I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 62



"Aku ikut!!" Ucap Cahya.


"Kau di rumah saja sayang, aku akan menjemput Ky" Aditya menghamprii Cahya.


"Aku bilang aku ingin ikut"


Aditya menoleh ke Randy dan Ariel, kedua sahabatnya itu menganggukkan kepalanya. "Oke baiklah!"


Randy kemudian berlari dan mengambil mobil Aditya, sementara Ariel meminta kepada Elea juga ikut untuk menjaga dan menemani Cahya. Dan Aditya mengatakan pada Chitra agar berjaga di rumah bersama dengan Chika dan Ibunya untuk menjaga Kyra. Akhirnya mereka berlima pun masuk ke dalam mobil, dan bergegas menuju ke tempat dimana Cyntia berada.


****


Aditya dan yang lainnya akhirnya sampai di rumah Cyntia tetapi ternyata polisi sudah sampai disana lebih dulu. Terlihat mereka juga sudah berpencar mengepung rumah itu. Randy menghampiri salah seorang polisi dan menanyakan tentang perkembangan saat ini, polisi itupun mengatakan jika sudah ada yang masuk ke dalam rumah untuk menemukan Cyntia. Saat yang lain sedang menunggu Randy dan Aditya berbincang dengan polisi, tiba-tiba Elea menemukan sesuatu di atas sana.


"Astaga......!!!! Itu Cyntia dan sepertinya yang ada di gendongannya adalah Kyros, apa yang akan dilakukannya di atas sana???" Ucap Elea yang langsung mendapat respon dari yang lainnya.


"Ayo ke dalam, kita harus menghentikan perempuan gila itu" Ujar Ariel.


Aditya, Randy dan Ariel berlari masuk ke rumah Cyntia, begitu juga Elea dan Cahya. Cahya berlari sambil memanggil nama Kyros dan mulai menangis, dia takut Cyntia akan melakukan sesuatu yang buruk pada bayinya.


"Jangan mendekat.....!!!! Atau aku akan langsung menjatuhkan bayi ini dan kepalanya akan langsung pecah" Cyntia mulai mengancam yang membuat polisi dan Aditya menghentikan langkahnya.


"Nona Cyntia, tolong lepaskan bayi itu...!" Pinta Salah seorang polisi.


"Cyntia, tolong kembalikan bayiku.....!!" Cahya berteriak dan tangisnya pecah. Cahya bisa melihat Kyros terlihat lemah dan matanya sayu.


"Cyntia, ada banyak polisi disini, lebih baik kau menyerah dan kembalikan anakku, atau mereka akan menembakmu" Kini giliran Aditya yang memintanya.


Tawa Cyntia pun terdengar menggema, lalu pandangannya tertuju pada Aditya. "Tembak saja, dari manapun mereka menembakku saat itulah aku akan melepaskan peganganku pada bayi ini, dia jatuh dan akan mati saat itu juga, ayo lakukan saja.....!"


"Pak, tolong jangan lakukan apapun yang bisa membahayakan putraku" Gumam Aditya pelan pada polisi yang ada di sebelahnya.


"Tenang pak Aditya, kami tidak akan melakukannya, kita harus bernegosiasi dengannya" Polisi itu kemudian menyuruh temannya untuk memberitahu kepada yang lainnya agar tidak melakukan apapun karena ada ancaman dari Cyntia.


"Cyntia, kenapa kau melakukan ini lagi kepadaku dan keluargaku? Bukankah urusan kita sudah selesai? Kau dihukum karena perbuatanmu sendiri, lalu kenapa kau masih dendam kepadaku? Harusnya kau bisa menyadari semua kesalahanmu!"


"Diamlah kau Aditya....!!!! Kau bilang urusan kita sudah selesai??? Tidak....!!! Ini belum selesai sebelum aku bisa melihat kehancuran keluargamu, kau sudah menghancurkan kebahagiaanku bersama Theo, apa kau lupa dengan semua perbuatanmu saat pernikahanku, setelah aku di penjara, suamiku meninggalkanku, sekalipun dia tidak pernah datang menjengukku, bahkan ku dengar kau juga sudah menjebloskannya ke penjara, kau merenggut semua kebahagiaanku Aditya, aku sangat mencintai Theo tetapi karena ulahmu dia meninggalkanku bahkan sampai detik ini aku tidak pernah tahu keberadaannya padahal aku sangat mencintainya, hidupku seluruhnya sudah hancur karenamu maka aku juga harus menghancurkanmu, kau pasti akan hancur saat melihat anakmu ini mati di tanganku"