I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 96



Kyra dan Zayan sudah memesan minuman mereka. Dan keduanya duduk di kursi yang tepat berada di depan jendela kaca. Senyum dari wajah keduanya tidak lepas sejak tadi. Kyra merasa senang akhirnya dia bisa kembali bertemu dengan Zayan, hal sebaliknya juga di rasakan oleh Zayan. Hubungan mereka semakin dekat dan sudah seperti sepasang kekasih, hanya saja Zayan belum menyatakan perasaannya yang sebenarnya pada Kyra. Zayan berpikir mungkin saat ini waktunya dia memperjelas semuanya dan mendiskusikannya dengan Kyra, akan di bawa kemanakah arah hubungan mereka selanjutnya.


Zayan meraih tangan Kyra, membuat perempuan itu langsung menatapnya. "Ra....!" Panggil Zayan dengan suara lembut.


Kyra melempar senyum manisnya. "Ya...!"


"Akhir-akhir ini, hubungan kita semakin dekat dan terus dekat setiap harinya, tanpa harus aku tanya, kau sendiri pasti menyadarinya bahwa aku sebenarnya menyukaimu juga menyukai pribadimu... Aku sangat berharap kita bisa memulai hubungan dengan status yang jelas, aku juga tidak mau di anggap sebagai laki-laki yang hanya mengobral janji, aku ingin bertanggung jawab dan menjadi teman yang dekat denganmu.. Jadi aku sudah memutuskan untuk berbicara kepada Kyros mengenai hubungan kita. Aku ingin menemuinya dan meminta ijinnya secara langsung. "


Kyra tertegun sesaat mencoba mencerna apa yang baru saja di dengarnya dari Zayan. "Kau ingin berbicara dengan Ky???" Gumamnya meragu.


Zayan menganggukkan kepala nya. "Aku sudah memikirkan ini sebelum datang, dan tujuanku datang selain menemuimu, aku juga ingin menemui Kyros... Sebenarnya saat Ky datang ke Toronto, aku sudah ingin membahas ini tetapi aku belum memiliki nyali saat itu, kemudian setiap harinya aku mengumpulkannya sedikit demi sedikit dan akhirnya benar-benar yakin..!" Ujar Zayan.


Kyra tersenyum meragu. "Tapi Zay...??? Aku belum pernah membahas tentangmu pada Ky?? Dia pasti terkejut sekali, apa tidak nanti-nanti saja? Aku akan berbicara dengan Ky lebih dulu, aku takut jika tidak berbicara dengannya lebih dulu yang ada dia mungkin saja tidak akan menyetujuinya..."


"Nanti-nanti itu kapan Ra??? Bukankah lebih cepat itu lebih baik? Dan aku juga pasti nantinya akan sulit lagi untuk datang kesini, belum lagi Ky sangat sibuk, itu akan membuat semuanya tertunda semakin lama lagi, aku harus segera membahas hubungan kita dengannya..!"


Kyra terdiam. Dia sedang memikirkan sesuatu. Kyra tidak mau Zayan mengambil keputusan yang gegabah yang justru akan merusak apa yang selama ini mereka jalani. Bagaimanapun Kyra harus membahas ini dengan Kyros lebih dulu agar Kyros tidak terkejut ketika Zayan mengatakan segala nya. "Baiklah jika kau ingin berbicara dengan Ky, tapi jangan sekarang, aku akan berbicara dengannya nanti dan besok atau lusa kau bisa menemui nya??? Bagaimana??"


Zayan mengangguk. "Oke...! Aku berharap kau lekas membahasnya dengan Ky segera, jangan membuatku menunggu lebih lama.. Aku ingin semua nya menjadi terbuka...!"


"Iya...!" Ucap Kyra kemudian dia melihat jam tangannya dan mengajak Zayan pergi ke supermarket untuk berbelanja. Dia tidak bisa berlama-lama, takut Gienka tidak nyaman di apartemen nya dan takut Gienka membutuhkan sesuatu.


Zayan dan Kyra keluar dari coffee shop dan berjalan menuju supermarket. Setelah nanti menemani Kyra berbelanja, Zayan akan mengantar Kyra ke apartemen karena Zayan juga ingin bertemu Gienka.


∆∆∆•••∆∆∆


Kyra dan Zayan akhirnya sampai di apartemen Kyra. Camilla membuka pintu kemudian dia berpamitan pada Kyra bahwa dia ada urusan sebentar di luar. Camilla juga menyampaikan jika Gienka saat ini sedang tidur.


