I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 160



Gienka mengambil ponselnya dan mencari taksi lalu mengarahkannya untuk langsung pulang. Beberapa menit kemudian taksi pesanannya datang. Dalam perjalanan pulang, airmata Gienka kembali menetes. Semua harapannya pupus, padahal dia sudah ingin mengatakan perasaannya pada Kyros saat laki-laki itu kembali, tetapi ketika Kyros sudah ada di depannya, justru sudah ada wanita lain yang ada disamping Kyros.


Gienka tidak ingin menyalahkan siapapun dalam hal ini, karena mengenai perasaannya pada Kyros hanya dia yang mengetahuinya, bahkan Kyra pun tidak tahu sama sekali dengan hal itu. Gienka benar-benar menyimpan semuanya sendiri. Dan jika kejadian seperti ini terjadi itu mungkin sudah jalan dari nasibnya. Jika berakhir sesuai ekspektasinya tentu Gienka akan menjadi orang yang paling bahagia, tetapi jika memang tidak sesuai, Gienka hanya bisa menerimanya dan berusaha legowo.


Gienka mengambil tisu dari dalam tasnya lalu mengusap airmatanya yang ada di mata dan pipinya kemudian tersenyum untuk menyemangati dirinya sendiri. Jika memang Kyros memiliki hubungan khusus dengan Camilla, Gienka memutuskan untuk melupakannya saja. Melupakan semua pengharapannya, cintanya dan kenangan tentang laki-laki itu, serta menganggap bahwa ucapan Kyros saat kecil dulu hanyalah sebuah ucapan tidak berarti apapun dari mulut seorang anak kecil sehingga mungkin Kyros memang melupakan semua itu atau bahkan mungkin tidak ingat sama sekali.


"Gienka kenapa Ra??? Sejak tadi dia diam saja? Dia sedang sakit??" Tanya Kyros pada Kyra yang tengah sibuk menyetir.


"Aku juga tidak tahu, tadi saat aku mengajaknya dia happy-happy saja walaupun sempat mengomel karena aku tidak memberitahu kemana aku akan membawanya, dan ketika aku memberitahu jika aku akan menjemputmu, dia terlihat senang sekali, hmmm mungkin dia memang lupa jika ada janji dengan klien jadi dia langsung panik takut terlambat"


"Sayang sekali, padahal aku ingin mengobrol banyak dengannya, aku kangen sekali dengan celotehan dan bercandanya" Gumam Kyros dengan sedih.


"Dia besok pasti ke rumah kok, tenang saja...!! Dia memang begitu kalau sedang sibuk...! Maklumin saja..! Apa kalian lapar?


Kita bisa cari makan!"


Kyros menolak karena dia lelah sekali dan ingin lekas sampai dirumah untuk istirahat, begitu juga dengan Camilla. Kyros sedikit kecewa karena Gienka memutuskan berpisah di jalan padahal ada banyak yang ingin dia obrolkan dengan perempuan itu saat dirumah. Padahal dia kemarin sengaja meminta Kyra agar mengajak Gienka untuk menjemputnya. Kyros pun masih sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi antara Kyra dengan Zayan, dan Gienka pasti tahu segalanya karena Kyra tidak akan pernah bisa menyembunyikan apapun dari Gienka.


★★★★★★


Akhirnya sampailah mereka di rumah. Kyra memanggil securitynya agar bisa membantu membawa koper milik Kyros dan Camilla masuk ke dalam rumah. Tentu saja security itu terkejut mengetahui Kyros sudah pulang. Kyra pun meminta agar securitynya itu diam saja karena kedatangan Kyros adalah kejutan untuk semua orang yang ada di rumah ini.


Barang-barang pun dibawah masuk, keterkejutan juga dirasakan oleh asisten rumah tangga Kyra. Kemdian Kyra mengatakan hal yang sama seperti tadi bahwa kepulangan Kyros adalah kejutan. Art itu juga kemudian ikut membantu membawa koper masuk ke dalam lift. Camilla akan beristirahat dikamar tamu yang ada di lantai 2, sedangkan Kyros tentu saja akan berada di kamarnya sendiri yang ada di lantai 4.


"Mbak...! Buatkan 2 jus lemon untuk Ky dan Camilla, supaya mereka merasa lebih baik setelah meminumnya, lalu antar ke kamar mereka ya???" Pinta Kyra pada Art nya.


