I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 100



"Aku tidak akan memberitahu ujian apa yang akan ku berikan kepadamu, tetapi satu hal yang pasti, aku ingin melihat sejauh apa kau menginginkan adikku dan sejauh apa kau mencintainya...! Aku perlu bukti dan melihat keseriusanmu..!" Ucap Kyros.


"Lalu bagaimana bisa aku melewati ujian darimu itu Ky???"


Kyros tersenyum. "Kau akan melihatnya nanti, kau masih belum bisa memastikan hubunganmu dengan Kyra karena aku belum mengijinkannya, aku akan memberi ijin jika kau sudah melewati permainanku, aku masih ingin melihat usahamu untuk mendapatkan Kyra....!"


Kyros memanggil pelayanan, meminta bill dan membayar pesanannya dan juga Zayan. Dia kemudian mengajak Zayan pergi. Kyros akan mengantar Zayan kembali ke hotel tempatnya menginap dan juga mengundang Zayan besok untuk makan malam di apartemennya dan meminta alamatnya pada Kyra.


Dalam perjalanan ke hotel, Kyros dan Zayan hanya saling diam. Tidak ada obrolan apapun diantara mereka. Zayan sesekali melirik ke arah Kyros yang ada di sebelahnya. Setelah mendengar penjelasan dari Kyros mengenai alasan Kyros menawarkan uang kepadanya tadi, Zayan tidak lagi merasa tersinggung dengan hal itu. Dia mencoba memahami kenapa Kyros melakukan itu, hanya ada satu hal yang di pikirkan oleh Kyros yaitu dia ingin menjaga Kyra dan Kyros terlalu mencintai Kyra hingga akhirnya melakukan itu. Cinta yang begitu besar dari seorang Kakak untuk adiknya. Sayang sangat memahami itu dan berjanji bahwa dia akan berusaha keras untuk mendapatkan kepercayaan Kyros agar bisa bersama Kyra.


Kyros berhenti di depan hotel yang di gunakan oleh Zayan menginap. Zayan melepas seatbelt. "Thanks Ky.... Besok aku akan datang ke apartemenmu, sekali lagi Terima kasih...!"


Kyros menganggukkan kepalanya. Dia akan menunggu kedatangan Zayan besok. Zayan keluar dari mobil dan Kyros langsung menjalankan mobilnya meninggalkan area depan hotel untuk pulang ke apartemennya.


°°^°°


Keesokan harinya......


Kyra sedang sibuk menyiapkan sarapan. Dia bangun lebih dulu dan melihat Gienka masih terlelap, membuat Kyra tidak tega untuk membangunkannya. Kyra juga tadi mengecek kamar Camilla, tetapi temannya itu tidak ada disana, yang artinya Camilla belum pulang sejak semalam, itu biasa terjadi, membuat Kyra tidak terlalu memikirkannya.


"Ra....!!" Panggil Gienka dari belakang.


Kyra sedang memanggang smooke beef lekas menoleh dan melempar senyumnya. "Kau sudah bangun... Bagaimana kau tidur nyenyak kan??? "


Gienka menghampiri sahabatnya itu. "Saking nyenyak nya, aku sampai terlambat bangun dan merasa tidak enak dengan pemilik rumah yang sudah bangun lebih dulu... Hehehe sorry ya???"


"Tamu itu raja, jadi no problem....!"


Gienka terkekeh kemudian menanyakan pada Kyra apa yang bisa dia bantu untuk membuat sarapan. Kyra meminta Gienka agar memotong tomat dan mencuci selasa, karena pagi ini dia ingin membuat sandwich untuk sarapan. Gienka mengambil dan mencuci tomat juga selada sesuai yang di minta oleh Kyra.


"Kau tidak membangunkan Camilla???" Tanya Gienka.


"Dia belum pulang Gie... Kita sarapan berdua saja...!"


"Belum pulang???"


"Iya belum... Dia sering seperti itu memang..."


Gienka hanya bisa menggelengkan kepalanya, dan menyadari sepertinya cara hidup Camilla begitu bebas. Mungkin karena dia sudah lama tinggal di negara ini dan hal semacam itu terbiasa terjadi. Sementara dia dan Kyra selalu di ajarkan oleh orang tua mereka untuk selalu menjaga diri dari hal-hal tidak bermanfaat di luaran sana dan memilih untuk beristirahat di apartemen jika selesai kuliah atau ketika tidak ada hal penting yang di lakukan.


Gienka berjalan menuju pintu dan di layar interkom dia melihat Kyros yang datang sepagi ini. Senyum Gienka mengembang dan dia membuka pintu. "Good morning Ky...!" Sapa nya ramah.


