
Axel akhirnya keluar dari mobil dan dia bertanya di manakah pos keamanan supermarket itu. Axel pun diberitahu oleh security yang berjaga di depan supermarket dan Axel pergi ke sana dia sangat penasaran dengan wanita yang dimaksudkan oleh istrinya itu. Wanita yang sudah memarahi anaknya sehingga anaknya tidak mau berhenti menangis.
Axel akhirnya sampai juga di pos ke amanan supermarket dan dia menjelaskan kepada security yang ada di sana bahwa dia adalah suami dari perempuan yang tadi anaknya menangis. Axel pun kemudian diajak masuk dan di dalam sana, dia melihat ada seorang wanita yang sedang duduk. Wanita itu terlihat seumuran dengan Mamanya. Axel pun mendekatinya.
"Siapa kau???" Tanya wanita itu dengan Ketus pada Axel.
"Saya adalah Ayah dari anak kecil yang tadi ibu marahi. Istri saya sudah menceritakan semuanya kepada saya tentang apa yang terjadi." Axel menatap wanita itu. "Ibu kenapa harus bersikap kasar seperti itu pada anak kecil??? Anak saya masih belum mengerti dan saya ataupun istri saya juga selalu mengajari anak saya untuk meminta maaf jika dia melakukan kesalahan, saya rasa anak saya tadinya ingin meminta maaf kepada anda tetapi karena anda sudah marah lebih dulu dan juga mengguncangkan tubuhnya membuat dia menangis dan tidak mau meminta maaf kepada anda. Anda juga sudah memarahinya, seharusnya Anda menyadari bahwa wajar jika anak kecil melakukan kesalahan dan mengingatkannya agar dia tidak melakukan hal seperti itu lagi tapi anda justru memarahinya."
"Anakmu memang yang tidak tahu diri, istrimu juga, dia kenapa membiarkan anaknya berlari-larian??? Apa kalian berdua memang tidak becus menjadi orang tua??? Kalian tidak bisa mengajari anak kalian dan jangan selalu memanjakan anak kalian, memaklumi semua kesalahannya itu tidak baik."
"Anak saya melakukan sebuah kecerobohan yang tidak dia sengaja, seharusnya anda mengerti itu. Iya memang dia salah, saya tidak menampiiknya, baik saya ataupun istri saya juga mungkin bersalah karena tidak bisa menjaga anak kami tetapi setidaknya anda punya perasaan untuk tidak membentaknya seperti itu karena itu bisa mempengaruhi psikisnya. Kenapa anda tidak mengerti???"
Wanita itu tidak menjawab Axel dan hanya memalingkan wajahnya kemudian dia menatap tajam security yang ada di sebelahnya. "Sampai kapan kalian akan menahanku di sini??? Biarkan aku pulang, kalian sama saja tidak bergunanya." Teriak wanita itu.
Axel hanya menghela nafasnya panjang. "Sekarang apa yang Ibu inginkan dari saya ataupun istri saya??? Kami sudah meminta maaf atas kelalaian kami dan juga atas kesalahan anak kami kepada anda, jadi apa yang anda inginkan sekarang dari kami???? Apa Anda ingin kami mengganti sepatu dan celana anda dengan yang baru atau bagaimana???" Tanya Axel masih mencoba menahan kemarahannya dan mengajak wanita itu berbicara baik-baik.
"Aku minta ganti rugi untuk Celanaku yang kotor dan juga untuk sepatuku, kau harus mengganti rugi sebesar 10 juta!!!"
Axel terlonjak. " 10 juta???? Apa itu tidak salah???? Itu celana anda hanya kotor karena sirup, itupun bisa hilang jika menggunakan sabun. Oke saya akan menggantinya tapi untuk sepatu Anda yang kotorannya sangat sedikit bisa dicuci. Kenapa banyak sekali Anda meminta sampai 10 juta???" Tanya Axel.
