I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 82



"Aku ingin sekali bertemu dengan nya Gie...!" Ujar Axel.


"Dia jarang ada disini dan begitu juga dengan dirimu lalu bagaimana kalian akan bertemu??"


"Benar juga.. Tapi bolehlah kapan-kapan jika ada waktu untuk bertemu dengan dia..!"


"Aku ada janji sore ini ke rumah salah satu sahabat kami dan Kyros juga ikut.. Kau mau ikut???" Tanya Gienka.


"Tidak bisa, aku akan kembali jam tiga sore nanti..!" Jawab Axel.


"Sayang sekali..." Gumam Gienka.


Axel tersenyum. "Oke begini saja, berikan aku kontak dari Kyros, aku harus berbicara dengannya juga memberitahu nya bahwa Gienka ku sangat mencintai nya, supaya dia mengerti dan kau bisa mendapatkan hati nya nanti...!"


"Tidak-tidak....! Aku tidak mau kau melakukan itu, aku juga tidak mau memberimu nomor kontaknya, berbahaya, yang ada kau malah membongkar semua rahasiaku...!"


Axel tertawa terbahak-bahak. "Kau lucu sekali Gie... Hahahaha.. Tapi tidak masalah, aku akan selalu mendoakan mu agar cintamu tidak bertepuk sebelah tangan...!"


"Thank you Axel... Sekarang berhenti membahas ku, dan mulai membahasmu.. Katakan bagaimana dengan pacarmu??" Tanya Gienka.


Axel menghela napasnya. "Apa yang harus aku katakan Gie, sikapnya berubah dan dia lebih protektif, menyebalkan sekali, setiap hari selalu saja ada kecurigaan darinya kepadaku, lama-lama aku tidak tahan di buatnya..." Ujar Axel dengan kesal.


"Kenapa tidak kau katakan apa kekurangannya dan apa yang harus dia perbaiki dari sikapnya sehingga dia tidak bersikap seperti itu lagi... Katakan saja, supaya hubungan kalian juga menjadi sehat..!"


Axel tersenyum tipis. Dia kemudian menjelaskan pada Gienka bahwa dia pernah melakukan itu tetapi yang terjadi justru dia dan kekasihnya bertengkar hebat. Tetapi pada akhirnya Axel tidak mau terlalu ambil pusing karena dia sekarang hanya ingin fokus kepada sekolahnya mengingat dia juga akan menghadapi ujian sebelum akhirnya lulus dan berkuliah. Dia hanya akan menjalani nya biasa saja dan tidak mau terlalu berlebihan atau ngoyo untuk hubungannya. Karena jika dia terlalu mengambil hati mengenai masalah itu tentu yang ada malah semakin merusak suasana hati nya saja sehingga kesibukan dan kegiatannya menjadi terganggu.


Gienka tersenyum dan mencoba menghibur sahabatnya itu agar bisa tenang dalam menghadapi permasalahan yang ada. Dan berharap semua nya baik-baik saja. Axel sendiri adalah laki-laki yang cukup santai dalam menghadapi apapun. Gienka pun tahu bahwa semua nya pasti akan baik-baik saja nanti nya tetapi dia tetap harus memberi semangat kepada Axel. Doa nya juga pasti ingin yang terbaik untuk lelaki itu.


Gienka dan Axel melanjutkan obrolan mereka mengenai berbagai hal, mereka juga bercanda. Axel juga mengajak Gienka agar nanti pergi bersamanya saja ketika Gie ka ingin datang ke rumah sahabatnya karena kebetulan satu arah dengan Axel. Gienka tidak masalah dan dia setuju untuk berangkat bersama Axel.


Di tengah obrolannya dengan Axel, ponsel Gienka berbunyi. Itu panggilan dari Kyros ternyata. Gienka langsung mengangkatnya dan menyapa lelaki itu. "Hai Ky...!"


"Hai Gie... Kau di rumah Papa Iel mu kan??? Nanti aku dan Kyra serta Louis akan menjemputmu disana ya untuk ke rumah Sanne...!"


Gienka tersenyum melirik ke Axel yang ada di sampingnya. "Ah iya aku memang tadi pulang ke rumah Paapa Iel, tetapi sekarang aku di rumah temanku, dan kau nanti tidak perlu menjemputku, kebetulan aku nanti akan di antar oleh temanku, kami satu arah, jadi kita bertemu saja disana ya Ky??? Gimana???"


