
"Apa dia sudah tidur????" Tanya Axel yang masuk ke kamar yang ada di pesawat pribadi keluarga istrinya. Kyra tampak berbaring miring memegang botol susu yang sedang di minum oleh Athan yang sudah terlelap. Mereka sekarang sedang dalam perjalanan menuju Amerika. Selain untuk jalan-jalan, juga untuk mengunjungi Kyros dan Gienka. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu, mengingat Kyros juga tidak bisa libur untuk pulang ke Indonesia.
"Baru saja... " Jawab Kyra setengah berbisik.
Axel mendekat dan melepas sepatu nya lalu naik ke tempat tidur dan berbaring disebelah Athan. Axel membelai kepala putranya dengan lembut. Axel Athan Sahasya, itulah nama yang dia dan Kyra berikan untuk anak mereka. Nama itu memiliki arti yang begitu bermakna, Axel di ambil dari nama Axel sendiri yang memiliki arti Karunia dari Tuhan, sedangkan Athan memiliki arti Keabadian, kemudian Sahasya di ambil dari nama keluarga Kyra yang artinya adalah Pesona ataupun berkharisma. Sehingga jika di gabungkan akan menjadi Karunia Tuhan yang Abadi dan Mempesona.
Athan lahir secara normal dengan berat 3.1 Kilogram dengan panjang 49cm. Kyra hamil di usia pernikahan 3 bulan. Usia Athan hampir memasuki 2 tahun beberapa bulan lagi. Dan dia sudah bisa berjalan dan mulai cerewet berbicara. Axel dan kyra tidak berhenti bersyukur. Kehadiran Athan membawa banyak kebahagiaan di keluarga mereka. Athan menjadi kesayangan semua orang di rumah, dan selalu jadi hal pertama yang di tanyakan oleh Gienka dan Kyros ketika mereka menghubungi Kyra ataupun Axel.
Kyra belajar menjadi ibu yang baik untuk Axel. Meskipun dia juga disibukkan dengan pekerjaannya di kantor, tetapi kehadiran Cahya juga cukup membantu Kyra untuk mengurus Athan. Kyra sempat berhenti dari kantor selama satu tahun dan berdokus mengurus Athan di rumah, tetapi kemudian dia kembali lagi bekerja dengan di temani Cahya, membawa Athan ke kantor. Kyra tidak ingin melewatkan waktu nya untuk bisa terus melihat perkembangan anaknya. Sedangkan Axel berasal di luar kota untuk pekerjaannya dan akan pulang pada saat weekend atau libur panjang. Axel selalu berusaha meluangkan waktu liburnya dengan baik untuk bisa menghabiskan waktu bersama Kyra dan Athan. Dan jika dia tidak bisa pulang, maka Kyra dan Athan yang akan datang menemui nya.
Axel juga selalu meluangkan waktunya beberapa bulan sekali mengajak Kyra dan Axel pergi liburan. Entah sekedar pergi ke dalam negeri saja atau pergi ke luar negeri
Axel melakukan itu untuk semaakin mempererat hubungannya dengan istri dan Anaknya. Dan bisa menikmati waktu kebersamaan lebih maksimal.
Axel merasa senang dan bangga, Kyra bisa menjalankan tugasnya dengan baik sebagai seorang istri dan seorang ibu. Kyra tetap mengutamakan keluarga dan baru pekerjaannya. Kyra tahu tanggung jawab yang harus di lakukannya, dan dia tidak pernah berat sebelah. Kyra memiliki segala yang di inginkan seorang suami, cantik dan bertanggung jawab.
Axel meraih jemari Kyra dan mengecupnya. "Terima kasih selalu menjadi ibu yang luar biasa.... Tidak pernah mengeluh dan selalu menikmatinya... " Gumam Axel.
Kyra tersenyum. "Kenapa aku harus mengeluh????? Ini sudah jadi tugasku... Aku juga berterima kasih kepadamu, karena kau sudah jadi ayah yang luar biasa untuk Athan, kau adalah superhero nya.. "
"Superhero seorang anak adalah ibunya, karena sudah berjuang melahirkannya, membawa perut besarnya ke mana-mana saat hamil, dan ada selalu bersama nya ketika dia lahir sampai sekarang, perjuanganmu yang tidak ternilai.."
