I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 258



Rana mundur satu langkah dengan mulut terbuka, dia seolah enggan mempercayai apa yang di lihatnya tadi. Dia masih coba mengingat dan dia pun langsung teringat dimana dia pernah mendapati tanda lahir itu.


"Mama.. Ayo masuk.. " Ajak Sanne dan dia menutup kembali pintu rumah.


Rana seperti terpaku untuk sesaat. "Mama....!!" Panggil Sanne. Dia langsung menepuk bahu Rana. "Ma...??"


Rana membuka lagi pintu dan berlari keluar tetapi dia tidak lagi mendapati Ethan. Karena Ethan sepertinya sudah pergi. Sanne yang bingung langsung menghampiri sangat Mama. "Mama kenapa????" Tanya Sanne bingung tetapi Rana hanya menatap ke arah jalanan. Tanpa menjawab pertanyaan nya.


Sedetik kemudian, Rana justru menangis dengan menutup mulutnya. Airmata mulai membanjiri pipi nya. "Mama..... Mama kenapa????" Sanne mulai panik melihat Mama nya menangis tanpa sebab. "Mama please, katakan Mama kenapa?? Apa yang Mama lihat??? Jangan membuatku bingung...."


Rana mulai terisak, dan karena bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Mama nya. Sanne pun mengajak Mama nya untuk masuk dan menenangkan diri di dalam rumah. Sanne meminta Mama nya duduk di sofa yang ada di ruang tamu dan kemudian berlari ke dapur mengambilkan minum. Sanne menyodorkan segelas air kepada Rana tetapi Rana tidak mau meminumnya dan isakannya semakin menjadi-jadi.


"Mama... Mama kenapa??? Jangan seperti ini dong Ma??? Sanne bingung kalau Mama diam seperti ini...???" Ucap Sanne. Dia kemudian berdiri dan meninggalkan Rana.


Sanne mengambil ponselnya dan dia mencari kontak Papa nya. Sanne menghubungi Vitto, tetapi tidak kunjung di angkat. Sanne cukup kesal tetapi kemudian dia menghubungi Vineet.


"Halo Neet.... Kau dimana sekarang???" Tanya Sanne langsung ketika panggilannya di angkat.


" Ini Gienka Ne, Vineet sedang di toilet.. Kami sedang makan siang di restoran... " Jawab Gienka.


"Kak Gie, bisakah kakak mengajak Vineet pulang??? Mama.... Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi Mama kak??? Please kalian segera pulang, aku bingung dan takut kak...!!" Suara Sanne terdengar panik dan ketakutan.


"Kenapa??? Ada apa???" Tanya Gienka.


"Aku tidak tahu, tapi Mama seperti orang shock, please cepat pulang.. Aku takut..."


"Oke... Oke... Kami akan segera pulang, kau tenang lah, kami sampai dalam 30 menit.... "


"Iya, cepat, Papa tidak mengangkat telepon ku... "


"Oke.. Tunggu, jangan panik..."


"Iya kak... " Sanne menutup panggilannya dan dia kembali menghampiri Rana. "Mama please, minum dulu, supaya Mama tenang... Dan Mama katakan saja apa yang sebenarnya terjadi??? Jangan membuat Sanne bingung dong Ma???"


Ponsel Sanne berbunyi dan itu adalah panggilan dari Vitto. Sanne pun mengangkatnya dan meminta Vitto agar segera kembali. Sama seperti yang Sanne katakan pada Gienka tadi. Vitto harus segera pulang karena dia bingung dengan kondisi Mama nya saat ini yang terus menangis tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.


***


Gienka dan Vineet ternyata lebih dulu sampai di rumah. Dan Sanne membuka pintu. Sanne terlihat sangat panik karena sejak tadi Mama nya hanya terus menangis dan masih belum mau bicara. Gienka dan Vineet menghampiri Rana dan mereka langsung duduk berlutut di depan Rana. "Aunty??? Kenapa??? Ada apa????" Tanya Gienka. Gienka berdiri dan mencoba memeriksa keadaan Rana, dengan menyentuh kening Rana yang ternyata suhu nya normal, takut jika Rana demam.


"Kenapa kak??? Bagaimana awalnya???" Tanya Vineet pada Sanne.


"Kau sudah berhasil menghubungi uncle Vitto???" Tanya Gienka.


