I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 338



Beberapa minggu kemudian......


"Permisi pak Aditya, ini laporan yang harus bapak periksa dulu, mungkin ada kekurangan atau tambahan nanti bisa saya revisi ulang... " Ucap Sekretaris Aditya sembari mennyodor kan berkas kepada Aditya.


"Oke Terima kasih."


"Setelah jam makan siang nanti kita ada meeting ya pak dengan tim Legal.!"


"Ya, aku ingat.."


"Baik kalau begitu saya permisi.. " Sekretaris Aditya pun keluar dari ruangan nya. Aditya membuka berkas-berkas itu untuk memeriksa nya. Tetapi Aditya menghela napasnya panjang dan duduk bersandar di kursi kerja nya mmandang lurus ke arah foto keluarga nya yang ada di dinding. Sudah lebih dari satu bulan bahkan hampir dua bulan sejak kembali nya Kyros ke bumi, tetapi sampai saat ini putranya itu tidak memberi kabar sama sekali kepada nya atau ke keluarga yang lain bahkan kepada Gienka. Hanya sekali Kyros mengirim sebuah email kepadanya mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan belum bisa mengabari karena dia sedang sibuk sekali. Meminta keluarga nya untuk menunggu jika semua pekerjaannya selesai, dia pasti akan menghubungi mereka.


Ketika itu Aditya coba membalasnya tetapi tidak ada balasan lagi dari Kyros. Jujur Aditya sangat khawatir sekali. Dan dia pernah bertanya pada Smith tentang kabar Kyros dan Smith mengatakan jika Kyros saat ini memang sibuk dengan segala pekerjaan yang harus di lakukan setelah kembali, dimana Kyros harus fokus terlebih dulu dengan itu, Kyros bahkan masih berada Houston belum kembali ke Washington DC. Smith juga mengirim beberapa foto Kyros yang memang sedang sibuk meeting dan juga bertemu dengan beberapa orang petinggi kantor, membuat Kyros tidak bisa di ganggu.


Aditya sebenarnya tidak begitu mengkhawatirkan Kyros, hanya saja dia merasa kasihan dengan Gienka. Keceriaan di wajah menantu nya itu semakin hari semakin hilang dari wajah nya. Cahya juga sangat khawatir, takut Gienka stres sebelum melahirkan, apalagi sebentar lagi Gienka akan melahirkan, dan Kyros tidak kunjung menghubungi atau sekedar memberi kabar. Gienka tahu kesibukan Kyros hingga tidak terlalu berharap Kyros akan bisa pulang. Bagi Gienka dia hanya butuh melihat wajah dan mendengar suara suami nya itu cukup meski hanya melalui face time atau panggilan video. Tapi sampai saat ini ponsel Kyros juga masih tidak aktif.


Kekhawatiran Cahya juga mendorong agar Aditya pergi ke Houston mengecek dan memastikan Kyros dalam keadaan baik. Mengingat mereka masih ingat dengan tempat tinggal Kyros disana atau bahkan ke kantor Kyros secara langsung. Aditya berniat bahwa lusa dia akan pergi ke Amerika. Itulah kenapa dia sekarang harus menyelesaikan semua pekerjaannya di kantor sehingga bisa pergi menyusul Kyros dengan tenang. Dia sudah menyiapkan semua nya dan lusa tinggal berangkat saja.


Lamunan Aditya terbuyarkaan ketika ponselnya berdering. Aditya melihat ada kontak baru tanpa nama yang menghubungi nya. Aditya mengernyit karena itu dari nomor luar negeri. Aditya pun mengangkatnya. "Hallo..????" 4Sapa Aditya.


"Pagi Pap...!!!" Sapa balik orang yang ada di ujung telepon itu.


Aditya terperanjat mendengar suara itu, suara yang sangat di kenalnya tetapi sudh lama tidak di dengarnya. Aditya tersenyum dan langsung berdiri dari kursi kerja nya. "Ky... .??? Apa itu kau Nak???" Tanya nya tidak percaya.


"Iya Pap, ini Ky... Bagaimana kabar Apap dan semua orang disana???"


