
Keesokan harinya.....
Arindah dan Vino menunggu untuk mengambil hasil tes DNA yang sudah di lakukan kemarin. Arindah berharap DNA nya cocok dengan Ethan. Kalaupun tidak dia berharap mungkin cocok dengan milik Reino. Arindah sudah siap untuk menemui Reino dan meminta kepada Reino untuk melakukan tes DNA dengan Naufal nanti nya. Tetapi Arindah yakin jika golongan darahnya sudah sama dengan Ethan sebelumnya, maka di pastikan bahwa mungkin DNA nya juga akan tepat jika di bandingkan dengan Reino.
Dan hari ini Ethan juga sudah di ijinkan untuk pulang. Sehingga Arindah dan Vino memutuskan akan mengajak Ethan untuk pulang ke rumah Kyros saja sambil membujuk Ethan untuk di ajak pulang ke Indonesia. Karena bagaimana pun nantinya jika Ethan memanglah Naufal, tentu Vino dan Arindah akan menyiapkan berbagai hal untuknya. Ethan adalah anak pertama yang tentu akan Vino berikan tanggung jawab dalam beberapa hal. Dan Vino juga ingin mengetahui apa saja yang selama ini di lakukan Ethan, pendidikannya hingga hal lainnya. Karena Vino tahu, Ethan selama ini sepertinya hidup dalam kesederhanaan. Dan Vino tentu ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk anaknya itu saat ini.
Seorang perawat pun akhirnya memberikan sebuah surat dan itu adalah hasil dari test DNA kemarin. Vino menerima nya. Tiba-tina saja tangannya gemetar, kemudian perlahan dia dan Arindah membuka nya. Arindah menutup matanya dan dia menyebut nama Tuhan agar dia di berikan kekuatan untuk menerima hasilnya apapun itu. Lalu membuka matanya lagi dan dia dengan penuh seksama lihat hasilnya.
Setelah membaca itu, lutut Arindah terasa langsung lemas, dan dia terduduk di lantai. Vino segera menopang istrinya. Dan Arindah memeluk Vino sambil menangis. "Dia Naufal kita....!!!" Ucap Arindah dan airmata nya mulai membanjiri pipi nya. Dia benar-benar terisak di pelukan Vino. "Kita menemukannya... Dia Naufal kita....!!! Tuhan mendengar do'a kita.....!"
Vino mengusap punggung istrinya dan dia juga menangis hingga terisak. Masih tidak menyangka bahwa dia kali ini benar-benar menemukan Naufal nya, kesayangannya. Rasa cinta yang begitu besar kepada Naufal sejak dulu tidak pernah berubah meskipun Naufal bukan anak kandungnya. Tetapi Vino sangat mencintainya. Naufal adalah anaknya. Tuhan sudah mengabulkan semua keinginannya. Kali ini dia akan menjaga Naufal dengan baik dan tidak ingin kehilangan lagi untuk kedua kali nya. Keluarga nya benar-benar lengkap, Vineet akan sangat bahagia dengan ini karena putrinya itu sudah menemukan kakaknya.
"Mama Papa....!!!" Vineet tiba-tiba datang.
Vino dan Arindah berdiri. Lalu tersenyum, kepada putrinya. "Dokter ingin bertemu kalian.. " Ucap Vineet.
Arindah langsung memeluk putrinya dan kembali menangis. "Sayang... Hasilnya cocok... Ethan adalah adalah kakakmu.. " Ucap Arindah di selingkuh is akan penuh kebahagiaan.
"Apa...!!! " Seru Vineet. "Mama serius?????" Tanya Vineet.
"Ya.... Hasilnya 98% persen identik dengan Mama... " Jawab Arindah.
Vineet melepaskan pelukannya dan menatap kedua orang tua nya bergantian. Vino tersenyum. menganggukkan kepala nya. Tetapi kemudian dia langsung berlari meninggalkan kedua orang tua nya itu. Vino dan Arindah menyusul Vineet. Mereka tahu bahwa Vineet pasti akan kembali ke ruang perawatan Ethan dan akan memberitahu kakaknya itu tentang hasil test DNA kemarin.
Vineet masuk ke ruangan perawatan Ethan, dan dia langsung memeluk Ethan yang masih terbaring. "Vineet, what's wrong with you???" Tanya Ethan bingung.
"I just wanted to hug my brother..!" Jawab Vineet. Dia hanya ingin memeluk kakaknya.
