
"Aku sangat menyesali dengan apa yang terjadi, aku harap kalian mau menerima maafku atas nama Celia... Aku menyadari Celia dalam keadaan tertekan juga frustasi, aku marah karena Cyntia begitu buruk dalam membesarkan Celia, dia tidak memberikan kebebasan dan selalu mengekang Celia, hanya untuk menyenangkannya.. Aku tidak ingin Celia menjadi orang yang jahat dan buruk seperti aku dan Cyntia dulu, aku selalu berusaha untuk mengajarkan kebaikan kepada nya meskipun hanya by phone karena waktu untuk kami bersama sangat minim .." Theo menunduk dengan sedih, ada perasaan menyesal juga.
Theo mengangkat kepala nya dan memandangi Cahya juga Aditya. "Tetapi kalian pasti tahu aku sama sekali tidak berdaya melawan Cyntia.... Jadi aku sangat berharap kalian mau meski sikap Celia kemarin. dan aku akan pastikan Celia tidak akan lagi bersikap seperti itu, juga aku pastikan Celia tidak akan mengganggu persiapan pernikahan Axel dan Kyra.. Aku berbuat menjemput dan membawa Celia pergi jauh dari tempat ini, hingga bahkan Cyntia juga tidak akan bisa menemukannya... Jadi tolong maafkan Celia, juga jangan melaporkan nya pada polisi... Aku sangat berharap sekali... " Lanjut Theo lagi.
Aditya menoleh ke arah istrinya. Cahya juga melihat ke arahnya. Cahya pun memejamkan matanya dan sedikit menganggukkan kepala nya. Aditya sendiri sebenarnya tidak ada niat untuk memperpanjang permasalahan ini, karena Kyra juga sudah memaafkan sikap Celia, bahkan dengan hati yang begitu lapang, Kyra memahami apa yang sedang di rasakan oleh Celia saat ini.
"Pergilah dan selamatkan putrimu dari Cyntia dan Neneknya... Entah bagaimana aku harus mendeskripsikan mantan istri dan mertua mu itu, mereka seorang ibu akan tetapi mereka sama sekali tidak mengerti makna dari kata ibu.... Anak-anak selalu di ajarkan untuk menghormati orang tua mereka, tetapi terkadang juga ada orang tua yang tidak tau bagaimana cara memahami dan mengerti anak-anaknya.. Jika anak tidak menghormati dan melawan orang tua nya, mereka akan di katakan durhaka. Lalu entah bagaimana kita harus menyebut jika ada orang tua yang memberikan kehidupan neraka kepada anaknya, padahal mereka sangat mampu memberikan kehidupan surga dengan menyayangi anak-anaknya serta mengerti apa yang mereka inginkan... " Ucap Aditya.
"Setelah kemarin kau dan Celia datang bertemu dengan Axel dan kami, lalu kau pergi begitu juga dengan kami, Axel di hubungi oleh adiknya yang sedang ketakutan dan menangis, karena ada Cyntia datang ke rumahnya lalu mengacak-acak disana mencari Celia... Cyntia berpikir jika Celia pergi ke rumah Axel dan di sembunyikan oleh Axel, sehingga dia datang dan berulab di rumah itu, hingga membuat semua orang terusik..." Ujar Aditya.
Theo terlonjak. "Apa....!!!! Cyntia datang ke rumah Axel???" Tanya Theo.
"Ya... Datang bersama Mama nya, dan membuat keributan, mengacak-acak rumah, berteriak dan memaki Adik Axel serta keluarga Axel... Karena kami berada di luar kota, aku meminta Ariel untuk membereskan mereka berdua sampai aku dan Axel datang... Mereka berdua di tahan di pos keamanan perumahan, karena memang rumah Axel bagian dari perumahan milik Ariel, sehingga Ariel bertanggung jawab untuk mengamankan mereka berdua... Saat aku datang, tentu aku marah kepada mereka karena sikap mereka seharusnya tidak seperti itu.."
Aditya menarik napasnyadan menghela panjang. "Aku minta maaf, karena harus memberitahu Cyntia dimana keberadaan Celia kemarin, aku dan Ariel memberitahu nya jika Celia bersama mu... Karena aku sudah sangat kesal sekali dengan tingkahnya, terpaksa aku memberitahu nya agar dia berhenti dan tidak lagi mengusik Axel... " Gumam Aditya.