"Baik Non...!"


Koper oun dimasukkan ke dalam lift, Kyra dan Kyros serta Camilla juga langsung masuk. Sampai dilantai 2 Kyra mengajak Camilla keluar dari lift kemudian mengantarnya ke kamar tamu, smentara Kyros naik ke atas sendiri.


Kyra membuka pintu kamar tamu. "Well...! Kau bisa beristirahat disini, dan bisa mengatur barang-barangmu, aku harap kau merasa nyaman, dan ingat jangan sungkan-sungkan, kau bisa memanggilku atau asisten rumah tanggaku jika butuh sesuatu"


Camilla tersenyum. "Thanks ya Ra...!!! Sepertinya aku akan langsung mandi dan beristirahat, aku merasa sepertinya mengalami jetlag"


"Tenang saja, jus lemon akan diantar dan itu sangat ampuh mengurangi jetlag mu, oke selamat beristirahat dan enjoy, semoga kau betah...! Aku menyusul Ky dulu...!" Kyra kemudian keluar dari kamar tamu.


Sementara itu, Kyros mengeluarkan satu-persatu kopernya, lalu membawanya menuju kamarnya yang berada di area luar rumah, tepatnya di rooftop sebelah kolam renang. Kyros dulu sengaja meminta kamarnya berada di lantai paling atas, berbeda dengan anggota keluarga lainnya yang kamarnya berada di lantai 3. Kyros ingin lebih mudah mengamati langit malam, semakin tinggi dia berada tentu akan semakin bagus pemandangannya. Dan dia dulu juga mendesain kamarnya sendiri sesuai dengan apa yang diinginkannya.


Kyros membuka pintu kamarnya dan tersenyum sumringah. Tidak ada yang berubah dari kamar ini, tetap sama seperti 10 tahun yang lalu dimana sebelum dia pergi ke Swiss untuk melanjutkan pendidikannya. Dan terakhir dia pulang adalah 3 tahun yang lalu dengan kondisi yang sama, hanya saja Kyros melihat beberapa bingkai foto yang terpasang di meja dan di dinding. Bingkai foto berisi fotonya dan keluarganya.


Kyros duduk di tempat tidurnya dan masih memandang sekeliling kamarnya. Hingga kemudian matanya melirik ke meja yang ada disamping tempat tidurnya. Ada bingkai foto kecil berisi foto masa kecilnya dengan Kyra, dimana adiknya itu sedang memeluknya dan mereka berdua tertawa. Ada juga foto nya bersama Kyra duduk di atas sofa di luar ruangan yang sepertinya itu adalah di halaman belakang rumah om nya yaitu Yongki. Kyros terkekeh melihat foto itu, dia tidak tahu itu di foto itu mereka berumur berapa.




"Aku tidak pernah melihat foto ini!" Tanya Kyros heran.


"Aku mendapatkannya dari uncle Adri" Jawab Kyra.


"Hmmm pantas saja...! Oh iya, kau tolong hubungi nenek ya? Suruh dia datang kesini, aku sangat merindukannya terserah deh kau mau memakai alasan apa yang jelas aku ingin dia datang, bisa???"


Kyra tampak berpikir tetapi kemudian tersenyum lebar. "Tentu saja bisa, aku nanti akan menghubunginya dan memintanya kesini sambil membawa kue kacang kesukaanku, lebih baik sekarang kau pergi mandi lalu beristirahat, kau pasti lelah sekali"


Kyros kemudian menyuruh Kyra untuk membongkar kopernya dan memindahkan pakaian yang ada didalamnya ke dalam lemari. Kyra pun mengiyakan lalu menyuruh kakaknya itu agar lekas mandi sehingga bisa nyaman beristirahat nanti.


★★★★★★


Cahya dan Aditya sedang dalam perjalanan untuk pulang setelah menghadiri sebuah acara. Cahya merasa gelisah dan memberitahu kepada Aditya bahwa sudah 3 hari ini ponsel Kyros tidak bisa dihubungi. Kyros juga tidak mengirim pesan padahal biasanya untuk sekedar menanyakan kabar, putranya itu selalu menyempatkan waktunya. Tetapi kali ini tidak ada sama sekali. Sebagai seorang Ibu, Cahya merasa gusar sekali.