Kyros terdiam sesaat. "Oh kau masih disana ya??? Baiklah kalau begitu..! Kita bertemu di rumah Sanne saja..!" Kyros kemudian menutup teleponnya. Ada sedikit kekecewaan di hati nya kaarena ternayta Gienka masih ada di rumah teman laaki-laki nya itu.


####


Kyros, Kyra dan Louis sampai di rumah Sanne. Mereka langsung di sambut oleh Sanne dan kedua orang tua nya. Ketiga nya pun di persilahkan masuk oleh tuan rumah. Kyra dan Louis masuk lebih dulu bersama Sanne dan Vitto serta Rana sedangkan Kyros membuka bagasi mobil untuk mengambil beberapa barang seperti oleh-oleh untuk Sanne juga titipan dari Amamnya.


Disaat sedang menurunkan oleh-oleh untuk Sanna, sebuah mobil berhenti di tepi jalan tepat di depan rumah Sanne. Pintu mobil itu terbuka dan Gienka keluar dari dalam taksi. Sekilas dari kejauhan Vitto melihat bahwa di dalam mobil itu ada orang lain selain Gienka dan supir. Seorang laki-laki yang tidak Kyros kenal.


"See you Xel....!" Ucap Gienka.


"See you Gie... Bye...!" Axel melambaikan tangannya.


Gienka pun tersenyum dan membalas lambaian tangan Axel. Mobil Axel pun perlahan meninggalkan Gienka. Gienka masih melambaikan tangan nya sampai mobil menjauh. Kemudian Gienka berjalan menuju halaman rumah Sanne dan di kejutkan ternyata Kyros ada disana sedang menenteng beberapa paperbag.


Gienka tersenyum.menghampiri lelaki itu. "Hai Ky...! Baru datang ya?" Tanya Gienka.


Kyros hanya mengangguk, tidak menjawab.


"Kyra?? Lou?? Dimana mereka??"


"Sudah di dalam...!" Jawab Kyros datar.


Gienka tersenyum kemudian mengajak Kyros untuk segera masuk. Kyros sendiri mencoba menenangkan dirinya dari rasa cemburu ketika melihat Gienka bersama sahabatnya datang bersama. Kyros harus menahan diri dan dia ingat tentang janji nya bahwa dia tidak boleh merasa cemburu atau tersulut ketika suatu saat harus melihat Gienka bersama laki-laki lain. Dan hari ini itu terjadi. Bagaimanapun dia harus bersikap biasa saja meskipun ada rasa nyeri di hati nya.


Mereka berdua masuk, Gienka memeluk Sanne juga Mama nya Sanne yaitu Rana. Mereka disambut dengan baik oleh keluarga Sanne. Ini adalah moment yang jarang terjadi karena selama ini Sanne tinggal di luar negeri. Dulu sebelum Sanne lahir, Rana dan Vitto sering sekali bermain bersama Kyra dan Kyros, karena Cahya dulu sering ke rumah mereka mengingat Vitto dan Rana juga bertetangga dengan Ibu Cahya, jadi ketika si kembar ingin ke rumah neneknya, Cahya juga pasti mengajak mereka ke rumah Rana, terkadang Gienka juga ikut karena Gienka juga tinggal di perumahan yang sama. Sementara dengan Louis jarang, tetapi sesekali ketika Vitto dan Rana ada acara atau bertepatan saat berkunjung ke rumah orang tua Kyra dan Kyros. Itu ketika mereka masih balita.


Saat Kyra, Kyros, Gienka dan Louis mulai masuk sekolah, lahirlah Sanne yang kemudian membuat hubungan persahabatan mereka menjadi dekat. Dan itensitas bertemu juga semakin sering. Anak-anak itu menjadi teman baik layaknya orang tua mereka, dan tidak bisa di pisahkan satu sama lain. Sampai akhirnya ada moment dimana Vitto dan Rana harus mengajak Sanne pindah ke luar negeri karena kakek Sanne harus menjalani pengobatan disana juga permasalahan dengan Vino, adik Vitto yang tidak kunjung menemukan titik tengah, membuat Vitto memilih pergi karena tidak mau terlalu berlebihan berkonfrontasi dengan adiknya. Tetapi pada akhirnya hubungan yang mendingin itu bisa cair kembali setelah beberapa tahun berlalu. Sanne juga sudah sangat dekat dengan adik sepupu nya yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar. Sanne sangat menyayangi nya karena Sanne juga sangat menginginkan adik sejak dulu tetapi sayangnya Vitto dan Rana memutuskan tidak lagi memiliki anak karena satu hal lain.


