I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 118



"Gienka... Ini meja mu, kau bisa memulai pekerjaanmu disini, dan ini berkas yang harus kau pelajari, tandai jika ada yang tidak kau mengerti, nanti kau dan teman-teman yang lain akan di beri kesempatan untuk bertanya yang tidak kalian mengerti, Felicia sekretarisku dan juga manager divisi ini akan menjelaskan semuanya, mereka sedang ada meeting dan akan kembali kesini nanti...!" Ucap Reza yang adalah kepala dari divisi riset dan pengembangan, yang menjadi atasan Gienka di kantor ini.


Gienka mengangguk. "Baik Pak... Terima kasih, saya akan mempelajarinya...!"


"Good luck... Semoga kau menyukai dan menikmati pekerjaan mu, saya sudah di beri pesan oleh pak Ariel, bahwa saya tidak boleh mengistimewakan mu dan harus memperlakukanmu seperti yang lainnya karena kau sendiri yang meminta itu, saya senang ada anak muda yang memiliki prinsip kuat sepertimu, dan tidak memanfaatkan nama besar orang tuamu, good luck...! " Reza menyalami Gienka dan Gienka membalasnya, kemudian mengucapkan Terima kasih.


"Bekerjalah dengan baik agar membuat pak Ariel bangga, saya permisi masuk...! "


Gienka menganggukkan kepalanya. Dia kemudian duduk dan mulai membaca berkas milik perusahaan, tidak lupa dia berdoa agar harinya baik selama bekerja, dan dia bisa menjalaninya dengan suka cita dan bisa membuat Papa nya bangga.


****


Sementara itu, Kyra duduk dan terlihat serius membaca berkas milik Aditya, sedangkan Aditya duduk di depan putrinya sambil membaca berkas salinan yang tadi di minta nya dari sekretarisnya. Aditya senang mendapati Kyra benar-benar excited dengan urusan kantor. Semakin membuat Aditya yakin bahwa kelak putrinya akan bisa seperti dirinya bahkan mungkin lebih dari dirinya. Aditya tidak merasa khawatir jika Kyra seorang perempuan, karena tidak menutup kemungkinan seorang perempuan juga bisa mendapatkan kesuksesan melebihi seorang laki-laki. Kemampuan seorang perempuan juga tidak bisa di anggap remeh.


Sesekali Aditya berpikir bagaimana jika nanti Kyra menikah dan memiliki anak, lalu Kyra akan memilih berfokus mengurus anak-anaknya yang artinya Kyra akan meninggalkan kesibukannya. Ada ketakutan bahwa Kyra tidak akan lagi mengurus bisnisnya, tetapi ketakutan itu di tpik oleh Cahya dan mengatakan mungkin Kyra akan melakukan itu ketika anak-anaknya masih kecil, tetapi tidak menutup kemungkinan jika Kyra akan kembali lagi bekerja setelah memastikan anak-anaknya sudah tumbuh besar dan mengerti. Karena sebelumnya Cahya juga melakukan hal yang sama, dimana dulu setelah memiliki Kyra dan Kyros, Cahya menghabiskan seluruh waktunya untuk mengurus mereka, dan ketika dirasa mereka sudah cukup mengerti dan bisa mandiri saat melakukan sesuatu, Cahya kembali menyibukkan dirinya dengan kembali bekerja. Tidak menutup kemungkinan jika Kyra nanti juga akan melakukan hal itu.


Fokus Kyra teralihkan ke ponselnya yang bergetar. Pesan masuk dari Zayan. Lelaki itu mengatakan jika nanti akan menjemput Kyra di kantor Apapnya. Kyra tersenyum dan membalas pesan itu, mengatakan jika dia akan menunggu nya, tetapi Zayan nanti harus meminta ijin Apapnya sendiri untuk mengajak dirinya pulang bersama. Zayan pun menyanggupi nya. Kyra kembali meletakkan ponselnya dengan perasaan bahagia, Zayan adalah laki-laki yang baik dan sopan. Hubungan mereka semakin dekat dan bersama Zayan adalah sesuatu yang luar biasa untuk Kyra. Yang dia cari ada semuanya pada diri Zayan. Berharap Zayan bisa selalu bersamanya hingga mereka menikah dan punya anak.


