana, aku dan Gienka harus langsung kembali ke Amerika..." Gumam Kyros.


Cahya tersenyum. "Tidak apa-apa sayang, kami semua mengerti sekali dengan kesibukanmu... Masih ada waktu beberapa hari untuk kalian disini, yang harus kalian manfaatkan dengan baik bersama kami semua..." Ucap Cahya. "Dan jangan dengan kami saja, tetapi juga keluarga istrimu, mereka juga pasti sangat merindukan Gienka... Yang terpenting kau dan Gienka harus ada waktu untuk honeymoon, kalian sudah menikah beberapa bulan dan tidak ada waktu untuk melakukannya, nikmati dengan baik waktu tiga hari itu.. " Lanjutnya lagi.


"Ahhh Amam.... Tanpa pergi honeymoon ke luar negeri atau ke tempat bagus, aku rasa mereka berdua setiap hari sudah honeymoon.... Apalagi mereka hanya tinggal berdua, pasti tidak perlu menunggu kesempatan lagi, karena sepi... Iya kan???" Kyra tertawa dan langsung mendapat sentilan dari Kyros di dahi nya. "Auuuwww... " Teriak Kyra dan kembali tertawa melihat ekspresi memerah dari Kyros.


"Rasakan...!!!" Ujar Kyros. "Iya Mam, aku bahkan sudah memutuskan untuk nanti datang dan menginap di rumah Papa Iel juga Mama Elea, jadi supaya adil.. "


"Baguslah kalau begitu... Amam senang, jangan sampai ada yang merasa di abaikan, karena kalian berdua adalah kesayangan mereka.. Dan kau Kyra, jangan terus menggoda kakak mu.. "


"Mam, harusnya aku menghias kamar mereka seperti dulu, biar mereka seperti pengantin baru... " Goda Kyra lagi dan dia langsung mendapat jeweran dari Kyros.


"Itu jus nya sudah datang.. " Ucap Cahya ketika melihat Art nya membawa nampan berisi pitcher dengan jus di dalam nya. "Letakan disini mbak, dan ambil gelasnya di sana.. " Pinta Cahya. pitcher di letakkan di atas meja, dan Art Cahya itu kembali masuk untuk mengambil gelas yang ada di dapur atas.


Sambil menunggu Gienka selesai mandi, Kyros mengobrol dengan Amam nya dan juga adiknya di rooftop.


***


Sekitar setengah jam kemudian, Gienka sudah selesai mandi, dan berganti pakaian. Dia keluar dari kamar untuk mencari Kyros tetapi kemudian senyumnya mengembang mendapati ada Kyra dan juga Ibu mertua nya. "Kyra... Amam....!!" Gienka berjalan mendekati mereka dan juga sedang bersama Kyros. Gienka menyalami dan memeluk Cahya. "Amam.... Gie rindu sekali dengan Amam... " Ucapnya.


Cahya mengusap lembut punggung menantu nya. "Amam juga... Senang kau dan Ky akhirnya pulang..."


"Apap belum pulang ya???" Tanya Gienka.


"Belum sayang, tapi sudah di jalan.."


Gienka memeluk Kyra dan cipika-cipiki. Akhirnya dia bisa bertu lagi dengan sahabat terbaiknya. Setelah melepaskan rindu, Cahya menyuruh Gienka duduk dan mereka harus mengobrol banyak. Sementara kali ini Kyros bergantian ke kamarnya untuk mandi. Membiarkan istri, Amam nya dan Kyra mengobrol disini.


"Kemarin kau ke apartemen Kyros??? Kenapa tiba-tiba kesana??? Nostalgia ya???" Tanya Kyra.


"Ingin kesana saja, dan benar saja, sudah lama tidak di tinggalin jadi nya berdebu dan aku seharian membersihkannya hehehe.. "


"Ya, kalian harus sering-sering kesana, agar tidak terlalu lama di kosongkan, mengingat suami mu juga tidak mau menjualnya.. " Sahut Cahya.


"Iya Mam, itulah kenapa aku pergi kesana, dan Ky sempat marah padaku karena aku pergi kesana tidak memberitahu nya... "


Cahya tersenyum. "Amam tahu itu, dan saat kalian bertengkar, Amam menghubungi Ky, mengingatkan dia agar jangan bersikap buruk terhadapmu.. Tetapi jangan di ambil hati ya??? Ky saat itu panik karena bertemu Camilla.. "


"Camilla???? Kok bisa ada Camilla??? Bukankah dia sudah pindah???" Tanya Kyra.


"Hanya Ky kan yang bertemu Camilla???" Tanya Kyra lagi.