"Hai Gie... Good morning... Aku boleh masuk dan menumpang sarapan??? " Tanya Kyros.


Gienka langsung tertawa dan membiarkan laki-laki itu masuk. "Aku bukan tuan rumah disini, kalau kau mau menumpang sarapan langsung saja bertanya kepada pemilik rumah... Masuklah...!"


"Selain menumpang sarapan, aku juga ingin menjemput mu dan Kyra seperti janjiku kemarin..!"


"Hahahaha kau memang tidak pernah ingkar janji... Kyra sedang membuat jus, kita langsung ke dapur saja...!"


Gienka dan Kyros ke dapur. Kyra sedang sibuk menuang jus dan mengernyit karena melihat kedatangan Kakaknya yang begitu pagi, serta sudah pasti Kyros akan menumpang sarapan disini. Hal yang sering di lakukan oleh Kyros. Dan biasanya Kyros akan mampir untuk sarapan setelah melakukan jogging.


"Kau habis jogging???" Tanya Kyra.


Kyros menggeleng. "Tidak...! Aku membawa mobil dan ingin menjemput kalian, aku sudah berjanji pada Gienka untuk mengajaknya jalan-jalan dan ke apartemenku serta berkeliling disini...! Masa iya aku mengajak kalian jalan kaki ke apartemenku??? Kan tidak mungkin...!"


. "Baguslah kau membawa mobil, siapa juga yang mau jalan kaki 15 kilo meter.. Duduklah aku siapkan jus dan sandwich untukmu, aku hanya membuat untukku dan Gienka saja karena kau tidak bilang kalau kau akan kesini...!"


Kyros mengangguk dan menarik kursi lalu duduk. "Kalian hanya membuat sarapan untuk diri kalian sendiri??? Untuk Camilla tidak???"


"Dia pergi keluar...!" Jawab Kyra.


Kyros mengernyit. "Pergi keluar??? Apa sejak kemarin dia tidak pulang???" Tanya Kyros penasaran.


"Ah tidak... Tidak...!" Sela Kyra cepat. "Dia baru saja pergi beberapa menit sebelum kau datang, dia pergi jogging..!" Sela Kyra berbohong. Dia tidak bisa mengatakan pada Kyros tentang Camilla, tidak ingin membuat Kakaknya kesal dan marah jika sampai mengetahui kebiasaan dari Camilla.


"Owh... Kupikir dia tidak pulang sejak semalam, karena itu tidak bagus, apalagi kau tinggal bersamanya, aku tidak mau kau terpengaruh hal buruk Ra.. Ingat itu...! "


"Iya bawel... Ambillah sarapan mulai ini dan jangan banyak bicara, habiskan lalu tunggu aku dan Gienka bersiap...!"


"Iya...!" Jawab Kyros.


Gienka dan Kyra duduk dan mereka menikmati sarapan bersama Kyros sambil mengobrol. Kyros kemudian menanyakan perihal Zayan pada Kyra, dia memanccing adiknya, penasaran apakah Zayan menceritakan kejadian semalam kepada Kyra atau tidak, tetapi sepertinya Zayan tidak mengatakannya pada Kyra atapun mungkin belum sempat mengatakannya. Kyros kemudian meminta Kyra agar menghubungi Zayan dan mengajak lelaki itu nanti malam datang ke apartemennya untuk makan malam bersama karena Kyros sangat merindukan Zayan dan ingin membalas kebaikan Zayan yang dulu sudah memberinya tempat tinggal saat dia datang ke Toronto.


Tidak curiga, Kyra pun mengiyakan permintaan Kyros. Dia akan memberitahu Zayan mengenai hal itu, dan Kyra nanti juga akan berbicara pada Zayan mengenai Kyros dimana dia sudah memberitahu kakaknya itu tentang niat Zayan yang ingin menjalin hubungan dengannya dan malam nanti Kyros juga pasti akan menanyakan itu pada Zayan. Kyra meminta Zayan agar bersiap.


Sementara itu, Gienka menerima pesan dari Papa nya bahwa dia dan keluarga Kyra serta Kyros sudah sampai disini dan baru saja mendarat. Sekarang mereka akan langsung menuju hotel tempat mereka menginap nanti nya. Gienka juga sebenarnya sudah mendapatkan info dari Louis, bahwa Louis dan Sanne juga sudah sampai dini hari tadi dan sudah ada di hotel. Untuk sementara mereka semua akan bertahan dan beristirahat di hotel sebelum memberi kejutan pada Kyros dan Kyra besok.