I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 266



William pun mulai menjelaskan mengenai investigasi nya tentang Ethan. Dari panti asuhan tempat tinggal Ethan dulu, dia mendapat informasi jika orang tua Ethan mengalami kecelakaan yang tragis dimana kedua nya meninggal di tempat kejadian. Dan hanya Ethan yang selamat saat itu. Karena di ketahuilah jika orang tua nya tidak memiliki keluarga maka Ethan akhirnya di titipkan di panti asuhan.


Mendengar itu, semua orang menjadi lemas. Ternyata Ethan memiliki orang tua, dan pasti di pastikan bahwa Ethan bukanlah Naufal yang mereka cari. Rana memegang jemari Vitto, menatap suami nya dengan sedih. Vineet tamoak mengernyit, memejamkan mata nya, sedih begitulah yang dia rasakan saat ini. Hal yang sama juga terlihat dari Sanne. Dada nya begitu sesak mendengar fakta ini.


"However, our search certainly did not stop at the orphanage but we tried to dig up information about the accident... " Ucap William lagi. Dia mengatakan jika pencariannya tidaka hanya berhenti sampai di panti asuhan saja, tetapi mencoba menggali mengenai kecelakaan yang terjadi.


"And then????" Tanya Kyros.


William melanjutkan lagi cerita nya. Dia menunjukkan ponselnya pada Kyros. Di ponsel itu ada potret sebuah artikel dari koran lama bertuliskan mengenai kecelakaan itu. Kyros pun memperbesar layar nya dan mencoba membaca isi artikel itu. Sedangkan William menjelaskan mengenai kecelakaan itu. Dimana ada sepasang suami istri dan anak nya mengalami sebuah kecelakaan mobil yang mengakibatkan kedua pasangan itu meninggal dunia, dan anak nya yaitu Ethan saja yang hidup. Pria itu bernama Paul Julian sedangkan istrinya bernama Cristina Julian, dan anak mereka bernama Axio Ethan Julian.


William dan tim nya langsung menulusuri tentang siapakah Paul dan Cristina Julian itu. Selama dua hari pencarian akhirnya menemukan tempat tinggal mereka yang ternyata bukan di Portland. Tetapi justru mereka berasal dari New Orleans. Dan sepertinya informasi mengenai asal ormag tua Ethan itu tidak di ketahui oleh Ethan hingga saat ini, karena polisi sendiri minim informasi mengenai hal itu. Selain itu karena kedua nya juga tidak memiliki saudara sehingga merasa lebih aman jika Ethan di panti asuhan. Dan pengurus panti asuhan juga tidak tahu lebih detail seperti apa sebenarnya kecelakaan itu, sehingga tentu saja Ethan tumbuh dalam keadaan tidak tahu penyebab orang tua nya kecelakaan dan sebagai nya.


Penyelidikan dan investigasi yang di lakukan William mengenai keluarga Ethan juga sangat sulit di lakukan tetapi mereka pada akhirnya berhasil mendapatkan informasi itu setelah melakukan investigasi mendetail. Bahkan mereka juga mendapatkan informasi yang begitu jauh mengenai orang tua Ethan itu, yang tidak di ketahui oleh polisi bahkan mungkin orang-orang di sekitar mereka sendiri.


Paul dan Cristina telah membeli Ethan dari pasar gelap penjualan manusia dengan harga 100.000 dollar. Harga nya sangat tinggi untuk seorang anak kecil berumur 5 tahun. Harga itu di pasang menyesuaikan kondisi dan kesehatan anak itu, sehingga semakin bagus hasil laporan kondisi serta kesehatan dan juga usia nya, maka harga nya juga semakin tinggi. Paul dan Cristina menjual sebagian aset yang mereka miliki untuk bisa membeli seorang anak. Mereka sudah beberapa kali mencoba untuk mengadopsi anak tetapi mereka tidak merasa tertarik dengan anak-anak yang ada di panti asuhan. Tetapi ketika melihat Ethan, mereka langsung menyukai nya dan membeli nya tentu saja secara ilegal. Setelah itu mereka memberi nama anak itu Ethan dengan nama akhiran Julian untuk mengklaim bahwa anak itu adalah anak kandung Paul dan Cristina. Mereka juga membuat akta kelahiran dari jalan belakang, agar Ethan bisa di akui oleh hukum dan Negara. Sehingga sampai saat ini hal itu seperti nya tidak di ketahui oleh Ethan.


