I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 134



"Aku bingung Gie...!" Gumam Axel.


Gienka tersenyum. "Pikirkan semua dengan baik, aku hanya sekedar memberi saran saja dari sudut pandang ku, keputusan ada di tanganmu Xel... Aku hanya tidak mau sesuatu yang tidak baik terjadi dan membuat hubunganmu dengan Celia terganggu, mengingat kau sangat mencintai nya...!"


"Kau benar... Aku ingin hubungan kami menjadi lebih serius lagi, tetapi terhalang Celia yang masih harus menyelesaikan kuliahnya.. Tetapi sebenarnya aku juga tidak masalah jika harus menikah dengan Celia walaupun dia masih berkuliah, hanya saja orang tua nya kan menginginkan dia agar berfokus pada pendidikannya terlebih dulu...!"


"Kau sih, aku dulu sudah bilang padamu agar menjalin hubungan dengan gadis seumuran, kau justru memilih Celia yang cukup jauh ada di bawahmu umurnya, sekarang kau sudah ada keinginan menikah tetapi terhalang Celia yang masih harus kuliah selain itu juga Mamanya yang super duper menyebalkan itu... Kau harus berlatih banyak kesabaran...!"


"Seumuran??? Maksudmu aku harus pacaran denganmu??? Hahaha tidak-tidak... Yang ada aku akan kalah dan tidak bisa menguasi gadis seprtimu...!" Axel pun mencoba untuk mengejek Gienka dan dia juga tertawa untuk menghilangkan sedihnya.


"Aku??? Pacaran denganmu??? Ahh tidak-tidak... Kau terlalu bucin dan memiliki pacar yang bucin itu menyebalkan... Hahahaha...!" Gienka ikut tertawa dan memuku bahu Axel. Inilah candaan yang sering mereka berdua lontarkan. Dari dulu Axel juga tahu serta mengerti jika Gienka sangatlah mencintai Kyros, walaupun belum pernah satu kalipun bertemu Kyros tetapi Axel tahu bahwa laki-laki bernama Kyros itu sangatlah baik, jadi sangat wajar jika Gienka begitu mencintai Kyros. Axel sudah menganggap Gienka sebagai saudara sendiri sehingga sekalipun dia juga tidak pernah ada pikiran untuk menyukai Gienka lebih dari sahabat. Dan baik Axel ataupun Gienka juga saling memberi dukungan satu sama lain jika di antara mereka sedang memiliki kedekatan dengan orang lain. Seperti yang terjadi selama ini, yaitu Gienka sebenarnya tidak terlalu menyukai Celia karena Gienka merasa bahwa Celia itu terlalu penurut dan belum bisa memutuskan sesuatu sesuai keinginan yang, Celia lebih sering menuruti keinginan Mamanya dan terkadang mengabaikan pendapat Axel. Akan tetapi Gienka tidak bisa mengungkapkan ketidaksukaannya dengan Celia pada Axel, karena Gienka tidak mau Axel menjadi tersinggung dan menganggapnya tidak mendukung hubungan Axel dengan Celia. Jadi Gienka ka lebih memilih diam dan membiarkan Axel berbahagia dengan Celia, karena Axel sangat mencintai Celia.


Disaat sedang mengobrol, ponsel Gienka berbunyi, sebuah pesan masuk. Gienka membuka pesan itu, dan itu dari Kyra, tetapi itu adalah pesan suara. Gienka pun membuka pesan suara itu.


"Gie... Ky baru saja menghubungiku, dia bilang dia tidak jadi pulang... Aku sangat sedih tetapi alasannya tidak jadi pulang adalah karena dia akan mengikuti seleksi menjadi astronot, dia terpilih menjadi salah satu kandidatnya, dan harus melewati seleksi yang ketat selama beberapa bulan setelah itu baru dia mengikuti latihan khusus hingga satu tahun ke depan untuk memulai misi nya... Aku sedih tetapi bangga, dan kita harus mendoakannya gar dia berhasil...! Besok kita bertemu lagi ya? Aku akan menjemputmu di kantor..!" Ucap Kyra pada pesan itu.


