
"Axel meminta Celia untuk melupakannya karena memang sudah tidak ada lagi yang bisa di harapkan dari hubungan mereka yang sudah lama berakhir... Dan Axel sudah tidak memiliki perasaan apapun dengannya dan meminta Celia untuk tidak lagi menyalahkan siapapun termasuk Kyra.. Ahhh menyebalkan sekali berurusan dengan keluarga Cyntia... Cara yang di lakukan Celia, benar-benar seperti kedua orang tua nya dulu..." Ujar Aditya.
"Tetapi seharusnya Celia bisa bersikap baik, bertanya baik-baik dan tidak begitu saja menyerang Kyra yang tidak mengerti apapun.. " Cahya menimpali.
Aditya menoleh ke belakang ke arah Cahya yang duduk di kursi belakang seraya melempar senyum. "Kan tadi aku sudah bilang, dia seperti kedua orang tua nya, pemaksaan seperti Theo, dan cara bicara serta sikap egoisnya seprti Cyntia... Aku tidak mengerti, kenapa Dunia ini yang begitu luas tetapi Tuhan lagi-lagi harus mempertemukan kita dengan mereka dengan problem yang hampir sama... Astaga.... Aku pikir setelah memberi mereka pelajaran, kita tidak lagi akan berurusan dengan mereka... "
"Lalu bagaimana jika Celia tidak mau menyerah, dan dia justru menjadikan Kyra sebagai p penyebab semua ini??? Bagaimana jika dia memiliki niat jahat untuk menyakiti putri kita, sama hal nya dengan yang dulu di lakukan Cyntia pada kita... Sampai Cyntia tidak berpikir dan hampir melenyapkan Kyros... Aku sangat takut... "
"Jangan takut sayang... Aku sudah belajar dari apa yang dulu terjadi, dan itulah kenapa sejak saat itu aku begitu ketat mengawasi kalian semua dalam setiap aktifitas, aku tidak ingin kejadian yang dulu terjadi lagi... Kau sendiri tahu bahwa aku selama ini tetap menugaskan orang untuk mengawasi setiap gerak-gerik seluruh keluarga kita dari kejauhan, yang bahkan mereka sendiri tidak mengetahui nya... Jadi semua nya akan baik-baik saja, kau jangan khawatir... "
Cahya mengangguk. Dia sangat percaya pada suami nya yang memang selalu menomor satu kan keamanan seluruh keluarga nya. Dan selama ini Aditya melakukannya dengan baik, mengawasi seluruh aktifitas seluruh anggota keluarga nya. Kecuali Kyros, yang memang ada di luar negeri. Entah kenapa Aditya berpikir bahwa anak-anaknya lebih aman tinggal disana, sehingga tidak perlu membayar orang untuk mengawasi mereka. Dulu saat Kyra di kuliah di luar negeri juga, Aditya tidak terlalu ketat mengawasi nya dan memberi kepercayaan kepada Kyra bahwa Kyra bisa menjaga diri dengan baik, dan menghindari pergaulan yang terlalu bebas. Begitu juga saat di Amerika, Kyra dan Kyros bisa menjalani keseharian mereka dengan sangat baik. Akan tetapi ketika pulang kesini, Aditya tetap memperlakukan hal yang sama seperti anggota keluarga nya yang lain, yaitu mengirim orang untuk mengawasi kedua nya dari kejauhan.
Axel membuka kan pintu untuk Kyra dan Kyra masuk ke dalam mobil milik Axel. Setelah Kyra masuk, Axel berlari ke sisi kanan mobilnya dan masuk juga, kemudian menyalakan mobilnya dan keluar dari area parkir, di ikuti di belakangnya mobil Aditya. Axel menoleh ke arah samping, menatap Kyra lalu tersenyum. Ada perasaan bersalah di hati nya, karena Kyra justru jadi sasaran Celia meluapkan kemarahannya. Padahal Kyra tidak tahu apapun. Axel juga tidak menyangka jika Celia berani bersikap seperti itu, dan di lakukan di depan kedua orang tua Kyra, padahal selama ini Celia adalah gadis yang baik dan penuh kelembutan. Tetapi Celia yang tadi di lihatnya adalah Celia yang sangat berbeda.