"Pap...! " Panggil Kyra.


"Ya....!" Aditya mengangkat kepala nya dan tersenyum menatap putrinya yang memanggilnya.


"Ra nanti tidak pulang bersama Apap ya???"


"Kenapa??? Apa kau ingin pulang lebih dulu??? Biar supir kantor yang mengantarmu kalau begitu...!"


Kyra menggeleng. "Tidak perlu Pap, nanti Zayan akan menjemput Kyra disini setelah dia kembali dari kantor, aku kan ada janji dengannya, tidak apa-apa kan???"


Aditya tersenyum. "Oh Zayan akan menjemputmu??? Ya sudah tidak apa-apa, kalian nanti bisa pergi, tetapi jangan pulang terlalu malam, jika bisa kalian makan malam di rumah saja, kita rayakan kepulanganmu bersama dengan Zayan, itu jika kalian tidak keberatan...!"


"Aku akan menanyakannya nanti, takut dia ada janji dengan orang lain, jika tidak aku akan memberitahu Amam kalau kami akan makan malam dirumah... Thanks ya Pap...?"


"Iya.. Sama-sama... Masa iya Apap akan melarangmu menemui Zayan... Kalian kan beberapa waktu tidak bertemu jadi kalian harus nikmati pertemuan kalian dengan baik dan ingat tetap pada jalur yang semestinya...!"


"Iya...!" Jawab Kyra. Dia kemudian menanyakan pada Aditya perihal berkas yang dia tandai karena tadi belum dia mengerti. Aditya dengan sabar menjelaskan semuanya kepada Kyra.


****


Sore harinya....


Zayan menepati janjinya untuk menjemput Kyra. Zayan baru saja menghadiri meeting bersama dengan Om nya tadi tetapi dia meminta ijin tidak kembali lagi ke kantor. Sehingga waktu itu di manfaatkan oleh Zayan untuk menjemput Kyra. Memang ini baru jam setengah tiga tetapi Zayan akan menggunakannya untuk bersama Kyra, sudah dia minggu lebih dia tidak berjumpa dengan Kyra, terakhir adalah saat Kyra wisuda lalu Zayan harus langsung kembali setelah menghadiri acara itu.


Zayan memarkir mobilnya di area parkir perkantoran milik Orang tua Kyra. Tempat meetingnya tidak jauh dari sini sehingga Zayan mengatakan pada Kyra akan menjemput gadis itu di kantor Apap nya saja. Zayan turun dari mobilnya dan menuju lobi kantor. Dia tidak mau menyuruh Kyra untuk menemuinya, dan akan menjemput Kyra di ruangan kerja Apap nya sekaligus meminta ijin untuk mengajak Kyra pergi keluar. Itu hal yang baik untuk di lakukan, menandakan bahwa Zayan menghormati orang tua Kyra terutama Aditya. Bukan perkara mudah untuk mendapatkan cinta Kyra, putri seorang Aditya Sahasya yang bukanlah orang biasa di dunia bisnis. Dan Zayan juga di Terima dengan baik oleh keluarga konglomerat itu, dan juga di Terima dengan tangan terbuka sehingga Zayan harus bisa menjaga kepercayaan yang di berikan oleh mereka kepadanya untuk bisa benar-benar mencintai dan menjaga Kyra dengan baik.


"Maaf mbak... Eh boleh saya tahu dimana ruangan pak Aditya???" tanya Zayan pada resepsionist yang berjaga.


"Pak Aditya???? Apa anda sudah mengatur janji untuk bertemu dengan beliau???" Tanya resepsionist itu pada Zayan dan Zayan menggelengkan kepala nya.


"Saya tidak ada janji bertemu dengan beliau... Eh tapi saya mau menjemput Kyra, anaknya pak Aditya...!"


Resepsionist itu mengernyit. "Menjemput nona Kyra???"


