I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 222



"Biar aku nanti yang menghubungi Ky... Ide bagus Pap, Gienka selalu mengeluh boring jika Ky pergi bekerja, mungkin kedatangan Sanne untuk beberapa hari bisa mengobati kesepiannya... " Sahut Kyra.


"Ya, kalau begitu kau yang hubungi kakakmu...!"


"Memangnya Uncle Vitto akan berangkat kapan???" Tanya Kyra.


"Kamis minggu depan...!" Jawab Aditya.


"Oh... Baiklah... Aku akan berbicara dengan Ky nanti... "


"Well ... Axel.... Kau benar-benar tidak mau menemui Celia???" Tanya Aditya.


Axel menggelengkan kepala nya. "Tidak Om... Aku rasa yang tadi sudah cukup... Lagipula apalagi yang harus aku jelaskan padanya, hubungan kami sudah berakhir begitu lama, dan aku juga tidak mengkhianati nya, jadi tidak ada yang harus aku jelaskan lagi... "


"Tetapi jika kau berniat menemui nya dan mengajaknya berbicara, tidak apa... Kau tidak perlu takut padaku, karena itu adalah hak mu dan selagi kau mendapat ijin Kyra ya tidak masalah... Tetapi ingatlah bahwa tujuanmu kesana untuk memberi Celia pengertian, bukan untuk hal lain yang mengarah kepada pengkhianatan mu terhadap Kyra... "


"Tidak Om.... Aku sama sekali tidak pernah ada niat untuk menemui Celia... Saat ini aku hanya ingin fokus pada rencana pernikahanku dengan Kyra saja.... Aku sudah tidak ada hubungan apapun dengan Celia, dan jika Celia masih mencintaiku, bukan urusanku dan itu adalah hak Celia.. Karena saat ini ada juga yang mencintaiku dan aku mencintainya juga.... Yaitu Kyra.. " Ujar Axel.


"Baiklah jika kau sudah memutuskan seperti itu... " Ucap Aditya. Dan mereka kembali melanjutkan makan.


****


Di tempat lain.....


Cyntia dengan penuh kemarahan berteriak memanggil nama Axel di depan rumah Axel. Teriakan itu membuat Lexy yang ada di dalam rumah, berlari keluar dan mendapati Cyntia dan juga Mama nya, berteriak seperti orang gila.


"Axel.......!!!!! Keluar lah.... Dimana kau menyembunyikan Celia.... Axel.......!!!!" Teriak Cyntia.


Melihat Lexy keluar dari dalam rumah, Cyntia semakin mengeraskan suara nya. "Hei.... Minta kakakmu keluar cepat..... Dimana dia menyembunyikan putriku....!" Teriak Cyntia lagi pada Lexy.


Lexy berjalan menghampiri Cyntia dengan wajah kesal, karena suara Cyntia sangat keras, hingga beberapa tetangga terlihat keluar dari dalam rumah. "Tante.... Bisakah tante pelan kan suara tante... Kenapa berteriak seperti itu... Kakak tidak ada di rumah...!"


"Buka pagarnya....!!!" Teriak Cyntia lagi. "Keluarga kalian memang tidak tahu diri, dimana Kakakmu menyembunyikan Celia...???"


"Menyembunyikan Celia???? Apa maksud tante???" Tanya Lexy kebingungan.


"Jangan banyak bertanya.... Cepat buka....!!!!" Cyntia menarik-narik pagar rumah Axel dengan cukup keras. "Buka cepat...!!!" Teriaknya lagi.


Karena merasakan tidak enak di lihat oleh tetangga nya. Lexy pun membuka pagar rumahnya, dan Cyntia serta Mama nya langsung menyelonong masuk sambil terus marah-marah. Lexy sendiri masih belum mengerti ada apa dan kenapa Cyntia marah sambil memanggil nama kakaknya dan juga menyembunyikan Celia.


"Tante mau kemana????" Lexy menarik pergelangan tangan Cyntia untuk menghentikan wanita itu yang berniat masuk ke dalam rumahnya. "Sudah ku bilang kakak tidak ada di rumah..!!"


"Aku ingin mencari Celia...!!!" Teriak Cyntia.


"Tidak ada siapapun di dalam....!!!"


Cyntia menghempaskan tangan Lexy dengan kasar dan masuk begitu saja ke dalam rumah. Di dalam rumah, Cyntia dan Mama nya berteriak memanggil nama Celia. Cyntia memeriksa setiap ruangan yang ada di rumah Axel. Membuka semua pintu termasuk kamar orang tua Axel dan juga naik ke lantai dua, dimana ada kamar Lexy dan juga kamar Axel. Sementara Lexy terus berteriak untuk menghentikan Cyntia dengan mengatakan bahwa tidak ada siapapun di rumah ini, baik itu Axel, kedua orang tua nya apalagi Celia. Akan tetapi usaha Lexy gagal karena Cyntia tidak memperdulikan nya sama sekali, dan terus memaksa masuk memeriksa seluruh penjuru ruangan di rumah itu.


