
"Sayang...???? Kenapa??? Kenapa murung????" Tanya Kyros pada Gienka. Mereka sudah sampai di restoran dan baru selesai memesan makanan. Tetapi gelagat Gienka sangat aneh sejak tadi. Perempuan itu banyak diam dan menjawab pertanyaan Kyros sekena nya saja.
Gienka memandang suami nya yang sedang duduk berhadapan dengannya. "Tidak.. " Jawabnya pelan.
"Kenapa??? Apa terjadi sesuatu di kantor??? Apa kau di marahi oleh atasanmu???" Tanya Kyros seolah tidak percaya dengan jawaban istrinya.
"Tidak.. " Jawab Gienka lagi.
"Lalu kenapa seperti itu??? Kau tidak suka aku ajak makan siang bersama??? Apa kau ada janji akan siang denganmu??? Kalau memang seperti itu kenapa tadi tidak menolak saja ajakanku.. Kita bisa makan siang kapan-kapan.. "
"Tidak sayang... Kenapa kau banyak bertanya.. " Gienka terlihat mulai jengkel dengan Kyros.
"Aku banyak bertanya karena kau tidak menjawab jujur pertanyaanku, dan kenapa malah marah-marah..??? Aneh, aku kan bertanya baik-baik.. " Kyros memalingkan wajah, tampakkes al dengan sikap Gienka yang di nilai nya menyebalkan. Itu tidak pernah terjadi sebelumnya.
Gienka menyadari kesalahannya dan dia memegang tangan Kyros. Lalu minta maaf pada suami nya itu. "Sorry......!!!!" Ucapnya.
Kyros melirik, memandang datar ke arah istrinya. "Kau ini kenapa??? Tidak bisa nya seperti ini??? Apa yang mengganggu pikiranmu???"
"Bisakah kita mulai untuk promil?? Atau bagaimana jika kita mengikuti bayi tabung???" Tanya Gienka.
Kyros terlonjak. "Promil????" Lelaki itu memejamkan matanya dan membuka nya lagi, menatap heran istrinya. "Ya Tuhan.... Jadi masalah ini lagi yang mengganggu pikiranmu??? Aku sudah bilang jangan terlalu khawatirkan apapun soal kehamilan, kau pasti akan hamil jika rahim mu sudah siap.. Kenapa kau terus memikirkannya sayang???? Aku sudah bilang aku tidak menuntut apapun darimu, kau selalu bersamamu itu sudah lebih dari cukup, jika kita memiliki bayi itu adalah anugrah... Hidup kita seperti ini saja harus kita syukuri.." Ujar Kyros.
"Tapi aku ingin segera hamil..???"
"Lalu aku harus bagaimana???? Kita sudah berusaha, dan kita juga di nyatakan baik-baik saja, tetapi jika Tuhan belum memberikannya, kita bisa apa sayang??? Selain berusaha dan berserah???"
"Dan salah satu bentuk usaha adalah kita coba melakukan promil, seperti bayi tabung atau lainnya yang bisa membuat aku bisa segera hamil????" Gienka menimpali.
Kyros menghela panjang napasnya dan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Bersamaan dengan itu pelayan membawa makanan pesanan mereka. Mereka berdua diam sampai kemudian pelayan pergi setelah meletakkan makanan di meja. "Habiskan makan siangnya, kita bisa membahasnya di rumah nanti, kita tidak punya waktu banyak sekarang dan harus segera kembali ke kantor..!" Ucap Kyros.
"Tapi kau akan setuju kan jika kita melakukan bayi tabung???" Tanya Gienka.
Wajah Gienka berubah ceria seperti biasa nya lagi setelah mendengar jawaban suami nya atas ajakannya. Ya, Gienka sadar bahwa memang lebih baik pembicaraan ini di lanjutkan di rumah saja. Bagi Gienka ini adalah awal yang sangat baik untuk memulai semuanya. Dia ingin segera memiliki momongan, itulah yang dia inginkan saat ini.
