I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 37 (Kebahagiaan Ariel)



Ariel tersenyum bahagia hingga air matanya tidak bisa berhenti mengalir di pipi nya. Gienka kembali menyeka dan meminta Papanya agar berhenti menangis lalu melanjtkan persiapan pesta ulang tahunnya lagi. Ini sudah sore, dan semua pasti akan semakin sibuk. Ayah dan Anak itu pun keluar dari ruang kerja Ariel dengan perasaan lega dan bahagia. Ariel merasa lega sudah mengeluarkan dan menceritakan segalanya pada putrinya, bahagia juga karena Gienka mau mengerti dan memaafkan kesahannya dulu. Sedangkan Gienka juga merasa lega karena sudah mendapatkan jawaban atas segala pertanyaan yang selama ini menggelayuti pikirannya mengenai alasan kenapa kedua orang tua nya berpisah. Bahagia juga Gienka rasakan dimana dia memiliki keluarga dan keempat orang tua yang sangat mencintai dan menyayanginya. Mereka bersatu dan menepiskan segala masalah dan keegoisan mereka di masa lalu, kemudian membuat sebuah hubungan keluarga yang saling mendukung satu dengan yang lainnya.


Ariel dan Gienka berjalan menuju halaman belakang untuk melihat persiapan pesta ulang tahun Gienka lagi. Ternyata Elea dan juga Danist sudah berada disana. Gienka memeluk Ariel dengan manja seperti biasanya, dan perasaannya begitu berbunga-bunga.


"Kakak.....!!!!"


Panggilan itu membuat Gienka membalikkan badannya dan melihat ke arah dalam rumah, dimana adiknya Geffie dan Mamanya Maysa baru saja kembali dari berbelanja. Geffie menenteng belanjaan yang cukup banyak samb tersenyum. Gie ka yang melihat itu langsung berlari ke dalam menghampiri Adik dan Mamanya.


"Banyak sekali.. Apa yang kau beli???" Tanya Gienka pada sang Adik.


"Baju, sepatu dan juga tas, btw aku dan Mama membeli sesuatu untukmu.. Ayo ke kamar dan kau harus mencobanya karena kau pasti akan sangat menyukainya...!" Ucap Geffie.


"Benarkah??? Oke ayo kita ke kamar....!" Geffie dan Gienka langsung berlari menuju tangga dan naik ke kamar Gienka untuk melihat apa saja yang di beli oleh Geffie.


Ariel tersenyum melihat kebahagiaan kedua putrinya. Beban yang selama ini di pikulnya mengenai masalalunya ternyata sudah hilang begitu saja setelah menjelskan segalanya. Maysa menghampiri suaminya dan memberitahu jika dia sudah membeli pakaian juga setelan untuk Ariel pakai nanti saat pesta ini. Pakain dengan warna senada. Dan yang saat ini akan di tunjukkan Geffie kepada Gienka adalah gaun yang sempat diinginkan oleh Gienka, selain gaun, dia dan Geffie juga membeli sepatu yang pas. Maysa yakin Gienka akan sangat menyukainya.


Maysa kemudian mengajak Ariel untuk menghampiri Elea dan Danist yang berada di ujung taman tampak sibuk berbicara dengan dekorator.


"Hai El...!!" Sapa Maysa. Elea menoleh tersenyum dan mereka berdua cipika-cipiki. "Sudah lama datang??? Sorry tadi aku dan Geffie pergi shopping...!" Ucap Maysa.


"Cukup lama, tidak apa-apa May kau pasti sedang membeli berbagai persiapan untuk pesta nanti malam kan???"


"Ya, kau benar... Eh aku tadi juga sudah mengambil gaun keinginan Gienka, sesuai dengan yang kau katakan kemarin...!"


"Baguslah kalau begitu...! Thanks ya...!"


Maysa mengangguk. "Iya sama-sama..! Oh iya hair stylish nya juga make up artisnya akan datang satu jam lagi, jadi kita para wanita harus siap...!"


Ariel tersenyum, mengarahkan pandangannya ke Elea dan Danist yang ada di depannya. "El... Kak...!" Panggil Ariel pada Elea dan Danist kakaknya.


"Ya... Ada apa Iel??? Apa ada yang kurang dari persiapan ini???" Tanya Danist.


Ariel menggeleng. "Thanks....!!! Kalian sudah membantuku menjelaskan semuanga pada Gienka, aku sangat takut tadi jika dia membenciku, kalian pasti tahu bahwa aku tidak bisa tanpa Gienka, aku sangat ketakutan sekali tetapi kalian ternyata mampu untuk meyakinkannya....!"


"Jika kau takut Gienka membencimu lalu kenapa kau masih menceritakan segalanya, bukankah aku sudah memberitahumu bahwa lebih baik kita tidak perlu lagi membahas masalalu itu...!" Ujar Elea.