"Sudah kak, Papa sudah dalam perjalanan... "


"Syukurlah... Ky juga akan pulang, dia tadi menghubungiku, dan aku memintanya untuk pulang juga karena dia baru selesai meeting di dekat sini..." Gienka duduk di sebelah Rana. Memeluk Rana. "Aunty???? Please, Aunty kenapa??? Aunty sakit??? Kita ke rumah sakit ya???"


Rana masih tidak mau menjawab dan terus terisak. Sampai akhirnya Vitto datang bersamaan dengan Kyros. Mereka bergegas masuk ke dalam rumah. Melihat Vitto, Rana langsung berlari dan memeluk suami nya. Dan tangisnya semakin pecah. "Vitto.....!!!" Ucapnya sambil sesenggukkan. Gienka, Sanne dan Vineet berdiri dan menghampiri Rana yang memeluk Vitto di depan pintu.


"Kenapa??? Ada apa??? Kenapa kau menangis...???" Tanya Vitto.


Rana melepas pelukannya dan memegang kedua bahu suami nya. Kemudian mencoba tersenyum. "Nau..Fal...!!" Ucapnya terbata.


Vitto mengernyit, bingung sambil menatap istrinya. "Kenapa??? Kau ingat dengannya??"


"Dia datang kesini... Aku bertemu dengannya... Aku bertemu dengan keponakan kita... Dia datang kesini... "


"Apa...!!!???" Seru semua orang termasuk Sanne yang juga terkejut.


"Vino akan memaafkanmu, dia tidak akan lagi terus menyalahkanmu, kita sudah menemukan Naufal...." Rana memeluk Vitto lagi.


"Rana sayang... Apa yang kau katakan??? Kau pasti mengigau saat tidur.... Ayo kita masuk, dan kau harus istirahat, mungkin kau kelelahan... " Ucap Vitto.


"Tidak.... Aku tidak sedang bermimpi, Naufal datang, keponakan kita itu sudah tumbuh dewasa dan sangat tampan.... Vino dan Arindah pasti senang mendengar kabar ini... "


Vitto masih bingung, apa yang terjadi dengan istrinya. Dia punya. bertanya pada Sanne karena putrinya itu yang berada di rumah bersama Rana.


"Aku tidak tahu Pa, sejak tadi Mama memang bersamaku, tadi aku memesan pizza lalu pizza itu di antar dan yang mengantar adalah laki-laki yang saat itu di tolong oleh Vineet, semua nya baik-baik saja, kami mengobrol dan Mama juga, tetapi setelah Ethan pergi, Mama malah bersikap aneh dan menangis... "


"Ethan... Dia Naufal.... Dia adalah Naufal, kakak kalian berdua... " Ujar Rana sambil menatap Sanne dan Vineet.


"Apaaa....!!!???" Semua orang kembali berseru.


"Bagaimana bisa kau mengatakan jika pengantar pizza itu Naufal???? Kau pasti hanya sedang merindukannya... Bagaimana Naufal bisa ada disini???? Negara ini begitu jauh dengan tempat tinggal kita... Kau pasti bermimpi dan sedang merindukan Naufal, sekarang kah lebih baik tidur.. " Ucap Vitto.


"Tidak... Aku yakin dia Naufal, di tangannya, ada tanda lahir, dan itu mirip sekali dengan yang di miliki Naufal, dulu kita sering mengajaknya pulang ke rumah kita, dan dia selalu bermain denganku, tentu aku sangat ingat sekali bagaimana dia, dan apa saja yang dia miliki seperti tahi lalat dan tanda lahir itu, bentuknya punya ciri khas, aku sangat hafal Vit... Dia keponakan kita, yang selama ini kita cari.... Aku rasa kemarahan Vino padamu akan berakhir hari ini juga.... Sudah cukup kau menderita menahan beban berat atas kesalahan yang tidak kau lakukan... Kita sudah menemukan keponakan kita... " Rana kemudian mendekati Kyros.


"Ky, kau bercerita jika kau pernah mengantar Ethan pulang kan, jadi kau pasti tahu alamatnya, bisakah kau membawa aunty kesana???? Kita pergi kesana sekarang ya???" Pinta Rana dia kemudian beralih memeluk Vineet.


"Vineet sayang, kakakmu masih hidup, keinginanmu untuk memeluknya akan segera terwujud, kau bisa memeluk kakakmu untuk pertama kali nya.... Kita harus datang dan menemui nya sekarang juga..."