I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 91



Sedangkan hubungannya dengan Kyros masih sama seperti dulu yaitu tetap bersahabat sampai sekarang. Tetapi perasaan mencintai Kyros tetap masih Gienka pertahankan hingga detik ini, tidak pernah ada laki-laki lain yang ada di hati nya selain Kyros. Meskipun Gienka tidak bisa memungkiri bahwa saat dia berkuliah di Inggris ada banyak teman-temannya yang menaruh hati kepada nya tetapi Gienka selalu mengabaikan mereka dan hanya menganggapnya sebagai teman saja. Gienka benar-benar tidak bisa melepaskan cinta nya pada Kyros, entah karena dia termakan oleh janji lelaki itu atau entah karena faktor apa, yang jelas cintanya selama ini hanya untuk Kyros seorang.


Yang Gienka tahu sampai sekarang Kyros juga tidak pernah memiliki pacar dengan alasan bahwa lelaki itu terlalu sibuk dengan kuliahnya di bandingkan harus menjalin hubungan yang tidak terlalu penting. Itu juga alasan kenapa Gienka selalu mengyrungkan niatnya untuk mengatakan perasaannya pada Kyros, takut justru akan sakit hati ketika lelaki itu memilih menolaknya. Lebih baik dia menyembunyikan sendiri perasaannya pada Kyros, setidaknya itu tidak terlalu menyakitkan hatinya, di banding harus mengungkapkan tetapi ujung-ujungnya di tolak.


Sejak Gienk tinggal sendiri disini dan merindukan Kyros, dia memilih mengobrol sendiri dengan foto Kyros, mengungkapkan kerinduannya. Dulu ketika masih tinggal bersama Kyra di Inggris, Gienka hanya melihat foto Kyros di ponselnya dan berbicara di dalam hati ketika sedang merindukan lelaki itu. Gienka tidak berani memajang foto Kyros di kamarnya, tetapi karena sekarang dia tinggal sendiri, maka dia meletakkan beberapa foto Kyros, baik lelaki itu sendirian atau foto bersama nya. Itu adalah ungkapan besarnya cinta yang di miliki Gienka pada Kyros.


Lamunan Gienka di buyarkan oleh suara ponselnya yang berdering. Dia menggapai tas miliknya sambil tetap berbarin di tempat tidur. "Axel...????" Gumam Gienka ketika mengetahui nama Axel yang saat ini menghubunginya. Sudah sekitar dua minggu Axel tidak menghubungi nya. Gienka merasa kesal sekali terhadap temannya itu mengingat Axel baru saja memiliki seorang kekasih, dan lelaki itu langsung melupakannya dan sibuk dengan kekasihnya. Kali ini dia akan memarahi Axel.


"Hallo.... Siapa ya???" Tanya Gienka pura-pura.


"Elleeeh Gie.... Berhentilah berpura-pura...!" Protes Axel.


"Maaf ya??? Anda siapa??? Kenapa menghubungi saya???" Tanya Gienka lagi.


"Gie.... Yang benar saja??? Kau menghapus kontak ku ya??? Jahat sekali... Ini aku Gie, Axel....!"


"Axel siapa??? Maaf ya tidak kenal...!"


"Gienka.... Berhentilah menggodaku...!"


"Menggodamu??? Aku??? Aku menggidamu??? Yang benar saja...!!"


Seolah mengerti kemarahan dari Gienka, Axel pun lekas meminta maaf karena beberapa hari ini tidak menghubungi nya. Axel beralasan jika dia sibuk dengan kuliahnya hingga tidak sempat menghubungi Gienka.


Dan tentu saja Gienka tidak mau menerima permintaan maaf Axel kemudian memarahi lelaki itu dengan mengatakan bahwa Axel sudah melupakan dan mengabaikannnya setelah memiliki kekasih. Gienka benar-benar memarahi Axel habis-habisan sedangkan Axel memilih diam mendengarkan omelan dari temannya itu karena dia memang mengaku salah pada Gienka, tetapi tidak bermaksud untuk mengabaikannya atau melupakannya. Hanya saja, Axel memang sibuk dengan kuliahnya.


"Ayolah Gie....!! Please maafkan aku... Kalau kau marah seperti itu aku takut sekali... Please... Please... Please....???"


"Oke.. Oke... Aku memaafkanmu tetapi kau harus berjanji untuk tidak lagi mengabaikanku...!"


"Ya aku janji... Maaf ya???"


