
"Sudah sampai....!" Gumam Zayan ketika dia sudah menghentikan dan memarkirkan mobilnya.
"Fiuuuhhh sudah lama juga tidak datang kesini, film nya tayang jam berapa???" Tanya Kyra.
"Masih sekitar satu jam lagi sayang, kita bisa jalan-jalan dulu..!!"
"Owh oke deh...!" Kyra melepaskan seatbelt dan Zayan juga melakukannya.
Kyra hendak membuka pintu mobil, tetapi Zayan menahan pergelangan tangannya. "Eh kenapa??? " Tanya Kyra sambil menoleh ke arah Zayan.
Lelaki itu hanya tersenyum dan tidak mengatakan sepatah katapun. Zayan meraih kedua bahu Kyra. Disentuhnya dagu Kyra lembut untuk mendekatkan kepala perempuan itu, kemudian dikecupnya bibir Kyra dengan lembut.
"Aku merindukanmu, setidaknya luangkan sedikit waktu untuk kita bisa berciuman...!" Gumam Zayan dengan suara serak.
Kyra tersenyum. "Kau ini...!" Ucapnya tetapi kemudian membalas kecupan Zayan. Kyra juga sangat merindukan lelaki ini.
Mereka saling membalas ciumannya. Lidah Zayan mendesak masuk kemudian, terasa hangat dan menggoda, tanpa permisi menjelajahi seluruh bagian mulut Kyra, mencecapnya dan menggodanya, lidah itu lalu menemukan lidah Kyra yang lembut dan berjaalinan di sana. Mulut Zayan meIumat seluruh bagian bibir Kyra, seakan ingin menyerap semua rasanya. Pelukannya mengencang, jemarinya menelusuri permukaan kedua lengan Kyra, bergerak naik turun dengan lembut.
Ketika ciuman itu terlepas, napas mereka berdua sama-sama terengah-engah. Zayan lalu mengecup lembut bibir Kyra, beralih ke pipinya, diberinya hadiah kecupan-kecupan kecil, kemudian ke telinganya, menghembus lembut di sana membuat Kyra memekik kegelian.
"Aku haus, ayo kita cari minum, aku sedang ingin Thai tea latte..." Ucap Kyra.
"Iya... Kau ini merusak suasana saja, aku kan masih merindukanmu..!"
"Kita sudah punya banyak waktu untuk melepas rindu.. Ayo..."
"Tunggu...!" Zayan keluar dari mobil dan berlari untuk membuka kan pintu Kyra. Mereka berdua kemudian berjalan bergandengan tangan.
Zayan tidak bisa mengungkapkan kebahagiaannya, hal yang sama juga di rasakan oleh Kyra. Mereka berdua akan memanfaatkan waktu kebersamaan mereka dengan baik. Sejauh ini mereka berdua hanya sekedar menjalani hubungan yang biasa saja, tetapi tentu tidak menutup kemungkinan akan ada pembicaraan mengenai hubungan yang serius. Hanya saja baik Kyra ataupun Zayan memilih untuk tidak membahas itu lebih dulu, karena saat ini tentu fokus mereka adalah memikirkan pekerjaan masing-masing. Bagi mereka, masih ada banyak waktu untuk membahas mengenai hal itu.
****
Gienka akhirnya sampai juga di rumah. Suasana terlihat lengang, karena seperti nya orang tua nya belum kembali dari kantor. Gienka melempar tas nya ke tempat tidur, dan dia membaringkan tubuhnya. Menatap langit-langit kamarnya dengan perasaan penuh kelegaan. Hari pertama nya bekerja di lalui dengan sangat baik, dan semua staf di divisi yang di tempatnya juga baik. Membimbing dan membantunya serta teman-temannya yang juga masih baru sepertinya. Bahkan perempuan yang pagi sebelumnya marah dan kesal karena sudah Gienka tabrak juga baik. Perempuan itu meminta maaf atas sikapnya yang berlebihan ketika tidak sengaja di tabrak oleh Gienka. Gienka tentu saja memaafkannya dan memaklumi nya, karena yang bersalah sebenarnya adalah dia, bukan perempuan itu.
Sambil berbaring dan tersenyum, Gienka meraih boneka beruang yang ada di atasnya, kemudian memeluknya dengan gemas. Dia begitu menyukai boneka itu, hingga selalu membawa nya jika dia memutuskan untuk tidur di rumah Ariel, lalu akan kembali membawanya pulang ketika ingin tidur di rumah Mama nya, yaitu Elea. Boneka itu pemberian Kyros di hari ulang tahunnya sehingga Gienka sangat menyukai nya.
Gienka sejauh ini masih bertahan dengan kesendiriannya. Dia tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Hatinya masih untuk Kyros. Gienka tidak tahu kapan perasaannya itu akan mampu bertahan, yang jelas dia hanya mencintai Kyros, sejak dulu hingga detik ini. Gienka senang karena Kyros juga ternyata tidak pernah terlihat atau bercerita sedang dekat dengan siapapun, tetapi Gienka melihat banyak sekali teman perempuan Kyros.
Saat di Amerika, Gienka sering mengunjungi Kyros, bahkan rutin, bisa satu bulan dua sampai tiga kali. Jarak yang cukup dekat di banding dengan sebelumnya ketika Kyros di California. Yang membutuhkan waktu hampir 5 jam untuk datang kesana dengan pesawat. Sedangkan saat Kyros tinggal di Washington, hanya butuh 1,5 jam untuk sampai disana. Sehingga itu mempermudah Gienka untuk datang mengunjunginya atau Kyros yang datang untuk mengunjunginya, jarang sebenarnya Kyros datang, lebih sering Gienka lah yang datang.
