
Keesokan harinya......
Kyra duduk menikmati secangkir kopi di rooftoop rumahnya. Tanggal merah, dan dia tidak ke kantor. Axel baru saja pulang. Kyra menatap jari manisnya yang mekingkar cincin pemberian Axel. Akhir bulan nanti adalah acara lamarannya dengan Axel lalu satu bukan kemudian mereka akan menikah. Persiapan sudah mulai di lakukan, dan tadi siang dia sudah mulai melakukan pengukuran gaun nya. Axel menjemput dan mengantarnya.
Ponsel Kyra berkedip, nama Gienka muncul disana. Kyra tersenyum dan langsung mengangkat panggilan video dari sahabat sekaligus ipar nya itu. "Holla Gie...???" Sapa Kyra.
"Hai Ra..... Sedang apa kau????" Tanya Gienka.
"Minum kopi, sore ini sungguh cerah, cocok untuk menikmati secangkir kopi.... Kau sendiri???"
"Aku baru bangun... Dan Ky, dia masih tidur.. " Gienka mengubah kamera nya menjadi kamera belakang memperlihatkan Kyros yang sudah berbaring di atas tempat tidur.
Kyra tersenyum. "Hmmmm tumben masih molor, semalam habis olahraga raga malam ya...??? Iya kan???" Goda Kyra.
"Diiihhhh..... Pengen ya???? Hahaha sabar bentar lagi juga bakal tahu rasanya kok..."
"Hahahaha iya sabar kok tenang saja.... " Kyra menimpali dengan tertawa. "Eh btw, kenapa kemarin meminta foto Naufal??? Aku tiba-tiba aku, jadi teringat dengan dia.. "
"Sebenarnya ada sesuatu yang terjadi disini.. "
Kyra mengernyit. "Terjadi sesuatu??? Apa???" Tanya Kyra.
"Tapi jangan bilang pada siapa-siapa, takutnya nanti di dengar oleh uncle Vino dan aunty Arindah... Ini mengenai Naufal..."
"Naufal??? Aku tidak akan mengatakan pada siapapun, kenapa memangnya??? Apa terjadi masalah lagi??"
"Ada pengantar pizza yang sering datang ke rumah untuk mengantarkan pesanan Pizza, dan kemarin, Sanne memesannya, Laki-laki itu datang lagi, tetapi aunty Rana mendapati tangan pria itu ada tanda lahir yang mirip milik Naufal, di tangannya... Heboh kita serumah, Aunty Rana sangat yakin jika itu memang Naufal, dan aku memintamu mengirim foto nya kemarin, lalu coba aku cari persamaannya, dan menurutku sedikit mirip di bagian bibirnya.. "
"Serius???" Tanya Kyra tidak percaya.
"Itu menurutku sih... Tetapi nanti malam Ky mengundang lelaki itu untuk datang makan malam kesini, dan kami akan coba untuk mengulik nya.. "
"Mengundang makan malam..??? Yang benar saja, mana mau orang tidak kenal.." Ucap Kyra.
"Masalahnya sebelum kejadian kemarin, Vineet pernah menolong laki-laki itu saat kecelakan, jadi kami berempat baru saja kembali dari jalan-jalan dan berhenti makan di restoran, lalu tak jauh dari sana ada laki-laki di serempet mobil, Vineet menolongnya yang ternyata itu adalah si pengantar pizza itu, kami mengantarnya pulang, jadi ya bisa di bilang kami kenal dan cukup akrab, saat Ky mengundang makan malam disini, dia mau, Ky beralasan dia ada pesta kecil di rumah.. Biar tidak terkesan mencurigakan.. "
"Kalau itu benar Naufal, wahhh ini benar-nenar di namakan keajaiban... Hilang sekian lama bahkan di anggap sudah tiada, dan tiba-tiba muncul??? Wow.... Uncle Vino dan Aunty Arindah pasti bahagia sekali... Semoga saja itu memang benar Naufal.. "
"Iya juga sih... Lalu bagaimana dengan Vineet??? Dia selama ini sangat ingin bertemu kakaknya.. Dia senang atau bagaimana sekarang??" Tanya Kyra.
