
Kyros menggendong Lexia keluar dari lift, dia juga bersama Gienka. Mereka turun untuk sarapan. Lexia sudah cantik setelah mandi, begitu juga Gienka dan Kyros yang sudah rapi. Siang nanti mereka sudah mengatur temu dengan Arindah di rumah sakit untuk memastikan kehamilan Gienka serta mengetahui usia nya hingga hari perkiraan lahir dan sebagainya. Gienka dan Kyros akan merahasiakan ini dari keluarga nya sampai dia benar-benar di nyatakan hamil baru setelah itu akan memberitahu keluarga nya. Gienka juga berharap kondisi nya baik seperti kehamilannya sebelumnya. Tetapi tentu kali ini suasana nya sangat berbeda dengan saat dia hamil Lexia. Gienka mengalami kesedihan karena dia jauh dari Kyros dan harus menghadapi kehamilannya hanya di temani keluarga nya saja, tetapi saat ini dia bersama Kyros sehingga Gienka bisa bermanja-manja dengan suami nya. Tidak merasa sungkan ketika menginginkan sesuatu.
"Pagi Mam, Pap, Oma, Opa, Kyra dan Athan....!!!" Sapa Kyros pada keluarga nya yang sudah ada di meja makan.
"Pagi sayang, duduklah kami menunggu kalia." Sahut Cahya.
Kyros meletakkan Lexia di kursi makan khusus bayi dan dia bersama Gienka menarik kursi dan duduk untuk sarapan bersama keluarga nya. "Axel mana??" Tanya Kyros.
"Ada di blakang sedang menerima telepon, sebentar lagi juga kesini." Jawab Kyra.
"Oh...!!!"
Tak lama yang di bicarakan pun datang. Axel kembali duduk dan bergabung dengan keluarga nya. Mereka menikmati sarapan bersama.
"Amam dan Apap akan pergi sebentar, dan kembali sore nanti, Amam harus menemani Apapmu ke Surabaya menjenguk Niall, dia khawatir sekali dan ingin kesana, kau tidak apa-apa kan????" Tanya Cahya pada Kyros. "Ada Oma Opa dan Kyra Axel juga akan di rumah."
Kyros tersenym. Tidak sama sekali Mam, kalian pergi saja."
"Hanya hari ini saja, nanti langsung pulang, atau kalau kalian ingin ke rumah Ariel atau Elea juga tidak apa-apa." Aditya menimpali.
"Itu gampang Pap, nanti siang kami ingin pergi jalan-jalan sebentar keluar." Ucap Kyros.
"Baguslah... Sekali ajak istri dan anakmu pergi jalan-jalan keluar, berbelanja atau apapun supaya mereka tidak boring."
"Iya Pap." Kyros tersenyum dan kembali menyantap sarapannya. Dia meminta maaf karena berbohong pada keluarga nya, dia dan Gienka tidak ingin jalan-jalan tetapi ingin ke rumah sakit.
"Mau pergi kemana???" Tanya Kyra.
"Entahlah, hanya ingin jalan-jalan saja." Gumam Kyros.
"Iya, Apap dan Amam akan ke bandara setelah ini supaya bisa cepat dan nanti sore langsung pulang, besok Apap ada meeting penting." Jawab Aditya.
"Iya deh...!! Salam untuk Uncle dan Aunty juga Niall, supaya dia cepat sembuh."
****
Siang harinya...
Kyros, Gienka dan Lexia sampai di rumah sakit sesuai janji yang sudah mereka atur. Mereka langsung di persilahkan masuk karena Arindah sudah selesai menangani semua pasiennya. Arindah sengaja menyuruh Kyros dan Gienka datang siang sebelum jam makan siang sehingga tidak perlu mengantri.
Mereka masuk dan Arindah tersenyum melihat kedatangan mereka. Mereka di persilahkan duduk dan Gienka memulai mengobrol dengan Arindah sekaligus menunjukkan test pack nya yang menunjukkan hasil positif.
Setelah berbincang mengenai beberapa hal, Arindah kemudian meminta Gienka berbaring untuk melakukan usg.
"Kita mulai ya???" Ucap Arindah kemudian dia meletakkan alat usg ke perut Gienka. Ada layar televisi cukup besar di dinding. Kyros duduk memangku Lexia dan memegang ponselnya untuk merekam ke arah layar .
Perlahan Arindah memeriksa nya, dan dia menemukan kantung kehamilan Gienka dimana terlihat juga ada titik kecil disana. "Eh ada dua kantung kehamilan.." Ucap Arindah sembari menunjuk ke arah layar televisi itu. "Wah sepertinya karena Papa nya juga punya kembaran."
"Dua kantung kehamilan???" Tanya Gienka tidak percaya.
"Iya, lihat ini, ada dua kan??? Kau hamil bayi kembar. Selamat ya???"
Kkyros berdiri menghampiri Arindah dan Gienka. "Serius Aunty???"
Arindah terenyum. "Iya Ky, Gienka hamil bayi kembar, usia nya sekitar 6 minggu."
Kyros tersenyum lebar begitu juga dengan Gienka. Mereka tidak menyangka bahwa ini akan jadi kehamilan dengan dua bayi sekaligus. Gienka memang menginginkan bayi kembar dan ingin melakukan promil bayi kembar tetapi tidak menyangka tanpa promil, ternyata dia sudah hamil bayi kembar. Ini di luar ekspektasi mereka berdua.