William mendapatkan semua informasi ini adalah dari catatan buku harian milik Paul yang di simpan tersembunyi di rumah nya. Dan rumah itu sampai saat ini masih ada dan tentu saja tidak terurus dengan baik. Rumah itu di jual tetapi belum sempat di beli oleh orang sehingga sampai saat ini tdak terurus. Paul dan Cristina memutuskan menjual rumah mereka karena mereka ingin pindah dari New Orleans ke kota lain, kemudian mengalami kecelakaan di Portland saat akan melihat rumah itu sebelum beberapa minggu ke depan pindah, sehingga barang mereka belum terkemas seluruhnya, lalu kedua nya meninggal dan hanya Ethan yang masih hidup. Ketidak jelasan informasi yang di Terima oleh pihak panti asuhan membuat mereka tidak pernah bisa menjelaskan apapun pada Ethan hingga saat ini. Sehingga membuat Ethan juga tidak mengetahui rumah orang tua angkat nya dan apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya.


"Then who exactly is Ethan??? Didn't you find out about it???" Tanya Rana.


William menggelemgkan kepala nya. Untuk mengetahui siapa Ethan dan darimana asalnya bukanlah perkara mudah, karena biasa nya mafia penjualan manusia bisa mendapatkan yang mereka inginkan dari berbagai negara. Tetapi William ingat sesuatu. Dia sempat mengambil sebuah foto dari rumah itu, foto dimana Ethan bersama dengan Paul dan Cristina. William mengambil beberapa foto di tas nya dan memberikannya kepada Rana. Dari foto yang di temukan William di rumah itu, tampak Paul dan Cristina sangat menyayangi Ethan.


Saat melihat foto-foto itu, tangan Rana bergetar dan dia langsung menunjukkan pada Vitto. "Aku bilang apa, ini Naufal kita sayang....!!! Ini Naufal kita....!!!" ucap Rana dengan mulut yang juga bergetar dan air mata nya langsung menetes.


Vitto meraih foto itu dan melihat anak kecil yang sedang di gendong oleh seorang laki-laki. Itu memang seperti Naufal. "Ini memang Naufal.... Ya Tuhan....!!!! Ky, ini memang Naufal Ky.... " Vitto memberikan foto-foto itu pada Kyros.


Kyros, Gienka Sanne dan Vineet bersamaan melihat foto itu. Mereka semua tampat terperangah. Terkejut bercampur harus, bahkan Gienka juga gemetar. Rana langsung memeluk Gienka yang ada di sebelah nya. "Gie... Dia benar-benar Naufal Gie...!!"


"Iya Aunty... Ya Tuhan.... Kita tidak sedang bermimpi kan...???" Tanya Gienka.


Sanne da! Vineet juga ikut memeluk Rana. Tangis ke empat perempuan itu membuat suasana menjadi penuh haru.


"Neet.... Dia benar kakakmu... Kau bisa memelukmya saat ini... " Ucap Rana. Dan Vineet langsung menangis hingga terisak.


"Yeah, I agree with William, we better call aunty Arindah and do a DNA test with Ethan... eh but.... We also need Ethan's biological father, is he alive or dead???" Tanya Kyros. Dia setuju memang yang terbaik adalah melakukan tes DNA dengan Arindah. Ataupun Ayah kandung Naufal. Tetapi masalahnya ayahnya masih hidup atau tidak. Kyros pun bertanya pada Vitto.