"Vineet, lebih banyak diam, dia terkilat tidak tahu harus bersikap seperti apa, karena dia juga harus mencari pembuktian apakah itu Naufal atau bukan.. Wajar sih, ini posisi sulit, sekaligus ada sedikit kebahagiaan karena bisa jadi ada harapan bahwa Naufal masih hidup.. Tapi juga tidak mau terlalu berharap.. Dilema, itu yang aku lihat dari Vineet sejak kemarin.." Ujar Gienka.
Kyra menghela napasnya. "Fiuuuhhh semoga saja itu benar Naufal, semua orang pasti bahagia sekali nanti nya..."
"Aku juga berharap seperti itu Ra, sebelum semua nya terbukti, uncle Vino dan Aunty Arindah tidak boleh tahu lebih dulu, kami disini sedang berusaha mencari tahu.. "
"Ya.. Ya.. Aku sangat mengerti...."
"Ya sudah, aku harus mandi dan menyiapkan sarapan dulu, salam untuk Amam dan Apap ya??? Nanti aku akan menghubungi mereka... Bye Ra...??" Gienka menutuo video call nya dengan Kyra. Dia beranjak dan pergi ke kamar mandi, membiarkan Kyros yang masih tidur.
*****
Semua orang sudah turun dan duduk di kursi untuk sarapan bersama. Hanya Kyros yang tidak ada karena Kyros masih tidur. Semalam dia bekerja hingga larut karena siang nanti ada meeting penting membuatnya harus menyiapkan pekerjaannya dengan baik. Dan Kyros akan ke kantor sedikit siang dari biasa nya. Gienka juga di bantu oleh Rana menyiapkan sarapan, meskipun sudah ada asisten rumah tangga yang mulai bekerja di rumah ini tetapi tugasnya hanyalah membersihkan rumah. Karena Gienka ingin turun tangan sendiri untuk urusan dapur.
"Ky masih mandi???" tanya Vitto.
"Masih tidur uncle, Gie tidak tega membangunkannya, semalam dia bekerja sampai larut, karena nanti siang ada meeting penting, dan berangkat ke kantornya juga agak siangan... "
"Itu pasti karena dia kemarin pulang lebih awal ya???" Vitto menebak. Mengingat kemarin karena Rana, semua orang jadi panik, termasuk Kyros yang juga memilih pulang dan melihat kondisi Rana. Sampai sore Kyros tidak kembali ke kantor lagi.
"Ah tidak juga Uncle, Ky memang sering sekali lembur sampai malam, jika ada sesuatu yang penting atau ketika dia selesai mengamati langit, yang membuatnya harus membuat laporan..." Ucap Gienka.
"Dia sejak kecil adalah anak yang rajin, dan sampai sekarang sikapnya tidak pernah berubah..." Ujar Vitto dan Gienka tersenyum, mengangguk tanda sependapat dengan ucapan Vitto mengenai Kyros. "Oh iya, akan nanti malam yang akan kau masak untuk menyambut Ethan???" Tanya Vitto pada Rana.
"Aku berniat membuat masakan kesukaan Naufal dulu, juga beberapa kue yang juga jadi kesukaannya, Gienka sayang, nanti kau bisa mengantar aunty ke supermarket kan untuk belanja kebutuhan kue???" Tanya Rana.
"Ya Aunty, nanti kita pergi bersama..." Jawab Gienka.
"Baiklah... Terima kasih.. "
"Sama-sama Aunty... Oh iya, semalam Ky bilang dia nanti akan mengundang sahabat nya juga untuk datang, ya sebagai pelengkap saja, supaya Ethan tidak curiga dengan tujuan kita mengundangnya, jadi Ky berinisiatif mengundang sahabatnya juga.. Sahabat dekat nya disini dan satu kantor, dia sudah dianggap seperti saudara sendiri oleh Ky. idak apa-apa kan???" Tanya Gienka.
"Tidak apa-apa dong, itu ide yang bagus, kita memang harus membuat acara ini layaknya pesta kecil keluarga... Dan membuat Ethan nyaman selagi kita basa-basi dengannya untuk mengulik informasi tentang nya.. " Ujar Vitto. Dia sebenarnya juga sangat penasaran dengan sosok Ethan, apa itu benar Naufal atau tidak. Tidak sabar dengan nanti malam.