"Iya...! Kyra bilang dia ada di ruangan pak Aditya..!" Zayan mencoba memperjelas lagi. Sebenarnya Zayan pernah ke kantor ini satu kali sebelumnya bersama dengan Kyra, saat itu mereka memilih kembali ketika libur kuliah, dan ada satu waktu Kyra meminta nya di antar ke kantor ini, tetapi saat itu Zayan hanya mengantar Kyra sampai lobi ini saja tidak sampai ke ruangan Aditya, karena dia harus buru-buru pergi untuk satu hal sehingga langsung beroamitan pada Kyra.


Seorang perempuan yang duduk di sebelah resepsionist yang di tanyain Zayan itu berdiri ketika melihat Zayan, seolah dia pernah melihat Zayan sebelumnya. Perempuan itu membungkuk dan berbisik kepada teman yang di sebelahnya itu. "Biarkan dia masuk, dia sepertinya pacarnya nona Kyra, karena sebelumnya dia pernah datang kesini bersama nona Kyra...!" Bisik perempuan itu.


"Kau serius???"


"Iya... Dia pernah mengantar nona Kyra kesini dulu, tapi lebih baik kau hubungi bu Alice, sekretarisnya pak Aditya dan beritahu jika ada temannya nona Kyra disini yang ingin bertemu pak Aditya.. Cepat.. !"


Resepsionist itu mengangguk. Dan dia melempar senyum kepada Zayan, meminta Zayan menunggu sebentar karena dia harus menghubungi sekretaris Aditya jika ada yang datang dan ingin bertemu dengan Kyra anak dari Aditya. Zayan pun mengangguk dan akan menunggu. Zayan mengerti bukanlah perkara mudah untuk bisa menemui seorang Aditya di kantornya yang begitu besar ini, apalagi Aditya adalah pemilik perusahaan yang tidak bisa sembarangan di temui oleh orang yang tidak memiliki kepentingan.


"Selamat siang bu Alice...!"


"Ya selamat siang, ada perlu apa??? " Tanya Alice pada resepsionist yang menghubunginya.


"Tamu???" Alice mencoba membuka sebuah map untuk mencari sesuatu disana. "Hari ini pak Aditya tidak ada janji bertemu dengan siapapun, memangnya siapa yang ingin bertemu? Pak Ariel atau pak Randy??"


"Bukan Bu..." Jawab resepsionist itu kemudian bertanya kepada Zayan siapa namanya. Kemudian kembali berfokus ke telepon lagi setelah Zayan menyebutkan namanya. "Nama nya pak Zayan, katanya teman dari nona Kyra...!"


"Oh Zayan, antar dia kesini..." Jawab Alice, dia tahu jika Kyra memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Zayan, dan Alice sendiri pernah bertemu Zayan saat di rumah bos nya, ketika dia dulu mengantar berkas kesana.


"Baik bu, saya akan menyuruhnya naik, Terima kasih selamat siang...!" Resepsionist menutup panggilannya kemudian dia memberitahu Zayan jika dia yang akan mengantar Zayan ke ruangan Aditya.


****


"Siang bu Alice... Ini pak Zayan...!"


Alice berdiri dan mengucapkan Terima kasih kepada resepsionist yang sudah mengantar Zayan. Dengan sopan dia menyalami Zayan dan enghampiri Zayan. Alice kemudian mengetuk pintu ruangan Aditya untuk memberitahu jika Zayan teman Kyra datang. "Permisi pak Aditya, ada yang ingin bertemu, katanya teman Nona Kyra...!"


Zayan muncul dari belakang Alice, tersenyum dan menundukkan kepalanya pada Aditya. "Siang Om...! " Sapa nya.


"Hai Zayan... Kau sudah datang, masuklah.... Kyra sedang ada di kamar mandi... Masuk masuk...!" Pintar Aditya, dan Zayan pun masuk ke ruangan Aditya. Sedangkan Aditya berdiri menghampiri Zayan, dan Zayan lekas menyalami Aditya dengan sopan, kemudian Aditya mempersilahkan nya duduk di sofa sambil menunggu Kyra. "Kau ingin minum apa Zay???" Tanya Aditya sambil berjalan menuju minimal bar yang ada di ruangannya untuk mengambilkan Zayan minuman yang ada di chiller.


