I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 166



Gienka kembali melanjutkan memakan 3 potong sandwich itu habis dilahapnya karena dia merasa lapar sekali, juga kepalanya terasa pusing. Setelah menghabiskannya, seperti ucapan Kyros, Gienka juga meminum obat. Gienka tidak berhenti tersenyum bahagia, baginya ini masih terasa seperti mimpi. Gienka menepuk-nepuk pipinya dan menyadari bahwa ini memang bukanlah mimpi. Kyros benar-benar sudah menjadi miliknya.


Gienka menyentuh bibirnya, semalam dengan tidak sadar dia sudah mencium Kyros lebih dulu, dan tadi mereka benar-benar berciuman. Gienka masih bisa merasakan manisnya bibir Kyros.


Gienka mendongakkan kepalanya menghadap atas lalu menadahkan tangannya serta memejamkan matanya. "Thanks God.....!!! Kau sudah mendengarkan doaku...! Thank you so much.....! Thank you thank you so much! Please selalu jaga dia untukku karena aku sangat mencintainya....!" Gumam Gienka lalu mengusapkan kedua telapak tangannya di wajahnya sebagai ungkapan rasa syukurnya.


Setelah minum obat, Gienka membaringkan tubuhnya lagi untuk mengurangi rasa peningnya berharap obat itu bisa segera bereaksi karena jam dua belas nanti dia ada meeting dan harus pergi. Gienka memejamkan matanya dan tertidur lagi.


Sekitar 15 menit kemudian, Kyros keluar dari kamar mandi hendak melangkah menuju ruang gantinya tetapi dia tersenyum menemukan Gienka yang memilih untuk tidur lagi. Gienka pasti saat ini masih merasa tidak nyaman dengan tubuhnya karena efek alkohol berlebihan yang dikonsumsinya. Semalam Kyros sempat membaca bil dari Bar iti dan terkejut sekali ternyata Gienka menghabiskan sekitar 13 minuman jenis martini. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Gienka, bisa-bisanya menghabiskan alkohol sebanyak itu. Bahkan Kyros juga tertawa melihat tagihan yang harus dibayarnya semalam.


Setelah berganti pakaian, Kyros kembali lagi, dan dia sudah mengantuk sekali tetapi tidak ingin membangunkan Gienka. Kyros pun memilih tidur di sofa saja. Duduklah dia dan mulai memejamkan matanya.


★★★★★


Gienka kembali terbangun lagi dan tampaknya dia merasa sedikit lebih baik walaupun masih sedikit pening. Gienka mendapati Kyros duduk di sofa tetapi tidur. Lebih baik dia membangunkannya karena kasihan semalam suntuk Kyros pasti tidak tidur dan sekarang pasti butuh tempat tidurnya yang nyaman ini untuk beristirahat. Gienka beranjak dari tempat tidur Kyros dan mendekati lelaki yang dicintainya itu.


Gienka duduk di sofa lain tepat di depan Kyros, memandangi wajah lelaki yang sedang terlelap itu, meskipun dalam keadaan tidur, Kyros tetap terlihat tampan sekali. Matanya yang lebar, hidungnya yang mancung, alis yang melengkung indah, juga bibir tipis berwana merah muda itu, semua terlihat benar-benar sempurna. Gienka yakin bahwa Tuhan sepertinya tersenyum ketika menciptakan Kyros, salah satu mahluk yang seindah ini yang oernah Gienka lihat. Mungkin ini adalah salah satu kenapa dia begitu mencintai Kyros dan selalu sabar menantikan hari bahagia seperti hari ini.


Kyros tiba-tiba membuka matanya membuat Gienka sedikit terkejut. Dahi Kyros berkerut menatap Gienka. "Apa yang kau lakukan? Kenapa melihatku seperti itu??? Hoammm....!" Kyros menguap karena dia mengantuk sekali. Kyors mengangkat matanya masih heran dengan apa yang sedang dilakukan oleh Gienka di depannya.


"Aku hanya senang saja mendapatimu tidur dan kau terlihat tampan...!" Gumam Gienka.


Kyros terkekeh kemudian meminta Gienka untuk mendekat dan duduk diatas pahanya. Gienka duduk di paha Kyros dan melingkarkan tangan kanannya di leher lelaki itu, sementara Kyros menyibak rambut Gienka lalu menyrlipkannya dibelakang telinganya. "Katakan padaku, kenapa kau semalam mabuk seperti itu??? Apa kau sering melakukannya selama ini???" Tanya Kyros.


Gienka menggeleng. "Tidak, itu baru pertama kali aku melakukannya, biasanya aku hanya minum satu atau dua gelas saja itupun hanya untuk formalitas menghormati klienku dari luar negeri" Jawab Gienka sambil mengusap pipi Kyros.