Gienka bangkit dari tempat tidurnya dan membuka laci meja. Dia mengambil album foto dan tersenyum karena album itu berisi foto Kyros. "Ky.... Hari pertamaku bekerja berjalan lancar... Thanks kemarin kau sudah menyemangati ku, dan aku melewati hari ini dengan baik... Doakan aku lagi supaya aku bisa bekerja lebih baik lagi dan bisa membuat Papa Iel, Mamay, Mama El serta Papa Dan bangga kepadaku... Begitu juga denganmu... I love you Ky...!" Gienka mencium foto Kyros dan memeluk album foto itu dengan erat sebagai ungkapan kebahagiaannya.
Sementara itu, di tempat lain, Kyra dan Zayan sampai juga di rumah Kyra. Mereka pun masuk. Kyra meminta Zayan untuk menunggu nya di ruang tamu sedangkan dia akan naik ke atas untuk mengganti pakaian. Zayan mengangguk dan akan menunggu Kyra.
"Mbak.... Mbak Tina...!" Teriak Kyra memanggil ART rumahnya.
"Iya non Kyra...!" Seorang wanita muncul dari belakang tepatnya dari arah dapur.
"Buatkan Zayan minum ya mbak??? Sekalian camilan juga atau apa kek yang bisa di makan hehehe, aku akan ke kamar untuk berganti pakaian.. Oh iya kok sepi??? Alam dan Apapun ada di rumah kan???"
"Ada non, ada di kamar, tuan dan nyonya besar juga ada di dalam...! Sedang menunggu non Kyra pulang untuk makan malam, karena makan malam juga sudah siap..!"
Kyra tersenyum. "Baiklah... Tolong beritahu mereka kalau kami sudah pulang, aku akan berganti pakaian sebentar...!"
"Baik Non... Saya buat minum dulu..! Permisi...!" Art Kyra kembali ke belakang.
"Sayang, tunggu sebentar ya???" Ucap Kyra, Zayan tersenyum dan menganggukkan kepala nya. Kyra pergi meninggalkan Zayan untuk naik ke kamarnya. Zayan menarik napasnya dalam-dalam untuk menghilangkan kegugupan nya. Untuk kesekian kalinya dia merasa nervous ketika harus bertemu dengan keluarga Kyra. Ini bukan pertama kalinya, tetapi rasa nervous itu selalu saja datang, padahal keluarga Kyra sangatlah baik dan tidak pernah bertanya tentang hal-hal yang berat, justru mereka sangat welcome dan sangat baik kepada nya, tetapi tetap saja Zayan merasa nervous.
"Mas Zayan, ini minumnya, silakan.. Saya naik ke atas untuk memanggil tuan dan nyonya sebentar...! "
"Terima kasih mbak...! " Ucap Zayan pada Art Kyra yang sudah membawakan minum untuknya.
Setelah menunggu beberapa saat, Aditya dan Cahya turun dari tangga. Melihat kedua orang tua Kyra datang, Zayan berdiri dan tersenyum kepada mereka berdua. Aditya dan Cahya menghampiri Zayan. "Malam Zay... Sudah menunggu lama?? " Tanya Aditya.
Zayan menyalami kedua orang tua Kyra. "Belum om, baru saja...! Maaf kami terlambat dan membuat kalian menunggu..!"
"Tidak juga, masih baru jam tujuh lebih sedikit, Kyra mana???"
"Ke kamar, katanya ingin mandi dan ganti pakaian..!" Jawab Zayan.
"Oh sudah ke kamar ya??? Kau juga kenapa tidak mandi Zay, kau tadi dari kantor dan langsung menjemput Kyra kan?? Pasti kau juga tidak nyaman dengan pakaian yang sudah kau gunakan seharian, kau bisa mandi dan menggunakan pakaian milik Kyros..!" Ujar Cahya.
"Iya benar juga, kau mandi saja disini, dan bisa memakai pakaian milik Kyros.. Mbak Tina....!" Aditya memangg Art nya tak lama Art nya muncul dari belakang. Aditya pun meminta Art nya itu untuk. mengantar Zayan ke kamar Kyros yang ada di lantai empat. Zayan bisa menggunakan kamar Kyros untuk. mandi dan berganti pakaian.
Zayan ingin menolak karena tidak enak tetapi ada benarnya juga. Tubuhnya lengket karena seharian belum mandi, dan hanya tadi pagi sebelum dia berangkat ke kantor. Zayan pun mengangguk kemudian di antar oleh Art ke kamar Kyros yang berada di lantai paling atas rumah ini. Sementara itu Aditya dan Cahya memilih duduk di sofa sambil menunggu yang lainnya turun untuk makan malam bersama. Aditya senang karena Zayan selalu bersikap sopan dan baik, setiap mengajak Kyra keluar, Zayan selalu mengantar Kyra sampai rumah, begitu juga ketika hendak pergi, Zayan selalu menjemput Kyra. Sikap seperti itulah yang menandakan bahwa Zayan adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, serta tidak sembrono. Aditya senang mendapati Kyra bisa berhubungan dengan pria yang baik seperti Zayan.