"Kau ini bagaimana??? Kau tadi bertanya sendiri apa yang aku mau dan aku sudah mengatakan apa yang aku mau, tapi kau malah tidak mau melakukan apa yang aku minta.. Aneh...!!!"
Axel menghela napasnya, kalau saja wanita ini tidak seumuran dengan Mamanya, Axel pasti sudah menggertaknya tapi Axel mencoba menahan diri, dia sedang berhadapan dengan wanita yang lebih tua dan dia juga tidak boleh bersikap kasar. "Oke, silakan berikan nomor rekening Anda, saya akan mentransfernya sekarang juga." ucap Axel. "Akan tetapi ponsel saya ada di mobil jadi, saya akan mencatat nomor rekening Anda dulu lalu akan mentransfernya ke rekening Anda langsung nanti."
"Tidak bisa, yang ada nanti kau menipuku, itu pasti hanya alasanmu saja kalau ponselmu tertinggal di dalam mobil, kau ingin lepas dari tanggung jawab."
"Alasan...."
Axel mendengus dengan kesal. "Oke begini saja, saya akan memberikan kartu nama saya kepada anda dan anda bisa menghubungi saya jika Hari ini saya tidak mentransfer uang ke rekening anda dan saya juga minta kartu nama anda untuk bisa saya hubungi. Ketika nanti saya sudah mentransfer uang ke anda. Saya akan memberitahu anda dengan menghubungi anda jadi kita impas bertukar kartu nama. Dan saya akan mencatat rekening anda. bagaimana???"
"Oke baiklah.." Gumam wanita itu kemudian dia mengambil kartu nama di tasnya. Begitu juga dengan Axel, dia mengambil kartu namanya di dompetnya lalu Axel meminjam bolpoin dan meminta kertas kepada security untuk mencatat nomor rekening wanita itu. Axel pun menanyakannya Berapa nomor rekening wanita itu. Wanita itu kemudian memberikan nomor rekeningnya dan Axel mencatatnya.
Axel membaca kartu nama wanita itu. "Jadi apa nanti nama rekening ini adalah nama yang ada di kartu nama anda, yaitu Erica Elizabeth???" Tanya Axel memastikan.
"Iya itu Namaku, Erica.." Jawab wanita itu Ketus.
"Baiklah kalau begitu, anda tunggu dalam waktu 1 sampai 2 jam, saya akan menghubungi anda jika saya sudah mentransfer uangnya atau jika anda sudah menunggu 1 sampai 2 jam tetapi saya Belum menghubungi anda maka anda bisa menghubungi saya di nomor yang ada di kartu nama saya itu."
"Oke..." Gumam wanita itu.
Axel kemudian meninggalkan ruang keamanan itu dan dia harus segera menyusul istrinya yang sudah menunggu di mobil. Axel benar-benar ingin marah tetapi dia tahu bahwa dia sedang berhadapan dengan orang yang lebih tua darinya, jadi dia tidak bisa menggertak ataupun memarahi wanita itu yang sudah sangat keterlaluan kepada anaknya.
Axel kemudian kembali lagi ke parkiran dan istrinya masih ada di mobil bersama dengan Athan, beruntungnya Athan sudah mulai mereda dan sibuk memegang ponselnya. Axel masuk ke dalam mobil dan melempar senyum kepada Kyra. "Aku tidak ingin ribut dengan wanita yang seumuran dengan Mama dan juga Amam, aku akan mentransfer uang padanya. Anggap saja sebagai ganti rugi atas celana dan sepatunya yang kotor." Ujar Axel.
"Dia minta berapa???" Tanya Kyra.
"10 juta. Memang agak gila dan berlebihan tapi ya sudahlah, aku tidak ingin berdebat dengannya lebih lama, melihatnya saja aku merasa muak sekali, ini nomor rekeningnya dan ini kartu namanya, kirimkan uang senilai yang dia minta ke rekeningnya lalu kirimkan bukti transfernya ke nomornya yang ada di kartu nama itu, nama wanita itu Erica."