I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 10 (Maaf)



Ariel pulang dengan perasaan campur aduk memikirkan setiap perkataan dari para wanita itu yang membahas tentang kemandulan. Dia menjadi takut jika Elea juga mengalami hal itu, dan mereka tidak bisa memiliki anak. Yang diinginkan dari sebuah pernikahan adalah anak, dan tentu saja Ariel sangat menginginkan itu. Jika tidak memiliki anak? lalu siapa nanti yang akan mewarisi dan meneruskan perusahaannya.


Sudah berbulan-bulan menikah dan Elea belum juga hamil padahal mereka selalu melakukannya setiap hari.


Ariel pulang ke apartemennya dan disana Elea sudah munggu kedatangannya. Wajah Elea terlihat cemas karena sejak tadi Ariel tidak bisa dihubungi dan itu tidak biasa terjadi sebelumnya karena Ariel selalu mengatakan kepadanya kemanakah dia akan pergi sebelum pulang. Ariel pulang dalam keadaan seperti tidak baik, raut wajahnya datar dan seperti sedang banyak pikiran. Elea tidak ingin bertanya lebih jauh, karena mungkin pekerjaan Ariel sangat banyak sehingga suaminya itu terlihat kelelahan saat pulang.


"Kau terlihat lelah sekali...!" Elea mendekat ke Ariel mengusap keningnya. "Pasti di kantor banyak pekerjaan ya...? Kau mandi dulu, aku akan menyiapkan pakaianmu juga akan membuatkan kopi untukmu..." Elea mendaratkan kecupan di bibir Ariel.


Elea masuk ke kamar dan diikuti Ariel di belakangnya. Ariel melepas jasnya juga dasinya. Sementara Elea sibuk mengambil pakaian ganti untuk suaminya.


"Aku tidak ingin apapun, aku ingin tidur saja setelah mandi...!" Gumam Ariel.


Elea meletakkan pakaian suaminya di atas tempat tidur. "Aku sudah membuat makan malam untukmu sebenarnya, tetapi jika kau ingin tidur ya sudah tidak apa-apa....!" Ujar Elea.


Sebenarnya dia sedikit kecewa karena Ariel menolak untuk makan padahal dia sudah menyiapkan masakan yang menjadi kesukaan suaminya itu. Kalaupun Ariel tidak makan dirumah biasanya lelaki itu akan memberitahu nya lebih dulu. Hari ini sebenarnya Elea juga pergi ke kantor membawa mobil sendiri, pdahal biasanya Ariel selalu mengantarnya, karena Ariel bilang tadi akan ada urusan sepulang dari kantor jadi tidak bisa menjemputnya.


Ariel masuk kamar mandi, sedangkan Elea memilihnkeluar kamar dan akan membereskan meja makan. Menyimpan makanan yang tadi di masaknya ke kulkas. Setelah itu Elea kembali ke kamar dan merapikan tempat tidur, agar Ariel bisa beristirahat dengan nyaman. Ada yang anhe dari Ariel, etapi Elea tidak ingin mengusiknya, Ariel sedang tidak dalam keadaan baik saat ini. Biasanya Ariel akan selalu tersenyum dan bahkan tidak akan membiarkan Elea berganti pakaian lebih dulu setelah mereka kembali dari kantor. Karena Ariel akan mengajaknya bercinta lebih dulu sebelum mandi bahkan mereka juga akan melakukannya lagi di kamar mandi baru setelah itu Elea akan bersiap dan memeulai aktifitas di dapur menyiapkan makan malam.


Malam itu selepas mandi, Ariel benar-benar langsung memilih berbaring dan tidur. Elea masih membiarkannya dan tidak mau banyak bertanya jika bukan Ariel sendiri yang nanti mau berbagi dengannya. Setelah Ariel terlelap, Elea merapikan selimut suaminya sehingga Ariel bisa tidur dengan nyaman. Elea masih mengerjakan pekerjaannya sebelum akhirnya dia merasa mengantuk dan menyusul Ariel tidur.


