
"Ky??? Bagaimana keadaan kakak???" Tanya Adri pada keponakannya. "Apa yang terjadi dan kenapa bisa seperti itu???"
"Iya Ky, Kenapa itu bisa terjadi???/ Dan sekarang bagaimana Aditya???" sahut Randy.
"Iya Ky??? Gienka bercerita tetapi tidak lengkap." sahut Maysa.
Kyros kembali menoleh melihat ke arah istrinya, benar dugaannya bawa Gienka lah yang memberitahu keluarganya mengenai kejadian yang ada di sini. Saat ini tidak bisa lagi menutupinya, Ia harus menceritakan kepada keluarganya mengenai apa yang terjadi.
"Sebenarnya lusa kemarin kami pergi makan malam keluar karena Gienka ingin makan di luar, lagi pula juga tidak ada masalah sebenarnya karena kami semua lelah jadi lebih baik pergi keluar dan makan malam, tetapi di restoran, kami justru melihat Camilla, dia menjadi pelayan di sana. Kami semua cukup terkejut tapi ada sedikit perbincangan antara Camilla dan Apap. Kalau setelah itu masih biasa saja normal, kami menunggu makanan sampai kemudian makanan diantar dan lagi-lagi Camilla datang mengantar makanan untuk kami, kami bersiap untuk makan tapi tidak tahu kenapa dan kejadian itu begitu cepat. Camilla sudah memegang pisau, berdiri di belakang Apap dan mendekati Apap, lalu menusuknya dari belakang. Gienka sempat berteriak tetapi itu terlambat karena pisau itu sudah menancap di punggung Apap, kami panik dan Camilla berlari keluar sembari menertawakan kepanikan kami, melihat peluang dia untuk lolos, aku pun mengejarnya dan mendapatkannya dan dibantu oleh beberapa karyawan restoran untuk mengamankan Camilla, apap dibawa ke rumah sakit."
"Memangnya apa yang di obrolkan oleh Aditya dan Camilla???" tanya Ariel.
"Tidak ada obrolan yang berat atau Apap mengatakan sesuatu yang buruk pada Camilla, Apap hanya mengatakan bahwa seharusnya Camilla tidak melakukan sesuatu yang bisa membahayakan orang lain, sedikit mengingat mengenai kejadian tempo hari yang menimpa Gienka. Camilla juga tidak mengatakan apapun, dia hanya menatap tajam ke arah kami, kami pun berpikir bahwa mungkin Camilla sudah berubah tapi ternyata dia malah melakukan hal yang hampir saja membuat Apap kehilangan nyawa." Jawab Kyros.
Semua pun saling melempar pandangan. Ariel membuang muka dan mengernyit, dia bisa membayangkan Bagaimana kejadian yang terjadi malam itu. Camilla benar-benar perempuan yang sangat berbahaya dan tidak belajar dari apa yang sebelumnya terjadi justru Camilla semakin nekat.
"Lalu bagaimana keadaan Apapmu sekarang????" tanya Danist.
"Malam itu keadaan Apap cukup kritis karena Apap kehilangan banyak sekali darah dan lukanya juga cukup dalam. Dokter bilang jika saja pisau itu mengenai leher ApaP akan sangat berbahaya sekali tapi mungkin karena Gienka saat itu berteriak sehingga Apap refleks sedikit menggeser badannya, pisau itu akhirnya bukan menancap di leher tetapi di pundaknya. Sekarang Apap sudah lebih membaik meskipun dia terkadang mengeluhkan sakit di bekas luka itu.."
"Ya Tuhan???" Gumam Elea sembari memejamkan matanya. Ia pun mengernyit, membayangkan rasa sakit yang mungkin diderita oleh Aditya karena luka itu.
"Dan sekarang mereka masih ada di rumah sakit???" Tanya Adri.
"Iya uncle, Apap masih dalam perawatan di rumah sakit dan Amam yang menjaganya, semalam aku pulang untuk menemani Gienka dan Lexia dan rencananya setelah ini aku akan ke rumah sakit lagi sambil membawa sarapan untuk Amam."
"Bagaimana dengan Camilla???" Tanya tanya Ariel.