Gienka menggelengkan kepala nya. "Aku juga bertemu dengannya.. "


"Lalu apa yang terjadi???" Sela Kyra dengan cepat.


"Dia meminta berbicara denganku, di dalam apartemen atau di luar, tetapi aku menolak karena Ky sebelumnya sudah memperingatkan ku agar tidak bertemu dengannya, tetapi saat itu pertemuannya tidak terduga, aku akan masuk ke lift dan dia akan keluar.. Dia mengejarku meski aku sudah menghindar tetapi pada akhirnya aku berhenti mendengarkan dia berbicara apa, tetapi menolak untuk pergi keluar atau bicara di dalam apartemen, kami hanya berbicara di Koridor.."


"Dari minta maaf padamu???" tanya Cahya kemudian.


"Iya Mam... Dia meminta maaf dan mengatakan semua kontak nya di blokir oleh Ky.. "


"Tapi kau tidak memaafkannya kan Gie???" sela Kyra lagi.


"Aku tidak mengatakan bahwa aku tidak memaafkannya ataupun aku sudah memaafkannya... Aku hanya bilang bahwa aku sangat mengerti dengan apa yang dia lakukan karena dia mencintai Ky, tetapi tentu itu tidaklah di benarkan... Sikap seperti itu aku ambil hanya karena aku melihat tidak ada ketulusan dari permintaan maafnya... Aku tidak tahu kenapa, tetapi feeling ku mengatakan itu, kita pasti akan bisa melihat ketulusan dan keseriusan seseorang dari kata-katanya dan raut wajahnya, tetapi aku tidak menemukan itu dari Camilla, entahlah.. " Gienka tersenyum.


"Kau mengambil sikap yang benar....!! Aku sangat jengkel dengannya, kecewa kenapa dia bisa sejahat itu, padahal aku sangat mempercayai nya... Kau melakukan hal yang bagus Gie..."


"Kau harus berhati-hati, jangan sampai terjebak dengan situasi... Kejadian seperti dulu jangan terulang lagi, jaga diri baik-baik, jauhi yang negatif...." Ucap Cahya.


"Iya Mam, Ky juga mengatakan itu padaku..." Gienka tersenyum.


"Sekarang istirahat saja di kamar, kau pasti lelah.. Amam dan Kyra akan turun..!! Masuklah ke kamar dan istirahat.. " Ucap Cahya, dan Gienka mengangguk. Cahya dan Kyra meninggalkan rooftop dan Gienka masuk ke kamar untuk beristirahat membawa jus yang sudah di buatkan untuknya dan juga Kyros. Dia memang merasa lelah, dan beristirahat sebentar pasti cukup untuk memulihkan tenaga nya dan mengurangi jetlag nya.


Dan besok dia akan mengajak Kyros untuk ke rumah orang tua nya. Gienka sangat merindukan orang tua dan adik-adiknya. Ariel, Masa, Geffie, Elea, Danist dan Louis. Juga Kyros berjanji akan membawa nya untuk menginap di rumah mereka nanti sekaligus mengambil beberapa pakaian serta barang miliknya yang akan dia bawa ke Amerika. Karena sebelumnya memang tidak terlalu banyak sehingga masih ada banyak yang ada di rumah.


★★★


"Kyros and Gienka must have arrived in Jakarta, will you take me there???" Naufal menghampiri adiknya yang sedang berenang. Vineet naik dari kolam renang dan meminun jus yang di bawa oleh kakak nya.


"Oh gosh.....!" Gerutu Vineet sambil mencubit pinggang kakak nya. "Toomorrow, should we meet them right away????" Vineet mengajak kakaknya agar pergi besok saja karena Gienka dan Kyros pasti sekarang sedang beristirahat.


"We'll go there tonight, I'm afraid they'll go somewhere else tomorrow, maybe Gienka will take Kyros to her parents' house, right???" Naufal menggelengkan kepala nya. Dia ingin pergi malam ini takut besok Gienka dan Kyros pergi ke rumah orang tua Gienka. "Emmm nanti ma.. lam.. oke??" Ucap Naufal dengan bahasa Indonesia yang terbata. Naufal sudah mulai belajar untuk berbahasa Indonesia. Vineet meminta agar kakaknya bisa belajar bahasa Indonesia.


Vineet tertawa terbahak-bahak mendengar kakak nya yang sudah mulai mengaplikasikan bahasa Indonesia. "Hahahaha .. Okay, fine, I'll drive you... Kita pergi malam ini.. "


Naufal tersenyum. "Te... ri... ma ka... sih.. " Ucapnya.


"Sama-sama... " Vineet memeluk Naufal membuat baju kakaknya langsung basah.