Keesokan harinya, Ariel bangun lebih awal dan dia mendapati Elea sedang berbaring dengan wajah camtiknya di sebelahnya menghadapnya. Tiba-tiba ada perasaan bersalah dihati Ariel mengenai sikapnya tadi malam. Dia merasa kacau sekali setelah mendengar hal yang dikatakan oleh para wanita di pesta itu, moodnya langsung berubah dan dia membawanya pulang. Elea pasti sedih sekali karena semalam dia bahkan tidak banyak bicara dan terkesan mengabaikannya.


Ariel mengusap kening Elea. Dahi Elea langsung berkerut tetapi mata cantiknya tetap terpejam. Ariel tidak perrnah merasa bosan jika memandangi wajah cantik Elea, justru itu membuatnya semakin menginginkannya. Ariel mendekatkan tubuhnya disamping Elea dan langsung mendekapnya erat. Sontak hal itu membuat Elea langsung terbangun. Ariel kemudian menghujani wajah Elea dengan ciuman.


"Maafkan sikapku semalam.... Kau pasti kecewa dan marah padaku.... Semalam aku lelah sekali, tolong maafkan aku sayang....!" Bisik Ariel.


"Tidak apa-apa, aku tahu kau pasti lelah...!" Jawab Elea kemudian membalas pelukan Ariel.


"Aku mau kita mengawali pagi ini dengan penyatuan, semalam kita tidak melakukannya, aku ingin kau segera hamil seorang putri yang cantik dan wajahnya sepertimu sehingga aku akan seperti seorang yang beruntung bisa mencintai dua wanita kembar hehehe....!"


Setelah melakukan sesi percintaan oagi itu Ariel dan Elea mandi. Ariel kemudian meminta Elea agar menghangatkan makanan yang semalam sudah dimaasak Elea untuk dijadikan sarapan. Ariel tidak mau mengecawakan hasil jerih payah istrinya semalam dan dia ingin menghargainya. Semua masih berjalan seperti biasanya, dan Elea juga merasa tidak lagi khawatir.


***


Di kantor Ariel kembali disibukkan dengan pekerjaannya. Dia harus memeriksa setiap laporan untuk proyek terbarunya. Dan tidak ingin kembali mengingat apa yang terjadi kemarin, dia harus percaya kepada Elea. Suatu saat dia dan Elea pasti akan punya waktu dimana penantian mereka berdua akan berbuah manis. Pintu ruangannya didorong dari luar, Ariel langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


"Hai Iel.... Boleh aku masuk? Sekretarismu tidak ada di depan, jadi aku tidak meminta ijinnya lebih dulu... Aku boleh masuk kan???" Tanya Viona.


Ariel terdiam sesaat melihat kedatangn mantan kekasihnya itu. Entah apa lagi yang akan dilakukan oleh Viona disini. Tetapi kemudian dia langsung tersadar. "Masuklah....!"


Viona tersenyum lalu melangkah masuk dengan langkah gemulainya. Ariel berdiri dari kursi kerjana dan mempersilahkan Viona duduk di sofa yang ada di pojok ruangannya.


"Kau mau minum apa Vi?" Tanya Ariel.


"Ah tidak perlu.... Aku hanya mampir sebentar saja...!"


Ariel duduk dan berhadapan dengan Viona. Sementara perempuan itu duduk di atas sofa sambil mengangkat kaki kanannya meletakkan di kaki kirinya. Viona tersenyum.


"Semalam kau pulang begitu saja tanpa pamit, apa kau baik-baik saja???" Tanya Viona.


"Sorry... Aku buru-buru... Istriku menungguku....!" Jawab Ariel.


"Kau pergi dari pesta karena istrimu menunggumu dirumah atau kau perginkarena hal lain??? Aku tahu Iel, kau pergi karena kau mendengar cerita yang buruk semalam... Aku mjnta maaf, ku harap kau maklum dengan ucapan teman-temanku, mereka memang begitu kalau sudah berkumpul pasti bergosip...! Kau pasti tersinggung ya???" Tanya Viona lagi.


"Tidak... Aku pergi karena aku sudah lelah seharian bekerja...!"


Viona beranjak dari sofa tempatnya duduk dan kini berjalan menuju Ariel dan duduk di samping lelaki itu sambil memegang tangan Ariel.