
"Sudah aku kirim uangnya.." Ucap Kyra.
"Kau sudah mengirim pesan padanya dan menunjukkan bukti transfernya???" Tanya Axel pada istrinya.
"Sudah..." Jawab Kyra.
Axel mengusap kepala Kyra dan melempar senyum kepada istrinya. "Sudah, masalah ini jangan terlalu kau pikirkan,dari wajahnya saja sudah terlihat bahwa wanita itu memang bukan orang yang baik, wajahnya saja sudah menjelaskan semuanya." Gumam Axel.
"Aku hanya tidak habis pikir saja, kenapa dia berteriak begitu kencang di depan seorang anak kecil yang ketakutan dan juga di depan orang banyak, aku sangat khawatir Athan bisa trauma dengan hal itu, selama ini dia tidak pernah mendengar orang berbicara sangat keras seperti itu di depannya langsung, wajar jika dia menangis seperti tadi dan aku benar-benar panik karena aku tidak pernah melihat anak kita menangis sekeras itu dan dia juga terlihat ketakutan."
"Ya, semoga Athan kita baik-baik saja, aku sendiri juga tidak bisa membayangkan apa yang seperti terjadi tadi tapi mau bagaimana lagi di dunia ini banyak sekali kita akan menjumpai sifat dan sikap orang yang satu dengan yang lainnya, dan mungkin kita dikelilingi oleh orang-orang yang baik selama ini jadi kita benar-benar sangat terkejut melihat ada orang seperti wanita itu."
Kyra menganggukkan kepalanya. "Dia sudah berumur, dia bahkan mungkin sedikit lebih tua daripada Amam tapi kenapa dia bisa bersikap sejahat itu, maksudku apa dia tidak punya anak ataupun cucu yang harus diperlakukan dengan baik, walaupun mereka melakukan kesalahan tetapi jika kesalahan itu tidak mereka sengaja seharusnya yang mengerti dong tapi sikapnya Malah seperti itu."
"Ya itu tadi aku bilang bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai jenis dan sifat, sikapnya dan kebetulan mungkin ada orang yang seperti itu."
"Ia benar-benar sepertinya nenek sihir. Bad attitude." Gerutu Kyra jengkel.
Axel tersenyum, ia menoleh dan mengusap kepala Athan dengan lembut. Putranya ini adalah anak yang pendiam ceria dan juga penuh cinta, dimana Athan sering sekali bersikap baik dan luar biasa untuk berbagai hal. Athan juga termasuk anak yang jarang menangis tapi, ketika tadi Axel melihat putra nya menangis seperti itu, Axel menjadi sangat kasihan kepada putranya karena mengalami hal yang seperti ini yang sebelumnya tidak pernah dilakukan atau dilihat oleh Athan. Axel sangat berharap Athan tidak memiliki trauma Atas kejadian tadi karena itu pasti akan mengganggu tumbuh kembangnya.
Axel juga tidak pernah berhenti memuji sikap dan sifat istrinya selama ini karena Kyra selalu menjadi Ibu yang baik dan mengajarkan hal-hal yang positif pada Athan sehingga Axel tidak pernah berhenti untuk mensyukuri kehidupannya dan atas karunia Tuhan Ia dikirimkan perempuan yang kuat dan hebat seperti Kyra.
****
Beberapa jam kemudian.....
Kyros sudah selesai mandi dan dia masuk ke ruang walk in closet dan di sana dia sudah ditunggu oleh istrinya yang tengah menyiapkan pakaian ganti untuknya. Kyros mendekati Gienka dan dia mengambil pakaian yang sedang dipegang oleh istrinya itu. Kyros kemudian memakainya dan Gienka duduk di sofa berbentuk lingkaran dan menatap suaminya.
"Jadi apa yang sebenarnya terjadi antara Papa dan Garviil???" Tanya Gienka.
"Menikah????" Seru Gienka.
"Iya, Garviil ingin menikahi Geffie dalam waktu dekat ini dan hal itulah yang memantik emosi Papa Iel sehingga Papa iel juga meminta Gariil untuk menjauhi Geffie. Ya intinya Papa Iel tidak setuju jika Geffie menikah di usianya saat ini."
