I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 224



Melihat kedatangan Ariel, Cyntia langsung mundur beberapa langkah, begitu juga dengan Mama nya. Ariel terus melangkah mendekat dan tersenyum mengejek ke arah Cyntia. "Apa yang kau lakukan disini????" Tanya Ariel.


Dan beberapa detik kemudian, seseorang berlari dari belakang Ariel. Dia ternyata adalah Randy. Tadi Randy akan ke rumah Ariel, dan saat sampai di depan gerbang, Randy melihat mobil Ariel yang ternyata akan keluar dari dalam. Ariel kemudian mengajak Randy untuk ikut bersama nya untuk membantu nya menyelesaikan masalah besar, dan alhasil, Randy pun ikut Ariel, meskipun tidak tahu masalah besar apa yang akan di selesaikan oleh Ariel. Kali ini Randy justru di kejutkan dengan keberadaan Cyntia di rumah Axel. Sebenarnya Randy tidak tahu jika ini adalah rumah Axel, tetapi dia melihat sebuah figura besar yang ada di tembok berisi foto Axel dan keluarga nya.


Cyntia menelan ludahnya menatap ke arah Ariel dan Randy. ingatannya kembali ke beberapa tahun silam dimana Ariel bersama dengan Aditya dan juga Randy telah membuatnya di penjara selama bertahun-tahun. Ketiga sahabat itu sepertinya selalu kompak dalam segala, termasuk menyeretnya ke penjara hingga dua kali, juga mereka tidak segan menyakiti beberapa orang bayarannya, dengan menyilet wajah mereka sebelum akhirnya di masukkan ke penjara. Hal itu juga mereka lakukan kepada Theo. Mereka bertiga adalah laki-laki yang kejam dan tidak pernah main-main dalam segala hal. Setelah sekian lama, Cyntia kembali lagi di pertemukan dengan Ariel serta Randy, dan sebelumnya juga bertemu dengan Aditya.


"Apa yang kau lakukan disini????" Teriak Ariel membuat Cyntia bergidik.


"Aku mencari putriku....!!!" Jawab Cyntia mencoba tidak takut.


Ariel terkekeh. "Kalau kau bertamu di rumah seseorang biasakan untuk bersikap sopan... Dan sudah dikatakan jika tidak ada siapapun di rumah ini selain hanya Lexy, tetapi kau menyerobot masuk dan mengacak-acak seluruh rumah, mencari apa yang memang tidak ada disini.. Kau sudah terlalu lama hidup tanpa otak, seharusnya kau beli lah otak sapi atau otak babi di pasar, dan masukkan ke dalam tempurung kepala mu yang kosong dan tidak ada otaknya itu, supaya kau memiliki otak lagi dan bisa berpikir....!" Ucap Ariel.


Cyntia memandang sinis Ariel. Lelaki di depannya itu memang sejak dulu mulutnya tidak bisa di jaga, dan selalu berucap dengan kata-kata yang jahat. "Aku bilang aku ingin mencari putriku... Axel pasti sudah mempengaruhi nya hingga dia kabur dari rumah.... Dan aku yakin Axel pasti menyembunyikan nya..."


Ariel kembali terkekeh dan bibirnya berdecap mengejek Cyntia. "Darimana kau punya keyakinan bahwa putrimu di sembunyikan oleh Axel??? Kau terlalu percaya diri dan mengadi-ngadi Cyntia.. Hahaha... Axel sudah memiliki calon istri, untuk apa dia menyembunyikan putrimu??? Kisah cinta mereka sudah berakhir sejak lama... Dan Axel juga sudah tidak peduli lagi dengan putrimu..."