"Ahh ya Tuhan Ky..... Kau ini kenapa??? Kenapa baru menghubungi Apap sekarang??? Semua orang khawatir sekali denganmu??? Apap selalu jadi pelampiasan kemarahan mertua mu karena kau tidak memberi kami kabar, Ariel bahkan menganggapmu tidak bertanggung jawab pada istrimu, dia ingin membawa Gienka pulang jika Apap tidak segera menemui mu atau kau tidak segera menghubungi kami, kau kemana saja???" Aditya berdiri di depan jendela kaca lebar yang ada di ruangan nya memandang keluar.


" Maaf Pap, Ky sibuk dan harus menyelesaikan tugas Ky dengan baik.. " Jawab Kyros.


"Apakah sesibuk itu sampai menghubungi kami saja untuk beberapa menit tidak bisa??? Bahkan ada hari sabtu dan minggu, yang tentu kau pasti libur.." Protes Aditya. "Smith sudah memberitahu mu mengenai Gienka, lalu kenapa kau tidak menghubungi nya??? Kau tidak kasihan dengan istrimu??? Dia selalu menunggu kabarmu setiap waktu, dia tidak berharap kau bisa pulang tapi setidaknya kau hubungi dia???? Kenapa Ky????"


"Maaf Pap...!!" Gumam Kyros dengan sedih.


"Kau tidak sedang menjalin hubungan dengan perempuan lain kan di belakang kami???" Tanya Aditya menelisik.


"Tidak Pap, ama sekali tidak, bahkan hal seperti itu tidak pernah ada di bayangan Ky, Ky sangat mencintai Gienka.." Jawab Kyros dengan cepat.


"Lalu kenapa kau membuat istrimu semakin menderita???? Kami disini berjuang mati-matian untuk membuat Gienka bahagia dan tidak merasa sedih dengan kepergian mu, tapi kau sudah lama kembali dan kau justru tidak memberikan kabar.. "


"Maaf Pap, Ky sudah merepotkan kalian semua, Ky juga baru saja sampai di Washington, ini baru saja masuk ke rumah.. Ky harus menyelesaikan semua pekerjaan Ky disini karena Ky mengajukan cuti untuk pulang, mereka meminta Ky untuk menyelesaikan segala nya yang seharusnya bisa Ky lakukan dalam 3 sampai 4 bukan, Ky mengejarnya dalam satu setengah bulan, dan sekarang semua sudah selesai, jadi Ky ingin memberitahu Apap jika lusa mungkin Ky akan kembali ke Indonesia.. "


"Apa.....!!!!???" Seru Aditya. "Lusa kau pulang???" Aditya tampak terkejut sekali.


"Iya Pap, Ky berencana mencari tiket nanti untuk pulang, sebentar lagi Gienka akan melahirkan jadi Ky harus pulang dan mendampingi nya itulah kenapa Ky selama ini mengejar deadline pekerjaan Ky, mmondar-mandir untuk meeting sana-sini dan menyelesaikan beberapa laporan, bahkan untuk tidur saja Ky hanya 4 sampai paling lama 5 jam, karena semuanya ingin Ky selesaikan dengan cepat sehingga Ky bisa segera pulang dan bertemu Gienka serta kalian semua.."


"Ah ya Tuhan Ky, kenapa kau tidak bilang kalau kau ingin mengejar cuti mu, kami pasti disni tidak akan panik seperti ini, apa susahnya bilang???? Bahkan Apap saja akan menyusulmu kesana, Apap akan berangkat lusa, tapi kalau kau akan pulang, Apap akan batalkan.. Tidak perlu membeli tiket pulang, Apap akan kirim pesawat kesana, kau bersiap saja.. Tapi apa kau sudah menghubungi Gienka??? Istrimu itu selalu menangis setiap hari memikirkan mu.."


"Belum Pap, dan Apap jangan bilang siapapun kalau aku akan pulang, aku ingin mengejutkan semua orang, termasuk Gienka, ini rahasia kita berdua saja ya Pap??? Janji jangan katakan pada siapapun oke???"


