I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 138



Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, Axel sampai di depan rumah Celia, dia turun dari mobilnya dan menekan bel yang ada di samping gerbang rumah itu. Tak lama asisten rumah tangga keluarga Celia keluar dan tersenyum melihat kedatangan Axel.


"Celia ada Bi???" Tanya Axel dengan sopan.


"Ada di dalam mas, mari masuk... Nyonya sedang tidak ada di rumah, atau mau saya panggilkan non Celia???"


"Panggilkan saja Bi, bilang saya ingin bertemu sebentar, Celia sedang marah soalnya...!" Ucap Axel.


Seolah mengerti, Art keluarga Celia itu mengangguk dan kembali masuk, meninggalkan Axel di luar. Art keluarga Celia sudah hafal jika Celia sedang marah dengan Axel, hal yang akan membuat Celia luluh hanyalah kedatangan Axel kesini, itulah kenapa dia langsung mengerti saat Axel sedang mengatakan jika dia bertengkar dengan Celia.


Sekitar 5 menit Axel menunggu, dan benar saja Celia keluar dari rumah untuk menemuinya. Axel menghampiri Celia dan melempar senyum pada gadis yang sangat di cintai nya itu. "Kita bicara di luar ya???" Ajak Axel.


Celia memasang wajah cemberut dan langsung masuk ke mobil Axel tanpa mengatakan apapun. Axel tersenyum tipis, dan sudah paham betul sikap Celia, bagaimana ketika perempuan itu marah tetapi tidak pernah menolak ajakannya untuk pergi keluar. Axel membuka pintu mobilnya dan masuk, kemudian meninggalkan area rumah Celia.


"Kenapa sih begitu saja marah?? Akunkan mengajaknu berbicara baik-baik tadi???" Axel membuka pembicaraan. Celia masih terdiam dan menemukan wajahnya, membuat Axel hanya tersenyum. "Kenapa tidak membiarkan aku menjelaskan semuanya dan malah marah??? Sekarang katakan padaku apa yang kau inginka!n??" Tanya Axel lagi.


Celia masih memilih bungkam. Dan Axel masih mengemudikan mobilnya tanpa bertanya lagi. Dia mengarahkan mobilnya mencari tempat yang namanya untuk mengobrol dengan Celia. Axel selalu menghindari pertengkaran ketika sedang mengemudi. Maka dia lebih


akan memilih untuk mencari tempat yang nyaman, sehingga tidak saling berargumen satu dengan yang lainnya.


Sampai akhirnya, Axel menghentikan mobilnya di area parkir sebuah taman. Axel mematikan mobilnya dan menggesr duduknya menatap Celia dengan lembut. "Bisa kita bicara sekarang???" Ucap Axel membuka obrolan dengan Celia.


Celia masih enggan menatap Axel.


"Celia sayang...!" Panggil Axel. "Menurutku kita masih bisa mencari cara lain selain harus melibatkan orang tua ku... Maksudku hal itu tetap akan terjadi nanti nya, akan tetapi bukan saat ini... Aku sudah sering mengatakan padamu agar kau mau membantuku untuk bisa meluluhkan hati Mama mu, tetapi aku rasa yang kemarin kita obrolan belum waktunya... Perjalanan kita masih panjang, kau juga masih harus menyelesaikan pendidikanmu lebih dulu, setelah itu baru kita akan membahas mengenai pertemuan orang tua kita... Maksudku untuk sekarang jangan buru-buru...!" Ujar Axel meminta pengertian dari Celia.


Celia menoleh menatap Axel tajam. "Aku sudah membantuku untuk memberikan solusi jika kau ingin mendapatkan restu Mama, yaitu besok kau harus datang ke rumah bersama dengan orang tua mu, itu adalah solusi yang baik, dan aku yakin Mama akan setuju dengan hubungan kita, kenapa kau tidak mengerti juga??!!"


"Kau menolak usulan ku, artinya kau tidak mencintaiku dan hanya ingin mempermainkan ku??? Iya kan??? Selama ini kau hanya mempermainkanku..!" Celia setengah berteriak kepada Axel.


