I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 354



Kyros Akhirnya sampai di rumah sakit dan dia melihat Amamnya di depan ruang Instalasi Gawat Darurat. Amam nya sedang duduk tertunduk dengan sedih. Dia harus menghampirinya dan memeluknya untuk menguatkan Amamnya, dia memberitahu jika dia sudah mengantar Gienka, bukan mengantar pulang tetapi mengantar Gienka ke apartemen Shanon dan saat ini Smith ada bersamanya.


Cahya memeluk Kyros dan dia terisak di pelukan putranya itu. Ia benar-benar takut, suaminya masih ditangani oleh dokter dan belum ada dokter atau perawat yang keluar dan Cahya juga memberitahukan luka yang diderita oleh Aditya cukup dalam dan Aditya kehilangan banyak darah.


"Apap akan baik-baik saja, Amam harus tenang dan jangan memikirkan hal yang buruk, semuanya akan membaik."


"Kenapa Camilla melakukan itu Ky??? Kenapa dia tega sekali melakukan hal yang membahayakan nyawa orang lain??? Amam tidak bisa memaafkannya dia harus dihukum."


"Amam tenang saja, dia sudah dibawa oleh Polisi dan dia akan mendapatkan hukuman atas perbuatannya, aku juga tidak akan bisa memaafkannya, ini sudah benar-benar keterlaluan, ini bukan kali pertamanya dia melakukan itu."


"Amam takut sekali Ky, Apapmu tadi tidak sadarkan diri, dia pucat pasii karena kehilangan banyak darah."


"Everything will be okay Mam." Kyros mengusap bahu Amamnya untuk menenangkannya.


Tidak lama perawat keluar dia memberitahu Kyros dan Cahya bawa pasien telah kehilangan banyak sekali darah dan mereka harus memberikan transfusi darah. Lukanya juga cukup dalam sehingga perlu adanya donor.  Untuk menghentikan pendarahan yang lebih parah lagi juga harus di jahit, mendengar itu Kyros langsung menawarkan diri untuk memberikan transfusi darah kepada Apapnya. Semuanya akan jauh lebih baik jika dia memberikan darahnya sendiri untuk Apapnya. Perawat pun setuju dan ia meminta Kyros untuk segera melakukan pengecekan sebelum mendonorkan darahnya kepada Aditya.


"Alright then, let's you come with me to do some checks so that you can donate blood to your father." ucap perawat itu. Meminta Kyros ikut dengannya untuk melakukan beberapa pengecekan sehingga Kyros bisa mendonorkan darah nya untuk ayah nya yaitu Aditya.


Harus menganggukkan kepalan nya "Okay, I'll follow you.!" ucapnya. Dia kemudian memegang kedua bahu Cahya dan melemparkan senyumnya.


"Amam di sini dulu dengan Smith, aku harus menolong Apap, membantu Apap agar bisa segera pulih. Amam jangan lupa berdoa.!"


"Ya." ucap Cahya.


Kyros memandang ke arah sahabat nya."Smith, I'll leave Amam with you."Ucap Kyros pada Smith untuk meminta sahabatnya itu bisa menemani Amamnya sementara dia akan pergi untuk melakukan donor darah.


"Okay Ky.. Don't worry!!"


Kyros pun mengikuti perawat itu, ia harus melakukan pemeriksaan dan juga pengecekan sebelum mendonorkan darahnya untuk Aditya. Kyros berharap ini bisa membantu Apap nya


****.


Sementara itu Gienka sudah terlihat lebih baik. Tadi Smith sudah mengirim pesan kepada Shanon bahwa saat ini Kyros sedang melakukan donor darah untuk Apap nya. Luka yang diderita cukup dalam sehingga perlu jahitan dan juga Aditya kehilangan banyak darah. Meminta untuk Shanon dan Gienka mendoakan dari sana agar semuanya berjalan dengan lancar dan Aditya bisa melewati masa kritisnya malam ini.


Gienka memang terlihat sudah lebih baik daripada sebelumnya, tetapi dia belum sepenuhnya merasa tenang dengan keadaan mertuanya. Baby Lexia juga sudah tenang, bayi itu tidur dengan pulas. Shannon meminta Gienka agar tidak terlalu stres supaya itu tidak berpengaruh dengan asi nya karena nanti Lexia pasti akan bangun dan meminta disusui. Jika Gienka tidak menenangkan dirinya, asi nya pasti tidak bisa keluar dengan lancar. Shanon berusaha untuk terus menenangkan Gienka.


"Gie, Lebih baik kau tidur saja kau pasti lelah sekali atau kau ingin aku membuat kan sesuatu??? Kau pasti kelparan  tadi belum sempat makan. Iya kan??" tanya Shanon.


GiEnka menggelengkan kepalanya. "Aku memang belum sempat makan tapi aku sama sekali tidak bernafsu makan."


