I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
.



"Eeehhh... Itu seperti nya uncle Vitto....!" Gienka menunjuk ke arah pintu kedatangan.


"Iya itu uncle Vitto... "


Gienka dan Kyros berjalan menuju pintu kedatangan. Gienka melambaikan tangan nya dan memanggil nama Vitto. Di belakang Vitto, ada Sanne dan juga Mama nya, yaitu Rana, dan ternyata sepupu Sanne juga ikut, yaitu Vineet. Keponakan Papa nya Sanne, anak dari Vino dan Arindah.


"Uncle Vit.....!!! Sanne... Aunty Rana...!!!" Panggil Gienka. "Ehh itu ada Vineet.... "


Ketiga nya pun tersenyum ketika melihat Kyros dan Gienka. Mereka mempercepat langkah nya untuk menghampiri kedua nya. Kyros dan Gienka menyalami Vitto dan Rana. Gienka juga memeluk Sanne dan Vineet, merindukan sahabat nya itu.


"Maaf lama ya kalian menunggu???" Tanya Vitto.


"Ah tidak Uncle... Kami sangat mengerti kalau banyak yang harus di urus setelah mendarat... " Jawab Kyros.


"Kami jadi merepotkan kalian... "


"Tidak sama sekali... Gie senang sekali saat Kyra memberitahu jika kalian datang kesini, Gie jadi tidak kesepian di rumah sendiri saat Ky pergi bekerja..."


Rana tersenyum. "Padahal kami sudah ingin memesan hotel, tetapi Apap kalian memaksa dan menyuruh kami menginap di rumah kalian..."


"Apap memang benar, lebih baik tinggal bersama kami... Mari kita ke rumah...." Ajak Kyros. Mereka kemudian berjalan keluar, dan Kyros bergegas menuju area parkir dan mengambil mobil nya.


"Kenapa tidak bilang kalau Vineet ikut???" Tanya Rana pada Sanne.


"Mendadak Kak... Tiba-tiba Vineet ingin ikut..."


"Uncle Vino dan Aunty Arindah kenpa tidak ikut juga???"


Gienka tertawa. "Dasar... Nanti kita jalan-jalan dan shoping ya??? Eh itu mobilnya... "


Mobil Kyros mendekat, dan mereka memasukkan koper ke bagasi lalu masuk ke dalam mobil.


"Kau tidak kerja Ky???" Tanya Vitto.


"Kerja Uncle, masuk siang... Ky ijin setengah hari.." Jawab Kyros.


" Kau kenapa ijin bekerja hanya untuk menjemput kami???? Harusnya kau tidak perlu repot-repot, kami bisa naik taksi, dan sekali lagi maaf, Tiba-tiba uncle harus merubah jadwal kedatangan uncle kesini, yang harusnya beberapa hari ke depan, jadi uncle percepat...! Karena ada perubahan jadwal pertemuan dengan kolega uncle...."


"Ah tidak masalah uncle, kami justru senang... Dan kami harap uncle, aunty dan juga Sanne serta Vineet nanti betah tinggal di rumah kami...."


"Kami pasti betah sekali..." Ujar Vitto.


"Neet.... Bagaimana kuliahmu???" Tanya Gienka.


" Lancar kak... Baru selesai sidang... Itulah kenapa aku merasa sudah sedikit bebas... " Jawab Vineet.


"Wah syukurlah.... Terus-terus mau langsung kerja atau mau lanjut langsung S2???" Tanya Gienka lagi.


"Langsung S2 sih kak, biar sekalian belajarnya, nangung nanti kalau berhenti dan kerja dulu... Tetapi kalau kuliah S2 sambil kerja juga lebih bagus sih... "


"Itu benar sekali... Trus mau lanjut dimana???"


"Aku ingin sekali kuliah di luar kak, tapi????? Papa lagi-lagi tidak mengijinkannya dan memintaku kuliah di Jakarta saja, di kampus yang sama... Tetapi aku sedang coba bernegosiasi dulu, berharap Papa setuju... Aku juga ingin tahu rasanya kuliah di luar negeri, sekaligus tambah pengalaman... " Ujar Vineet. Sebenarnya sejak dulu dia ingin kuliah di luar negeri bahkan ingin tinggal bersama Sanne dan Om serta tante nya juga Opa nya di Paris. Tetapi Papa nya melarangnya, dan menyuruhnya kuliah di dalam negeri saja. Dan akhirnya Vineet berkuliah di salah satu universitas terbaik di Indonesia, dan mengubur mimpi nya kuliah di luar negeri. Kedua orang tua nya sangat protektif, dan terkesan tidak bisa membiarkannya untuk jauh dari mereka. Ya, Vineet tahu apa yang mendasari hal itu, dan dia sangat mengerti serta memilih menurut kepada kedua orang tua nya. Karena mereka begitu terluka akan kejadian di masa lalu yang meninggalkan luka begitu dalam bahkan hingga saat ini, sehingga mereka tidak ingin itu terulang lagi.