"He is still alive, but I once remembered that Naufal used to have the same blood type as Arindah... " Jawab Vitto. Dia ingat bahwa Naufal memiliki golongan darah yang sama dengan Arindah.


"Jika seperti itu, pilihannya adalah kita harus mendatangkan Tante Arindah kesini, sedangkan bagaimana caranya ujung untuk membuat Ethan mau melakukannya kita bisa pikirkan itu dulu nanti, yang harus di lakukan adalah Aunty Arindah harus datang kesini, dan kita jelaskan saja semua nya ketika dia sudah disini, karena kita harus menjaga perasaannya jangan sampai dia terlalu senang lalu jika hasilnya negatif dia akan kecewa, kita minta dia datang kesini dulu.. " Ujar Kyros.


"Ya, Ky benar.... Aku akan menghubungi Vino agar dia bisa datang kesini dengan Arindah.. " Ucap Vitto.


Semua orang mengucapkan Terima kasih kepada William, karena William bekerja dengan sangat bagus, dan cepat. Vitto pun tidak berhenti mengucapkan Terima kasih, dan dia akan memberikan bonus untuk kerja keras William dan tim nya. Vitto berharap William nanti tetap mau membantu jika ada sesuatu yang perlu di cari kebenaran nya. William mengangguk, dengan senang hati dia akan membantu. William kemudian memberikan berkas itu pada Vitto lalu berpamitan.


Setelah kepergian William. Vitto langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Vino. Vino pasti sudah bangun di jam segini. Karena di Indonesia sudah pagi. dalam tiga kali deringan itu langsung di angkat. "Hai Vit.... Kau jadi pulang kapan???" Tanya Vino langsung.


"Vin... Aku minta maaf, tetapi seperti nya harus tertunda lagi selama beberapa hari... " Vitto mengaktifkan loudspeaker nya.


"Ya kapan??? Vineet harus mempersiapkan diri untuk wisuda nya kan??? Di juga harus persiapan untuk test..."


"Aku tahu.. Tapi bisakah kau dan Arindah kesini menyusul kami...??? "


"Menyusul??? Untuk apa??? Tidak... Aku sibuk dan Arindah juga ada seminar lusa... "


"Kau harus kesini Vin, terlebih Arindah.... Ini sangat penting dan urgent... Please kali ini dengarkan dan turuti keinginanku dan jangan membantahku... Sesuatu telah terjadi dan kalian berdua harus kesini... "


Vino terperanjat dan langsung meletakkan gelas berisi air yang akan di minum nya. "Sesuatu telah terjadi??? Apa maksudmu??? Apa terjadi sesuatu dengan Vineet???" Seru Vino. Wajahnya langsung memerah, Arindah yang sedang duduk di sebelahnya juga langsung mengalihkan perhatian ke arahnya. "Kenapa dengan Vineet???? Kenapa Vit???? " Tanya Vino lagi dengan suara panik.


"Kenapa?? Vineet kenapa???" Sahut Arindah.


"Kau ini bagaimana Vit???? Aku sudah hilang jaga Vineet dengan baik, kenapa kau selalu saja teledor... Kau tidak becus, itulah kenapa aku sangat melarang Vineet kemarin untuk ikut denganmu dan lihatlah sekarang... Kau selalu saja tidak berguna....!!" Teriak Vino. "Katakan apa yang terjadi dengan Vineet???"


"Aku bilang datang saja kesini, kau akan tahu nanti... Terserah kau mau menghajar ku atau apa nanti, tetapi datanglah kesini bersama Arindah... Jika bisa cari saja penerbangan hari ini, aku menunggumu segera..!"


"Brengsseeeekkk.... Apa lagi yang sekarang terjadi pada Vineet... Aku tidak akan mengampunimu... " Teriak Vino dengan kesal dan dia langsung mengakhiri panggilan kakaknya. Vino dan Arindah benar-benar panik dan khawatir sekali.