"Kenapa kau justru minta maaf??? Jika semisal kau tidak memberitahu, Cyntia pasti tetap akan mendatangiku dan memaksa Cemia pulang bersama nya.... Dan setelah aku pikir, aku sepertinya memang harus membawa Celia bersamaku, jadi itulah kenapa aku memutuskan untuk datang kesini... Firasat ku tidak enak... Sekali lagi aku minta maaf atas apa yang terjadi kemarin.. " Ucap Theo.
"Ya, aku sudah memaafkan dan memaklumi nya, selain itu Kyra juga meminta agar aku tidak memperpanjang masalah kemarin mengenai Celia, hal biasa terjadi di percintaan anak muda, dan Celia juga terkekeang dengan keadaan... Hanya saja aku akan sangat marah jika Celia kembali berulah dan hal itu bisa menghancurkan apa yang sudah Kyra dan Axel siapkan.. Aku harapan kau mengerti maksudku.. "
"Theo.. Lepaskan.. Apa yang kau lakukan???" Aditya berusaha melepaskan pegangan Theo di kaki nya. "Theo jangan bersikap seperti ini... " Pinta Aditya lagi.
Theo melepaskan pegangannya pada kaki Aditya. "Aku terlalu bahagia kau mau memaafkan Celia, aku sangat takut jika kau melaporkan Celia pada polisi... "
"Yang berhak memaafkan Celia adalah Kyra.. Aku hanya menghormati keputusan putri ku... Kau harus menyelamatkan Celia dari belenggu Cyntia... Sebelum Celia juga memiliki sikap yang buruk seperti Ibu nya.. Kau masih bisa menyelamatkannya dan mendidiknya, dia terlihat sangat baik.. Lingkungan yang bisa membuatnya terpengaruh... "
Theo menganggukkan kepala nya dan dia kembali mengucapkan janji nya pada Aditya untuk membawa Celia dan membebaskan Celia dari Cyntia. Aditya benar bahwa Celia adalah anak yang baik yang masih bisa di selamatkan dari pengaruh buruk Cyntia. "Sekali lagi Terima kasih, kalian memang orang baik, dan sampaikan salamku pada Kyra juga Axel.. Aku permisi..." Theo menyalami Aditya.
Theo benar-benar merasa senang, kebaikan Aditya sejak dulu tidak pernah berubah. Dan Aditya hanya akan marah ketika ketenangan keluarga nya di usik oleh orang lain. Maka Aditya akan benar-benar menghancurkan orang itu. Bagi Theo itu adalah sikap yang sangat wajar sekali, seorang Ayah dan Suami yang ingin melindungi keluarga nya dengan baik. Aditya juga orang yang pemaaf, dia akan memberi maaf kepada mereka yang benar-benar tulus mengakui kesalahannya. Hal itu sepertinya di ajarkan kepada anak-anaknya, sehingga Kyra juga tumbuh menjadi seorang yang baik, pemaaf dan tidak pendendam, meskipun dia seorang putri dari keluarga yang kaya raya dan mmdi hormati oleh banyak orang.
"Kau ingin pergi??? Disinilah sebentar saja, kau bisa sarapan bersama kami, aku yakin kau belum sarapan.. Ikutlah sarapan bersama kami.. Di dalam ada Mama ku, dan juga Kyra serta Axel, mereka sudah menunggu.. Ayo..!!" Ajak Aditya pada Theo.
"Tidak Dit, Terima kasih...."
Aditya merangkul punggung Theo. "Ayolah jangan sungkan, kau tidak pernah sarapan dengan keluarga ku kan??? Ayo..." Aditya membawa Theo ke ruang makan, di ikuti Cahya di belakang. Theo masih berusaha menolak, tetapi Aditya tetap memaksa, dan meminta Theo agar tidak sungkan. Aditya tahu bahwa Theo saat ini sudah berubah enjadi orang yang baik, pekerja keras, bukan lagi Theo yang seperti dulu. Aditya juga tidak ingin menghakimi seseorang dari masalalu nya, karena tidak ada satu manusia pun yang berhak menjudge orang dari masalalu nya. Karena setiap orang punya masalalu, entah baik atau tidak, tetapi ketika di masa depan dia mau merubah dirinya menjadi lebih baik, tentu harus di dukung agar dia semangat dan semakin lebih baik lagi.