"Tidak El, bagaimana pun juga aku tetap akan memilih untuk menceritakan segalanya... Gienka tetap perlu mengetahuinya agar dia juga tidak terus bertanya mengenai apa yang terjadi diantara kita dulu...!!"


Maysa yang awalnya bingung pun mulai menangkap arah pembicaraan suaminya dan Elea serta Danist. "Jadi???? Kau sudah memberitahu Gienka???" Tanya nya tidak percaya.


"Iya.. Aku sudah memberitahu segalanya, Gienka marah sekali dan kecewa kepadaku, tetapi seperti yang ku bilang tadi bahwa Elea dan Kakak sudah membantuku meyakinkan Gienka, dan putri kita sudah tidak lagi marah kepadaku, dia sudah mengerti...!" Jawab Ariel.


Danist melempar senyum dan menepuk pundak Ariel. "Sekarang semuanya sudah baik-baik saja, pasti di hatimu sudah tidak ada lagi yang mengganjal, wajar saja jika dia marah tetapi percayalah bahwa putri kita itu sangat cerdas dan bisa mengerti segalanya dengan baik... Saat ini yang harus kita lakukan sebagai orang tua adalah selalu membahagiakannya apalagi dia sudah 18 tahun, sudah saatnya kita memberinya sedikit kelonggaran dalam menjalani hari-harinya.."


Ariel mengangguk menyetujui apa yang dikatakan oleh Danist bahwa saat ini semua beban yang ada dipundaknya juga yang ada di hatinya sudah lenyap begitu saja ketika dia bisa memberitahu Gienka segalanya. Saat ini Gienka juga sudah mulai beranjak dewasa bukan lagi remaja. Usia Gienka juga sudah jelas menunjukkan bahwa Gienka harus mulai bisa menempatkan diri dan mengatur segalanya dengan baik. Meskipun bagi orang tua berapapun usia anak mereka, di hati mereka tetap menganggap bahwa anak-anak tetaplah bayi kecil yang menggemaskan dan harus selalu di beri perhatian setiap waktu tetapi tetap dengan cara yang wajar agar mereka tidak merasa di kekang.


Ariel tahu bahwa Gienka nanti pasti akan menjadi penerusnya, menjadi pewaris dari seluruh bisnisnya, mengingat Gienka sejak lama sudah memiliki ketertarikan dengan dunia bisnis. Bahkan Gienka juga sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti test masuk ke perguruan tinggi di London bersama dengan Kyra, demi bisa mempelajari ilmu bisnis dan manajemen yang menjadi ketertarikannya. Ariel berharap Gienka bisa mewujudkan setiao keinginanya dengan baik.


Sebagai orangbtua, Ariel tidak ingin terlalu memaksakan bahwa Gienka harus menjadi pebisnis sepertinya, dan akan membiarkan Gienka menjadi apayang menjadi keinginannya sendiri. Tetapi beruntungnya, Gienka justru tertarik juga dengan dunia bisnis seperti dirinya. Itu merupakan bonus untuk Ariel, karena tanpa di paksa, Gienka mau melakukannya sendiri.


Sedangkan untuk Geffie, putri kedua Ariel itu justri sejak kecil lebih menyukai musik. Dimana sejak kecil Geffie sudah meminta dicarikan guru les musik dan sekarang Geffie punya guru vocal. Ya, Geffie tampaknya tertarik dengan hal seperti itu, berbeda dengan Gienka.


Sejak kecil, Ariel memang sudah membiasakan diri untuk mengajak Gienka ke kantornya sepulang sekolah. Sedangkan Geffie saat kecil menghabiskan waktujya di rumah bersama dengan Maysa. Sebenarnya Maysa sendiri juga sangat menyukai hal seperti musik dan menyanyi, hanya saja Maysa tidak terlalu memperdalam keahliannya dan lebih memilih menjadi wanita kantoran itu sebabnya dulu Maysa menjadi seorang sekretaris, lebib tepatnya menjadi Sekretari Aditya, Ayah dari Kyros dan Kyra sahabat Gienka. Aditya juga adalah sahabat Ariel sendiri. Dan disaat itu juga Ariel bisa mengenal Maysa. Kisah cintanya dengan Maysa saat itu juga diwarnai berbagai drama yang membuat Ariel juga terpaksa berpisah sementaara waktu dengan Maysa, bahkan setelah perpisahan itu Maysa menikah dengan orang lain tetapi tidak memiliki anak. Setelah Maysa berpisah dengan suaminya, dan posisi Ariel juga tidak berhubungan dengan siapapun, maka Ariel kembali meminta kepada Maysa agar bersedia menjadi kekasihnya lagi dan menikah.