
Camilla kemudian membawa nampan berisi jus itu ke kamar Kyra. Dia melihat Kyra, Kyros dan Gienka tengah asyik mengobrol. Camilla menghampiri Gienka dan Kyra yang sedang duduk di atas tempat tidur. Kemudian mempersilahkan keduanya mengambil gelas berisi jus yang ada di nampan yang sedang di pegangnya. Setelah mereka mengambil gelas itu, Camilla berpindah mendekati Kyros yang duduk di sofa serta melakukan hal yang sama.
"Thanks Mil... " Ucap Kyros.
"Tour wellcome..!" Jawab Camilla kemudian duduk di sebelah Kyros.
"Bagaimana perjalananmu dari Boston kesini??? " Tanya Camilla pada Gienka, berusaha mengakrabkan diri.
"Lancar tetapi cukup melelahkan...!" Jawab Gienka.
"Kyra semalaman tidak bisa tidur karena kau akan datang, dan dia juga banyak sekali cerita tentangmu kepadaku... Aku penasaran denganmu dan seperti yang di ceritakan Kyra bahwa kau adalah orang yang menyenangkan, itu terlihat dari wajahmu..."
Gienka terkekeh. "Kurasa itu terlalu berlebihan hahaha"
Camilla tersenyum tetapi kemudian dia melirik ke arah Kyros yang ada di sebelahnya. Lelaki itu sibuk menatap layar ponselnya dengan serius. Diam-diam Camilla tersenyum tipis karena Kyros terlihat sangat tampan ketika memasang wajah serius seperti saat ini.
Kyros berdiri dari sofa kemudian menghampiri Gienka. "Gie... Kau istirahat saja dulu, sore nanti aku akan kesini lagi, sekarang aku harus pergi sebentar untuk beberapa urusan tetapi nanti sore akan kesini lagi...!" Ucapnya.
"Kau akan langsung pergi???" Tanya Gienka.
"Iya, tetapi sore nanti aku akan kesini lagi, ada hal yang harus ku urus, kau mau apa? Aku akan belikan nanti..?? "Tanya Kyros balik pada Gienka.
"Makanan ringan yang banyak, ayam goreng juga boleh bersama dengan soda, itu cocok sekali..."
Kyros tersenyum. "Aku akan membawanya nanti, istirahatlah..!"
"Ra... Biarkan Gienka istirahat, aku pergi dulu.. " Ucap Kyros lagi.
"Iya bawel... Pergilah dan jangan lama-lama..! " Sahut Kyra.
Kyros berpamitan lalu meninggalkan apartemen Kyra. Camilla, Kyra dan Gienka mengantar Kyros sampai di depan pintu. Lelaki itu berlalu dan Camilla hanya menatap kepergian Kyros dalam diam. Dia belum sempat berbicara dengan Kyros, dan laki-laki itu sekarang sudah pergi. Rasanya sulit sekali untuk bisa berbicara dan lebih dekat dengan Kyros. Camilla merasa sangat kesal sekali saat ini.
Kyra berbalik badan dan menyuruh Gienka untuk mandi lalu beristirahat di kamar. Gienka menganggukkan kepala dan mengikuti Kyra. Senyum Gienka tidak luntur dari wajah cantiknya, dia senang sekali akhirnya bisa bertemu lagi dengan Kyros setelah sekian lama. Kyros semakin dewasa dan semakin tampan tentu saja, bagi Gienka tidak ada yang bisa menandingi ketampanan Kyros.
Sampai di kamar, Gienka membuka tas nya dan mengambil pakaiannya serta handuk dan peralatan mandi nya.
"Gie, sementara kau mandi, aku akan pergi ke supermarket yang tidak jauh dari sini, aku harus membeli bahan makanan untuk malam nanti, setelah mandi kau istirahat saja, jika butuh sesuatu panggil Camilla dan tanyakan pada dia, dia akan menunjukkannya.. Atau kalau kau sungkan, kau bisa menelepon ku..!" Ujar Kyra.
"Tunggu aku selesai mandi saja Ra, kita pergi berdua..."
Kyra menggeleng. "Tidak.... Aku pergi sendiri, kau pasti lelah setelah perjalanan selama tujuh jam, istirahat saja, aku akan pergi sendiri.."
"Baiklah... Kau hati-hati...!"
Kyra tersenyum lalu pergi keluar kamarnya dan memberitahu Camilla agar di apartemen saja karena dia akan pergi berbelanja sebentar, karena memang saat ini adalah gilirannya untuk berbelanja, setelah beberapa hari yang lalu Camilla yang berbelanja.
