I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 269



Vineet terbangun ketika dia merasakan tangan yang sedang di pegang nya bergerak. Dia bangkit, mendapati Ethan membuka matanya.


"Kakak... Eh Ethan...??? You're awake..???" Ucap Vineet.


"Vineet??? You..??? Leona? Where is she??? Auuwwwhh..." Tanya Ethan sambil mengernyit menahan sakit di perutnya.


"Don't talk too much, I'll call a doctor..." Vineet menekan tombol yang ada di tembok untuk memanggil dokter ataupun perawat.


Tak lama, dokter dan perawat ke ruangan itu. Vineet memberitahu mereka jika Ethan sudah sadar. Vineet kemudian keluar dan membiarkan dokter memeriksa keadaan Ethan. Vineet keluar dan tersenyum kepada kedua orang tua nya yang sedang duduk di luar.


"Kakak sudah sadar... Dokter sedang memeriksa nya.. " Ucap Vineet pada kedua orang tua nya.


Arindah dan Vino berdiri. Arindah tersenyum memejamkan matanya dan mengelus dada nya. "Alhamdulillah.. " Ucapnya penuh syukur. Kemudian memeluk Vino.


"Dokter sedang memeriksa nya semoga baik-baik saja.."


"Ya semoga baik-baik saja... " Ucap Vino.


Mereka menunggu hingga akhirnya perawat keluar dan memanggil mereka karena dokter ingin berbicara. Arindah dan Vino pun masuk. Mereka bertemu dokter di ruang khusus tangan da di ICU itu tempat dimana biasa perawat dan dokter berjaga.


Dokter menjelaskan jika kondisi Ethan sudah cukup baik dan tetapi masih harus berada di ruang ICU sampai siang nanti. Dan jika sudah tidak di temukan kendala apapun Ethan akan langsung di pindahkan ke ruang perawatan biasa. Tetapi Ethan untuk saat ini tidak boleh di ajak mengobrol terlalu lama dan terlalu sering, karena takutnya itu membuat dia merasa nyeri di bagian luka di perutnya. Arindah mengangguk, dia pun sangat mengerti hal itu karena dia juga seorang dokter.


"Doctor, what is the procedure to do a DNA test here???" Tiba-tiba Vino bertanya kepada dokter mengenai prosedur untuk melakukan tes DNA. Mendengar itu, Arindah cukup terkejut.


"DNA test??? Who wants to do a DNA test???" Tanya dokter itu.


"My wife and Ethan..." Jawab Vino.


"Ethan is the patient next door????" Tanya dokter memastikan apakah Ethan yang saat ini sedang di rawat, Vino pun mengangguk. "Isn't he the son of both of you??? Why do you have to do a DNA test????" Dokter tampak bingung, karena mereka berdua sebelumnya mengatakan jika Ethan adalah anaknya lalu kenapa harus melakukan test DNA.


"Actually, we lost our son when he was 5 years old, and we feel Ethan is our son, so we want to do a DNA test to confirm the truth??? What is the procedure????" Vino menceritakan jika dulu dia dan Arindah pernah kehilangan seorang anak berusia 5 tahun, dan saat ini mereka merasa bahwa Ethan adalah anak yang mereka cari selama ini.


Dokter pun tampak mengerti dan dengan detail dia menjelaskan prosedur yang bisa dan harus di lakukan ketika ingin test DNA. Ternyata seperti yang di katakan Arindah sebelumnya bahwa memang harus ada persetujuan dari kedua belah pihak untuk melakukannya. Jika salah satu di antara mereka masih di bawah umur tentu harus ada wali yang bertanggung jawab untuk menyetujui nya kecuali semisal anak itu hidup di jalanan sendirian, mungkin akan sedikit ada kelonggaran.


Ethan terlihat lemah, dia juga bingung melihat dua orang yang tidak di kenalnya ada bersama nya. Vineet tersenyum.


"You're confused, aren't you????" Vineet melempar senyumnya. "They are my parents, we brought you here yesterday, you were bleeding and had a lot of wounds, but the doctor said your condition is now improving." Vineet mengenalkan kedua orang tua nya pada Ethan. Dan menjelaskan jika mereka yang membawanya kesini karena mereka melihat Ethan berdarah. Vineet juga mengatakan jika dokter menjelaskan bahwa kondisi Ethan saat ini sudah membaik.