###


"Gie... Kenapa datangnya tidak bergabung bersama yang lain???" Tanya Rana.


"Pagi tadi Gie pulang dari rumah Kyra karena ada tenan Gie yang datang ke rumah, dan tadi Gie kesana bersama dia..!" Jawab Gienka.


"Loh lalu kemana temanmu sekarang??? Dia di luar? Kenapa tidak di ajak masuk???" Tanya Vitto kemudian.


Gienka tersenyum. "Dia langsung pergi karena harus kembali, dia sekolah di luar kota, dan tadi buru-buru jadi tidak bisa ikut kesini..!"


"Oh aunty kira ada di luar...!"


"Uncle... Aunty.. Ada sedikit oleh-oleh untuk kalian berdua dan juga Sanne, ini juga ada titipan dari Amam...!" Kyros menyodorkan barang-barang yang tadi di bawa nya dari rumah.


Rana tersenyum. "Thanks ya Ky, salam untuk Amam dan Apapmu... Kalian enjoy saja disini atau dimana senyaman kalian, Aunty akan mengambilkan minum dan cemilan...!"


Vitto dan Rana berdiri dan meninggalkan para remaja itu. Membiarkan mereka menikmati waktu bersama. Rana akan membuat minuman dan Vitto akan membantu istrinya itu menyiapkan camilan.


"Gie tadi kau datang bersama temanmu???" Tanya Louis.


"Iya, kebetulan satu arah jadi dia mengajakku bersama...!"


"Akrab sekali ya Gie sampai aku lihat dari senyummu kau bahagia sekali..!" Kyros menimpali.


Gienka mengangguk. "Dia seperti kakakku... Sama hal nya seperti kau dan Lou, Ky...!"


Sanne tiba-tiba mengeluarkan ponselnya kemudian dia terlihat sibuk sebentar. Secara bersamaan ponsel Gienka, Kyra dan Louis berbunyi. Mereka bertiga langsung menatap layar ponsel masing-masing dan mengernyit ketika mengetahui bahwa Sanne yang mengirimi mereka pesan, untuk apa? Padahal mereka saat ini sedang bersama. Karena penasaran dan mereka pun membuka pesan itu, beberapa detik kemudian mereka tertawa terbahak-bahak membuka pesan Sanne. Kyros terlihat bingung dengan apa yang di baca oleh teman-temannya itu, sementara Sanne terkekeh.


"Kenapa???" Tanya Kyros.


Mereka terus tertawa dan tidak menjawab pertanyaan Kyros. Kesal, Kyros merebut ponsel Louis dan tiba-tiba dia juga ikut tertawa. "Ini aku??? Darimana kau mendapatkan ini??? Dan kenapa denganku??" Tanya Kyros bingung.


Sanne terkekeh. "Aku mendapatkan itu dari Mama, dia mengambilnya saat dulu kau sedang memakan bickuit stik dengan cokelat, kata Mama kau menggunakan cokelat itu untuk mengoles wajahmu seperti nya dulu kau sering melihat Amam mu memakai skincare... hahahaha!"


Wajah Kyros memerah menahan malu sekaligus merasa lucu melihat foto nya saat dia masih kecil dan itu sangatlah menggemaskan. "Astaga... Bahkan ini pertama kali nya aku melihat ini... Amam atau Apap tidak pernah menunjukkanny!" Ujar Kyra.


"Mungkin aunty Rana dulu tidak mengirimnya.. But its so funny hahaha..." Gienka menimpali.


"Maybe...!" Sahut Sanne.


"Aku harus mengirim ini ke Amam...!" Ucap Kyra.


"Jangan Ra... Please jangan...!" Pinta Kyros dengan wajah memelas membuat teman-temannya tertawa terbahak-bahak.