"Baiklah jika itu yang kau inginkan, bahkan Apap tidak akan memberitahu Amam mu juga.."


"Oke, thanks Pap.."


Aditya tersenyum. "Siapkan segala nya, Apap akan mengirim pesawatnya hari ini kalau begitu, jaga dirimu baik-baik.."


"Iya Pap, Ky akan bersiap, thanks ya Pap, aku mencintai mu, sampai jumpa di Jakarta.. Sudah dulu, Ky ingin istirahat.. "


"Baiklah, istirahat dan besok bersiaplah, apa saja yang ingin kau bawa pulang siapkan dengan baik.. "


Panggilan itupun di akhiri oleh Kyros. Aditya menghela napasnya dengan penuh kelegaan, setelah sekian lama dia akhirnya bisa berbicara dengan putra yang sangat dia cintai dan rindukan. Dan Kyros akan pulang, itu adalah kabar yang luar biasa sekali. Semua orang pasti akan senang mendengar kabar ini, akan tetapi dia harus menahan diri untuk tidak memberitahu siapapun.


Aditya mencari kontak pilot nya, menghubungi nya agar bisa bersiap untuk melakukan penerbangan ke Washington DC menjemput Kyros.


★★★★


Beberapa hari kemudian....


Cahya meletakkan minuman di meja kerja Aditya. Wajahnya terlihat kesal sekali, karena Aditya membatalkan keberangkatan nya ke Houston dan menunda hingga minggu depan dengan alasan dia ada pekerjaan mendadak.


"Kau kenapa???" tanya Aditya.


"Kenapa harus menunda nya sampai minggu depan??? Gienka akan melahirkan?? Apa kau tidak perhatikan bagaimana menantu kita itu??? Dia sedih ssekali, bagaimana jika nanti bayi nya lahir dan Ariel membawa nya pulang??? Bagaimana kalau setelah melahirkan, Ariel akan menyuruh Gienka menceraikan Ky???? Kenapa kau tidak bisa memikirkan itu, aku khawatir sekali..!"


"Tidak akan terjadi.. " Jawab Aditya dengan entengnya tanpa memperhatikan ekpresi Cahya yang sudah kesal kepada nya.


"Kau mengatakan itu dengan mudahnya??? Apa kau tidak memperhatikan bagaimana sikap Ariel saat dia ke sini??? Kau sudah bersahabat berpuluh-puluh tahun dengannya dan kau tahu betul bagaimana tabiatnya, dia tidak pernah bermain-main dengan ucapannya, kau tahu itu kan?? Aku benar-benar kecewa sekali dengan Ky, ini pertama kali nya aku harus mengatakan hal buruk tentang putraku itu, seolah kebanggaan ku kepadanya sirna begitu saja melihatnya memperlakukan Gienka seperti ini, baik aku atau kau selama ini tidak pernah mengajarkan kepada anak-anak kita untuk tidak bertanggung jawab, tapi lihatlah apa yang di lakukan Ky, dia mempermalukan kita... Dia tidak lagi menghormati kita..!!!" Suara Cahya bergetar menahan kemarahan yang sudah di tahannya selama ini. Dia benar-benar kecewa kepada Kyros.


"Apa mungkin benar ketakutan Gienka bahwa Kyros akan terkejut dengan kehamilannya dan menganggap bahwa bayi yang di kandung Gienka bukanlah anaknya??? Tapi bagaimana Kyros bisa berpikir seperti itu??? Tapi sebelum berpikir hal buruk seharusnya dia menghubungi kita.. Ahhh sudahlah tidak penting, kalau kau tidak bisa pergi ke Houston dan menemui Ky, aku sendiri besok yang akan pergi..!! Kau sayang sekali tidak bisa di harapkan, kau sama saja dengan Ky..." Lanjut Cahya dengan jengkel pada Aditya. Sebagai seorang ibu dia bisa merasakan kepedihan Gienka. Perlakuan Kyros sama sekali tidak di benarkan. Cahya tidak akan bisa mengampuni nya meski dia yang melahirkan Kyros. Putra nya itu harus segera di sadarkan dan bertanggung jawab terhadap istrinya. Tidak bisa bersikap seperti ini, menggantungkan seorang perempuan yang sedang hamil bahkan akan melahirkan dalam waktu dekkat,


Cahya berbalik badan dan hendak meninggalkan ruang kerja suami nyaa tetapi dengan cepat Aditya berdiri dan menahannya. "Apa lagi...!!" Seru Cahya dengan jengkel.