"Dia ada di kantor polisi. Kemarin aku ke sana menjelaskan apa yang terjadi sekaligus aku ingin bertemu dengannya tetapi Camilla tidak ingin menemui siapapun, jadi aku memutuskan untuk pulang. Untuk kali ini aku rasa bukan saat yang tepat untuk membiarkan Camilla bebas begitu saja, rasanya kesabaranku sudah di ujung tanduk. Aku merasa bahwa apa yang aku dan Gienka lakukan sebelumnya itu adalah sebuah kesalahan. Karena kami memberi Camilla maaf dan membiarkannya melenggang bebas padahal seharusnya dia mendapatkan hukumannya supaya dia merasa Jera."
"Berarti kau tidak akan pernah mencabut laporanmu???" Tanya Ariel.
Kyros menggelengkan kepalanya. "Tidak Pa, aku sudah menghubungi pengacara dan membawa nya kemarin ke kantor polisi, untuk membantu ku mengurus masalah ini."
Ariel pun tersenyum. "Bagus, kau melakukan hal yang sangat bagus sekali dengan melibatkan pengacara dan Papa rasa Papa juga harus bertemu dengan pengacara mu untuk mendiskusikan lebih jauh mengenai masalah ini. Papa tidak akan mengampuni Camilla, Papa juga akan membantu untuk mendeportasikan dia dari negara ini, jangan sampai dia lolos begitu saja dan melakukan sesuatu hal yang buruk kepada kalian lagi."
"Iya Pa, nanti Ky akan membawa Papa bertemu dengan pengacara nya."
"Mengobrolnya dilanjutkan nanti saja, kalian pasti lelah, aku akan menyiapkan sarapan untuk kalian semua. Ayo aku antar ke kamar, kalian semua harus istirahat dan bersih-bersih badan." sahut Gienka.
Kyros tersenyum. "Iya, Papa, Mama dan Uncle lebih baik mandi dulu."
Setelah mengantar orang tuanya ke kamar, Gienka dan Kyros membawa baby Lexia ke kamar mereka.
Kyros membaringkan baby Lexia di atas tempat tidurnya, kemudian dia menarik lengan Gienka saat istrinya itu hendak keluar kamar. " Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau bercerita kepada Mama dan Papa mengenai masalah kemarin???" Tanya Kyros.
Gienka menundukkan kepalanya kemudian menatap wajah suaminya, ada ketakutan di matanya. "Aku minta maaf, saat aku sampai di rumah Shanon dan kau sudah pergi, Papa Iel menghubungiku melalui face Time. Dia melihatku menangis dan bertanya apa yang sedang terjadi saat itu. Kau pasti tahu bahwa aku benar-benar terguncang, panik dan juga shock, semuanya menjadi satu. Aku tidak tidak berpikir panjang dan langsung memberitahu mereka mengenai apa yang terjadi pada Apap dan Papa langsung memutuskan untuk ke sini. Maafkan aku sayang??? Aku tidak berani memberitahumu, ketika aku bertanya kepadamu mengenai Apakah kita harus menceritakan kepada orang rumah tentang apa yang terjadi di sini dan kau bilang kau tidak ingin memberitahu mereka, aku merasa bersalah sekali serta takut kau akan marah karena aku sudah lebih dulu memberitahu mereka."
Kyros mengusap kepala Gienka dan tersenyum kepada istrinya itu. "kenapa kau harus takut??? Kau ceritakan saja yang sebenarnya padaku, jadi aku juga tidak terkejut ketika tiba-tiba mereka muncul di sini tapi ya sudahlah tidak apa-apa justru bagus karena Papa akan membantu kita untuk menyelesaikan masalah ini." Kyros pun mendekap Gienka dan mengecup kepala istrinya itu, kemudian dia meminta istrinya untuk bergegas menyiapkan sarapan meskipun hanya roti dan agar Gienka dibantu oleh asisten rumah tangganya sementara ia akan mengajak Lexia untuk bermain dan menjaganya.
*******
Beberapa jan kemudian...