Mereka kemudian makan siang bersama. Gienka tidak lagi murung seperti tadi, hal itu membuat Kyros merasa lega. Karena istrinya cukup puas dengan jawabannya tadi Sebenarnya ada keraguan di hati Kyros mengenai promil itu, apalagi dalam waktu dekat ini atau satu tahun ke depan. Akan tetapi dia sendiri juga tidak bisa memastikannya. Entahlah, Kyros akan memikirkannya lagi baik dan buruknya, jangan sampai nanti dia meninggalkan Gienka dalam keadaan hamil. Dan Kyros belum bisa mengatakan yang sejujurnya untuk saat ini karena masih belum pasti.
****
"Aku akan siapkan kamar untuk Kyra, Axel dan Athan nanti.. " Ucap Gienka pada Kyros yang sedang mengemudi. Besok lusa Kyra dan Axel akan datang kesini untuk mengunjungi nya dan Kyros. Mereka berdua juga akan mengajak Athan, bayi menggemaskan keponakan Gienka dan Kyros. Gienka sangat tidak sabar bertemu Athan, mengingat dia sudah lama tidak memeluk dan menciumi keponakannya itu dan setiap hari hanya bicara melalui panggilan video saja. Athan sekarang sudah bisa berjalan, terakhir kali Gienka bertemu adalah saat Athan masih kecil. Dimana Gienka dan Kyros pulang ke Indonesia.
Kyros menoleh dan melempar senyumnya. "Memangnya persiapan seperti apa yang ingin kau lakukan??? Kamar kan setiap hari bersih sayang???"
"Aku akan membeli banyak mainan untuk keponakanku yang menggemaskan itu.. Jadi semua harus di siapkan dengan spesial.. Kau sangat buruk dalam hal memberi kejutan jadi diam saja dan serahkan padaku.. " Ejek Gienka.
"Diiiihhhhh....!!! Memangnya hal buruk apa yang aku lakukan dalam membuat kejutan???" tanya Kyros.
"Pokoknya kau buruk sekali untuk hal yang satu itu, dan sangat menyebalkan.. " Ujar Gienka dan dia langsung mendapat cubitan gemas di pinggangnya dari Kyros.
"Sudah sampai... Bekerja lah dengan fokus, dan jangan terlalu memikirkan mengenai tadi, jangan sampai hal pribadi mengganggu pekerjaanmu, aaku tidak mau kau sampai di marahi karena tidak fokus.. "
Gienka tersenyum. "Iya sayang...!!" Gienka mencium pipi Kyros sebelum keluar dari mobil dan dia juga mencium tangan Kyros sebagai bentuk hormatnya kepada suami nya itu. Setelah itu, Gienka keluar dari mobil dan melambaikan tangannya pada Kyros. Mobil Kyros meninggalkan kantor tempat Gienka bekerja.
****
Gienka memeriksa laporannya di laptopnya. Fokus sekali karena itu harus sesuai dan tidak memiliki salah penulisan.
Hi guys... Can you stand up please??" Ucap seseorang yang membuat arkan fokus Gienka dan teman-temannha. "and see who is with me right now... he will be joining our division starting tomorrow, and his name is brother Kevin Anthony or you can call him Kevin.. " Ucap manager Gienka, memperkenalkan laki-laki bernama Kevin kepada anak buahnya.
Dan saat berdiri, Gienka di buat terkejut dengan siapa yang saat ini sedang bersama Mangaernya. Itu adalah Kevin, Kevin temannya saat SMA dan dulu sempat berbuat kasar pada Gienka hingga menyulut kemarahan Kyros.
"Kevin, they are all part of the division team, and good luck to you tomorrow, now you can get to know your friends better.." Manajer meminta Kevin untuk berkenalan dengan yang lainnya yang akan menjadi partner nya nanti di divisi tim ini.