"Bagaimana bisa dia meminta hal itu??? Ya maksudku Geffie masih terlalu muda dan dia juga ingin melanjutkan kuliahnya. Kenapa Garviil malah meminta seperti itu pada Papa????"
"Aku juga bertanya seperti itu tadi dan Garviil bilang kalau dia ingin menikahi Geffie karena Geffie akan tinggal di sini dan Garviil ingin mengikat Geffie. Ya intinya Garviil terlalu takut kehilangan Geffie karena Geffie ada di sini, takutnya Geffie nanti akan punya kekasih lain ya seperti itulah. Itulah kenapa dia ingin menikahi Geffie segere."
"Waduh???" Gienka terkekeh. "Garviil ada-ada saja, ya masa karena hal itu saja sih??? Tapi kalau memang mereka saling cinta dan aku lihat juga Geffie sangat mencintainya, sepertinya Geffie juga bukan tipe orang yang tidak setia maksudku ya tidak perlu seperti itulah. Garviil bucin sekali sih sampai memikirkan hal seperti itu." Ejek Gienka.
Kyros tersenyum mengejek istri nya. "Garviil bucin menurutmu???? Tetapi yang aku ingat dulu, kau juga sama sepertinya, bucin akut sampai-sampai kau meminta untuk dinikahi dalam waktu beberapa hari hanya karena alasannya kau ingin tinggal bersamaku dan tidak rela jika aku tinggal di sini sendirian, takut kalau aku diambil oleh perempuan lain, kan sama seperti Garviil, dia juga tidak mau Geffie diambil oleh laki-laki lain kalau Geffie tinggal di sini. Itulah kenapa dia ingin mengikat Geffie, ya sama sepertimu dulu kau ingin mengikatku supaya aku tidak jatuh ke pelukan perempuan lain." Ujar Kyros yang langsung membuat ekspresi Gienka berubah.
"Ky....??? Kau ini kenapa jadi merembet ke aku???" Protes Gienka dan wajahnya memerah karena malu.
"Iya memang sama alasannya kan sama??? Jadi kenapa kau harus mempertanyakannya, kalau kau sendiri sudah pernah merasakan ketakutan akan kehilangan orang yang kau cintai, ya sama Garviil juga seperti itu, dia tidak mau kehilangan Geffie."
"Iya deh, aku mengerti sekarang kondisinya tapi wajar sih kalau Papa Iel jadinya marah, ya karena mungkin Geffie kan juga akan melanjutkan kuliah tapi kalau diajak menikah kan pasti ditakutkan akan mengganggu kuliahnya."
"Iya bisa jadi juga sih dan Garviil meminta bantuan kita untuk meyakinkan Papa Iel kalau dia memang benar-benar ingin menikahi Geffie. Tetapi dia tidak akan melarang Geffie untuk melakukan apapun yang Geffie sukai dan dia juga tetap akan mendukung Geffie untuk melanjutkan pendidikannya dengan baik. Ya intinya dia meminta bantuan kita lah untuk bisa meyakinkan papa Iel." Ujar Kyros.
"Apa kau akan menyuruhku untuk mendekati Papa Iel dan berbicara dari hati ke hati???" Tanya Gienka memastikan.
"Ya bisa seperti itu sih, tapi terserah kau saja, soalnya biasanya Papa Iel sepertinya akan melembut jika berbicara denganmu dan satu lagi yang perlu kau tahu bahwa masalah obrolan ini yaitu antara Papa dan Garviil saja karena Garviil sendiri pun belum memberitahu Geffie. Dan saat aku tanya kenapa, Garviil menjelaskan bahwa dia ingin langsung meminta izin kepada orang tua Geffie lalu setelahnya dia baru akan memberitahu Geffie. Jadi intinya Geffie tidak tahu kalau Garviil ingin menikahinya dalam waktu dekat."
"Yah ribet juga ya. Ya sudahlah nanti aku coba bicara dengan papa Iel." Gienka berdiri dan melingkarkan kedua nya lengannya di leher Kyros. Mengecup bibir lelaki itu dan tak lama mereka mendengar suara tangisan Baby Lexia. Gienka pun bergegas ke kamar bayinya itu untuk menenangkannya.
*****