I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 407



Kyros dan Gienka kembali ke kamar bersama dengan Lexia. Bocah itu sudah terlelap lagi dalam pelukan Kyros setelah menghabiskan susu nya. Sampai di kamar, Kyros membawa Lexia ke kamar nya sendiri dan membaringkannya di box bayi miliknya. Lexia tampaknya sudah tidur sangat pulas dengan botol susu yang menempel di mulutnya. Kyros duduk di sebelah putrinya untuk menenangkan Lexia agar semakin nyenyak dengan mengusap lembut kening Lexia. Putrinya semakin cantik saat tidur.


Lexia tumbuh menjadi anak yang sangat menggemaskan, matanya biru, berambut merah. Wajahnya cantik, perpaduan antara dirinya dan juga Gienka. Kyros tidak bisa membayangkan betapa cantiknya Lexia nanti saat tumbuh dewasa nanti. Dan Lexia sangat cerdas, itu terlihat dari kesehariaannya yang penuh keingintahuan yang tinggi. Dan Lexia juga senang dengan kehamilan Gienka. Dia seperti tidak sabar dengan kehadiran kedua adiknya. Kehamilan yang tanpa di duga dan di rencanakan itu sempat membuat Kyros khawatir mengenai Lexia, karena sepertinya ini terlalu cepat, dan Lexia belum begitu mengerti. Tetapi Kyros jiga tidak bisa menampik rasa haru dan bahagianya karena kehamilan Gienka. Mereka mendapatkan rejeki yang luar biasa dari Tuhan. Jadi mereka tidak boleh menolaknya. Kyros juga sudah berjanji dengan dirinya sendiri bahwa dia akan menjaga dengan baik istri dan anak-anaknya. Menjadikan mereka pribadi yang baik, seperti dirinya dan juga Gienka saat kecil yang selalu di ajarkan berbagai kebaikan dari orang tua mereka sehingga mereka tumbuh menjadi seseorang yang positif dan juga jenuh kebaikan. Kyros juga harus bisa melakukannya kepada ketiga anaknya nanti. Nilai kebaikan yang selama ini di tanamkan orang tua nya harus dia wariskan kepada anak-anaknya juga.


Setelah Lexia sudah benar-benar pulas, Kyros keluar dari box bayi besar itu dan menutupnya lalu mematikan lampu kamar putrinya itu dan menutup pintu.


Kyros kembali ke kamarnya sendiri dan mendapati Gienka masih duduk di sofa sedang menyalakan televisi. "Kenapa malah menonton televisi, bukannya tidur." Kyros duduk di sebelah istrinya.


"Aku baru saja makan, setidaknya aku biarkan dulu makannya tercerna dengan baik. Lexia sudah nyenyak???"


"Sudah.... Sangat nyenyak." Kyros mencium pipi Gienka kemudian mengusap perutnya dengan lembut.


"Aku lupa memberitahu mu, temanku bilang dia baru saja membuka rumah edukasi untuk anak-anak."


"Rumah edukasi??? Maksudnya???"


"Iya, jadi di tempat itu ada berbagai macam pilihan yang bisa di coba untuk anak-anak agar mereka bisa belajar untuk mengenal berbagai kegiatan sehari-hari, misal ada mini kitchen untuk anak-anak bisa mencoba memasak ya dengan mainan sih peralatannya, Lexia nanti bisa mencoba nya dan bermain disana, ada supermarket, rumah sakit, meja kasir, salon, bengkel dan lain-lain, ya seperti itulah jadi anak-anak bisa mencoba bermain sekaligus belajar mengenal berbagai hal. Besok kita kesana ya??? Lexia pasti semang sekali." Gienka tersenyum.


"Boleh, kalau menurutmu tempatnya bagus dan cocok untuk anak-anak. Kita pergi kesana."


"Tadi sebenarnya aku sudah menunjukkanya pada Geffie, dan dia ingin ikut, jadi kita besok pergi ramai-ramai."


"Baiklah kalau begitu..." Kyros merangkul Gienka dan mengecup pipi istrinya. "Boleh aku mengatakan sesuatu???" Tanya Kyros.


"Apa???"


"Aku pikir aku sudah menemukan nama yang cocok untuk bayi kita."


Gienka menoleh dan tersenyum tampak penasaran. "Apa??? Nama nya apa???" Tanya nya.


"Zayn dan Zack."


"Zayn????? Zack??"


Kyros menganggukkan kepala nya. "Zayn itu artinya tampan, sedangkan Zack memiliki arti cerdas. Zayn and Zack Callisto Sahasya. Callisto adalah salah satu nama bulan dari planet Jupiter, artinya Gagah. Bagaimana menurutmu???"


Gienka tersenyum. "Ya, aku setuju, Zayn and Zack." Gumamnya. "Zayn Callisto Sahasya. Zayn tampan, Zack Cerdas, Callisto gagah dan Sahasya artinya kuat."


Kyros tersenyum. "Baiklah kalau kau setuju, kita akan menamai si kembar dengan nama itu. Kau masih sama menyuruhku memilih nama yang berhubungan dengan alam semesta, jadi aku mengambil nama Callisto dari satelit Jupiter untuk putra kita, sementara nama Lexia aku ambil dari kata Galaksi atau Galexia."


"Aku berharap salah satu dari anak kita kelak bisa mengikuti jejak mu. Entah sebagai astronot atau sekedar Astronom." Ucap Gienka.