Kyros turun dari mobil bersama dengan Ariel, Randy, Danist dan Adri. Mereka baru saja sampai di kantor polisi, Ariel sangat ingin bertemu dengan Camilla sebelum mereka nanti menjenguk Aditya di rumah sakit, sedangkan Elea dan Maysa berada di rumah bersama dengan Gienka dan baby Lexia.
Ariel perlu berbicara dengan Camilla, sebagai seorang ayah dia sangat merasa sakit hati setelah apa yang dilakukan Camilla kepada Gienka beberapa tahun silam dan saat ini Camilla juga sudah melukai sahabatnya. Ariel tahu bahwa sepertinya Camilla masih memiliki dendam kepada keluarga Kyros selain Gienka juga orang tua Kyros tapi Ariel tidak mengerti kenapa Camilla bisa senekat itu padahal KamilaCamilla adalah sahabat dari Kyra dulu dan cukup dekat dengan Aditya ataupun Cahya, akan tetapi Camilla malah melukai Aditya.
Saat mereka hendak berjalan tiba-tiba langkah Kyros terhenti ketika melihat ke arah pintu di mana ternyata ada kedua orang tua Camilla yang baru saja keluar dari dalam kantor polisi. Kyros menoleh ke arah Ariel sembari bergumam. "Papa Iel, itu adalah kedua orang tua Camilla." Kyros menunjuk karena memang dia sebelumnya pernah bertemu dengan orang tua Camilla saat masih kuliah dulu.
Bersamaan dengan itu, orang tua Camilla juga melihat ke arah Kyros dan yang lainnya. Mereka pun bergegas mendekati Kyros.
"Mereka sepertinya akan ke sini." Gumam Randy.
Benar saja kedua orang tua Camilla mendekat ke arah Kyros. Wajah Mama Camilla terlihat sedih sekali seperti orang yang baru saja menangis, kemudian ketika mendekati Kyros, Mama Camilla memeluk Kyros. Kyros hanya diam sedangkan Mama Camilla memeluknya sembari meminta maaf. "Ky, Tante minta maaf atas apa yang dilakukan oleh Camilla pada Papamu. Maafkan Camilla Ky, kami sudah berbicara dengannya, kami berdua minta maaf atas nama Camilla." Ucap Mama Camilla pada Kyros.
Kyros hanya terdiam dan dia tidak mengatakan apapun kemudian Mama Camilla melepaskan pelukannya pada Kyros dan menatap Kyros dengan tatapan penuh penyesalan dan kesedihan itu jelas terlihat. "Ky.. Tante minta maaf atas nama Camilla, tolong bebaskan Camilla, kami janji kami tidak akan membiarkan Camilla untuk mengganggu keluargamu lagi, kami akan membawa Camilla pergi jauh dari kalian tetapi tante mohon. Maafkan Camilladan bebaskan dia." Rengek Mama Camilla.
"iya Ky, tolong maafkan Camilla, kami benar-benar sangat sedih dengan apa yang terjadi, kami janji kami akan mendidik Camilla supaya dia menjadi orang yang lebih baik lagi tapi kami mohon bebaskan dia." Papa Camilla menyambung.
Kyros menggelengkan kepalanya. " Maaf Tante, Om. Saya tidak akan pernah melakukan hal itu, bagi saya apa yang sudah dilakukan Camilla selama ini kepada keluarga saya tidak bisa saya maafkan lagi. Sudah cukup saya memberinya kesempatan untuk bebas tetapi dia terus saja menabuh genderang perang terhadap keluarga saya. Pertama dia hampir membunuh istri saya, dia memberi obat kepada istri Saya dan istri saya sekarat serta hampir mati karena obat itu. Kedua kalinya, dia juga membujuk orang lain untuk memasukkan obat ke dalam minuman istri saya di kantor dan obat itu membuat istri saya hampir dilecehkan. Dari kedua kejadian itu saya mencoba untuk memaafkannya, kejadian yang pertama saya memaafkan karena istri saya mengatakan jika Camilla melakukan itu karena kecewa terhadap kami berdua, lalu istri saya mencoba memakluminya dan meminta saya untuk tidak melanjutkan permasalahan itu ke jalur hukum." Kyros menarik napasnya. Dan melanjutkan lagi ucapannya.
