I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 218



Aditya mendekat ke Axel dan juga Celia. Melihat kemarahan di mata Aditya, Theo pun panik dan berlari ikut menghampiri Celia juga. "Celia.... Sudahlah jangan bersikap seperti ini... Jangan mencari dan menambah masalah??? Papa sudah mengatakan padamu agar menjaga sikap... Kenapa kau justru menyakiti Kyra...!" Ucap Theo pada Celia tetapi putrinya itu justru tidak peduli.


Axel menoleh ke belakang dan bergeser ketika Aditya ada di belakangnya. Axel sendiri bingung harus bagaimana menghadapi Celia. Dan Axel langsung menyadari bahwa Aditya saat ini terlihat marah besar dan ini pertama kali nya bagi Axel melihat hal itu dari Aditya yang di kenalnya selama ini. Dan Axel juga menjadi teringat cerita Gienka, mengenai Aditya yang begitu protektif terhadap keluarga nya terlebih lagi jika ada yang berani mengganggu atau menyakiti keluarga nya, Aditya pasti tidak akan bisa mengampuni orang itu. Dan apa saja bisa di lakukan Aditya untuk membuat orang itu jera dan tidak lagi mengulangi kesalahannya. Bahkan luka di wajah Papa Celia juga adalah hasil perbuatan Aditya, saat Papa Celia dulu menculik Mama Kurang yang sedang hamil hingga membuatnya keguguran karena tertusuk pisau akibat perbuatan Papa Celia. Hal itu menyulut kemarahan Apap Celia, hingga akhirnya memberi Papa Celia pelajaran dengan menyilet pipi nya, dan bekas luka nya masih terlihat sampai sekarang karena begitu dalamnya luka itu.


Kemudian sekarang, di depan mata Aditya, seseorang dengan berani telah menyakiti Kyra putrinya. Axel tidak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan oleh Aditya pada Celia saat ini. Aditya berdiri di samping Axel dan menatap tajam ke arah Celia dan juga Theo.


"Kenapa kau menatapku seperti itu??? Kau pikir aku takut denganmu????" Ucap Celia dengan angkuhnya dan mulutnya langsung di bungkam oleh Theo dengan telapak tangannya.


"Celia.... Diamlah... " Bisik Theo.


Celia melepaskan dengan kasar tangan Theo. "Tidak Papa...!!! Pria ini kan yang sudah merusak wajah Papa???? Dia pikir dia siapa???? Pria ini adalah penghancur keluarga kita Pa, begitu juga dengan anaknya yang sudah merebut Axel dariku... Mereka semua sama saja.... Keluarga yang tidak bermoral dan juga tidak tahu diri....!!" Teriak Celia.


"Celia.... Diamlah... Kenapa kau tidak mengerti juga...!!!" Teriak Theo yang mulai kesal dengan sikap Celia.


Aditya terkekeh. "Nyali putrimu begitu besar sekali Theo, dan dia berani menyakiti Kyra di depan mataku, sama hal nya seperti apa yang dulu di lakukan ibu nya saat menghina istriku dan mertua ku di depan banyak orang tanpa punya rasa malu, dan lagi-lagi sikap buruk itu di turunkan kepada anaknya... "


"Aditya... Tolong maafkan kesalahan yang di perbuat Celia, dia masih belum bisa berpikir dan masih terbawa oleh ego nya... Tolong maafkan... Dan untuk yang terjadi pada Kyra tadi, aku juga minta maaf.... Aku akan mengajak Celia untuk pergi dari sini... "


"Tidak..... Aku tidak mau pergi Papa... Aku harus berbicara dengan Axel.... Suruh saja dia yang pergi..." Celia kembali menunjuk pada Aditya.


"Ajaklah putrimu pergi dari tempat ini, sebelum batas kesabaranku berakhir....Dan sejak tadi aku sudah mencoba diam dan tidak ingin ikut campur mengenai masalahnya dengan Axel, akan tetapi dia sudah berani menyerang Kyra di depanku, dan aku sangat marah dengan hal itu. Dan jika dia terus bersikap seperti Ibu nya, aku juga tidak segan untuk menyeretnya ke penjara atas sikap buruknya kepada Kyra...."


"Kau ingin menyeret ku ke penjara??? Lakukan saja.... Kau pikir aku takut....!!! Aku ingin bicara dengan Axel, harusnya kau yang pergi dari tempat ini....!!!" Sahut Celia lagi.


"Apa yang ingin kau bicarakan lagi????" Kali ini Axel kembali mengeluarkan suaranya dengan nada yang terdengar marah. Axel kemudian maju satu langka dan menatap Aditya sambil menangkup kan kedua tangannya. "Maaf om, aku ingin berbicara dengan Celia sebentar saja sebelum dia pergi..." Ucap Axel pada Aditya dan Aditya menganggukkan kepala nya.


