I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 104



Malam tiba....


Kyros mengajak pulang Kyra, Gienka dan Zayan. Kyros juga sudah memesan makanan untuk mereka santap bersama. Mereka sudah selesai jalan-jalan dan menikmati waktu bersama. Selama seharian menghabiskan waktu bersama dengan jalan-jalan keliling kota, makan es krim bahkan juga menonton film. Cukup melelahkan tetapi kepuasan jelas terlihat di wajah mereka berempat. Kyros menahan diri untuk tidak membicarakan hubungan Kyra dan Zayan. Dia membiarkan mereka berdua menikmati kebersamaan dan Kyros memilih untuk mengobrol dengan Gienka. Kyros bisa melihat adiknya nyaman saat bersama Zayan, dan kedua nya juga terlihat bahagia tertawa dan mengobrol bersama.


Sementara itu, Gienka juga merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Sudah lamaa dia tidak mengobrol dengan Kyros secara langsung dan sekarang dia bersama lelaki itu menghabiskan waktu bersama. Selain mengobrol, ternyata diam-diam beberapa kali Gienka mengambil foto Kyros dari berbagai sudut. Ada saat laki-laki itu sedang duduk, melamun menatap lurus ke depan, ada juga saat Kyros tertawa, fokus menyetir dan saat sedang berbicara. Foto itu akan menjadi koleksi Gienka, dia punya banyak sekali foto Kyros yang diam-diam di ambilnya ketika sedang bertemu laki-laki itu dulu, dan Gienka memiliki dua album foto berisi foto Kyros saja. Gienka selalu membuka dan melihatnya ketika dia sedang merindukan Kyros. Cintanya masih belum berbalas tetapi itu tidak membuat Gienka mengurangi rasa cintanya pada Kyros.


Kyros memarkir mobilnya dan yang lainnya turun. Bersamaan dengan itu, ada pengantar makanan yang datang. Kyros lekas mengambil dan membayarnya kemudian mengajak semuanya untuk naik ke unit nya. Zayan membawa kopernya karena dia akan tinggal bersama Kyros untuk beberapa hari ke depan selama liburan disini.


Sampailah mereka di apartemen Kyros. Makanan di bawa oleh Gienka dan bersama Kyra, dia akan menyiapkan piring dan lainnya di meja makan. Sementara Kyros mengajak Zayan untuk masuk ke kamarnya. "Letakkan kopermu disini dulu Zay, bereskan nanti saja.. Aku lapar sekali, kau juga pasti lapar, lebih baik kita makan dulu...! " Ucap Kyros.


. "Ya, aku juga lapar...! "


Kedua laki-laki itu keluar dari kamar menuju ruang makan, dan Gienka serta Kyra sedang menyiapkan piring dan gelas di meja makan. Mereka kemudian duduk bersama dan menikmati pasta bolognese yang tadi Kyros pesan.


"Besok kau akan mengajak ku dan Zayan jalan-jalan kemana Ky??? " Tanya Gienka.


"Kemana ya enaknya??? " Kyros berpikir.


"Kalian pergilah bertiga, aku ada kuliah pagi dan siang akan kembali karena hanya ada satu mata kuliah saja...! " Ujar Kyra.


"Kita menunggumu saja Ra...! " Sahut Gienka.


"Eh tidak apa-apa, kalian bertiga pergi saja, aku takut ada urusan mendadak di kampus dan justru membuat kalian menunggu, lebih baik kalian pergi bertiga saja...!"


"Kau yakin???" Tanya Kyros.


Kyra mengangguk dan tersenyum. "Ya.... Pergi saja, jika memang besok aku kembali sebelum siang aku akan menyusul kalian..! "


"Baiklah...! "


Mereka kembali melanjutkan makan malam bersama. Setelah makan malam dan mengobrol bersama, Kyros pun mengantar Gienka dan Kyra pulang ke apartemen Kyra. Meminta Zayan agar menunggu disini. Zayan tidak. masalah di tinggal Kyros mengantar Kyra dan Gienka, dia akan mandi lebih dulu.


Kyros berjalan di depan bersama Gienka, sedangkan Kyra bersama Zayan menuju pintu. "Mengobrol lah dengan Ky, aku sudah menceritakan tentang kita kepadanya, ambil hatinya agar dia mau menyetujui hubungan kita...! " Gumam Kyra pada Zayan dengan suara pelan.


Zayan menganggukkan kepala nya. "Aku mengerti, pulang dan beristirahatlah... kita bertemu lagi besok...! " Ungkap Zayan.