"Dan untuk kejadian kedua lagi-lagi istri saya membujuk saya untuk membebaskan Camilla dari tuntutan hukum yang sudah saya rencanakan. Istri saya terlalu baik dan dia membujuk saya supaya membebaskan Camilla dengan alasan bahwa Camilla nantinya bisa berubah dan melupakan segala dendamnya kepada kami karena jika kami terus melanjutkan itu ke proses hukum, bisa saja Camilla semakin dendam dan sakit hati kepada kami. Tetapi lihatlah sekarang, kami sudah memberinya dua kesempatan untuk berubah tetapi dia justru melakukan hal yang sama lagi, dia ingin mengakhiri hidup dari seseorang. Aku tidak tahu dendam kesumat seperti apa yang dia miliki pada keluarga saya, untuk kesekian kalinya dia ingin membunuh orang-orang yang saya cintai. Dan itu sama sekali tidak pernah dibenarkan. Kesabaran saya sudah habis, saya tidak akan pernah mencabut laporan saya untuk kali ini, bahkan saya akan terus menuntut Camilla sampai dia benar-benar dihukum untuk semua perbuatannya." Ucap Kyros lagi.
Kali ini Ariel yang menatap tajam ke arah kedua orang tua Camilla yang ada di depannya. Mereka tidak tahu cara mendidik anak yang baik dan berani sekali meminta menantunya agar membebaskan anak mereka setelah apa yang sudah dilakukan Camilla. "Hei, kalian berdua!!!!" Ucap Ariel pada kedua orang tua Camilla membuat kedua orang itu melihat ke arahnya. " Aku adalah mertuanya Kyros dan aku yang sudah membesarkan putriku dengan penuh kasih sayang sejak dia kecil sampai dia dewasa lalu menikah. Kalian pun sama, membesarkan anak kalian dari kecil hingga dia dewasa. lalu bagaimana perasaan kalian ketika anak kalian yang sudah kalian rawat sejak kecil tiba-tiba hidupnya akan diakhiri oleh orang lain??? Bagaimana perasaan kalian???" Tanya Ariel.
"Sementara putriku justru akan dihabisi oleh Putri kalian. Dia Hampir mati juga hampir dalam masalah besar karena hhendak dilecehkan oleh laki-laki lain, tapi dia punya hati yang besar untuk memaafkan orang itu, yaitu Putri kalian. Aku menyesal karena telah mengajari putriku untuk menjadi orang yang terlalu baik, padahal seharusnya dia bisa bersikap tegas dan tidak mengutamakan perasaannya??? Seharusnya sudah sejak dari awal putriku menyeret Putri kalian ke penjara atas apa yang sudah dia lakukan. Dan setelah semua kejahatan Putri kalian, bisa-bisanya kalian tidak tahu malu meminta kepada menantuku untuk membebaskan Putri kalian???" Ariel menggeleng-gelengkan kepalanya sembari mengejek kedua orang tua Camilla.
"Seharusnya sebagai orang tua kalian sadar akan kesalahan anak kalian, dan membiarkan dia mempertanggungjawabkan apa yang sudah diperbuatnya. Aku tidak akan menghardik Bagaimana kalian membesarkannya, tetapi aku ingin mengatakan kepada kalian perbuatan Putri kalian tidaklah bisa ditolerir lagi, tidak bisa sama sekali . Aku akan jadi orang pertama bersama dengan Aditya yang akan memastikan keamanan anak-anak kami dari orang-orang seperti Camilla, aku tidak menyombongkan diri tapi aku bisa melakukan apapun untuk melindungi anak-anakku dan menghempaskan orang-orang jahat yang coba merusak ketenangan mereka. Kalian harus ingat itu baik-baik dan beritahu pada Camilla agar jangan mencoba untuk mengusik anak-anakku lagi karena jika aku dan Aditya sudah turun tangan maka hanya penyesalan yang akan kalian tangisi seumur hidup kalian. Jangan coba bermain-main dengan kami ingat itu baik-baik.!!!" Ancam Ariel yang terlihat sudah habis kesabarannya.