Aditya mencoba menenangkan Cahya dengan mengatakan mungkin saja saat ini Kyros sedang memiliki kesibukkan sehingga tidak ingin diganggu oleh siapapun jadi dia memilih untuk mematikan ponselnya. Aditya juga mengatakan bahwa Kyros sudah dewasa dan mungkin membutuhkan privasi untuk dirinya sendiri. Sebagai orangtua yang baik, Adjtya meminta Cahya agar tidak terlalu berlebihan ketika bersikap kepada anak-anaknya, karena mereka sudah dewasa dan bisa menjaga dirinya dengan baik.


Berbicara soal privasi, tiba-tiba Cahya teringat dengan sesuatu yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Sampai saat ini Cahya masih merasa tergelitik dan dilingkupi beberapa pertanyaan di kepalanya. Dengan suara lembut Cahya memanggil Aditya dan ingin mengatakan sesuatu padanya.


Aditya menoleh ke arahnya. "Ya... Katakan saja!" Jawab Aditya.


Cahya pun mulai nercerita tentang kedatangannya ke rumah Elea minggu lalu. Dimana saat itu dia sedang mengobrol dengan Elea di kamarnya, tetapi kemudian Elea mengatakan ingin ke kamar mandi. Maka pergilah Elea ke kamar mandi yang ada di kamarnya, disaat bersamaan juga ternyata Cahya juga ingin buang air kecil. Tidak sabar menunggu Elea, Cahya pun pergi ke kamar Gienka yang berada tidak jauh dari kamar Elea untuk menumpang ke kamar mandi. Saat masuk kamar Gienka dalam keadaan sepi karena Gienka sedang berada di kantor.


Setelah dari kamar mandi, Cahya keluar dan melewati kamar Gienka lagi, tetapi tidak sengaja Cahya menyenggol sesuatu dan membuat barang itu terjatuh dari atas meja. Cahya membungkuk untuk mengambilnya dan ternyata itu adalah sebuah album foto, Cahya berpikir itu adalah album foto berisi foto masa kecil Gienka. Penasaran dengan isinya, Cahya pun membukanya, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat album foto itu. Bukan foto Gienka yang ada disana melainkan foto dari Kyros, dari halaman pertama sampai akhir. Di foto itu terlihat kebanyakan diambil diam-diam, karena Kyros terlihat dengan berbagai ekspresi dan tidak menghadap kamera.


"Sampai sekarang aku tidak mengerti kenapa Gienka memiliki banyak foto Ky...?! Gumam Cahya.


"Biarkan saja, mungkin mereka memang punya hubungan spesial, lagilula Gienka anak yang baik, tidak ada salahnya kan???" Timpal Aditya.


"Mungkin saja, tetapi Kyra bilang bahwa Ky tidak memiliki lacar, dan yang kita tahu Gienka juga sama, lalu apa artinya semua foto-foto itu???" Tanya Cahya lagi.


"Artinya hanya satu sayang, mungkin Gienka adalah penggemar berat Kyros, kau tahu sendiri kan putra kita saat ini seperti idola, dia tampan, cerdas dan luar biasa" ucap Aditya.


Cahya diam dan tidak menanggapi lagi. Tetapi entah kenapa dia masih saja penasaran dengan hal itu. Cahya pun sebenarnya sudah mulai terpikirkan tentang banyak hal yang selama ini dilihatnya dari Gienka. Bagaimana anak itu sering mengatakan kepadanya bahwa dia adalah calon menantunya, juga bagaimana Gienka diam-diam sering tersenyum ketika melihat kamar Kyros.


Cahya mulai berpikir mungkin Gienka dan Kyros pumya kedekatan khusus lebih dari sekedar sahabat. Cahya tidak masalah dengan hal itu, karena dia sangat mengenal Gienka, anak itu sangat baik, ceria dan juga cerdas, ya mungkin sangat cocok dengan Kyros. Tetapi sejak menemukan album itu, sebenarnya dia ingin membahasnya dengan Kyros dan menanyakannya langsung, apakah putranya itu memiliki hubungan khusus dengan Gienka atau tidak, tetapi ketika Kyros meneleponnya itu selalu sebentar karena Kyros sudah buru-buru menutupnya dengan alasan pekerjaannya. Cahya mengerti sekali dengan kesibukan putranya, dan mungkin jika sudah ada waktu yang pas dia akan menanyakannya pada Kyros.