"Hati-hati di jalan Mil...!" Ujar Kyra.


"Oke...! Maaf ya aku tidak bisa menemani tamu spesial mulai yang ini...!" Camilla pun pergi meninggalkan apartemen.


Kyra mempersilahkan Zayan untuk masuk dan membawa belanjaan ke dapur. "Kita mengobrol saja ya di ruang tengah, tidak enak membangunkan Gienka, dia pasti kelelahan sekali..!"


Zayan melempar senyum. "Tidak masalah, biarkan saja Gienka beristirahat..!"


"Kau mau minum apa?? " Tanya Kyra.


"Air putih saja...!" Jawab Zayan, kemudian dia meninggalkan dapur Kyra menuju ruang tengah.


Kyra membuka kulkas dan menuang air putih di gelas, lalu membawanya ke ruang tengah. Kyra duduk di sebelah Zayan dan menyodorkan minuman yang di bawa nya.


"Ky memangnya pergi kemana??? Kenapa setelah menjemput Gienka, dia langsung pergi??" Tanya Zayan.


"Mungkin hal yang penting Ra, kau harus memaklumi nya..!"


"Kau benar...!"


Zayan tersenyum kemudian dia dan Kyra melanjutkan mengobrol lagi.


Beberapa jam kemudian.....


Gienka membuka matanya. Dahinya berkerut ketika dia menyadari sedang tidak berada di kamarnya tetapi kemudian dia teringat jika dia sekarang sedang berada di apartemen Kyra. Gienka bangun, dan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya, kemudian perlahan turun dari tempat tidur, merenggangkan tubuhnya. "Kyra mana ya???" Gumamnya kemudian berjalan ke arah pintu dan keluar kamar Kyra.


Gienka memutar pandangannya ke seluruh sudut ruangan di apartemen Kyra dan mendapati sahabatnya sedang berada di dapur. "Ra....!" Panggil Gienka.


Kyra menoleh ke belakang. "Gie... Kau sudah bangun???"


"Iya, cukup lama juga aku tidur, kau sedang apa???"


"Aku sedang menyiapkan makan malam, aku tidak tega membangunkanmu tadi, padahal sebenarnya Zayan ingin bertemu denganmu..!"


"Zayan kesini??? " Tanya Gienka tidak percaya.


"Iya, baru saja pergi sekitar setengah jam yang lalu... "


Gienka mencomot buah anggur yang ada di dalam mangkuk. "Wah kau senang sekali pasti Zayan ada disini.. Iya kan???" Gienka mulai menelisik.


"Diamlah...!" Kyra menghentikan aktifitasnya memotong sayuran kemudian dia berjalan ke meja makan dan mengajak Gienka duduk.


Kyra kemudian menceritakan kepada Gienka mengenai obrolannya dengan Zayan tadi ketika di coffee shop, bahwa Zayan ingin berbicara dengan Kyros sekaligus meminta pada Kyros agar bisa di ijinkan untuk menjalin hubungan dengannya. Tetapi Kyra menahannya, dan mengatakan bahwa dia akan membahas hal itu dengan Kyros lebih dulu.


"Aku tidak mau Gie, jika Zayan langsung mengatakannya pada Ky sebelum aku menjelaskan, kau pasti tahu kan Ky bagaimana??? Jika aku tidak menjelaskan lebih dulu yang ada nanti Ky jadi berpikir macam-macam..! Itulah kenapa aku meminta sedikit waktu pada Zayan agar aku bisa menjelaskan semuanya pada Ky..." Ujar Kyra.


"Itu bagus Ra... Kau memang harus mengatakan semuanya pada Kyros, bagaimanapun Kyros kakakmu dan dia selalu ingin memastikan kebaikan untukmu..!"


"Tetapi menurutmu bagaimana Gie??? Apa Ky akan setuju dengan Zayan???" Tanya Kyra.


"Ky sudah mengenal Zayan lama, aku yakin dia akan setuju, tetapi ya kau dan Zayan harus bisa meyakinkan Ky... Aku juga akan membantumu Ra, tenang saja...!"


Kyra tersenyum dan langsung mendekat ke Gienka, memeluk sahabatnya itu. "Thanks ya Gie....! Kau selalu jadi sahabat yang terbaik...!"


°°°^°°°