Foto iti benar-benar lucu sekali. Gienka tertawa sampai perutnya sakit. Sangat menggemaskan. Gienka memutuskan akan menyimpan dan mencetak foto itu dan akan dia jadikan kenang-kenangan. Kyros nya yang menggemaskan, lucu dan sangat konyol. Tetapi tentu sanfat berbeda dengan sekarang karena Kyros yang sekarang sangatlah tampan, manis dan seolah menyimpan kharisma nya tersendiri membuat Gienka tidak bisa mencintai laki-laki lain. Hanya Kyros yang ada di hatinya. Hanya lelaki itu dan Kyros selalu menjadi cinta nya.


####


"Ky memang sangat menggemaskan sejak kecil, kalian juga sama..!" Sahut Rana dari belakang.


Vitto dan Rana muncul dari belakang membuat anak-anak itu menoleh ke belakang. Rana membawa nampan berisi minuman sedangkan Vitto membawa nampan berisi aneka cake.


"Waktu berlalu begitu cepat, dulu kalian sangat menggemaskan tetapi sekarang kalian tumbuh dewasa menjadi anak-anak yang tampan, cantik dan juga cerdas..." Ujar Vitto.


"Senang melihat kalian seperti ini, selain itu orang tua kalian juga mengajarkan kalian untuk menjadi orang yang baik, peduli sesama dan menghormati orang lain... Hal yang bagus untuk seumuran kalian, karena biasa nya seumuran kalian jarang ada yang peduli dengan sekitar dan sibuk dengan dirinya sendiri, padahal seharusnya sudah harus mengerti mengenai arti berbagi... Sekarang minum dan makan kue kue ini, lanjutkan mengobrol, Uncle dan Aunty akan ke dalam... Enjoy..." Vitto dan Rana kembali meninggalkan Sanne dan yang lainnya agar mereka bisa menikmati waktu bersama.


Kelima sahabat itu pun mengobrol dan bercanda sambil menikmati kue yang di sajikan oleh orang tua Sanne. Itu adalah kue dan cake kesukaan mereka sejak dulu dari Bakery milik Mama Sanne, dan rasanya tetap sama sampai sekarang, tidak berubah sama sekali.


"Minggu depan ada pensi di sekolah, kau datang ya Ne???" Ucap Kyra.


"Pensi di sekolah kalian??? Memangnya orang luar boleh datang kesana???" Tanya Sanne.


"Tentu saja boleh..." Ucap Gienka.


"Aku akan menjemputmu Ne..." Sahut Louis dengan tiba-tiba penuh dengan semangat membuat para sahabatnya langsung mengarahkan pandangan ke arahnya.


"Kau semangat sekali Lou??" Tanya Kyros.


Louis menggaruk-garuk kepala nya sambil tersenyum miring. "Ah maksudku kita akan menjemput Sanne nanti...!"


"Kita atau kau???" Tanya Gienka.


"Tentu saja kita..."


"Bilang saja kalau kau ingin mencari kesempatan mendekati Sanne... Dasar...!" Gerutu Gienka yang membuat lainnya menjadi terkekeh sedangkan wajah Louis memerah karena malu. "Ky... Kau juga ikut ya nant" Pinta Gienka.


"Baiklah...!" Jawab Kyros.


"Kau bagaimana Ne?" Tanya Kyra.


Sanne tersenyum dan menganggukkan kepala nya. Dia tentu tidak akan menolak ajakan dari para sahabatnya itu. Hal ini jarang dan dia harus memanfaatkannya dengan baik.


"Pensi nanti ada band yang terkenal sebagai pengisi acara nya, jadi di jamin bakal seru sekali..." Ujar Kyra.


"Aku rasa penampilan kita juga tidak kalah seru nya..." Louis menimpali.


"Memangnya kalian juga akan tampil???" Tanya Sanne.


Gienka tersenyum. "Iya Ne, tetapi hanya membawakan 3 lagu saja, kami di sekolah punya band ya beranggotakan kita bertiga, aku, Gie dan Lou, ada beberapa sih di sekolah, salah satu nya kita bertiga hehe..."


"Wih bagus dong....!"


Kyra mengangguk. "Itulah kenapa kau harus menonton kami...!"


"Semoga kau tidak kecewa Sanne... Karrena suara Kyra sangat fals..." Ucap Kyros sambil terkekeh.


"Sorry ya Ky, suaraku seperti Perrie Edward.!" Ujar Kyra.


"Kau bukan Zayn Malik Ky, tapi Harry Styles...!" Louis menyahut.


