I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 290



Malam harinya.....


"Tadi aku bertemu dengan Camilla.. " Gienka membantu Kyros melepaskan jas nya. Suami nya baru saja kembali dari kantor.


Kyros membalikkan badan dan memandang Gienka. "Bertemu Camilla???? Aku sudah bilang jangan menemui nya.. Kau ini kenapa???" Tanya Kyros.


"Aku bertemu di lift, dia akan keluar dan aku akan masuk... Tidak sengaja... " Jawab Gienka.


"Lalu???"


"Dia mengejarku, dan mengajakku berbicara.... Aku sudah berusaha menjauhi nya karena aku ingat dengan oesanmu tetapi dia terus mengejarku, sehingga terpaksa aku meladeni nya... Dia ingin mengajakku pergi keluar atau kalau mau bicara di apartemen, tetapi aku tentu saja menolak.. "


"Apa yang dia bicarakan denganmu???" Tanya Kyros lagi.


"Minta maaf, tapi aku bisa pastikan tidak ada ketulusan di mata nya, aku tidak tahu kenapa, tetapi dia masih menyebalkan seperti sebelumnya.... "


"Besok kita pulang ya??? Aku tidak mau ada hal buruk terjadi lagi.. " Kyros mengusap kepala Gienka dengan lembut. Menatap istrinya begitu dalam. Dia kemudian memegang kedua jemari Gienka dan mengecupnya. "Kau hidupku, aku tidak bisa melihatmu terluka atau tersakiti, cukup itu saja, dan jangan lagi terjadi.... Aku masih sangat takut melihatmu terkapar di pantai dengan mulut berdarah, tubuhmu kaku, rasanya hidupku berhenti saat itu juga. Aku tidak berhenti bersyukur kepada Tuhan saat tahu bahwa kau di nyatakan baik-baik saja, jadi aku mohon jangan pernah lagi seperti itu..? Aku tidak bisa hidup tanpa mu, kau pasti tahu itu kan???"


Gienka melempar senyumnya yang cantik. "Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, dan aku akan lebih berhati-hati... " Gienka memeluk Kyros. "Aku juga mencintaimu dan tidak bisa tanpamu.. "


★★★★


Beberapa hari kemudian........


Kyros dan Gienka keluar dari mobil, mereka tadi di jemput oleh supir di bandara dan sekarang baru saja sampai di rumah Kyros. Mereka akhirnya sampai di Jakarta untuk bersiap menghadiri acara pernikahan Kyra dan Axel beberapa hari lagi. Tidak banyak koper yang mereka bawa, hanya dua koper kecil berisi pakaian Kyros dan beberapa oleh-oleh untuk orang di rumah. Gienka bahkan hanya membawa dua pakaian saja karena Gienka ingin saat kembali nanti membawa pakaiannya dan barang miliknya yang masih ada disini.


Mereka berjalan masuk ke dalam rumah dan langsung di sambut oleh Oma dan Opa Kyros, yaitu nyonya dan Tuan Harry Sahasya. Kyros dan Gienka menyalami kedua nya. Kyros memeluk Opa nya dan Gienka memeluk Oma Kyros. "Ahhh akhirnya kalian datang juga... Oma sangat merindukan kalian berdua... " Ucap Nyonya Harry.


"Kami juga sangat merindukan Oma dan juga Opa... Kok sepi??? Sedang di kantor semua ya???" Tanya Kyros.


"Apap mu ada meeting penting, sedangkan Amam mu dan juga Kyra pergi untuk fitting gaun pengantin Kyra, mereka sudah dalam perjalanan pulang... Maaf ya kalian jadi hanya di jemput oleh supir... " Ucap Nyonya Harry.


Kyros tersenyum. "Tidak apa-apa, Apap sudah memberitahu jika tidak bisa menjemput.. "


"Dia juga akan pulang sebentar lagi, sekarang kalian lebih baik ke kamar dan beristirahat. Tadi pagi kamar kalian sudah di rapikan dan sprei nya di ganti baru, jadi bisa kalian tempati dengan nyaman. Oma juga akan menyuruh Tina untuk membuatkan jus lemon dan mengantar ke kamar kalian.. "


"Iya Ky, Gie, kalian istirahat dulu, pasti lelah setelah perjalanan jauh.. " Sahut Tuan Harry.


Kyros dan Gienka mengangguk. Mereka kemudian berpamitan ke atas ke kamar mereka untuk beristirahat. Kyros dan Gienka masuk lift dan naik ke lantai empat dimana kamar Kyros berada. Sudah lama sekali Kyros tidak menghuni kamarnya dan akhirnya dia bisa pulang lagi bersama Gienka.


Pintu lift terbuka dan keduanya keluar, bergegas menuju ke kamar Kyros yang ada di bagian rooftoo yang ada di luar bersebelahan dengan kolam renang.


