
Zayan bangkit dari tempat tidur dan bergegas menyusul Jelena ke kamar mandi. "Je....!!" Panggil Zayan. "Sayang...!" Zayan mengetuk pintu kamar mandi yang di tutup oleh Jelena.
Di dalam kamar mandi, Jelena memilih diam dan tidak menjawab panggilan Zayan. Tetapi Jelena tersenyum, dan berharap kali ini usaha nya berhasil, dimana Zayan nanti akan mengambil keputusan untuk meninggalkan Kyra. Jika Zayan meninggalkan Kyra, tentu seluruh perhatian Zayan akan hanya terfokus padanya saja. Dan Jelena bisa memanfaatkan itu untuk mendapatkan banyak kesenangan dengan Zayan, terutama materi yang di miliki oleh Zayan. Zayan harus membuat keputusan yang besar.
"Je....! Jelena sayang... Please buka pintu nya..."
Jelena masih senyum-senyum dan terus diam, dia menyalakan shower dan mengguyur badannya dengan air hangat, mengabaikan panggilan Zayan. Jelena terus berharap Zayan nanti mau memilihnya dan meninggalkan perempuan bernama Kyra itu.
Sampai akhirnya, Jelena sudah selesai mandi dan memakai handuk kimono nya kemudian keluar dari kamar mandi. Zayan sejak tadi mengetuk dan memanggil namanya agar mau membuka pintu nya, akan tetapi di menit terakhir Zayan memilih menyerah. Jelena pun keluar, ternyata lelaki itu berdiri di depan pintu dan sudah berpakaian. Jelena berusaha bersikap acuh dan mengabaikan Zayan. Jelena berjalan berlalu begitu saja meninggalkan Zayan, dan lelaki itupun menahan tangan Jelena membuat Jelena menghentikan langkahnya dengan kesal.
"Apa lagi???" Ucap Jelena dengan raut wajah yang masam menatap Zayan.
"Kau marah ya??? Sorry sorry...!"
"Aku tidak marah, hanya kesal saja... Kita sudah berhubungan sejauh ini, dan aku tidak pernah sekalipun mendapatkan kepastian darimu...!"
"Tetapi kau dulu pernah bilang bahwa hubungan yang kita jalani selama ini tidak perlu ikatan, lalu kenapa sekarang kau justru menuntut itu dariku???" Tanya Zayan.
"Iya aku memang pernah mengatakan itu, akan tetapi aku tidak menyangka jika kau selalu mendatangiku hampir setiap hari dan kau selalu meminta agar kita melakukannya, aku pikir hubungan kita tidak akan sejauh ini, tetapi aku rasa ini sudah tidak bisa untuk di buat main-main Zay, aku juga butuh keputusan untuk hubungan kita? Karena bisa jadi kau hanya memanfaatkanku karena aku bisa memberikan apa yang tidak bisa kekasihmu berikan.."
"Kenapa kau bisa berpikir aku memanfaatkanmu???" Tanya Zayan lagi.
"Wajar dong aku bertanya seperti itu, aku harus mengambil sikap, dan kau tidak bisa terus bersikap seperti ini padaku, kau harus mengambil sikap dengan hubungan kita, atau jika tidak, aku akan menemui kekasihmu itu dan mengungkapkan padanya tentang hubungan kita selama ini...! Aku juga akan tetap melakukan hal yang sama jika kau memilih untuk meninggalkanku dan memilihnya.." Jelena mulai mengancam.
"Memberitahu Kyra??? Jangan Je... Itu akan membuatku bermasalah nanti nya... Aku akan di habisi oleh keluarga Kyra nanti nya...!" Ucap Zayan.
Zayan mengusap kepala nya dengan kasar. Dia bingung sekali. Bagaimana dia harus mengambil keputusan, bisa berbahaya jika Jelena menemui Kyra dan mengatakan semuanya, Bila-bila dia dalam masalah besar. Tetapi jika dia memilih Jelena dan meninggalkan Kyra juga bukanlah hal yang bagus karena dia tetap akan dalam masalah besar. "Tapi Je, kalau aku meninggalkan Kyra, itu sama saja, kita berdua justru dalam masalah besar..???"
"Ada banyak hal yang bisa kau lakukan untuk memutuskan Kyra, kau bisa bilang jika kau sudah bosan dengannya, atau alasan lainnya.. Kita bisa memikirkannya, dan aku akan membantumu berpikir mengenai alasannya tetapi sekarang masalahnya keputusan apa yang ingin kau ambil???? Memilihku atau memilih Kyra????" Jelena menatap tajam Zayan dan setengah berteriak pada lelaki itu.
"Tapi Je???"