"Ah ya, kau benar, aku Harry Styles dan wajahku juga tampan seperti dia, benar kan Gie???" Tanya Kyros sambil mengedipkan matanya.


Gienka terkekeh. "Terserah apa katamu, kalau kau mengatakan dirimu Zayn Malik maka aku adalah Gigi Hadid, dan kalau kau mengatakan bahwa kau Harry Styles, aku akan menganggap diriku Kendall Jenner, dan kalau kau mengatakan kau adalah Justin Bieber maka aku akan jadi Hailey Bieber, apa kau puas???"


Semua pun tertawa mendengar ucapan Gienka. "Apa kau pikir kau adalah super model seperti mereka bertiga??? Astaga...! Tidak cocok sama sekali...!" Sahut Louis. "Kau tidak mirip Kendall Jenner kau lebih mirip Kris Jenner saja...!"


Sebuah bantal melayang ke wajah Louis membuat semua orang tertawa terbahak-bahak karena bantal itu di lempar oleh Gienka. "Sudah emak-emak dong kalau Gienka adalah Kris Jenner hahaha!" Ucap Kyra dan semua nya kembali tertawa lagi. Mereka kembali mengobrol dan bercanda lagi.


ΔΔΔ ΔΔΔ


Beberapa hari kemudian, Gienka sedang duduk sendiri di taman sekolah. Karena ujian semester sudah selesai jadi tidak ada pelajaran selama beberapa hari ini. Kyra pergi ke kantin untuk membeli minuman sedangkan Gienka menunggu sahabatnya itu di taman yang ada di sekolah mereka. Minggu depan sudah mulai libur dan Gienka senamg sekali karena dia akan menghabiskan waktu liburannya bersama Kyra Louis, dan Kyros di luar pulau. Gienka tersenyum dan membayangkan bahwa liburan itu akan sangat menyenangkan sekali nanti nya.


"Hai Gienka cantik....!"


Suara itu membuat lamunan Gienka terbuyarkan. Kevin datang dari belakang dan tiba-tiba saja duduk di samping Gienka dengan senyum genitnya membuat Gienka memasang wajah kesal dan jutek.


"Apa sih.. Mengganggu saja...!" Gerutu Gienka.


"Dimana Kyra?? Biasanya kau selalu dengannya???" Tanya Kevin.


"Bukan urusanmu!" Seru Gienka kesal.


"Jangan terlalu galak Gie nanti cepat tua, sayang jika wajah cantikmu itu jika terlalu galak, kan sayang...!"


Gienka mendengus jengkel dan menggeser duduknya agar tidak terlalu dekat denamagn Kevin. Tetapi Kevin tidak pedulu dan justru bermain mata dengan Gienka membuat Gienka jengkel, tidak nyaman dan harus pergi menjauhi Kevin. Gienka hendak berdiir dan pergi meninggalkan Kevin tetapi lelaki itu justru menhan pergelangan tangannya. "Kau mau kemana Gie??? Duduk disini saja dan mengobrol lah denganku..!"


"Apa sih Vin, lepaskan aku..."


"Tidak akan ku lepaskan sebelum kau mengobrol denganku...! Pensi nanti, aku akan menjemputmu di rumah ya??? Kau di rumah Mama mu atau Papa mu???" Tanya Kevin lagi.


"Bukan urusanmu aku tinggal dimana...!" Seru Gienka.


Kevin tersenyum. "Ayolah Gie...! Jangan galak-galak... Kita pergi ke pensi bersama ya??? Oh iya ku dengar kau dan Kyra akan tampil juga nanti bersama adik kelas si Lou??? Wah pasti akan seru sekalk, dan kau selalu tamoil cantik setiap ada acara si sekolah kita ini... Nanti kau juga pasti akan tampil cantik lagi.. Aku tidak sabar...!?


"Kau sudah gila ya??? Lepaskan tanganku... Jangan coba-coba mencari masalah denganku atau aku akan melaporkanmu pada Papa ku dan kau bisa langsung di keluarkan dari sini, lepaskan aku...!"