Gienka membawa pakaiannya dan hendak ke kamar mandi tetapi kemudian ponselnya berdering dan ternyata Louis yang meneleponnya. Lekas Gienka duduk dan mengangkatnya. Kebetulan sekali Kyra sedang pergi keluar dan Kyros juga sudah pergi. "Hai Lou....!" Sapa Gienka.
"Ya... Baru sekitar setengah jam yang lalu, bagaimana kau sudah akan berangkat ke airport???"
"Aku sudah ada di airport, satu jam lagi pesawat akan take off...!" Jawab Louis.
Saat ini Louis sedang bersama Sanne untuk pergi ke Amerika, mereka akan turut merayakan ulang tahun Kyros dan Kyra besok malam. Tentu nya kedatangannya kesini bersama Sanne tidak di ketahui oleh Kyros maupun Kyra.
"Safe flight ya... Jika sudah sampai hubungi aku...!"
"Kyra dan Kyros ada di sekitarmu???" Tanya Louis lagi.
"Tidak... Ky pergi untuk urusan dan akan kembali sore nanti, Kyra juga baru saja pergi untuk berbelanja... "Jawab Gienka.
"Baguslah mereka tidak ada, oh iya bagaimana orang tua mu dan juga orang tua Kyros dan Kyra? Apa mereka sudah berangkat??"
"Sudah...! Mereka sudah berangkat sebelum tadi aku berangkat...!"
Keluarga Kyra dan Kyros serta keluarga Gienka sudah dalam perjalanan kesini dan mungkin besok mereka akan sampai. Untuk merayakan ulang tahun Kyra dan Kyros, orang tua mereka yaitu Cahya dan Aditya sudah melakukan reservasi di sebuah restoran yang ada disini.
"Baiklah kalau begitu, kau baik-baik disana, sampai jumpa besok Gie... Bye...!"
"Bye Lou... Salam untuk Sanne...!"
"Oke...!" Louis menutup panggilannya dan menyampaikan salam dari Gienka kepada Sanne yang duduk di sebelahnya.
Louis dan Sanne sudah menjalin hubungan sekitar satu tahun yang lalu. Louis pada akhirnya berani mengungkapkan perasaannya pada Sanne. Dan saat ini Louis sedang menempuh pendidikannya di Swiss begitu juga dengan Sanne, hanya saja berbeda universitas. Dimana Sanne menempuh pendidikannya di sekolah khusus memasak. Hubungan mereka berdua sudah di restui oleh kedua orang tua mereka meskipun hubungan itu tentu masih jauh dari kata serius tetapi orang tua Sanne mengetahui jika putri mereka berhubungan dengan Louis. Mereka memberi ijin tetapi tentu dengan syarat bahwa mereka harus saling menjaga diri dan tidak melakukan hal di luar batas.
###
Sementara itu, ternyata Zayan juga sedang berada di California sejak semalam. Zayan tahu bahwa besok adalah malam ulang tahun Kyra dan dia akan memberi kejutan pada Kyra. Zayan memberitahu Kyra bahwa dia akan datang untuk sebuah urusan dan sekarang dia sedang menunggu Kyra di depan supermarket dimana dia akan menemani Kyra berbelanja. Tadi Kyra sudah memberitahunya bahwa dia akan menjemput Gienka di airport karena Gienka akan datang. Sebelumnya ketika dia di beritahu Kyra bahwa Gienka juga akan datang, dia langsung menghubungi Gienka, yang ternyata kedatangan Gienka adalah untuk merayakan ulang tahun Kyra dan Kyros bersama keluarga mereka. Bagi Zayan itu sangat kebetulan sekali, jadi dia bisa ikut bergabung untuk memberi kejutan. Zayan juga sudah memiliki hadiah untuk Kyra dan Kyros.
Karena jarak supermarket dan apartemen tidak terlalu jauh, Kyra memilih jalan kaki. Dan dia melambaikan tangannya ketika melihat Zayan yang sedang berdiri menunggu nya. Zayan menoleh ke belakang dan membalas lambaian tangan Kyra, dia berlari mendekati Kyra.
"Sorry lama ya???" Tanya Kyra.
"Tidak juga, aku baru sampai beberapa menit, kau mau langsung berangkat atau kita minum kopi dulu???" Zayan balik bertanya.
"Terserah...!"
Zayan terkekeh. "Inilah yang membuat semua laki-laki kesal ketika sedang jalan bersama perempuan, ketika mereka mengatakan terserah, habislah dunia hahaha..."
Kyra memukul bahu Zayan dan ikut tertawa. "Ya sudah kita pergi ke coffee shop dulu, aku harus setelah berjalan kaki, minum vanilla latte pasti segar..!"
Zayan tersenyum. "Oke, kita ke coffee shop, di depan sana...!"
Mereka berdua kemudian menyebrang jalan menuju coffee shop yang ada di seberang jalan.