"Oke... Aku memaafkanmu...! Sekarang katakan, apa yang membuatmu meneleponku???" Tanya Gienka.


"Tidak ada... Aku hanya sedang ingin mendengar suaramu saja...!"


"Eeemmmmm.... Sekarang aku jadi nomor dua untukmu... Katakan lagi, apa kau tidak sedang jalan-jalan dengan Celia kekasihmu yang super unyu itu???"


Axel terkekeh. Mengingat Celia perasaannya menjadi teduh. Gadis itu adalah gadis yang lugu, cantik dan juga sangat menggemaskan. Celia beberapa tahun di bawahnya sehingga wajahnya masih imut, dan gadis itu sangat menyenangkan juga apa adanya. Itulah yang membuat Axel jatuh cinta padanya. Celia cantik dan manis, juga lemah lembut.


"Tidak... Lagipula disini sekarang jam berapa Gie??? Masa iya aku bersama Celia pada subuh-subuh seperti ini... Mungkin di tempatmu sekarang sore hari, tapi berbeda dengan disini.. Aku saja baru bangun tidur...!"


Gienka tertawa. "Hahaha iya iya... Lupa...!"


"Hehehe... Btw aku juga ingin berkenalan dengan Celia, sekali-kali bolehlah kau ajak dia melakukan panggilan video denganku.' Ujar Gienka seraya mengedipkan matanya.


"Tidak....! Aku tidak mau kau membongkar banyak rahasiaku padanya, bisa bahaya..."


"Issshhhhh...." Gienka mendesis dan mamandang jengkel Axel. "Memang aku harus mengatakannya, karena ku pikir Celia telah masuk ke dalam perangkapmu... Kau tidak sebaik yang dia pikir... Hahahaha..."


"Kau menyebalkan sekali.... Bagaimana keadaanmu??? Apa kau masih merasa kesepian???" Tanya Axel.


"Aku mencoba menikmati hariku dengan baik..." Gumam Gienka.


"Kau pasti merindukan Kyros ya??? Hahahaha kasian sekali dirimu..." Ejek Axel.


"Aku akan segera mencari waktu untuk menemui nya.."


Axel terkekeh. "Kau memang pantang menyerah untuk urusan asmara, btw Gie, nanti aku telepon lagi ya??? Perutku mulas, bye....!" Axel langsung menutup panggilannya dan berlari ke kamar mandi.


Gienka mengernyit dengan sikap Axel yang sejak dulu tidak pernah berubah. Bisa-bisa nya dia menutup telepon begitu saja karena alasan sakit perut.


Gienka tiba-tiba tersenyum, dia sedang mengingat Kyros tadi dan kenapa sekarang tidak menelepon lelaki itu saja. Hari ini Kyros tidak ada jadwal kuliah dan bisa jadi Kyros juga sedang tidak sibuk. Gienka langsung mencari kontak Kyros di ponselnya kemudian menghubungi lelaki itu.


Kyros masih dalam perjalanan menuju apartemen Zayan. Dia mengambil ponsel dari saku nya ketika mendengar ponsel itu berbunyi. Senyumnya tersungging ketika nama Gienka terpampang di layar, gadis itu melakukan panggilan video. "Hai Gie....!" Sapa Kyros.


"Hai.... Eh kau sepertinya berada di dalam mobil??? Kau mau kemana???"


Kyros tersenyum. "Aku sekarang ada di Toronto..!"


"Toronto???? Kanada??"


"Iya... Aku akan mengunjungi rumah temanku besok, dan sekarang aku sedang menuju apartemen Zayan, dia memintaku menginap disana sebelum besok aku ke tempat temanku...!"


"Astaga... Hahahaha Kau tidak mengajak Kyra??" Tanya Gienka.


Kyros menggeleng kemudian menjelaskan jika hari ini Kyra ada kuliah dan dia juga tidak bisa mengajaknya karena Kyra juga tidak mungkin mau pergi, apalagi Kyros akan menemui temannya laki-laki.


"Ah benar juga sih... Ya sudah nikmati perjalananmu ya?? Aku mau mandi lalu makan... Lapar sekali karena aku baru pulang dari kampus...!"


"Baiklah... Mandi lalu makan, aku akan menghubungimu nanti jika sudah sampai di apartemen Zayan, bye Gie...!"


"Bye Ky..." Gienka menutup panggilan videonya. Senyumnya tersungging lagi, bisa melihat wajah Kyros membuat rindu nya sedikit terobati.