Gienka pun wajahnya berubah menjadi sedih mengetahui jika Kyros tidak jadi pulang. "Ya, dia batal pulang...!" Gumamnya. "Padahal aku sudah senang sekali...!"


Axel tersenyum. "Wah hebat dong dia akan mengikuti seleksi jadi astronot, kenapa kau malah sedih???" Tanya Axel.


"Dia batal pulang, aku kan sangat rindu padanya...!"


"Kalau batal pulang dengan alasan sekeren itu ya tidak masalah dong Gie, hebat dan pasti bukan perkara mudah untuk mendapatkan semua itu.. Gila sih kalau dia seandainya nanti lolos, dia bisa jadi kebanggaan semua orang, apalagi kau sering bilang jika dia selama ini memang ingin menjadi astronot...!" Ujar Axel.


"Kau benar... aku kesal karena aku merindukannya tetapi benar juga aku harus bangga kepada nya, dan semoga dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini..!"


Axel melihat jam tangannya. "Gie, aku pulang dulu ya?? Sudah malam, Mama dan Papa pasti sedang menungguku.."


"Iya, sudah jam segini juga... Om tante pasti menunggumu.. Jangan lupa pikirkan baik-baik usulan ku tadi..!" Ujar Gienka sambil berdiri.


"Iya.. Aku pamitan dulu dengan Om Ariel dan tante May.. "


Axel dan Gienka kembali masuk ke dalam rumah. Axel akan berpamitan dulu dengan orang tua Gienka. Sampai di rumah nanti Axel akan memikirkan semua saran dari Gienka.


★★★★★


Setelah mengantar Axel sampai di depan rumah, Gienka langsung masuk ke kamarnya. Dia melempar tubuhnya ke tempat tidur dan tengkurap memeluk boneka beruang dari Kyros. Gienka tidak tahu harus merasa sedih atau bahagia dengan kabar dari Kyra tentang Kyros. Padahal Gienka sudah sangat bahagia sekali mendengar Kyros akan pulang, bahkan dia mencoba menyiapkan dirinya untuk berani mengungkapkan perasaannya pada lelaki itu, tetapi sepertinya niatnya itu kembali terhalang, karena Kyros membatalkan rencana nya untuk pulang, dan entah sampai kapan Kyros akan kembali kesini.


Gienka yang tadinya tengkurap memilih untuk membalikkan badannya dan terbaring sambil menatap langit-langit kamarnya sambil mengangkat boneka beruangnya. "Ah sudahlah kalau memang kau tidak jadi pulang, mungkin aku memang harus banyak bersabar saja, aku akan menunggu sampai kau pulang... Karena aku sudah terbiasa menunggumu selama ini..." Ucap Gienka berbicara sendiri dengan boneka nya. "Kau memang selalu menyebalkan, tetapi aku tetap saja selalu mencintaimu sampai kapanpun... Kau hanya milikku... Selamat berjuang ya Ky, semoga kau nanti terpilih, dan aku akan menjadi salah satu orang yang bangga padamu... Aku mencintaimu...!" Gienka memeluk boneka beruang dari Kyros.


"Gienka sayang....!" Ariel mengetuk pintu kamar Gienka.


Gienka melomoat dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya, mendapati Ariel dan Masa berdiri di depan kamarnya. "Mamay, Papa Iel... Masuklah...!"


"Kau sudah tidur???" Tanya Ariel.


"Belum... Belum mengantuk, silakan masuk...! "


Ariel dan Masa pun masuk dan memilih duduk di sofa yang ada di kamar Gienka. Gienka sedikit merasa gugup, karena jika kedua orang tua nya sudah menemuinya di kamar pasti ada sesuatu yang ingin mereka ketahuilah, entah apa itu. Gienka menarik napasnya dan berharap Orang tua nya tidak menanyakan hal-hal yang aneh yang akan membuatnya bingung menjawab apa.