"Apa nanti kau ingin bayi lagi??? Atau hanya ingin Athan saja???" Tanya Kyra.
"Memangnya kau sudah siap punya lagi...???" Axel bertanya balik.
Kyra menggeleng. "Tidak untuk sekarang...!!! Aku saja baru kembali ke kantor... Aku bertanya apakah nanti kau ingin bayi lagi atau tidak???"
"Terserah kau saja, kau yang hamil, kau juga yang melahirkan, yang tahu rasanya bagaimana adalah dirimu, kalau kau ingin adik untuk Athan tentu aku juga akan mau-mau saja.. "
"Menurutmu Athan akan jadi sepertimu atau jadi pewaris HS Enterprise??? Hahahaha.. "
"Aku tidak tahu dan belum bisa menilai karena dia masih terlalu kecil, ketika nanti dia sudah sedikit besar atau mungkin sekitar 6 tahun biasanya bakatnya sudah mulai terlihat... Aku sih tidak masalah dia ingin jadi seperti aku ataupun seperti kau yang terjun ke dunia bisnis, karena anak-anak punya keinginannya sendiri-sendiri, orang tua yang baik adalah yang selalu mendukung mereka.. Lihat saja Kyros, sejak dulu Apap tidak pernah memaksanya untuk menjadi seperti beliau, Apap membiarkan Kyros memilih jalannya sendiri, dan kau sendiri juga tidak pernah di paksa oleh Apap dan Amam untuk bisa jadi pebisnis, mereka membiarkan kalian berkembang dengan tujuan dan keinginan kalian sendiri.. Aku pun berharap kita juga nanti bisa menjadi orang tua yang tidak egois terhadap Anak.." Ujar Axel.
"Itu memang benar, selain itu kita juga harus mengajarkan Athan agar menjadi anak yang tidak manja, dan harus selalu rendah hati, itu yang sejak dulu Amam dan Apap ajarkan padaku dan juga Ky... "
Axel mengangguk dan kembali mencium tangan Kyra dengan lembut. "Kau benar, jangan sampai kita salah mendidik anak yang justru akan menjerumuskan mereka pada kesalahan yang akan kita sesali selama nya.. "
"Kau tahu kenapa aku ingin sekali kita pergi mengunjungi Kyros dan Gienka????" Tanya Kyra.
"Karena mereka berdua merindukan Athan kan???" tanya Axel balik.
Kyra menggelengkan kepala nya. "Ada hal lain nya sebenarnya selain yang satu itu."
"Apa????" Tanya Axel lagi.
"Kyros memberitahuku, sudah lama sebenarnya tetapi aku tidak mengatakan ini pada siapapun termasuk Amam.. Gienka sering sekali mengeluh pada Ky tentang anak, Gienka sangat sedih sekali karena sampai sekarang dia tidak juga hamil, dan beberapa kali sudah melakukan pemeriksaan tetapi hasilnya selalu bagus-bagus saja, Gienka bingung kenapa dia tidak juga hamil.. aku jadi merasa bahwa dia pasti memendam kesedihan yang dalam serta ketakutan terhadap sesuatu, dan itu berhubungan dengan kondisi nya yang tidak kunjung hamil... "
"Dihhh kau ini bagaimana??? Apa kau lupa bagaimana dulu Uncle Iel berpisah dengan Aunty Elea??? Gienka pasti memiliki trauma dengan kejadian itu, dia pasti takut Kyros akan melakukan hal yang sama seperti Uncle Iel.."
"Ah iya ya, tapi kan Ky tidak mungkin akan mengkhianati Gienka sayang.."
"Ya itu dia, aku pun sangat yakin, Kyros tidak akan pernah melakukan hal seperti itu, mengingat Ky sangat mencintai Gienka... Ketakutan Gienka ya wajar saja sebenarnya tetapi kalau berlebihan yang ada dia malah stres dan itu justru berpengaruh pada hormon nya.. Aku ingin berbicara dari hati ke hati dengannya nanti, aku juga tidak bisa melihat sahabatku seperti itu terus menerus.. "
"Baguslah, kau memang harus berbicara dengan Gienka, dia juga pasti butuh teman mengobrol, dan kau orang nya.. " Gumam Axel.