"Tidak perlu repot-repot om..."


"Tidak repot, hanya minum, kau mau soda??? " Tanya Aditya dan Zayan mengangguk.


Aditya mengambil satu kaleng soda dan sebotol air untuk dirinya. Kemudian duduk di sofa bersama Zayan. "Kata Kyra kau sudah bekerja??? Kok jam segini sudah pulang??"


"Saya ada meeting di dekat sini dan tidak kembali ke kantor jadi sekalian menjemput Kyra.."


"Oh begitu... Ngomong-ngomong kalian akan pergi kemana??? Bukannya Om ingin kepo, tetapi jika bisa nanti kau antar Kyra pulang dan kita bisa makan malam bersama. Bagaimana???"


Zayan tersenyum. "Tentu saja Om, saya akan mengantar Kyra pulang, kami hanya akan menonton film dan juga jalan-jalan saja, bisalah jika Om meminta saya untuk makan malam bersama...!"


"Bagus.. Kita makan malam bersama nanti.. "


"Kau sudah sampai??? " Kyra keluar dari kamar mandi dan terkejut ketika mendapati Zayan sedang mengobrol dengan Apap nya. Kyra menghampiri kedua nya dan ikut bergabung. "Sudah lama??? " Tanya Kyra pada Zayan.


Lelaki itu menggekengkan kepala nya. "Baru beberapa menit..!"


Aditya melihat jam tangannya dan berdiri. "Oke kalau kalian masih ingin mengobrol, lanjutkan saja, Apap harus ke ruang meeting sekarang...!" Ujar Aditya.


"Tidak Pap, kami harus pergi sekarang juga, nanti terlambat nonton filmnya, kita pamit sekalian...! " Kyra menimpali.


"Baiklah.. Kalian hati-hati dan jangan pulang terlalu larut, kita akan makan malam bersama di rumah, Zayan setuju.."


Kyra menatap Zayan, lelaki itu mengangguk dan tersenyum. Mereka berdua kemudian berdiri. Kyra mengambil tas nya lalu berpamitan pada Aditya. Kyra memeluk Aditya, dan Apap nya itu mengecup keningnya. Giliran Zayan yang menyalami Aditya. Mereka berdua kemudian keluar ruangan Aditya untuk pergi jalan-jalan dan menonton film.


"Apa yang tadi kau bicarakan dengan Apap???" Kyra melempar pertanyaan ke Zayan. Saat ini mereka sedang berada di dalam lift untuk turun.


"Obrolan laki-laki..." Jawab Zayan singkat.


"Idih.... Obrolan laki-laki... Obrolan apa lagi... Diiihh..."


Zayan pun tertawa melihat wajah kesal Kyra. "Kenapa?? Kepo ya???"


Kyra mencubit pinggang Zayan. "Tidak...!!! B ajah...!" Kyra terlihat semakin kesal dan itu juga membuat Zayan semakin tertawa.


"Tidak ada obrolan apapun sayang... Tadi om Adit hanya memintaku mengantarmu pulang tidak terlu malam karena dia ingin aku makan malam dengan keluargamu, hanya itu saja..."


Pintu lift terbuka dan Zayan serta Kyra keluar. Mereka lekas berjalan menuju area parkir untuk bisa segera pergi ke salah satu pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari tempat ini. Mereka akan menonton film serta jalan-jalan sebentar sebelum nanti mengantar Kyra pulang.


Sementara itu, Aditya masih berdiri di ruangannya dan tampak memegang ponselnya kemudian menghubungi seseorang. "Putriku baru saja keluar, ikuti dan awasi dia dari jauh, aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk padanya... Dan jangan menimbulkan kecurigaan...! " Ucap Aditya pada lawan bicara nya di telepon.


"Baik bos... Itu sepertinya putri anda baru saja keluar dari lobi.. Saya akan mengikutinya...!"