"Tidak ada siapapun yang perlu pergi ke Houston, baik kau ataupun aku.." Ucap Aditya.


Cahya mengernyit dan terlihat semakin marah pada suami nya itu. "Kau memang sudah gila dan tidak waras, kau tidak peduli dengan Gienka. Dia memang bukan anakmu tapi seharusnya kau memikirkan nya juga bayi nya, dia mengandung cucu mu, bagaimana kalau ada masalah dengan kandungannya??? Pikirkan itu!!! Kau memang keterlaluan..!!" Teriak Cahya. "Aku tidak peduli denganmu, aku akan ke Houston besok!!! Aku bisa pergi dengan Axel atau Adri, aku tidak ?mbisa menunggu sampai minggu depan..!!"


"Aku bilang tidak perlu pergi...!!!" Seru Aditya yang juga mulai jengkel pada dengan sikap keras kepala istrinya. "Ky sudah ada di pesawat dan dalam perjalanan ke Jakarta, besok jam sebelas dia akan mendarat.." Aditya tidak bisa menahan diri lagi. Dia harus memberitahu istrinya sebelum Cahya semakin meledak penuh kemarahan kepada nya.


"Apa....!!!??? Ky pulang???" Seru Cahya dan Aditya segera membungkam mulut istrinya. Meminta agar tidak bicara keras-keras. Aditya pun menjelaskan segala nya kepada Cahya mengenai Kyros yang sudah menghubunginya dan memintanya untuk merahasiakan kepulangannya kepada semua orang termasuk Gienka karena ingin memberi kejutan serta alasan kenapa Kyros tidak mengabari orang rumah selama ini. Dan Cahya akhirnya mengerti dengan penjelasan Aditya.


**


Keesokan harinya....


Waktu berlalu, perut Gienka semakin membesar. Usia kandungan Geinka sudah memasuki minggu ke 35. Kyros tidak kunjung menghubungi orang dirumah padahal mereka sudah mendapat kabar jika Kyros sudah kembali dengan selamat sudah sekitar dua bulan yang lalu. Gienka semakin sedih dengan hal itu, dan mulai berpikir bahwa Kyros mungkin melupakannya atau tidak merindukannya. Gienka juga mulai ketakutan Kyros sudah memiliki perempuan lain. Banyak sekali yang ditakutkan oleh Gienka, dan itu semkin membuat dadanya semakin sesak saja.


Gienka sudah siap jika seandainya Kyros tidak bisa pulang untuk menemaninya saat persalinan, tetapi yang diharapkannya saat ini adalah bisa berbicara atau sekedar melakukan panggilan video dengan suaminya itu. Gienka hanya ingin melihat wajah Kyros dan memastikan bahwa suaminya itu baik-baik saja tetapi dia sudah menunggu cukup lama dan Kyros tidak kunjung menghubunginya. Apakah butuh waktu se lama itu untuk recovery, padahal dulu hanya membutuhkan kurang dari 2 minggu. Gienka semakin gusar saja setiap harinya. Beruntungnya Gienka memiliki keluarga yang selalu mensupportnya, setiap hari orangtuanya selalu datang kesini, baik itu Danist dan Elea, juga Ariel serta Maysa. Keluarga Kyros juga melakukan hal yang sama, mereka selalu ada untuk Gienka. Cahya, Kyra, Nyonya Harry dan ibunya Cahya juga selalu bergantian menemani Gienka tidur, Maysa dan Elea juga bergantian menginap disini. Mereka semua bekerja sama untuk menemani Gienka agar tidak merasa kesepian dan memastikan bahwa Gienka tidak kekurangan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya, mengingat Gienka terkadang menangis ketika merindukan Kyros.