"Ahhh kembali lagi kesini akhirnya...!! Senangnya.... " Ucap Gienka.


"Kau senang sekali dan itu terlihat dari wajahmu.." Kyros membuka pintu dan mereka berdua masuk ke kamar. Senyumnya mengembang karena tidak ada yang berubah dari kamar ini, suasana nya sama, bau nya hingga barang-barang yang ada di dalamnya masih sama. Tetapi ada satu perbedaan yang emncolok, dimana sekarang terpajang sebuah bingkai foto besar di tembok, berisikan foto pernikahannya dengan Gienka.


"Ahhhh manis sekali.... " Gumam Gienka ketika melihat fotonya dan Kyros.


"Oke.... Aku mencintaimu... " Gienka mendaratkan kecupan di hobi Kyros dan melepaskan sepatu nya untuk kemudian pergi ke kamar mandi.


Kyros melepaskan jaketnya, juga sepatu nya. Dia membuka jendela kamarnya. Dia kemudian keluar dari kamar, berjalan berkeliling di rooftop rumahnya yang sudah berbulan-bulan dia tinggalkan. Ini sudah sore sehingga tidak begitu terik. Udara segar menerpa wajahnya. Dia benar-benar merindukan suasana rumahnya setiap hari. Karena tempat ini adalah tempat ternyaman menurutnya. Bisa berkumpul dengan keluarga adalah hal yang paling luar biasa, karena sudah lama sekali dia hidup di luar negeri sendiri, sehingga saat pulang seperti ini selalu jadi moment terbaik yang selalu Kyros tunggu-tunggu.


"Ky.....!!!" Teriak seseorang dari dalam. Kyros membalikkan badan dan mendapati Kyra dan Amam nya datang. Adiknya berlari dan langsung memeluk nya. "Aaahhhh kangen sekali... " Ucap Kyra.


Kyros membalas pelukan adiknya. "Aku juga kangen sekali padamu calon pengantin... "


"Dihhh... " Kyra melepaskan pelukannya. "Gienka mana???"


"Mandi, aku menyruhnya mandi.. " Ucap Kyros. Kemudian menyalami Cahya dan memeluk Amam nya begitu erat. "Aku sangat merindukan pelukan Amam.... " Gumamnya.


"Amam juga...!! Maaf kami jadi batal tidak bisa menjemputmu karena a tiba-tiba designer meminta Kyra datang untuk fitting terakhir, dan Amam harus mengantarnya.. "


"Tidak masalah Mam, di jemput supir juga tidak apa-apa.. Pada akhirnya kami sampai juga di rumah.."


Cahya tersenyum membalai kepala putranya. "Apap mu sudah dalam perjalanan kesini.. Ayo duduk, Amam masih sangat merindukanmu dan Gienka... "


"Kita berangkat ke Bali kapan???" tanya Kyros.


"Lusa... " Jawab Cahya.


"Oh iya Ky, ini untukmu dan Gienka.. " Kyra memberikan amplop kepada kakak nya.


"Apa ini???" Tanya Kyros.


"Buka saja, itu dari uncle Yongki.. Aku dan Axel juga mendapatkannya.. "


"Dari Uncle Yongki??? " Kyros membuka amplop itu dan ternyata berisi sebuah gambar. Kyrostahub ahwa itu adalah tempat terkenal di negara Yunani. "Santorini???? Kenapa uncle memberiku gambar Santorini???" Tanya Kyros bingung.


"Baca tulisannya di belakang.. " Pinta Kyra.


Kyros pun membalik kertas itu dan disana ada tulisan tangan. "Kyros dan Gienka keponakan Uncle tercinta, sebagai hadiah pernikahan kalian, nanti berangkatlah bersama Kyra dan Axel untuk berbulan madu di Yunani selama 3 hari di sebuah hotel yang punya viev bagus di Santorini, semoga suka... Uncle Yongki & Aunty Olivia" Ucap Kyros membaca surat dari Yongki.


"Uncle menyuruh kita ke Yunani???" Tanya nya tidak percaya.


Kyra mengangguk. "Ya, itu untuk hadiah pernikahan kita... 4 hari setelah pernikahanku, kita akan berangkat kesana dengan pesawat Apap... Kau sudah mengambil cuti mu jadi tidak akan ada masalah kan dengan pekerjaanmu???"


Kyros tersenyum. "Astaga..... Uncle baik sekali.."


Cahya tersenyum. "Kau terlalu sibuk hingga kau saja tidak pernah terpikirkan mengajak Gienka pergi berbulan madu, nikmati saja ini, Apap mu yang akan mengurus keberangkatan dan kepulangan kalian berempat nanti... "


"Gienka pasti senang sekali... " Gumam Kyros. "Aku akan berterima kasih dengan Uncle dan auntie nanti.. "


"Mereka akan menyusul ke Bali nanti, dan kau pasti akan bertemu dengannya.. " Ucap Kyra.