Kevin melepaskan pegangannya pada Gienka kemudian Gienka langsung pergi meninggalkannya. Kevin mengernyit karena Gienka mengancamnya. Bisa bahaya jika sampai Gienka benar-benar melaporkannya kepada Papa nya mengingat Papa Gienka sangat galak. Kevin pernah beberapa kali melihat Papa Gienka, lelaki itu berwajah dingin dan siapapun yang melihatnya akan takut. Dan Papa Gienka juga adalah pengusaha real estate yang terkenal dan terbesar di negara ini, serta punya peranan penting di berbagai sektor. "Shiit... Gienka selalu saja punya ide untuk mengancamku... Tetaoi aku tidak akan menyerah untuk mendapatkannya... Aku harus bisa berpacarandengan Gienka..." Gumam Kevin.


##


Gienka mempercepat langkahnya meninggalkan taman sekolah dengan kesal karena Kevin. Sampai akhirnya dia berpapasan dengan Kyra yang sudah menenteng minuman dan camilan di tangan nya. "Gie... Mau kemana? Katanya mau menunggu disana saja???" Tanya Kyra.


"Ada Kevin, malas sekali harus melihat dan berdebat dengannya...!"


"Kevin???" Kyra menggelengkan kepala nya. "Ya sudah kalau tidak mau kembali ke taman, jadi enaknya duduk dimana nih?? Jangan di kantin, lagi ramai!"


"Kita ke kolam renang saja, disana tidak terlalu banyak orang..!" Ajak Gienka.


Kedua sahabat itu pun berjalan menuju area kolam renang yang ada di bagian belakang sekolah mereka. Sekolah Gienka dan Kyra memang memiliki area kolam renang yang biasa di pakai untuk latihan berenang ketika ada ekstrakurikuler berenang atau menyelam.


Sampai disana, Kyra dan Gienka duduk di sebuah bangku, disini memang tidak terlalu banyak orang, tetapi beberapa dari mereka ada juga yang berenang, biasa nya adalah mereka yang baru saja melakukan kegiatan praktek berenang atau menyelam dan mereka memilih tidak langsung mengganti pakaian dengan seragam, melainkan melanjutkannya di jam istirahat sampai waktu masuk tiba nanti nya.


Gienka dan Kyra duduk sambil menyuruput grentea latte yang menjadi faforit keduanya. "Ky pasti sekarang ada di rumah nenek ya Ra???" Tanya Gienka.


"Tidak Gie... Dia tadi ikut Apap ke kantor..!" Jawab Kyra.


"Ikut uncle Adity ke kantor???"


Kyra mengangguk. "Iya... Dia bilang bosan di rumah sendirian, Amam ke kantor, Aku ke sekolah, Oma Opa juga sedang pergi, begitu juga dengan nenek, jadi dia memilih ikut Apap ke kantor karena sudah lama juga tidak kesana...!"


"Semoga dia tertarik dengan bisnis jadi dia tidak perlu kuliah astronomi dan memilih kuliah bisnis...!" Gumam Gienka.


Kyra tertawa. "Dia saja memperdalam ilmu sciene mana mungkin dia akan belajar ilmu ekonomi Gie... Hahaha kau ada ada saja...!"


"Ya siapa tahu... Kalau dia tiba-tiba saja menyukai ilmu bisnis, kalau begitu kan dia tidak perlu pindah warga negara..."


"Kau benar juga...! Hahaha"


"Apa yang kalian tertawakan??? Seru sekali seperti nya...!" Louis muncul dari belakang dan langsung merebut snack yang di pegang Gienka.


Louis duduk di sebelah Kyra dan memakan potato chips milik Gienka. "Gie... Kapan kau akan mengajak Sanne ke rumahmu???" Tanya Louis.


"Kenapa memangnya???" Tanya Gienka balik.


"Tidak kenapa-kenapa, aku hanya bertanya saja...! Kau judes sekali...??"


"Kau kenapa tidak tanya sendiri kepada orang nya saja Lou??" Ucap Kyra.


"Kan Gienka yang akan mengundangnya ke rumah...?"


"Kau benar-benar tertarik dengan Sanne ya???" Tanya Gienka.


"Bantu aku dong buat dapatkan dia...!"


Gienka dan Kyra tertawa. "Kau laki-laki, kau harus berusaha sendiri lah...! Lagipula apa kau yakin Sanne itu sendiri??? Bisa jadi dia di paris sudah punya kekasih... Kau bisa nangis darah Lou, huhuhuhu...!" Gienka mengejek Louis.