"I'm so sorry...!!!" Gumam Axel memecah keheningan.
Kyra menoleh. "Sorry???? For what???" Tanya Kyra.
"Untuk kejadian yang tadi, karena aku, kau harus menjadi sasaran kemarahan Celia...!! Aku tidak menyangka jika dia bisa senekat dan seberani itu padamu... "
Kyra melempar senyum. "Bukan salahmu....!!! Dia hanya terlalu mencintaimu... Itulah kenapa dia bersikap seperti itu.. Aku sangat mengerti.. Toh aku juga tidak apa-apa... "
"Kau pasti kesakitan atas kekasaran yang di lakukan Celia..."
"Just a little... But now, I'm good... Dia begitu marah dengan hubungan kita, wajar saja, dan aku lihat dia begitu mencintaimu, bahkan mungkin cinta yang di miliki nya untukmu lebih besar daripada yang aku miliki... Aku jealous.." Ucap Kyra masih sambil tersenyum menatap lelaki yang ada di sebelahnya. "Kalian dulu pasti memiliki hubungan yang sangat luar biasa, hingga dia terlihat begitu mencintaimu.. "
Axel menoleh dan membalas senyuman Kyra. "Entahlah, kau menyebutnya seperti apa, hubungan itu berjalan seperti hubungan pada umumnya saja... Tentu saling mencintai adalah pondasi utama dalam sebuah hubungan, dan aku berusaha sebisa mungkin untuk merebut hati keluarga Celia, tetapi segala usahaku tidak berjalan dengan baik, karena sedikit pun aku tidak mendapatkan simpati mereka, justru berakhir dengan penghinaan yang begitu berbekas di hatiku... Sejak dulu aku selalu menjunjung tinggi harkat dan Martabat keluargaku, hingga aku tidak akan tinggal diam untuk membela mereka meskipun ada sesuatu yang besar yang harus aku korbankan, termasuk hubunganku dengan Celia.. "
"Tidak juga.... Sebesar apapun cintaku pada Celia, lebih besar lagi cintaku kepada keluargaku, Mama Papa dan Lexy... Aku terus menatap ke depan dan berfokus memperbaiki kehidupanku serta karirku, karena aku berkeinginan untuk membalaskan dendamku pada keluarga Celia, dengan cara membuktikan pada mereka jika pekerjaanku bisa di andalkan dan menghasilkan sesuatu, tidak seperti apa yang mereka pikirkan..."
"Kau dendam pada mereka???" tanya Kyra lagi.
"Balas dendam, tidak selalu harus di konotasi kan dengan hal yang negatif atau sesuatu yang buruk... Balas dendam bisa dengan membuktikan sesuatu yang sebelumnya di anggap tidak mungkin akan menjadi mungkin... Dan itu yang aku lakukan... Aku tidak merasa berat melupakan hubunganku dengan Celia, karena aku menyibukkan diriku untuk balas dendam kepada keluarga nya, dan sekarang aku bisa melakukannya..."
"Lalu jika kau dengan mudah melupakan Celia, kenapa kau tidak lagi menjalin hubungan dengan perempuan lain??? Bukankah itu artinya kau belum bisa melupakannya???"
Axel terkekeh. "Hanya satu alasanku kenapa aku tidak menjalin hubungan lagi dengan perempuan lain, adalah karena trauma akan mendapatkan penolakan lagi... Itu sangat melukai hatiku saat itu, hingga rasanya aku tidak ingin mendengarnya lagi... Tetapi setelah bertemu denganmu dan Gienka membaca ketertarikan ku padamu, dia terus mendorongku untuk mendekatimu dan terus meyakinkan ku bahwa aku tidak akan lagi mendapatkan penolakan.. That's true, kau sangat baik begitu juga keluargamu yang sangat humble, mereka menerimaku dengan sangat baik... " Ujar Axel dan dia meraih jemari Kyra. Menggenggamnya dan menciumnya.