"Gienka sayang....! Box bayinya sudah datang, mereka akan membawanya kesini...!" Cahya menghampiri Gienka yang duduk di kursi rooftop. "Loh Kyra mana??" Tanya Cahya lagi.


"Kyra ada di kamar mandi Mam, Athan ingin buang air kecil tadi, sudah datang ya? Pasti lucu sekali ya...!" Ujar Gienka.


"Ya... Amam juga tidak sabar melihatnya...! Kamarmu sudah siap kan??"


"Ya...! Sudah Mam...!"


Cahya mengusap lembut perut menantunya itu. Tinggal beberapa minggu lagi Gienka akan melahirkan dan Cahya sudah tidak sabat untuk menggendong cucu keduanya. Kebahagiaan keluarganya akan semakin lengkap sekali, karena Gienka akan melahirkan seorang putri, dan Kyra sudah memiliki seorang putra. Semua sangat berbeda, dimana dulu ketika Kyra hamil, Kyra mendapat perhatian yang luar biasa dari Axel, dimana Axel membawa Kyra bersamanya, dan Cahya harus mengunjungi Kyra beberapa hati sekali. Dan saat ini Gienka justru mengalami hal yang sebaliknya, dimana Gienka di uji oleh Tuhan seberapa kuatkah dia melewati masa sulitnya tanpa kehadiran Kyros disampingnya dari awal kehamilannya. Cahya merasa bangga sekali Gienka selalu berusaha melewati itu dengan sabar dan ikhlas meskipun sering sekali Cahya menemukan menantunya itu diam-diam menangis, tetapi tidak ada banyak hal yang bisa dia lakukan selalin selalu mensupport Gienka setiap waktu.


Di awal-awal kehamilannya, Gienka menyibukkan dirinya dengan kembali bekerja di kantor Ariel, tetapi semakin hari perutnya semakin membesar dan Ariel tidak tega jika harus melihat putrinya datang ke kantor. Ariel pun tetap memberi Gienka pekerjaan di rumah tanpa harus ke kantor untuk membuat Gienka sibuk hingga tidak selalu mengingat Kyros. Tetapi meskipun begitu, Gienka sangat merindukan suaminya disetiap detiknya, sesibuk apapun pekerjaannya, jika dia mengkngat Kyros tentu dia akan menangis.


Gienka dan Cahya masuk ke dalam rumah, dan tak lama Kyra dan Athan juga keluar dari kamar Gienka menyusul Amam serta iparnya ke dalam rumah. Pintu lift mulai terbuka, ada Aditya dan Axel berdiri disana, dengan sebuah box besar yang ada di atas trolli. Aditya dan Axel mendorong trolli itu keluar dari lift.


"Gie... Ini box bayi yang kau pesan, sangat besar dan berat sekali....!" Ucap Axel.


"Gienka sayang, kau harus yang membukanya untuk pertama kali, karena kau adalah ibu dari bayimu...!" Sahut Aditya kemudian.


Tiba-tiba saja, Kyra sudah membawa membawa gunting dan memotong selotip yang merekatkan box besar itu, kemudian membiarkan Gienka membukanya sendiri. Gienka tidak curiga sama sekali, dan dia melangkah pelan kemudian menarik lakban yang ada di atas box itu. Di bantu Axel menarik lakban itu, Gienka lalu membuka box itu perlahan.


Gienka terlonjak ketika bukan box bayi yang ada di dalamnya, melainkan punggung seseorang. Sedetik kemudian punggung itu bergerak dan orang yang ada di dalamnya berdiri.


"Surprise.....!!!" Teriak semua orang yang ada di ruangan itu sambil bertepuk tangan.


Kyros muncul dari dalam box besar itu dan tersenyum lebar menatap Gienka. Kyros mengangkat box itu dan melemparnya begitu saja lalu turun dari trolli dan memeluk Gienka. Detik itu juga Gienka langsung menangis, memukuli dada Kyros meluapkan kebahagiaannya. "Kau jahat....! Kenapa kau tidak pernah menghubungiku....!" Isakkan Gienka semakin menjadi-jadi.


