
Beberapa hari kemudian.....
Kyros masuk ke dalam ruang Gym yang ada di bagian belakang rumah baru nya, dimana Gienka juga berada disana. Istrinya sedang beryoga sedangkan tadi dia memilih berolahraga treadmill. Tadi dia dan Gienka memilih berolah raga bersama karena ini weekend, sehingga dia tidak pergi bekerja dan ingin menghabiskan waktu bersama istri nya. Kemudian Kyros mendapatkan telepon sehingga dia harus meninggalkan Gienka sendirian.
Saat masuk, Kyros melihat Gienka terlihat sedang duduk di lantai dan menatap ke arah jendela seperti sedang melihat pemandangan. "Heiii.... Apa yang sedang kau lihat???" Tanya Kyros pada istrinya.
Gienka menoleh ke belakang, tersenyum mendapati sangat suami sudah kembali. Sementara Kyros tampak terkejut mendapati istrinya memakai kaca mata hitam miliknya, dan tersenyum ke arahnya. "Aku cantik kan???" Tanya Gienka.
Kyros terkekeh. "Kau selalu cantik sayang... Setiap detiknya selalu cantik..."
"Benarkah???? Lebih cantik Aku atau Camilla???" Tanya Gienka lagi.
"Semua perempuan itu cantik, tetapi tentu saja lebih cantik istriku.... Jangan bahas orang lain, nanti jadi ghibah.. Lebih baik berpose lah, dan Aku akan memotretmu..."
Gienka menganggukkan kepala nya, lalu sedikit bergeser dan memilih duduk di atas matras yoga nya. Dia duduk bersila, masih dengan kaca mata milik Kyros, dia berpose cantik dan Kyros memotretnya.
"Coba Aku lihat..." Ucap Gienka dan Kyros memberikan ponselnya pada istrinya. "Aku memang cantik, dan suami sangat tampan...." Gumam Gienka.
Kyros tersenyum, mencium kening istrinya dengan lembut dan memeluknya. "Kau sudah membaik kan??? Hari ini aku akan mengajakmu jalan-jalan keluar sekaligus makan siang... Aku akan membelikan apapun yang kau mau..." Ucap Kyros. Kesehatan Gienka semakin membaik setiap harinya, bahkan Gienka juga sudah mulai melakukan aktifitas favoritnya yaitu Yoga, seperti pagi ini. Kyros sangat yakin istrinya sudah benar-benar sembuh. Mengenai kepindahan Camilla, Kyros memilih untuk tidak mengatakan pada Gienka. Dan entah kenapa Kyros merasa ada yang aneh dengan kepindahan Camilla, tetapi apapun itu, ada kelegaan karena Gienka sekarang sudah jauh dari Camilla, sehingga Camilla tidak bisa melakukan hal yang bisa membahayakan Gienka lagi.
"Serius kau akan membelikanku apapun yang Aku minta???" Tanya Gienka.
Kyros mengusap kepala Gienka. "Tentu saja, Aku akan memberikan apapun yang istriku minta, lagipula setelah kau datang kesini, kita belum sempat jalan-jalan karena kau keburu sakit, dan Aku harus memastikan kau benar-benar sembuh... Kau pasti ingin shopping??? Membeli tas dan sepatu serta pakaian yang banyak, mengingat kau tidak membawa seluruh tas dan sepatu kesayanganmu kan???"
"Iya... Aku hanya membawa beberapa saja..."
Kyros menghela Gienka dalam pelukannya. "Siang nanti aku akan mengantarmu shopping, belilah apapun yang kau mau... Kau mau kemana??? Lv, Gucci, Hermes, Balenciaga, Prada or YSL??? Itu semua faforitmu kan???"
Gienka tertawa. "Semuanya boleh... Hahahahaha... Aku yakin uangmu lebih dari cukup untuk Aku membeli semua barang yang ada disana..."
"Please... Jangan libatkan mereka lagi, bagiku yang kemarin sudah cukup... Kita sudah dewasa Dan berumah tangga, rasanya tidak enak jika harus membebani orang tua kita... Bagiku rumah ini sudah cukup..." Ucap Gienka.