"Aku ingin kau percaya bahwa aku sangatlah mencintaimu, Celia hanya bagian dari masalalu ku yang hanya ku simpan sebagai kenangan saja dan pelajaran hidup, saat ini aku hanya ingin berfokus padamu serta karirku, dan aku sekalipun tidak pernah terbesit untuk kembali dengan Celia sejak aku memutuskan bahwa hubungan kami berakhir, karena aku tidak bisa hidup dengan orang-orang yang toxic seperti keluarga Celia... Dari ceritamu dan Gienka mengenai keluarga Celia dulu yang sudah banyak melakukan hal yang tidak baik, dan hal itu ternyata masih juga mereka lakukan sampai sekarang, menandakan bahwa mereka adalah orang yang tidak mau berubah, dan hanya Papa Celia saja yang berubah menjadi orang yang baik, tidak dengan Mama nya... So please, kau jangan meragukan cintaku lagi..."
"Apa sejak tadi kau melihat bahwa aku meragukan cintamu??? Hahaha... Aku menerima mu karena aku mencintaimu, dan semua orang punya cerita masa lalu nya sendiri-sendiri... Kita juga tidak boleh hidup dalam kubangan masalalu terus menerus, tidak baik...! Jika masalalu bisa di jadikan pelajaran hidup, maka di masa mendatang kita harus jadi lebih baik lagi, dan jangan mengulang kesalahan yang sama..." Kyra menggeser sedikit duduknya dan mendengarkan kepala nya di pundak Axel. Dia begitu mencintai lelaki ini dan ingin berbahagia dengannya.
Kyra juga memahami kenapa Celia bersikap seperti itu, karena Celia juga sangat mencintai Axel. Tetapi Axel juga memiliki hak untuk menolak kembali dengan Celia dengan beberapa alasan. Ya, siapapun pasti tidak akan bisa hidup dengan tenang jika di kelilingi oleh orang-orang seperti keluarga Celia, yang hanya bersikap baik ketika memiliki tujuan lain, lalu bersikap buruk ketika ada sesuatu yang tidak berkenan di hati mereka. Axel tentu tidak mau ada hal yang bisa melukai hatinya serta keluarga nya lagi seperti dulu, sehingga Axel memilih untuk tidak lagi kembali dengan Celia.
"Apa tidak lebih baik kau datang menemui Celia dan berbicara lagi dengannya secara baik-baik... Lalu menyelesaikan masalah kalian...???" Tanya Kyra tiba-tiba.
"Apa...???? Menemui Celia...??? Tidak sayang.. Aku rasa pembicaraan yang tadi dengannya itu sudah cukup... Aku sudah menjelaskannya bahwa aku tidak bisa kembali lagi dan meminta nya untuk melupakanku... "
"Ya aku tahu... Tetapi suasana nya kan tidak mendukung... Dia pergi dalam keadaan seperti itu, kacau dan sedih, dan dia pasti tidak akan menganggap ucapanmu... Kalau kau bm datang menemui nya dan menjelaskan baik-baik, itu pasti akan bisa membuatnya berpikir dan mengerti dengan keputusanmu... Lihatlah saat kalian dulu berpisah juga tidak dengan kondisi yang baik sehingga membuat Celia berpikir bahwa kalian bisa kembali bersama lagi... Jadi menurutku lebih baik kau datang menemui nya dan berbicara empat mata dengannya... " Ujar Kyra.
Axel menggelengkan kepala nya, menandakan dia tidak setuju dengan keputusan Kyra yang menyuruhnya menemui Celia lagi. Axel tidak lagi ingin memperpanjang masalah dengan Celia dan bagi nya tadi sudah cukup dan jelas bahwa dia tidak bisa kembali, sehingga tidak ada lagi yang perlu di bicarakan ulang. "Maksudmu aku harus datang ke rumahnya dan menemui keluarga nya begitu??? Bertemu lagi dengannya itu pasti ada konsekuensi yang akan aku dapatkan sayang... Aku tidak mau mengambil resiko apapun, dan bagiku sudah cukup berhadapan dengan orang seperti mereka... Masalah ini saja sudah membuatku merasa tidak enak dengan kedua orang tua mu, dan aku sangat ketakutan setengah mati kalau sampai Om Aditya tiba-tiba menghujani ku dengan berbagai pertanyaan tentang hubunganku dengan Celia dulu.... Bagaimana jika juga menyuruhku untuk meninggalkanmu karena dia marah melihatmu di serang Celia seperti itu di depan matanya?? Habislah aku... Tidak.. Tidak.. Aku tidak mau... "