
"Aunty.???" Panggil Kyros.
Chika menoleh dan memandang keponakannya. "Kenapa Ky???" Tanya Chika.
"Sepertinya gadis itu adalah Sheryl yang sekarang dekat dengan Niall." Gumam Kyros.
"Mungkin saja Ky... Aunty tidak peduli dengannya." Sahut Chika ketus sembari melirik ke arah Sheryl yang berdiri jauh disana.
"Apa tidak lebih baik jika kita memberinya kesempatan melihat Niall di dalam???" Tanya Kyros.
"Hanya anggota keluarga yang boleh menjenguk Niall. Dia bukan siapa-siapa kita."
Kyros pun terdiam. Merasa kasihan melihat gadis itu yang wajahnya tidak bisa di bohongi bahwa dia sangat khawatir sekali. Tetapi tidak banyak yang bisa Kyros lakukan selain memilih diam, apalagi dia juga bisa melihat kemarahan di wajah tante nya.
Kyros sudah mendengar semuanya dari Niall beberapa waktu yang lalu, Niall menceritakan segalanya kepada dirinya. Dan sebagai kakak sepupu tentu Kyros juga mencoba memahami apa yang di rasakan oleh Niall. Hati memang tidak bisa di bohongi dan Niall sudah benar-benar tidak memiliki perasaan sama sekali kepada Pamela. Niall tidak pernah melupakan semua kebaikan Pamela kepadanya akan tetapi Niall juga tidak bisa memaksakan hatinya untuk bisa terus bersama Pamela karena perasaan itu memang sudah mati sejak saat itu. Niall juga tidak bisa mempermainkan perasaan seseorang yang sudah tidak dia cintai. Sayangnya saat ini memang apa yang di lakukan Niall membuat semua orang terdekatnya merasa terkejut sekali, terkejut bercampur kecewa. Mereka belum bisa menerima kenyataan bahwa Niall melakukan hal sekejam itu kepada Pamella dengan alasan yang mungkin tidak masuk akal untuk mereka terima.
Sementara itu, Adri juga hanya memilih diam, menyadari kemarahan yang akhir-akhir ini di rasakan oleh istrinya. Adri tahu bagaimana Chika sangat menyayangi Pamela, dan Pamela juga gadis yang sangat baik sekali, lemah lembut dan sangat mencitai Niall. Akan tetapi Niall sendiri memang sudah tidak memiliki rasa pada Pamela, jadi pilihannya adalah meninggalkan Pamela. Adri juga sadar hubungannya dengan keluarga Pamela juga merenggang setelah kejadian itu. Mereka sangat kecewa dengan keputusan Niall. Dan Niall punya watak yang keras dan tidak bisa di bantah sama sekali.
Adri sesekali melirik ke arah dua gadis yang salah satunya bernama Sheryl yang saat ini sudah menjadi kekasih baru Niall. Gadis itu cantik akan tetapi tentu lebih cantik Pamela. Ya, Adri juga sadar bahwa hal ini juga bukanlah kesalahan Sheryl, gadis itu tidak mengerti apapun dan tidak pantas untuk di salahkan atas apa yang terjadi saat ini. Mungkin yang harus dia dan istrinya lakukan pada akhirnya adalah membiarkan Niall menentukan pilihannya sendiri. Entah mereka akan suka atau tidak dengan pilihan Niall, akan tetapi pada akhirnya orang tua harus membiarkan anak-anak mereka untuk meraih kebahagiaan dengan cara mereka sendiri.
Adri menepuk pundak Kyros dan melempar senyum ke keponakannya. Adri seperti tahu bahwa apa yang dia pikirkan sekarang juga sama dengan apa yang di pikirkan oleh Kyros.
Beberapa jam kemudian.....
Kyros masuk ke dalam kamar hotel. Dia akan menginap di hotel malam ini sebelum besok kembali ke jakarta. Kyros mencari hotel di dekat rumah sakit. Operasi Niall sudah selesai dan di rumah sakit sudah ada Adri yang akan menunggui Niall bersama dengan Chika. Besok Kyros akan ke rumah sakit lagi untuk memastikan keadaan sepupu nya itu. Dan ini sudah jam dua belas malam. Kyros lelah dan mengantuk sekali. Dia akan tidur supaya besok merasa segar. Kyros bersyukur kondisi dan opeasi Niall berjalan dengan lancar.
Kyros melepaskan tshirt nya hendak pergi ke kamar mandi tetapi ponsel berbunyi. Ada nama istrinya. Kyros tersenyum, rencana nya besok baru dia akan mengabarkan kondisi Niall tetapi istrinya justru sudah menghubunginya lebih dulu. "Ya sayang???" Jawab Kyros.
"Aku ada di hotel baru juga sampai."
"Bagaiman kondisi Niall???" Tanya Gienka.
"Operasinya sukses, dia akan siuman besok itulah kenapa aku memilih ke hotel. Aunty dan Uncle masih di umah sakit."
Gienka menghela napasnya. "Ah syukurlah... Aku tidak bisa tidu dngan tenang."
"Niall tidak apa-apa, dia hanya luka biasa dan patah kaki saja, sisa nya baik-baik saja."
"Aku senang sekali>"
"Lexia sudah tidur???" Tanya Kyros.
"sudah.... dengan Amam..."
"Ya sudah kau tidurlah juga, besok sore aku akan kembali ke Jakarta, semua nya baik-baik saja kata dokter, tidak ada yang perlu di khawatirka."
"Oke baiklah....!!! Kau juga tidurlah, pasti kau lelah sekali."
"Ya, aku sangat merindukanmu dan aku sangat mencintaimu..."
"Aku juga..." Gumam Gienka. "Selamat malam suamiku.."
"Selamat malam istriku..." Panggilan itu di akhiri. Kyros meletakkan ponselnya di tempat tidur samvil tersenyum. Begitu lua biasanya bisa menjadi suami Gienka, istrinya cantik dan sangat mencintainya.