"Tapi sayang...??? Aku tidak bisa... Bagaimana jika nanti kedatangan orang tua ku justru membuat masalah baru di antara kita berdua, maksudku nanti jika Mama mu masih menolak, aku pasti malu sekali pada orang tua ku, pertemuan orang tua itu kan harus kesepakatan bersama sayang...?? Mereka belum saling mengenal, setidaknya perkenalan itu harus perlahan, jangan langsung seperti ini...!"


"Jangan langsung bagaimana??? Ini kan sudah secara perlahan, aku kan tidak memintamu untuk melamarku, aku hanya memintamu datang bersama orang tua mu dan meminta ijin ke Mama ku mengenai hubungan kita, jika sudah setuju, kita kan bisa lebih nyaman lagi baru setelah aku lulus kuliah, kita bisa membahas hal yang lebih serius... Begitu saja kenapa kau tidak mau mengerti juga...!"


Axel mengernyit. "Tetapi kita bisa melakukan itu nanti saja, bukan sekarang, waktunya belum tepat, aku tidak mau melibatkan orang tua ku lebih dulu...!" Axel kembali menolak permintaan Celia.


Celia melepaskan seatbelt dan menatap marah ke Axel. "Oke kalau kau menolak keinginanku, lebih baik kita putus saja...!!"


"Putus????" Seru Axel terkejut.


"Iya, lebih baik kita putus jika besok kau tidak datang ke rumahku dengan orang tua mu... !!" Celia balik berseru dan membuka pintu mobil Axel lalu keluar dan berjalan cepat meninggalkan mobil Axel.


"Celia.....!!! Sayang.... Tunggu kau mau kemana...???" Teriak Axel kemudian ikut keluar mencoba mengejar Celia.


Axel mengejar Celia tetapi gadis itu menghentikan sebuah taksi, masuk lalu pergi. Axel mencoba mengajarnya tetapi tentu saja tidak berhasil. Dia kemudian kembali ke mobil dan ingin mengejar taksi yang di tumpangi Celia, akan tetapi taksi itu tidak lagi terlihat. Axel mencoba untuk menghubungi Celia, tetapi panggilannya di tolak, dan setelahnya ponsel Celia tidak aktif. Jika sudah begini artinya Celia benar-benar marah sekali. Axel bingung, kenapa Celia tidak mau mengerti dengan alasannya dan justru bersikap seperti ini tanpa mau memahami.


Axel benar-benar tidak mau mengambil resiko dengan orang tua nya, tetapi dia juga tidak mau mengakhiri hubungannya begitu saja dengan Celia hanya karena permasalahan seperti ini. Axel sangat berharap Celia bisa mengerti dirinya, tetapi ternyata Celia justru marah besar dan meragukan ketulusan dan cinta nya. Axel merasa bimbang sekali. Axel tidak tahu jika harus menuruti keinginan Celia, apa yang akan di katakan nya pada kedua orang tua nya nanti jika Celia meminta mereka untuk datang ke rumah. Dan Axel takut ada hal yang justru bisa membuat dia dan orang tua nya jadi merasa tidak enak pada keluarga Celia.


Axel memukul-mukulkan kepala nya di setir mobilnya. Bingung, kesal, kecewa dan marah dengan sikap Celia. "Kenapa sih Celia, kau keras kepala sekali??? Kenapa sekalipun kau tidak pernah mau mengerti ku??? Padahal seharusnya segala sesuatu itu di pikirkan dengan baik, tetapi kalau kau sudah bersikap baru seperti ini, aku jadi semakin sedih dan bingung.... Arrrggghhh...!" Gumam Axel.


Axel kembali menghubungi Celia, tetapi ponsel gadis itu sepertinya di matikan. Axel benar-benar semakin cemas, bingung sekaligus marah. Axel kemudian menyalakan mobilnya dan pergi untuk kembali ke rumah Celia memastikan gadis itu benar-benar pulang atau tidak. Axel berharap Celia akan langsung pulang. Itulah kenapa sekarang dia harus memastikannya.