"Aku tidak akan memaksa mereka nanti, semua tergantung mereka ingin menjadi apa, kita hanya harus selalu mendukung apa yang mereka sukai asalkan itu positif. Aku akan senang dengan semua pilihan mereka." Kyros merangkul Gienka dan Gienka menyandarkan kepala nya di dada Kyros.


★★★★


Keesokan harinya.


Kyros, dan Gienka turun dari kamar mereka menuju ruang makan untuk sarapan. Kyros menggendong Lexia. Ternyata Geffie dan Garviil sudah berada disana lebih dulu. "Hari ini sarapannya aku yang membuat." Ucap Geffie ketika kakak dan kakak iparnya masuk ke ruang makan.


"Ya, itu karena suamimu ada disini, dan supaya kau di puji olehnya." Celetuk Gienka.


"Dih kakak sewot amat." Protes Geffie.


"Itu memang benar kan???"


"Kan setiap pagi aku membantu kakak mengurus Lexia, kakak membuat sarapan dan aku yang memandikan Lexia."


"Maksudku memang seperti itu, apa kau baru tahu??? Kau yang sewot."


"Untuk keponakan aunty yang cantik, aunty membuatkan sereal dengan susu kesukaanku." Geffie memberikan mangkuk berisi sereal warna-warni lalu menuang susu ke dalam mangkuk itu dan Lexia mengambil sendook lalu memakannya sendiri.


"Bagaimana Viil??? Kau beristirahat dengan nyenyak???" Tanya Kyros pada Garviil.


"Nyenyak kak. Lelah ku juga sudah hilang."


"Syukurlah.... Kau harus nikmati kunjunganku kesini."


"Nyenyak lah, kan ada aku." Celetuk Geffie. "Apalagi pagi ini aku yang memasak untuk sarapan. Makin semangat dia."


"Percaya deh..."Sahut Gienka. "Oh iya, aku sudah bicara dengan Ky, nanti kita berangkat ke tempat temanku, itu loh dek yang aku bicarakan denganmu kemarin."


"Ahhh iyaaaa.... Aku dan Garviil akan ikut."


"Kemana???" Tanya Garviil.


"Ke rumah edukasi milik teman kak Gienka, tempat itu cocok untuk Lexia bisa bermain dan mengenal berbagai profesi. Jadi disana ada tempat bermain seperti supermarket, rumah sakit, salon dll."


"Oh mengantar Lexia bermain. Tentu saja, kita bisa pergi, hari libur seperti ini memang harus di isi dengan acara keluarga."


★★★


Siang hari nya.....


Kyros, Gienka, Geffie dan Garviil sampai di tempat bermain itu. Karena memang itu seperti Playground jadi ada cukup beberapa orang tua dan anak-anak mereka. Mereka turun dan Garviil menggendong Lexia keluar dari mobil.


Gienka pun di sambut oleh temannya ketika datang. Mereka tampak cipika-cipiki dan berpelukan lalu mengenalkan suami serta adik dan adik iparnya kepada sahabatnya. Mereka mengobrol sebentar lalu di per silahkan untuk masuk dan melihat ke dalam. Lexia pun di turunkan oleh garviil, dan bocah langsung bersemangat melihat mainan yang ada di dalam.


Lexia lebih dulu masuk ke bagian supermarket. Ada kantung belanjaan kecil sehingga Lexia bisa menggunakannya untuk mengambil mainan dengan berbagai bentuk seperti buah dan juga sayur.


Geffie dan Garviil memilih duduk dan menonton tingkah lucu keponakannya, sedangkan Kyros menemani Lexia dan Gienka sendiri berdiri mengawasi putrinya terkadang juga mengarahkan.


Gienka merasa sangat senang dengan tumbuh kembang Lexia selama ini. Putrinya yang saat jatuh sakit dulu, sekarang sudah benar-benar sembuh dan pulih. Lexia ceria dan sangat menggemaskan. siapapun akan sangat menyukai nya jika melihatnya. Penantian yang cukup panjang membuat Gienka begitu bersyukur ketika Lexia lahir. Seolah kebahagiaannya berlipat, lalu mendapati bahwa Lexia tumbuh menjadi bayi yang menggemaskan dan cantik. Ya ketika kecil, Lexia memang mirip dengannya tetapi semakin hari, Lexia justru mirip dengan Kyros, bahkan rambut nya juga seperti Kyros, begitu juga dengan mata nya yang biru. Dan kata Anaknya atau ibu mertua nya yaitu Cahya, tingkah Lexia seperti Kyros kecil dulu. Banyak orang bilang biasanya anak perempuan itu justru akan seperti Ayahnya, mungkin ada benarnya juga karena Lexia nyatanya hampir mirip Kyros, meski tidak sepenuhnya karena 50% dari Kyros, sisanya dari Gienka sendiri. Dan tinggal beberapa minggu lagi, kedua bayi kembarnya juga akan lahir. Gienka tidak sabar sekali.


Lexia berlari kesana kemari, mencoba semua hal yang ada di tempat ini, bahkan dia juga berlagak menjadi dokter hewan, memakai pakaian dokter dan mengangkat sebuah boneka beruang untuk bisa dia periksa. Sangat menggemaskan sekali. Kyros tampak sabar mengikuti kemana putrinya pergi, dan bergantian dengan Geffie dan Garviil yang menemani Lexia. Benar-benar menggemaskan.