"Ah kau Gie... Senang sekali seperti nya mengejek ku... Menyebalkan sekali...!" Gerutu Louis yang justru di tertawakan lagi oleh kedua sahabatnya itu.


"Kau benar-benar menyukai Sanne??" Tanya Kyra lagi mencoba memastikan.


Louis mengangguk. 'Iya... Kalian pasti tahu kalau aku sudah menyukainya sejak dulu..."


"Yaelah Lou, perjalanan masih panjang, fokus sekolah saja dulu, masihbanyak waktu mendekati Sanne, lagipula aku rasa Sanne juga tidak ingin berpacaran dulu, lebih baik bersahabat dan mengenal lebih dekat lagi jangan dulu pacaran... Setidaknya kau bisa mengenalnya lebih jauh lagi, kalau sudah begitu nanti kalian bisa lebih mudah untuk menjalin hubungan...!"


"Thats right... Kyra benar, sekarang alangkah baiknya persahabatan kalian lebih dekat lagi saja, kau bisa jadi Kakaknya yang memotivasi nya, jangan buru-buru..." Gienka menimpali.


"Aku juga berpikir seperti itu, aku hanya ingin lebih dekat saja dengannya, mengenal lebih jauh lagi dan jika bisa ya saling memahami...!'' Ujar Louis.


"Ya kalau begitu jangan terlalu berlebihan dan bersikap sewajarnya saja agar Sanne juga merasa nyaman denganmu. " Ucap Kyra.


¤¤¤ΔΔΔ


"Ky...?? Kau ingin makan siang dimana?" Tanya Aditya pada Kyros yang saat ini sedang duduk di sofa sambil membaca buku.


Kyros yang tadi nya tertunduk membaca buku langsung mengarahkan pandangannya ke arah Apap nya yang sedang sibuk di meja kerja nya. "Makan disini saja Pap, Ky sedang malas jika harus keluar...!" Jawab Kyros.


"Ya sudah biar sekretaris Papa yang memesan makanan, kau ingin makan apa???"


"Terserah Apap saja, Ky bisa makan apapun..!"


Aditya tersenyum. "Baiklah, bagaiamana kalau kita makan siang dengan nasi padang, kau tahu kan bahwa Apap dan Amam sangat menyukainya dan kau juga sudah lama tidak memakannya... Bagaimana???"


"Wah... Cocok sekali Pap, Ky mau sekali..."


"Baiklah.... Papa akan menyuruh supir untuk langsung membeli nya, sekaligus biar di antar juga ke kantor Amam mu..."


Kyros mengangguk. Apapnya benar bahwa dia sudah lama tidak makan masakan Padang, mengingat cukup sulit mencari nya di Swiss dan butuh waktu sekitar 3 sampai 4 jam untuk sampai ke sebuah restoran Indonesia yang menjual nasi padang serta makanan khas Indonesia lainnya. Jika ada waktu libur, biasa nya dia dan uncle dan Aunty nya akan pergi kesana untuk sekedar menikmati makanan Indonesia.


Aditya menghubungi supirnya dan menyuruh supirnya itu agar membeli nasi padang untuknya dan juga Kyros serta membelikan Cahya juga lalu mengantarkannya ke kantor istrinya itu. Aditya menjelaskan dengan detai apa saja yang di pesan untuknya, istri nya juga untuk Kyros karena mereka punya kesukaan masing-masing.


Sebuah ketukan pintu mengalihkan Aditya yang baru saja mengakhiri teleponnya, Kyros juga menoleh ke arah pintu ruangan kerja Apapnya. Sekretaris Aditya meminta ijin masuk dan Aditya memberikan ijinnya.


"Permisi pak Aditya... Pak Firhan sudah ada di luar, menunggu untuk bertemu dengan anda... Tadi anda meminta saya agar memanggilnya untuk kesini...!" Ucap Sekretaris Aditya.


"Oh dia sudah ada disini ya??? Suruh saja dia masuk La..!"


Sekretaris Aditya bernama Nayla itupun mengangguk kemudian keluar dari ruangan atasannya untuk memanggil tamu yang akan menemui Aditya. Tak lama seorang laki-laki masuk ke ruangan Aditya dan Aditya langsung berdiri begitu juga dengan Kyros. Aditya tersenyum dan menghampiri laki-laki itu.