"Tidak ada tapi-tapian, kau harus memutuskan sekarang, kau memilihku atau Kyra??? Yang jelas-jelas dia tidak bisa memberikan sesuatu yang sangat kau butuhkan selama ini??? Dia yang egois dan berpikiran primitif, yang tidak tahu cara membahagiakan kekasihnya.. Kau memilihku atau dia??? Putuskan sekarang????" Tanya Jelena.
★★★★★
Satu minggu kemudian....
Kyra sedang menikmati makan siang di restoran milik Papa nya Gienka yang ada di dekat kantornya. Dia sedang menunggu Gienka untuk makan siang bersama. Kyra sudah memesan makanan untuknya dan Gienka karena Gienka sebentar lagi akan sampai untuk menemui nya. Kyra mencoba menyisihkan waktu nya sebaik mungkin untuk bisa bertemu dengan sahabatnya, yaitu Gienka. Akhir-akhir ini kesibukannya luar biasa hingga Kyra mendapat protes dari Gienka karena tidak bertemu.
Kyra mengambil ponselnya di dalam tas, ketika mendengar ponsel itu berbunyi dan bergetar. Ada pesan masuk dari Zayan. Kyra tersenyum dan bersemangat membuka nya untuk membaca nya.
..."Kyra... Aku minta maaf, sepertinya hubungan kita harus berakhir sampai disini.. Aku merasa sudah tidak ada kecocokan lagi di antara kita.. Kau sibuk dengan urusanmu sendiri dan lebih sering mengabaikanku, dan saat ini aku ingin kita putus... Hubungan ini sudah tidak bisa lagi di lanjutkan.. Maafkan aku...!?"...
Begitulah bunyi pesan dari Zayan. Sontak hal itu membuat Kyra sangatlah terkejut. Dia mencoba membaca nya lagi karena merasa bahwa tadi mungkin dia salah membaca, karena tidak mungkin Zayan memutuskannya begitu saja. Tetapi ternyata benar, lelaki itu memang mengatakan bahwa hubungan mereka sudah berakhir. Kyra langsung menghubungi Zayan, dan panggilan pertama nya itu langsung di tolak. Kyra berusaha menghubungi nya lagi, akan tetapi kali ini nomor ponsel Zayan sudah tidak aktif. Kyra mencoba nya berkali-kali dan ponsel Zayan tidak bisa di hubungi. Kyra langsung merasa lemas, dan mencoba menyadarkan bahwa ini pasti tidaklah benar, Zayan pasti sedang mengerjai nya.
"Oke... Sudah beres...!" Jelena mengembalikan ponsel Zayan sambil tersenyum manja pada lelaki itu. "Kau dengannya sudah putus dan sekarang aku menjadi milikmu.. " Jelena memeluk Zayan yang duduk di sebelahnya. Jelena baru saja mengirim pesan yang di tulis oleh Zayan tadi, mengirimnya pada Kyra. Jelena akhirnya mendapatkan alasan untuk Zayan bisa memutuskan Kyra. Dan sekarang mereka putus karena Zayan memilih untuk tetap bertahan dengannya dan meninggalkan Kyra. Zayan takut jika Jelena akan melaporkan hubungannya pada Kyra lalu bisa berimbas ke keluarga Kyra, y ng nanti bisa berakibat fatal. Jelena menyuruh Zayan memutuskan Kyra dengan alasan kesibukan Kyra, karena alasan itu saat ini lebih tepat sehingga Kyra tidak akan menyalahkan Zayan. Lalu hubungan yang berakhir itu tidak akan memiliki masalah yang terlalu serius.
Zayan menundukkan kepala nya dengan sedih. Bingung dan campur aduk karena dia harus mengambil keputusan yang begitu berat sekali. Hubungannya dengan Kyra sudah berakhir, padahal jika boleh jujur Zayan sangatlah masih mencintai Kyra. Berat sekali rasanya, akan tetapi Zayan tidak memiliki pilihan lain, dia tidak mau hubungannya dengan Jelena jusru akan di ketahuilah Kyra dan Kyra melaporkan nya kepada Kyros dan Aditya, mengingat Aditya adalah orang yang sangat berkuasa dan tidak akan main-main jika mengenai kebahagiaan keluarga nya. Dengan berat hati, Zayan menerima usulan ide Jelena untuk memutuskan Kyra dengan alasan kesibukan Kyra. Memenangkan benar, akhir-akhir ini, hubungan Zayan dan Kyra sedikit merenggang dan mereka jarang bertemu karena Kyra sangat sibuk dengan pekerjaannya tetapi sebisa mungkin mereka memutuskan untuk tetap berkomunikasi. Zayan berharap masalah ini tidak merembet dan Kyra tidak mengetahui hubungannya dengan Jelena.