"Kau tidak lagi mencintai ku karena kau sudah di pengaruhi dan di cuci otakmu oleh Kyra dan juga Gienka kan??? Gienka yang menyuruhmu untuk bersama Kyra.... Mereka sama saja brengseknya, tidak anak tidak menantu, sama saja liciknya... " Celia menimpali dengan suara yang sangat keras hingga membuat orang yang berada di sekitar tempat itu mengarahkan pandangannya ke Celia.


"Semua ini tidak ada hubungannya dengan Kyra ataupun Gienka... Dan asal kau tahu perasaan itu, perasaanku ku terhadapmu sudah hilang sejak aku memutuskan untuk berpisah denganmu.. Dan Kyra baru hadir beberapa bulan terakhir ini di hidupku... Perasaanku terhadapmu hilang secara perlahan karena aku tahu bahwa tidak ada yang bsa di harapkan lagi dari hubungan kita.... Aku tidak akan pernah bisa merasa nyaman jika harus hidup dengan seseorang yang keluarga nya tidak menyukai ku juga tidak menaruh rasa hormat dan juga rasa menghargai terhadap kekuargaku.. Kau memang bukan yang menghina keluargaku, tetapi penghinaan itulah yang membuat perasaanku terhadapmu perlahan hilang... Tidak ada yang bisa menggantikan rasa sakitku jika aku mengingat penghinaan itu... "


"Tapi Mama dan juga Oma sudah mau menerimamu dan merestui hubungan kita sekarang.... Lalu apa masalahnya???" Tanya Celia.


Axel menggelengkan kepala nya. "Jika mereka sekarang menerima dan merestui mu denganku, aku yakin itu bukan pure dari hati nurani mereka... Bukan aku suudzon, tetapi pasti ada udang di balik batu, ada sesuatu atau rencana yang besar yang sedang mereka siapkan.... Ya, mereka menerimaku tetapi aku yakin mereka tidak akan melakukan sepenuh hati, bahkan aku masih bisa melihat keangkuhan dari mereka... Aku tidak mau keluargaku menjadi bahan olok-olokan lagi... Yang terjadi dulu sudah cukup membuatku belajar... Aku harap kau mengerti itu... "


"Tidak Axel.... Tadi aku sudah mengatakan padamu bahwa aku tidak akan lagi tinggal dengan Mama ku, kita bisa bersama dan pergi menjauh dari mereka, kita pasti akan bahagia tanpa mereka...."


Axel tersenyum miring. "Aku sudah memutuskan untuk menikahi Kyra, aku sangat mencintai nya... Dia yang akhir-akhir ini selalu menemaniku dan memberikanku kebahagiaan, keluarga nya juga sangat menyayangiku, sangat menghormati keluarga ku, tidak pernah merendahkan keluarga ku.. Sejak awal aku diterima dengan baik tanpa harus melihat baground keluargaku... Dan Inilah yang selama ini yang aku cari dan juga harapkan dari keluarga perempuan yang aku sukai..."


"Artinya kau selama ini menaruh dendam kepada ku dan juga keluarga ku???? Sehingga kau menolak untuk bersamaku... "


Axel menggelengkan kepala nya kemudian menangkup kan kedua tangannya dan menatap Celia penuh harap.


"Sedikitpun aku sama sekali tidak pernah memiliki rasa dendam terhadap mu ataupun Mama dan juga Oma mu, hanya saja aku sudah tidak akan bisa jika harus kembali denganmu, bukan karena alasan marah, dendam atau karena penghinaan itu, akan tetapi karena aku sudah tidak memiliki perasaan apapun padamu setelah kita berpisah, dan saat ini aku sudah menemukan apa yang aku cari, yaitu Kyra, aku sangat mencintai nya, dan aku akan menikah dengannya... Kau harus mulai melupakan dan mencari laki-laki yang lebih baik dariku.. Kau cerdas, cantik kau pasti bisa move on dan jangan lagi menyalahkan siapapun mengenai hal j


ini.. Anggap ini sudah takdir jika kita tidak bisa bersama...Well... I'm so sorry Celia... Sorry.. Aku harap kau mengerti... Please... Jangan bersikap seperti ini lagi... Aku yakin kau bisa meraih kebahagiaanmu tanpa harus denganku... " Ucap Axel dengan mata berkaca-kaca. Ada rasa kasihan di hati nya pada Celia, tetapi dia tentu tidaklah bisa kembali bersama Celia karena dia sangat mencintai Kyra. Dan perasaannya terhadap Celia juga sudah lama mati.


"Kau adalah gm perempuan yang baik dan ceria, kau sangat bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dariku dalam segala hal.... Kita sudah tidak bisa bersama, itulah fakta nya saat ini, jadi aku harap kau mengerti hal itu.... Aku sangat mencintai Kyra..."


Airmata Celia mulai membasahi pipi nya. "Kau sangat jahat... Kau sudah tidak lagi peduli denganku... Kau sudah melupakan semua janji mu.... Kau kenapa tidak mau melupakan apa yang terjadi kemarin???? Kenapa Axel.... " Celia memukul dada Axel sambil menangis. Theo memeluk putrinya yang histeris dan mengajaknya untuk pergi.