"tapi kau perlu asupan Gie, kasihan Lexia, nanti aku akan mengambilkan sesuatu untukmu, ada buah-buahan, aku akan mengambilkan pisang dan apel ya??? Tunggu sebentar di sini!"


Shanon beranjak dan hendak meninggalkan Gienka untuk ke dapur, ia akan mengambilkan Gienka buah-buahan supaya Gienka tidak kelaparan. Tetapi langkahnya terhenti ketika Gienka memanggilnya.


Shanon tersenyum. "Gienka kita adalah sahabat, teman dan seperti saudara. Kau tidak perlu merasa sungkan, kita harus saling membantu, sekarang tenangkan pikiranmu, aku akan mengambilkanmu buah di dapur tunggu sebentar."


Beberapa saat kemudian saat Shanon kembali ia justru mendapati Gienka sudah berbaring dan tidur di sebelah baby Lexia. Shanon tersenyum, ia meletakkan piring berisi buah-buahan di atas meja kemudian dia menyelimuti Gienka. Shannon tidak ingin membangunkannya dan membiarkan Gienka tidur bersama bayinya. Gienka sedang dalam keadaan yang tidak baik dan terguncang hebat sehingga tidur mungkin akan menjadi salah satu cara untuk membuat kita merasa lebih baik.


Shanon pun ikut naik ke tempat tidurnya dan mengapit baby Lexia dengan Gienka. Ia juga akan bersiap untuk beristirahat dan dia meletakkan ponselnya di sebelahnya supaya dia bisa menerima update terbaru dari suaminya mengenai apapun Kyros.


******


Krros akhirnya kembali lagi menghampiri Cahya dan Smith. Ia sudah selesai diambil darahnya dan sekarang tinggal menunggu hasil dari transfusi darahnya dan perkembangan Apapnya yang masih ditangani oleh dokter.


Kyros memeluk Cahya. Amamnya itu terlihat sangat lelah sekali dan bahkan tadi mereka belum sempat Makan apapun karena kejadian itu begitu cepat.


"Amam lapar tidak???" tanya Kyros. "Biarkan Kyros mencari makan untuk amam, tadi Amam belum makan apapun saat di restoran.! Ucap Kyros.


"Tidak Ky, Aman tidak ingin makan, Amam ingin menunggu update dari dokter."


"Tapi Amam nanti sakit.??" Kyros menoleh ke arah Smith yang ada di sebelahnya. "Smith,Can I ask you a favor, Amam needs to eat something, can you buy some fruit or just some bread and also some water, I'm afraid Amam will catch a cold.???" Kyros minta bantuan Smith, Amam nya harus memakan sesuatu, apakah memSmith bersedia membelikan buah atau sekedar roti dan juga air untuk Amam nya, dia takut amamnya sakit masuk angin nantinya.


Smith mengangguk. "Yes Ky, I'll find something for you and your Mam must not have eaten yet, wait a minute I'll buy it." Smith bersedia dan akan mencari sesuatu untuk mereka berdua yang belum makan. Smith meminta Kyros agar menuunggu sebentar karena dia  akan membelinya.


"Thanks Smith.."


"My pleasure." Smith pun berdiri dari kursi tunggu dan dia pergi meninggalkan Kyrs dan Cahya untuk mencari makanan malam, Amam Kyros sangat lemah dan terlihat masih Shock dan butuh untuk ditenangkan.


****


Shanon terbangun dari tidurnya ketika dia mendengar suara ponsel Gienka berdering. Shanon bangun lalu mengambil ponsel itu dan mengangkatnya di ponsel itu tertulis nama Papa Iel. Shanon tahu bahwa itu pasti adalah Papanya Gienka karena Shanon tidak ingin mengganggu tidur Gienka, ia pun memilih mengangkat telepon itu.


"Halo!!" sapa Shanon. "Om, ini Shanon. Om maaf Gienka baru saja tidur dan saya tidak ingin membangunkannya dia baru bisa tidur." ucap Shanon.


"Oh jadi Gienka sudah tidur, tidak apa-apa terima kasih Shanon karena kau sudah mau membantu Gienka serta Kyros."


"Sama-sama Om. Gienka adalah sahabatku dan kami sudah seperti saudara jadi sudah selayaknya kami saling membantu. Apa ada sesuatu yang ingin Om sampaikan sehingga besok saya bisa memberitahu Gienka jika Gienka sudah bangun."


"Bagaimana dengan keadaan Aditya??? apa sudah ada informasi dari suamimu??"


"Tadi terakhir suami saya memberitahu jika Om Aditya butuh transfusi darah karena dia kehilangan banyak darah dan Ky sudah mendonorkan darah untuknya, itu yang saya dengar terakhir ini, selanjutnya belum ada kabar apapun lagi tetapi nanti jika ada sesuatu saya akan memberitahu Om dan juga Gienka."


"Ya beritahu kami dan ya kami akan berangkat siang ini untuk ke Amerika jadi tolong besok beritahu gIENKA."


"baik Om besok saya akan memberitahu nya." Panggilan itu di akhiri.