"Kau tahu betapa merepotkannya dirimu semalam, kau muntah sepanjang jalan, kau juga mengotori pakaianku, mobil Kyra, juga membuatku mengeluarkan banyak uang untuk membayar tagihan minumanmu bahkan aku juga harus memberi tip untuk pelayan disana karena mereka sudah mengamankanmu, so why whould you do it???"


"Aku kesal, marah dan kecewa kepadamu, Geffie memberitahuku jika kau sedang jalan dengan Camilla, bahkan dia juga mengirimkan foto kalian! Aku marah sekali, kau pulang bukannya membuatku senang bisa melihatmu tapi kau pulang justru membuatku selalu merasa kesal, kau jahat sekali...!"


"Kenapa suudzon? Apa-apa itu harus ditanya kebenarannya, bukannya merasa kesal atau marah lebih dulu setelah itu pergi begitu saja! Oke lupakan yang sudah berlalu, aku tidak ingin lagi melihatmu seperti tadi malam, ya jika aku ada disini aku bisa mengurusmu lalu jika aku sudah kembali nanti? Kau sedang marah atau kesal lalu memilih jalan seperti itu lagi, dan siapa yang akan mengatasinya? Jangan lagi melakukan hal itu, oke?"


"Oke..! Aku janji..!" Ucap Gienka lalu mendongakkan kepala Kyros dan mendekatkan wajahnya.


Gienka mengecup bibir Kyros dengan lembut. Lalu sisi bibirnya mulai membuka bibir Kyros, dan memagut bibir bawah lelaki itu. Mereka berdua saling menyesap dengan lembut, menikmati kemanisan yang ada di sana. Kyros menggerakkan tangannya dan membimbing lengan Gienka supaya merangkul lehernya, lalu memeluk Gienka erat-erat dan terus mencium bibirnya.


Ciuman Kyros sangat luar biasa. Lelaki itu menikmati bibir Gienka dengan kehausan, mencecap seluruh sudutnya dengan bibirnya. Ketika bibir Gienka membuka, lidahnya menelusup masuk, mulanya hati-hati kemudian masuk semakin dalam, bertemu dengan lidah Gienka dan berjalinan di sana, mulut mereka berpadu dan tubuh mereka menjadi semakin rapat. Kyros menikmatinya dan tetap menjaga dirinya agar tidak terlalu larut yang justru akan membuat mereka lupa diri. Ketika ciuman terlepas, napas Gienka dan Kyros tersenggal tetapi mereka berdua saling memberi senyum satu sama lainnya.


"Kau tidurlah, aku harus pulang karena jam sebelas nanti aku ada meeting, tidak mungkin aku berangkat meeting dengan pakaian seperti ini!" Ujar Gienka.


"Kenapa pulang? Kyra sudah menyiapkan pakaian untukmu, kau mandi saja dan bersiaplah, sore nanti aku akan mengambil mobilmu dan menjemputmu! Kau berangkat dengan taksi saja karena semua orang sedang pergi dan tidak ada mobil dirumah! Jadi dimana kau memarkir mobilmu semalam? Sampai kau seperti orang linglung karena tidak menemukan mobilmu!"


wajah Gienka memerah karena malu. "Aku lupa, mobilku masih terparkir di restoran depan Bar yang semalam!"


"Itulah yang terjadi jika kau banyak minum! Sekarang pergilah mandi dan gunakan pakaian Kyra!" Ucap Kyros sambil meraih paperbag yang ada di atas meja dan memberikannya pada Gienka.


Gienka pun mengangguk, kemudian berdiri dan pergi ke kamar mandi. Sementara Kyros juga berdiri dan langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan tak lama dia tertidur lagi.


★★★★★★


Kyros akhirnya terbangun pukul 3 sore, dan mendapati kamarnya yang kosong. Sepertinya Gienka tadi pergi tidak membangunkannya, mungkin karena tidak ingin mengganggu tidurnya. Kyros melirik ke meja disampingnya dan menemukan selembar kertas yang ditahan oleh segelas air diatasnya.


"Aku pergi dulu, maaf tidak membangunkanmu karena aku tahu kau pasti lelah sekali, jemput aku di kantor jam 4 sore, kunci dan stnk mobilku ada dimeja jangan lupa dibawa!"


Love you my Bear ❤


^^^Your Love^^^


^^^Gienka^^^


***


Kyros sudah sampai di depan kantor Gienka, dan perempuan itu juga sudah menunggunya lalu pergilah mereka. Kyros merasa lapar sekali dan mengajak Gienka untuk pergi makan sebelum mengantarnya pulang.


"Kau mau makan apa???" Tanya Gienka.


"Apa saja, yang oenting kau juga suka!" Jawab Kyros.


"Baiklah sekali-kali kau harus merasakan makan di restoran terbaru Papa Iel, kita pergi kesana sekarang!"


Kyros menoleh dan menyetujui usulan dari Gienka. Kemudian Gienka mengambil ponselnya dan menghubungi Kyra agar mau menyusul mereka. Gienka juga ingin sekali meminta maaf pada sahabatnya itu karena semalam sudah merepotkannya.