"Tergantung masalah yang kita hadapi apa... Jika menyangkut urusan rumah tangga, tentu kita tidak boleh melibatkan mereka, tetapi jika mengenai keamanan kita berdua, mereka wajib tahu.... And then.... Sebelum Aku mengabulkan semua keinginanmu, kau harus mengabulkan permintaanku lebih dulu..." Ucap Kyros.
Gienka mengernyit dan melepaskan pelukannya pada Kyros, kemudian menatap lelaki itu bingung. "Permintaan??? Permintaan apa???" Tanya nya.
"Permintaan apalagi yang di inginkan oleh seorang suami jika bukan menikmati keindahan tubuh dari istrinya yang sangat cantik ini.... " Kyros melepaskan kacamata yang di pakai Gienka mengarahkan kedua jemari nya di dada istrinya itu kemudian mereemas pay*dara istrinya dengan gemas.
"hmmmmmpppptt.. " Gienka memejamkan matanya, merasakan kelembutan tangan Kyros di pay*dara nya. Untuk hal yang satu itu tentu saja Gienka tidak bisa menolaknya. Bercinta dengan orang yang di cintai adalah hal yang sangat menyenangkan sekali.
Kyros mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Gienka yang selalu dia rindukan setiap detiknya. Kedua nya saling berpaguttan, saling menyesap dan juga meIumat satu sama lain, merasakan kemanisan yang ada disana. Perlahan Kyros mendorong Gienka ke belakang agar istrinya itu bisa berbaring dan dia bisa bebas menjelajahi tubuh istrinya.
Gienka akhirnya berbaring, dan Kyros berada di atasnya masih menciumi nya dengan penuh nafsu. Perlahan Kyros melepaskan brasport hitam yang di pakai oleh Gienka. Setelah terlepas, Kyros langsung melahap pay*dara kanan istrinya itu, dan menyesap put*ng nya, memainkannya dengan lidahnya membuat Gienka menggeliat karena sensasi nya.
Setelah merasa puas bermain dengan pay*dara Gienka, Kyros mencium perut Gienka, lalu ke bawah dan melepaskan celana Gienka. Membuat istrinya itu, tidak lagi memakai apapun. Kali ini Kyros bergantian menggunakan lidahnya untuk bermain di **** * milik Gienka. MenjiIat naik turun ke kIitoris istrinya itu, memasukkan lidahnya ke dalam dan bermain disana. Gienka meracau kenikmatan sambil menekan kepala Kyros agar tidak menghentikan aksi nya. "Please don't stop baby.... Oh gosh.....!!!! So good baby.... Don't stop please.... Ahhhh.... "
Pada Akhirnya tubuh Gienka menegang dan terdengar eraangan panjang. Menandai bahwa dia telah mencapai puncaknya. Kyros mengangkat kepala nya dan tersenyum senang melihat wajah istrinya dengan napas tersenggal.
Kyros kemudian beralih posisi dengan mengangkaang tepat di atas wajah Gienka, meminta istrinya itu untuk bermain dengan Mr. P miliknya yang sudah menegang. Tanpa menunggu waktu lama, Gienka melakukannya dengan sangat ahli karena Gienka terus belajar untuk bisa menyenangkan suaminya. Kali ini giliran Kyros uang meracau kenikmatan. Mulut dan Lidah Gienka sangat luar biasa, membuatnya tidak bisa menahan untuk tidak mengembangkan karena nikmat. Kyros juga menggerakkan tubuhnya naik turun sehingga bisa merasakan seluruh mulut Gienka menguIum miliknya.
"Ohhh shiiittt... Baby.... Shiiittt.... Yups.... So good... Oh God... Ya.... Ahhh... Ahhh..." Ucap Kyros sambil menundukkan kepala menatap wajah istrinya yang ada di bawahnya.
Setelah merasa cukup, Kyros pun bergeser dan kali ini kembali ke atas tubuh Gienka. Dia engkorang di atasnya, lalu menegang miliknya dan menggesekkannya di kIitoris Gienka dengan perlahan, membuat penetraasi yang hal itu lagi-lagi membuat Gienka menggeliat.
"Kau siap untuk bersenang-senang???" Tanya Kyros berbisik di telinga Gienka.
"Ya.... Aku sangat siap, jangan membuatku menunggu sayang..." Jawab Gienka.