"Maafkan aku....!" Ucap Kyros dan menciumi kepala istrinya.


Kyros melepaskan pelukannya, mendongakkan kepala Gienka dan mencium bibir serta kening istrinya itu. Kyros juga tidak bisa menahan airmatanya, dia sudah meninggalkan istrinya sangat lama. Dan dia tidak bisa menahan dirinya ketika dia mengetahui dari Smith dan Shanon bahwa ternyata setelah kepergiannya, Gienka dinyatakan hamil. Kyros duduk berjongkok di depan perut Gienka dan mengusap serta menciumi perut istrinya itu.


"Maafkan aku sayang....!! Daddy harap kau tidak marah kepada Daddy karena sudah meninggalkanmu dan Mommy mu cukup lama...!" Gumam Kyros diiringi oleh isakannya yang terdengar penuh dengan penyesalan.


Kyros berdiri dan memeluk Gienka lagi. Dia benar-benar merasa bahagia akhirnya bisa kembali dengan keluarganya. Sebenarnya setelah kembali ke Bumi dan selesai menjalankan masa recoverynya, dia sudah ingin menghubungi keluarganya. Tetapi saat itu Smith menemuinya dan menceritakan semuanya tentang keadaan Gienka saat ini. Mendengar itu, Kyros tidak bisa menahan dirinya untuk segera bisa pulang menemui Gienka. Tetapi dia masih punya banyak tanggung jawab dengan pekerjaannya, sebisa mungkin pekerjaannya itu harus selesai lebih cepat agar bisa mendapatkan ijin untuk pulang.


Kyros sengaja tidak menghubungi Gienka yang nanti membuatnya semakin ingin bertemu dengan istrinya itu, dan menjadi tidak fokus dengan deadline yang sedang dikejarnya. Dan Kyros juga tidak menghubungi keluarganya yang lain, dia baru menghubungi Apapnya beberapa hari sebelum dia akan pulang, dan Apapnya mlengirim pesawat untuk menjemputnya. Kyros juga meminta agar Apapnya tidak memberitahu siapapun tentang rencana kepulangannya. Semua keluarga juga baru tahu kemarin, jika hari ini dia akan pulang, dan hanya Gienka yang tidak tahu, karena Kyros ingin memberi istrinya itu kejutan.


Cahya dan Kyra menyela airmatanya, merasa terharu atas apa yang ada di hadapan mereka saat ini. Penderitaan Gienka sudah berakhir, dan Kyros saat ini sudah ada disampingnya. Kyros sudah mengurus ijin cutinya agar bisa tinggal lebih lama untuk menemani istrinya melahirkan nanti. Dan ketika masa cutinya habis, Kyros juga harus bersiap kembali lagi, tetapi tidak masalah karena itu baru akan terjadi setelah Gienka melahirkan.


Cahya kemudian mengajak semua orang untuk turun, dan membiarkan Kyros dan Gienka beristirahat. Kyros dan Gienka keluar menuju kamar mereka. Kyros meminta Gienka agar berbaring diatas tempat tidur, karena dia ingin sekali meletakkan kepalanya diatas perut istrinya dan merasakan pergerakan bayinya.


Kyros mengusap kening Gienka, menatapnya dengan dalam, dan itu cukup lama sekali dia lakukan. Kyros ingin meluapkan segala kerinduannya pada istrinya, dan tidak akan meninggalkannya. "Kau pasti sangat menderita sekali, melewati masa sulitmu ini tanpa diriku, tolong maafkan aku...!" Ujar Kyros dan dia kembali menitihkan airmatanya.


Gienka tersenyum dan menyeka airmata itu. "Aku memang kesulitan tanpa dirimu, tetapi semua orang ada bersamaku dan selalu berusaha menghiburku agar aku tidak merasa kesepian, tetapi kau sudah ada disini, aku sangat bahagia sekali...! Kau pulang dalam keadaan sehat...!" Gienka memeluk Kyros dan menangis terseduh-seduh karena bahagia dan tidak menyangka Kyros sekarang ada bersama nya.