Selama perjalanan Gienka tidak melepaskan pegangannya kepada tangan Kyros. Hari ini dia melewati hatinya dengan penuh kebahagiaan, Gienka merasa bahwa dirinya benar-benar sedang melayang.


"Apa Camilla akan kembali lagi kesini nanti???" Gienka tiba-tiba melontarkan pertanyaan itu pada Kyros.


"Dia sedang liburan dan mungkin akan langsung kembali! Kenapa?"


"Tidak...! Aku hanya ingin tahu saja, kalian terlihat begitu dekat sekali, apa kau tidak pernah sekalipun menyukainya?"


"Kami dekat hanya sebagai teman saja dan kebetulan kami tinggal di apartemen yang sama itu sebabnya kami dekat, menyukainya??? Tidak sama sekali....! Sejak dulu hanya kau yang ada di hatiku, I have love you since we were 18...!" Ujar Kyros sambil menirukan lagu yang semalam di putar oleh Gienka.


Mendengar itu Gienka pun tertawa, ternyata Kyros benar-benar mengingat semua kegilaannya semalam. Kyros mengangkat tangan Gienka dan mencium punggung tangan perempuan itu seraya mengucapkan terima kasih karena bertahun-tahun Gienka sudah mencintainya dan Kyros merasa bersyukur sekali dengan hal itu.


Hingga sampailah mereka di restoran milik Papa Gienka. Kyros dan Gienka turun dan masuk bersamaan dengan tetap bergandengan tangan. Kyra sendiri sudah mengatakan bahwa dia sudah dalam perjalanan menyusul mereka.


Melihat kedatangan Gienka, pelayan dengan sigap datang dan menyapanya. Gienka meminta buku menu dan membiarkan Kyros memilih makanan yang diinginkannya. Setelah itu mereka tinggal menunggu makanan ang di pesannya datang. Gienka pun berpamitan untuk pergi ke toilet sebentar pada Kyros dan memintanya menunggu.


Kyros duduk sambil memeriksa ponselnya tetapi tiba-tiba saja dia melihat seseorang yang sangat dikenalnya dan sudah ingin dia temui sejak beberapa hari yang lalu. Orang itu sedang duduk di kursi yang berada di sisi kanan restoran dengan seorang perempuan. Tanpa pikir panjang Kyros beranjak dari kursinya dan menghampiri mereka.


"Boleh aku bergabung bersama kalian???" Tanya Kyros pada kedua pasangan itu.


Zayan dan Jelena menengok secara bersamaan ke sumber suara. Zayan menelan ludah ketika menemukan Kyros berdiri dan tersenyum kepadanya tetapi lekas berdiri dan menyalami Kyros lalu memeluknya. "Ky....! Kau ada disini??? Bagaimana kabarmu???" Tanya Zayan.


"Aku baik sekali seperti yang kau lihat...! Bileh aku duduk bersama kalian!"


"Oh tentu saja... Silakan..! Kapan kau kembali Ky?" Tanya Zayan.


Kyros menarik kursi lalu duduk. "Aku sudah beberapa hari di rumah, dan kau bertanya kapan aku kembali??? Apa Kyra tidak memberitahumu tentang kepulanganku??"


Kyros berpura-pura tidak tahu jika hubungan Zayan dan Kyra sudah berakhir, dan dia sengaja melakukannya untuk memancing Zayan dan penasaran dengan jawaban temannya itu. Sebenarnya dia sudah ingin sekali menghajar Zayan.


"Mungkin Kyra lupa, kau tahu sendiri kan adikmu begitu sibuk dan suka lupa!" Jawab Zayan.


Kyros langsung mengernyit dan merasa muak mendengar jawaban Zayan. "Maybe...!!! Siapa dia???" Kyros menoleh dan mengarahkan pandangannya pada perempuan yang bersama dengan Zayan.


"Ooowhhh.... Ini Jelena dia teman sekantorku!" Zayan berbohong lagi.


Kyros langsung melihat perempuan itu dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan mencelanya dalam hati tetapi kemudian Kyros tersenyum dan menyalami Jelena. " Owh... Jadi ini Jelena, hai Jelena! Berapa umurmu?" Tanya Kyros.


"Hai....! Aku Jelena dan umurku 24 tahun!"


"24???" Kyros terkekeh kemudian melanjutkan ucapannya.


"Tapi wajahmu seperti tante-tante! Aku pernah mendengar namamu tetapi bukan dari adikku melainkan dari orang lain, dia mengatakan bahwa kau sudah membuat Adikku masuk ke rumah sakit dan dia tidak bisa berjalan selama satu minggu, tangannya juga terluka cukup parah karena kau sudah menginjaknnya deng heelsmu! Wow berani sekali kau melakukan itu padanya? Apa kau tidak berpikir dengan siapa kau berurusan sekarang?" Kyros kemudian beralih menatap Zayan yang ada disampingnya dengan tatapan penuh kemarahan.