"Tante... stop... Apa yang tante lakukan... Tidak ada siapapun disini....!"


"Diamlah anak kecil.... Celia.... Axel.... Keluar kalian.... Jika kalian tidak memberitahu dimana Celia berada, aku akan menyeret kalian semua ke penjara...." Cyntia terus berteriak tidak ada habisnya.


***


Kyra menghabiskan segelas es jeruk, dan makanannya juga sudah habis, dia merasa kenyang sekali. Tetapi juga merasa sangat puas. Cahya dan Aditya juga terlihat meminun minuman masing-masing sambil mengobrol, sedangkan Axel baru saja ke toilet. Kyra mengambil ponselnya dan mengecek nya serta membalas beberapa pesan yang masuk.


"Kyra sayang, kita langsung pulang saja ya dari sini, biar Axel juga bisa langsung kembali ke kontrakannya... " Ucap Aditya.


"Iya Pap... Langsung pulang saja...!!"


"Oke kalau begitu, tetapi kita tunggu dan berpamitan pada Axel...!"


Terdengar bunyi dari sebuah ponsel. Kyra langsung menoleh ke arah ponsel Axel yang berkedip di atas meja. "Lexy..! Vidio call..." Gumam Kyra.


"Angkat saja sayang jika itu adiknya Axel.... Beritahu jika Axel ada di toilet... " Ucap Cahya.


Kyra mengambil ponselnya lalu mengangkat panggilan dari calon adik iparnya itu. "Hai dek.....!!!" Sapa Kyra dan Kyra terkejut ketika mendapati wajah Lexy seperti ketakutan dan sedang menangis.


"Kak Kyra....!! Kakak dimana???" Tanya Lexy yang juga terkejut karena Kyra yang menjawab panggilannya.


"Axel di toilet... Kenapa dek??? Kenapa menangis??? Ada apa???" tanya Kyra yang ikut panik juga melihat wajah Lexy. Aditya dan Cahya juga langsung terperanjat dan menatap Kyra.


"Kak Kyra...?? Beritahu kakak agar bisa pulang sekarang, aku takut kak...!!"


"Iya takut kenapa??? Mama Papa baik-baik saja kan???"


Lexy terisak. "Ada Mama nya Kak Celia disini, dia marah-marah mencari kakak dan juga mencari Celia... Dia masuk rumah dan mengacak-acak semua ruangan mencari kak Celia... Mama Papa belum pulang, dan aku ketakutan. dia mengancam akan melaporkan kami ke polisi karena menyembunyikan Celia... "


"Apa....???? Bagaimana bisa????" Seru Kyra.


"Aku tidak tahu kak... Tolong segera ajak kakak pulang ya???"


"Iya iya... Aku akan mengajak Axel pulang, kau tenang, dan panggil keamanan di kompleks ya sambil menunggu Mama Papa pulang...!! Tenang dan kau jangan masuk ke rumah sampai security datang.. "


"Iya kak... " Lexy mengakhiri panggilannya.


"Cyntia di rumah Axel???" Tanya Aditya langsung dan Kyra mengangguk.


"Dia mencari Celia, dan mengacak-acak rumah... Tetapi Celia kan ada disini, apa dia tidak memberitahu Mama nya???" Tanya Kyra bingung.


Dan disaat bersamaan Axel kembali dari toilet. Kyra langsung mengajaknya untuk pulang karena ada masalah di rumah. Kyra menceritakan secara singkat pada kekasihnya itu, dan wajah panik Axel langsung terlihat jelas. Axel pun bergegas untuk pulang.


"Axel... Kau ikut mobil om saja, biar supir yang membawa mobilmu, om tidak ingin karena kau panik kau jadi tidak berkonsentrasi saat berkendara, biar Om yang mengendarai mobilnya sendiri, dan sopir yang akan membawa mobilmu...!" Ucap Aditya. Axel pun setuju. Aditya membayar makanan mereka dan bergegas ke mobil untuk langsung pulang.


"Kyra sayang, coba kau hubungi Ariel, dan minta bantuannya untuk ke rumah Axel dia pasti sudah kembali dari kantor, rumah Ariel kan dekat dengan rumah Axel...! " Perintah Aditya.


"Iya Pap, aku akan hubungi uncle


Aditya mengendari mobilnya, dan duduk di sebelahnya adalah Cahya, sedangkan Axel dan Kyra duduk di kursi belakang. Axel terlihat sibuk menghubungi Lexy dan juga orang tua nya. Aditya menahan kemarahannya dan menggerutu di dalam hati, Lagi-lagi Cyntia kembali berulah. Sama sekali tidak memiliki etika dan membuat ulah di dalam rumah orang.