
Axel hanya bisa terpaku menatap kepergian kedua orangtua Kyra. Sementara itu Kyra tersadar dan lekas mengambil handuk dan memberikannya pada Axel. "Abaikan ucapan Apap... Dia pasti hanya bercanda karena tadi melihat kita...! Cepat ke kamar dan gantai pakaianmu jika tidak kau bisa sakit...!" Kyra kemudian berbalik badan dan hendak meninggalkan Axel, tetapi laki-laki itu langsung meraih pergelangan tangannya dan menahannya untuk pergi.
Axel memegang kedua bahu Kyra, membalikkan tubuhnya sehingga Kyra bisa melihat ke arahnya. Axel memandangi wajah Kyra penuh dengan keyakinan sambil tersenyum. "Aku tidak melihat sama sekali ada candaan dari wajah atau ucapan Apapmu, dia mengatakannya dengan serius dan sekali lagi menantangku, aku akan melakukan apa yang dia minta, dan kau bersiaplah....! Aku tidak mau menunggu lebih lama lagi...!" Ucap Axel dengan penuh keyakinan, dia tersenyum lagi dan mengedipkan sebelah matanya pada Kyra. Axel juga mencium kening kekasihnya itu dengan lembut sebelum akhirnya pergi meninggalkannya untuk mengganti pakaian.
Kyra hanya bisa menghela napasnya panjang. Tidak Axel tidak Apapnya, keduanya memang selalu punya caranya sendiri. Apapnya yang dipenuhi berbagai cara untuk melihat seberapa seriusnya Axel dan Axel yang suka dengan tantangan yang di berikan Apapnya. Kyra sebenarnya tidak mempermasalahkannya, karena dia tahu bahwa apa yang di lakukan Apapnya adalah untuk kebaikannya dan Axel juga selalu berusaha menunjukkan keseriusannya dalam hubungan ini. Kyra juga merasa bahwa bukan sebuah masalah jika nantinya hubungan ini berakhir lebih cepat, yang artinya dia dan Axel mengakhiri hubungan ini dan memulai hubungan baru dalam sebuah pernikahan. Mengingat dia juga sudah merasa sangat yakin bahwa Axel adalah pelabuhan terakhir untuknya.
Kyra tersenyum kemudian melangkah masuk ke dalam rumah dan berharap bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar. Kyra tentu sudah memiliki bayangan dan keinginan akan seperti apa nantinya pesta pernikahannya. Kyra benar-benar ingin semuanya istimewa karena itu akan jadi hal yang akan di ingatnya seumur hidup. Kemarin setelah melihat kebahagiaan Gienka dan Kyros di pelaminan membuat Kyra juga langsung berangan, meskipun pernikahan mereka dadakan tetapi itu tidak mengurangi kesakralan nya, kemeriahan nya juga kemewahan nya tidak kalah dengan pernikahan yang di persiapkan jauh-jauh hari. Semua sangat sempurna bahkan mungkin orang akan mengira bahwa itu sudah di prrsiapkan sejak lama. Gienka serta Kyros juga terlihat seperti raja dan ratu. Gienka yang cantik luar biasa dan Kyros yang juga sangat tampan, benar-benar sempurna sekali. Kyra sangat ingin suasana pernikahannya seperti Kyros dan Gienka, tetapi dengan banyak tamu undangan.
"Ra....!! Kok senyum-senyum sendiri...!" Gienka menghentikan Kyra yang berjalan sambil tersenyum.
Kyra terlonjak dan berhenti. "Eh Gie...! Ada apa???" Tanya Kyra.
"Yeee malah bertanya ada apa, situ yang kenapa? Jalan kok senyum-senyum... Hayoloh kau baru melakukan apa???? Tadi Axel juga basah kuyup... Kenapa???"
"Tidak ada apa-apa, itu tadi Apap datang saat kami sedang mengobrol serius, karena terkejut, aku refleks mendorong Axel jadi dia jatuh ke kolam... Hahaha"
"Kalian benar-benar mengobrol atau yang lainnya? Sampai terkejut seperti itu???" Goda Gienka.
"Ih.. apaan sih Gie...!" Ucap Kyra malu.
"Hahahahaha... Oh iya Mama menyuruhmu dan Axel berbelanja, karena nanti temannya Ky akan datang kesini karena Ky mengundangnya untuk makan malam, itu Smith dan istrinya yang kemarin sudah membantu menjagaku di rumah sakit...!"
"Oh iya iya....! Aku tahu... Ya sudah aku siap-siap dulu, Axel juga sedang berganti baju...!"
****
Malam tiba, seperti yang sudah di janjikan oleh Kyros, Smith datang bersama istrinya ke rumah. Kyros sudah menjelaskan kepindahannya kepada Smith, bahkan juga sudah menceritakan semuanya tentang apa yang sudah dilakukan oleh Camilla. Smith mengenal Camilla dari Kyros, dan dia sangat tidak menyangka jika Camilla bisa berbuat sejahat itu pada Gienka. Smith juga memuji Kyros dan keluarganya karena mengambil keputusan yang sangat baik dengan berpindah tempat tinggal, menjauhi orang seperti itu memang harus di lakukan agar tidak semakin memperbesar masalah, karena hati orang siapa yang tahu.