°^°^°^


Zayan selesai mandi dan dia juga sudah mengganti baju nya. Zayan menggosok-gosok kepalanya dengan handuk agar rambutnya lekas kering. Dia kemudian pergi keluar kamar dan ternyata Kyros sudah kembali dan sedang berbaring di sofa menonton televisi.


"Ky, kau sudah pulang???" tanya Zayan.


"Ya, aku langsung pulang setelah mengantar mereka...! Duduklah Zay...! " Perintah Kyros.


Zayan pun duduk di sofa tetapi dia terkejut ketika melihat apa yang ada di atas meja. Dimana disana berjejer beberapa botol minuman beralkohol. Zayan mengernyit, dan bertanya-tanya untuk apa ada botol-botol itu dan apa mungkin Kyros mengkonsumsi nya, karena selama ini yang Zayan tahu kYros tidak pernah meminum hal seperti itu. "Ky... Kenapa ada banyak minuman??? Ini milikmu??? " Tanya Zayan.


Kyros bangkit dan duduk. "Oh ini, temanku yang memberiku ini, tequilla... "


"Memangnya kau minum??? " Tanya Zayan lagi.


"Kadang-kadang saja jika ada jamuan makan malam, atau ada acara pesta, tetapi tidak pernah banyak, hanya satu sampai dua gelas saja.... Ini pemberian jadi aku tidak mungkin menolaknya, kau juga pasti pernah minum kan walau tidak banyak??? "


Zayan tersenyum. Dia tidak memungkiri jika dia sesekali juga minum alkohol meskipun tidak dalam porsi banyak dan hanya menghargai temannya saja ketika mereka menawarkan minum. Jika masih dalam batas normal tentu itu tidak akan jadi masalah.


Kyros mengambil sebotol dan menuang ke dua gelas, satu untuknya dan satu untuk Zayan. "Ini sedikit keras tetapi rasanya sangat enak, ini tequilla faforitku, cobalah...! " Kyros menyodorkan gelas berisi minuman berwarna putih bening itu kepada Zayan.


Zayan mengambilnya dan dia tidak mungkin menolak ajakan Kyros meskipun tahu jika kadar alkohol minuman ini cukup tinggi di banding yang biasa dia minum. Zayan mencium aroma nya kemudian menyesapnya perlahan untuk menikmati rasanya. Ini pertama kalinya dia meminum tequilla, biasanya hanya bir, Champagne dan juga wine.


Kyros melempar senyum. "Kenapa??? Kau tidak suka ya Zay??? Atau kau tidak pernah meminum Tequilla?? " Tanya Kyros.


"Ini pertama kalinya sebenarnya Ky, tetapi tidak terlalu buruk ternyata...! " Ucap Zayan berbohong. Zayan tidak menyukai rasanya tetapi dia tidak mungkin mengatakan tidak menyukai minuman itu, bagaimanapun dia harus bisa mengambil hati dari Kyros, salah satunya adalah menerima tawaran dari Kyros.


"Mumpung kau disini, kita harus banyak mengobrol, sayang juga jika minuman ini tidak di habiskan, kita sudah membuka satu botol, lebih baik kita harus menghabiskannya sambil menonton bola...!! Satu botol saja... " Ucap Kyros.


Zayan mengangguk dan setuju, meskipun ada keengganan sebenarnya. Dia bisa mabuk jika harus meminum banyak minuman itu, kadar alkoholnya cukup tinggi dan dari rasanya juga terlalu berat tetapi sekali lagi Zayan tidak bisa menolak permintaan Kyros. Zayan berharap bisa mengontrol dirinya agar tidak mabuk, dan bisa berbahaya jika sampai dia mabuk lalu besok bertemu Kyra. Bisa-bisa Kyra mencium bau alkohol dari mulutnya.


Zayan menghabiskan gelas pertama, begitu juga dengan Kyros yang juga menghabiskannya. Setelah itu Kyros kembali menuang lagi yang ada di botol ke dalam gelas sampai beberapa kali. Kyros mengajak Zayan mengobrol sambil minum dan menyalakan televisi menunggu acara bola di mulai. Mereka berdua sudah menghabiskan beberapa gelas, Zayan mulai merasakan kepalanya pusing dan berputar, dia sepertinya sudah mulai mabuk tetapi tetap menahan diri.


Sementara itu, Diam-diam Kyros melempar senyumnya. Merasa senang karena usaha nya menjebak Zayan berhasil. Lelaki itu sudah mulai mabuk dan nanti dia bisa melakukan rencana nya selanjutnya, menunggu Sayng benar-benar mabuk berat.