"Oh thanks..." Ucap Ethan berterima kasih. "Where is Leona? Did those two take her??"


Vineet mengangguk. "Yes, they took Leona away violently.. Who are they exactly??? Did they also make you like this???" Vineet menjawab jika Leona di bawa oleh kedua orang itu. Kemudian bertanya pada Ethan siapakah kedua orang itu dan apakah kedua orang itu juga yang telah membuatnya seperti ini.


"You have to give a statement to the police, they have committed a crime by making you like this, let the police take care of it.. " Sela Vino tiba-tiba. Dia meminta agar Ethan menjelaskan semua kejadian kemarin pada polisi. Karena tentu tidak di benarkan melakukan kejahatan dengan menyakiti orang seperti itu.


"There's no need to involve the police, I don't want to prolong things with those people... " Ethan justru menolak untuk memperpanjang urusan ini dengan polisi.


"But why??? And then what about Leona????" Tanya Vineet.


Ethan tersenyum. "She'll be fine. I had previously told Leona to go home and not stay with me, but she was stubborn and didn't listen to me." Ethan mengatakan jika Leona akan baik-baik saja. Dan sebelumnya dia sudah meminta Leona agar pulang tetapi Leona keras kepala dan tidak mendengarkannya.


Vino, Arindah dan Vineet tampak bingung dengan jawaban Ethan. "How can you say Leona is okay with them?? They were very rude and pulled her off yesterday??? Who are they???? " Tanya Vineet bingung. Bagaiamana bisa Ethan mengatakan jika Leona baik-baik saja sedangkan kemarin kedua pria itu menyeret Leona dengan kasar.


"Vineet...???" Panggil Vino. Vineet pun menoleh ke arah Papa nya. "Biarkan kakakmu beristirahat, ddan jangan dulu ajukan banyak pertanyaan, kau seorang dokter kan??? Luka bekas operasi nya belum kering... kau bisa bertanya jika kondisi nya sudah membaik.. " Ucap Vino mengingatkan putrinya.


Arindah mengangguk. "Biarkan kakakmu beristirahat..!" Sela nya.


"Ethan, you just rest, now the most important thing is for you to recover and be healthy, if you say Leona is okay, I hope she is okay... Rest, so that you can be transferred to the infirmary soon and not here, we will wait for you outside.. " Ucap Vino. Dia meminta Ethan beristirahat agar segera pulih sehingga bisa di pindahkan ke ruang perawatan dan bukan di ICU lagi. Dan dia serta Arindah dan Vineet akan menunggu di luar. Ethan melempar senyumnya dan mengucapkan Terima kasih lagi. Vino mengusap kepala Ethan dengan penuh kasih sayang, menahan air mata nya agar tidak jatuh lalu mengajak istrinya dan juga Vineet keluar. Arindah pun melakukan hal yang sama dengan mengusap kening Ethan lalu mendaratkan kecupan juga disana. Baru setelah itu Arindah pergi keluar bersama Vino dan Vineet.


Ethan menyentuh keningnya dan dia mendapati ada tetesan air. Tetapi Ethan sadar bahwa itu bukan air melainkan airmata. Dia bingung apakah ibu nya Vineet menangis saat mencium keningnya, tetapi sejak dia melihat ke arah mereka, orang tua Vineet seperti sedang menahan tangisan mereka dan mata mereka juga terlihat berkaca-kaca sejak awal.


Ethan juga merasakan aneh. Dia seperti merasa tidak asing dengan belaian dari kedua orang itu. Dia pernah merasakan belaian yang sama tetapi kapan dan siapa yang melakukannya tentu dia tidak ingat. Ethan lalu melempar senyum, dan berpikir mungkin kondisi nya kemarin begitu buruk sehingga orang tua Vineet merasa iba dan kasihan kepada nya, kemudian karena itu mereka terharu dan seperti ingin menangis melihatnya dalam keadaan baik-baik saja. Orang tua Vineet pastilah orang yang baik dan penyayang sehingga kelembutan mereka begitu terasa.


★★★