Kyros memperkenalkan Smith dan Shanon pada seluruh keluarga nya. Kyros juga mengatakan kepada semua bahwa Shanon kemarin sudah membantu menjaga Gienka saat di rumah sakit. Jika tidak ada Shanon saat itu entah apa yang akan terjadi, karena Kyros sempat berniat menghubungi Camilla agar bisa menjaga Gienka, karena waktu itu dia tidak tahu jika dalang di balik tragedi Gienka adalah ulah dari Camilla. Semua orang pun mengucapkan terima kasih pada Smith dan juga Shanon atas bantuan keduanya. Mereka kemudian mengobrol sebelum akhirnya makan malam bersama.
Setelah makan malam semua nya berada di ruang tamu sambil mengobrol dengan Smith dan Shanon. Sementara Axel, dan juga Friddie memilih sedikit menjauh dari Kyros, Gienka dan orang tua mereka yang sedang mengobrol dengan Smith juga Shanon. Friddie dan Axel memilih untuk mengobrol di ruang makan, tadi mereka bersama Kyra, tetapi Kyra naik untuk mengambil ponselnya yang ada di kamar.
Ketika sedang mengobrol dengan Friddie, ponsel Axel berbunyi dan mendapati Lexy adiknya yang menghubunginya. Axel tersenyum, karena sebenarnya nanti dia berniat untuk menghubungi Adiknya itu. "Hai Lex... Aku nanti baru berniat menghubungimu??? Bagaimana kabarmu dan Mama Papa???" Tanya Axel saat mengangkat panggilan dari adiknya.
"Kami semua baik-baik saja kak.... Sebenarnya kemarin aku sudah berniat menghubungi Kakak tetapi pasti kakak sudah tidur... Jadi baru sempat sekarang..."
"Kemarin, Celia dan Mama nya datang ke rumah..!" Ucap Lexy.
"Apaaa.....!!!????" Seru Axel, membuat Friddie yang ada di depannya terlonjak. Axel langsung menyadari dan melempar senyum Friddie. Axel pun memberi tanda pada Friddie bahwa dia ingin pergi sebentar untuk menerima telepon dari Adiknya. Axel pun menjauh dari Friddie dan menuju ke area kolam renang. Dia tidak mau ada orang lain yang mendengar pembicaraannya tentang Celia, apalagi Kyra. Mengingat sebelumnya Kyra sempat kesal ketika bertemu Celia di cafe beberapa waktu yang lalu.
Axel menuju bagian belakang. "Celia datang ke rumah???? Kau serius???" Tanya nya masih terkejut.
"Masa aku berbohong pada kakak tentang hal seperti ini... Dia kemarin siang memang datang ke rumah dan bertemu denganku juga dengan Mama..." Jawab Lexy.
"Bertemu Mama??? Tetapi untuk apa Celia datang ke rumah kita???" Tanya Axel lagi. "Mama nya tidak berulah lagi kan???"
"Jika mereka berani menghina keluarga kita lagi, aku pasti akan langsung mengusir mereka saat itu juga..." Ujar Lexy.
"Ya, tetapi untuk apa mereka datang???"
"Mereka memintamu untuk kembali lagi dengan Celia..."
"Apaaa....???? Memintaku kembali dengan Celia????"
"Ya.... Tetapi kakak tenang saja, aku sudah membereskan mereka... Mulut besar mereka itu harus di bungkam.. Hahaha aku memberitahu mereka jika kakak sekarang ada di Amerika bersama calon mertua kakak untuk menjemput kekasih kakak sekaligus menjenguk istri calon kakak ipar kakak..."
"Lalu????" Tanya Axel lagi.
"Aku juga memberitahu mereka bahwa kekasih kakak sangat cantik, baik hati dan juga keluarga nya tidak sombong, serta sangat baik terhadap kakak... Ya aku mengatakan semua itu untuk membuat mereka tersadar, bahwa di dunia ini masih ada orang yang sangat baik meskipun kaya raya, dan tidak seperti keluarga mereka yang angkuh... Juga mengisyaratkan bahwa tidak ada lagi kesempatan untuk Celia bisa kembali dengan kakak.... Dan mereka langsung berpamitan... Mereka sepertinya tersadar dengan sindiran ku.."
"Siapa yang mengajarimu seperti itu???? Seharusnya kau menahan diri.... Tidak baik bersikap seperti itu.. "
"Kenapa???? Memang benar kan yang aku katakan??? Kakak sedang di Amerika menemui dan menjemput kak Kyra, kakak juga sangat mencintai kak Kyra dan tidak bisa kehilangan dia, jadi tentu saja tidak ada kesempatan untuk Celia bisa kembali dengannya.... Hmmm atau jangan-jangan, kakak masih mengharapkan Celia ya??? Dan menjadikan kak Kyra pelampiasan saja??? Apa kakak masih mencintai Celia???" Tanya Lexy.
Axel mengernyit, bisa-bisa nya adiknya berkata seperti itu.Axel kemudian berbalik badan. "Aku masih mencintai Ce.....lia...." Ucap Axel terbata dan terlonjak ketika dia mendapati ada Kyra di belakangnya. Axel menurunkan ponselnya dan melempar senyum meragu. "Kyra sayang..." Ucap Axel sambil menelan ludahnya.
★★★★★★