"What do you mean???" Tanya Ethan lagi. Dia bingung tetapi kemudian dia melihat Vino dan Arindah masuk ke ruangan itu.
"You are my brother, and your dna test results with Mama match perfectly, so you are indeed my brother... I'm so happy that I can finally hug and find my brother.. " Ucap Vineet. Dia merasa bahagia sekali karena sudah menemukan kakaknya. Dan memberitahu Ethan jika test DNA nya sangat cocok dengan Mama nya.
Vineet melepaskan pelukannya dan menatap kakaknya yang diam tanpa ekspresi. "How do you feel??? Are you not happy that we are your family???" Tanya Vineet.
Ethan tidak tahu harus bagaimana. Dia bingung juga tidak menyangka bahwa dia masih memiliki keluarga. Selama ini dia selalu menganggap hidupnya sebatang kara. Tidak pernah sekalipun merasakan kasih sayang orang tua. Tidak tahu bagaimana rasanya hidup bersama orang yang terkasih. Dan tidak pernah membayangkan semua ini akan terjadi. Dan sejak dia di rawat di rumah sakit, dia benar-benar mendapatkan cinta dan perhatian yang begitu tulus dari Vineet dan keluarga nya. Dia merasakan bagaimana seorang anak di rawat oleh orang tua.
Dan sejak awal bertemu dengan Vineet, Sanne, Kyros, dan Gienka serta orang tua Sanne, Ethan merasa bahwa mereka begitu luar biasa baik, penuh cinta, ramah dan sangat peduli dengan sesama. Di tambah lagi kedatangan orang tua Vineet juga semakin menambah kekeluaegaan yang ada. Mereka saling menghormati dan menyayangi satu sama lain. Dan itu sering sekali Ethan bayangkan selama ini seandainya dia memiliki keluarga. Hal semacam itu yang ingin sekali dia rasakan.
Kemudian sekarang??? Ethan merasa bagai mimpi di siang bolong. Semua keinginannya dulu sekrang langsung di kabulkan oleh Tuhan. Dia masih memiliki keluarga, orang tua, adik dan saudara yang begitu luar biasa seperti mereka saat ini. Tidak sadar mata Ethan berkaca-kaca.
"I don't know, I'm still very confused... Didn't realize that I still have a family.." Gumamnya dan tiba-tiba dia menangis.
Melihat itu, Arindah lekas mendekat dan memeluk putranya. Dia juga seperti sedang bermimpi, tidak menyangka jika Tuhan mengabulkan do'a nya selama ini. Naufal sudah kembali kepada nya dan ada di pelukannya sekarang.
"We are your family, I am your Mom, this is your Sister and that is your Dad..." Arindah menunjuk kepada Vineet dan Vino, memberitahu Ethan bahwa itu adalah adik dan Papanya. "We missed you so much, you were in our prayers all the time, and you finally came back to us... Thank you God for returning my son to my arms..." Arindah memeluk Ethan dengan erat dan penuh dengan keharuan. Doanya telah di dengar oleh Tuhan, dan dia sudah menemukan kembali putranya yang hilang.
"I still have a family, I was always sure that I would probably always live alone without a family..." Gumam Ethan. Dia menangis juga.
Arindah menyeka airmata di pipi Ethan lalu tersenyum bahagia. "You won't live alone anymore... We will always be with you..." Ucap Arindah. Ethan saat ini tidak akan sendirian lagi karena sekarang dia sudah bertemu dengan keluarga nya "Do you want to call me Mama from now on, and call him Papa??" Arindah meminta Ethan untuk memanggilnya Mama dan memanggilnya Vino Papa.
Ethan menganggukkan kepala nya seraya tersenyum. "Mama and Papa, and My lil sister Vineet.. " Ucapnya.
Semua tersenyum dan mereka berempat kemudian berpelukan bersama-sama untuk pertama kali nya. Dulu sebelum Vineet lahir, mereka hanya berpelukan bertiga. Begitu juga saat Vineet lahir, Naufal sudah hilang hingga Vino dan Arindah berpelukan bertiga bersama Vineet. Tetapi kali ini, akhirnya mereka bisa bertemu dan berkumpul serta saling memeluk.
"We miss our son so much that he always looks for the two of us and asks to be hugged..." Ucap Vino.
Setelah moment hari itu, Vino dan Arindah pergi untuk menemui dokter. Meminta Vineet aga rame menjaga kakaknya.
***