"Kau harusnya sadar diri, putrimu seperti ini adalah pasti karena ulahmu sendiri, dulu mereka saling mencintai, dan akibat keegoisan mu, kau malah memisahkan mereka... Axel sudah move on, tetapi tidak dengan putrimu, lalu kau ingin menyalahkan Axel??? Memang kau tidak punya otak??? Selalu saja melempar kesalahan pada orang lain... "


Cyntia menatap sinis Ariel. Lelaki ini benar-benar selalu saja menarik gara-gara dengannya. "Ini bukan urusanmu, jadi lebih baik kau diam saja.... " Ucap Cyntia.


Randy pun berjalan menghampiri Ariel yang ada di depannya. "Cyntia...!!!" Panggilnya. "Kau itu sudah berumur, begitu juga ibumu yang sudah bau tanah... Kalian itu seharusnya sadar diri, perbanyaklah bertobat, bukan malah bertingkah seperti ini.... Apa kau ingin lagi merasakan dinginnya jeruji besi untuk ketiga kali nya karena ulahmu????" Ancam Randy. "Jika kau ingin merasakannya lagi, akan sangat mudah bagi kami untuk menyeret mu kesana lagi.... Dulu Aditya sudah pernah memperingatkan mu agar kau bisa menjaga sikapmu dan tidak lagi mengusik keluarga nya... Axel sudah jadi bagian dari keluarga nya, jadi kau jangan coba-ciba bermain lagi dan mengusik keluarga Aditya dengan kegaduhan seperti ini..." Lanjut Randy lagi.


Ariel melempar senyum. "Benar sekali Dan, seperti nya wanita gila ini sudah melupakan semua ancaman Aditya... Hahaha...!" Ariel mengangkat tangannya dan melihat jam tangannya. "Aditya sedang dalam perjalanan kesini, seorrtinya kita harus menahan ibu dan anaknya yang gila ini sampai Aditya datang....! Sudah lama sekali kita berdua tidak menonton drama cutter meng cutter, akan seru sekali jika mereka berdua mendapatkan luka dalam dari pisau cutter milik Aditya... Hahah... "


"Kau benar sekali Iel.... Kita sudah begitu lama tidak melihat hal itu, dan itu adalah tontonan yang sangat menyenangkan. Apalagi kali ini penerannya adalah dua wanita gila...!" Randy menimpali.


"Lihatlah Ran, betapa bodohnya mereka berdua... Datang kesini mencari anaknya, menuduh Axel yang menculiknya, dan mengacak-acak rumah ini tanpa tahu bahwa sebenarnya anaknya itu sedang berada di luar kota... Kyra memberitahuku, jika tadi Celia baru saja datang bersama Theo ke tempat latihan Axel, dan kedua cecunguk ini malah menggila dan mengacau di tempat ini... Entah kita harus menyebut mereka berdua apa??? Bodohnya atau Tolol....??? Hahaha.... " Ariel menertawakan Cyntia dan Mama nya. Sebenarnya sebagai seseorang yang jauh lebih muda, Ariel tidak ingin mengatai Mama Cyntia. Akan tetapi nenek tua itu, sejak dulu tidak pernah berubah, dan sekarang malah ikut mengacau dengan Cyntia. Padahal seharusnya dia memberikan nasehat pada Cyntia agar bersikap baik, tetapi malah menjadi kompor untuk anaknya itu, sehingga jadilah Cyntia seperti saat ini.


"Celia bersama Theo????" Tanya Cyntia.


"Kenapa kau terkejut sekali...??? Dia bersama Ayahnya, dia kesana pasti merasa jika Ayahnya adalah tempat terbaik untuknya pulang, di bandung harus dengan kalian berdua yang tidak memiliki otak...!" Ucap Ariel masih dengan suara yang terdengar mengejek.


Cyntia menoleh ke arah Mama nya. Dan Mama nya menganggukkan kepala. Mereka pun hendak pergi tetapi langsung di tahan oleh Ariel dan Randy.


"Eeehhhh eeehhh ehhh... Mau kemana nyonya Cyntia dan juga kau ibu Tua?????" Tanya Randy dan menahan kedua wanita itu agar tidak pergi sambil menghalangi jalan keduanya.