"Bagaimana kabarmu Han??? Bagaimana juga kabar ibu dan bapak???" Tanya Aditya sambil menyalami Firhan.


Firhan menyambut uluran tangan Aditya sambil tersenyum. "Baik pak, Alhamdulillah kami semua dalam keadaan baik..!"


"Syukurlah....! Oh iya, Ky kemarilah...!" Aditya memanggil Kyros dan putranya itu langsung mendekat. "Ini kak Firhan, dia adalah putra dari bapak-bapak yang dulu menolong Apap saat Apap kecelakaan dulu, dia akan bekerja di kantor kita...! Dan Firhan, ini Kyros, kau ingat kan?? Dulu kau pernah bermain dengannya saat kau datang ke rumah kami... Kau lasti masih ingat tetapi Kyros tidak akan ingat karena dia dulu masih kecil sekali..!"


Firhan tersenyum, dia mengangguk. Dia tentu saja ingat dengan Kyros, karena dulu dia dan ayahnya serta ibu nya pernah di undang ke rumah Aditya dan bertemu dengan keluarga besar Aditya. Kebaikan Aditya tidak akan pernah bisa di lupakan begitu saja, sejak Ayahnya menolong Aditya yang dulu kecelakaan, kondisi keluarga nya langsung berubah 180%. Aditya banyak memberi bantuan, merenovasi rumahnya, dan setiap bulan selalu memberi uang serta bahan makanan, bahkan sampai saat ini, sekalipun tidak pernah berhenti di berikan. Sekolahnya juga di tanggung oleh Aditya bahkan dia juga di kuliahkan oleh Aditya. Setelah lulus, Aditya kembali menawarkan bantuan agar dia bisa bekerja di perusahaan ini. Sempat menolak tetapi Aditya memaksa agar dia mau mencoba nya dan ternyata di terima. Firhan benar-benar tidak menyangka jika ada orang yang begitu baik, tulus dan perhatian seperti keluarga Aditya. Itulah yang membuatnya selama ini giat dan tekun belajar agar tidak mengecawakan Aditya yang sudah banyak membantu keluarga nya selama ini.


Kyros mengulurkan tangannya menyalami Firhan. Kyros tahu bahwa Ayah Forhan adalah penyelamat Apap nya ketika kecelakaan. "Aku memang tidak ingat kakak, tetapi aku senang bisa bertemu lagi denganmu..!" Ujar Kyros.


"Aku juga senang bisa bertemu denganmu lagi Ky... Kau sudah besar dan tampan, sama seperti saat kau masih kecil...!"


Aditya dan Kyros tersenyum kemudian menyuruh Firhan agar duduk. "Firhan, minggu depan kau sudah bisa masuk kerja, kau bisa bersiap-siap untuk barang dan pakaianmu, kau pasti sudah di beritahu bahwa kau akan mendapat mess dan juga ada jemputan, jadi kau tidak perlu memikirkan biaya tempat tinggal dan transport, bagaimana kau siap???" Tanya Aditya.


"Siap pak..." Jawab Firhan penuh keyakinan.


Aditya tersenyum. "Bagus... Aku ingin kau bekerja dengan baik disini, dan jangan mengecewakanku juga orang tua mu, kau dulu berjanji padaku bahwa kau akan membahagiakan kedua orang tua mu, jadi kau harus menjadi kebanggaan mereka...!"


Firhan tersenyum, kemudian mengangguk penuh keyakinan. Dia harus bekerja keras agar tidak mengecewakan oramg-orang yang sudah bebruat baik kepada nya selama ini. Aditya kemudian me.persilahkan Firhan untuk pulang dan juga menitipkan salam untuk orang tua dan adik Firhan. Kemudian Firhan berpamitan dan keluar dari ruangan Aditya.


"Apap sangat terkejut, Firhan jadi lulusan terbaik di kampusnya, Apap tidak menyangka jika dia bisa seberhasil itu dan selalu berprestasi di sekolahnya...!" Gumam Aditya.


"Terlihat dari wajahnya Pap, bahwa dia memiliki tekad yang kuat, tetapi bagaimana sebenarnya yang dulu terjadi pada Apap sampai Apap bisa di temukan dalam keadaan selamat?" Tanya Kyros.


Aditya tersenyum. "Keajajban Tuhan itu tidak bisa di sangka datangnya, samlai saat ini Apap selalu bersyukur karena bisa melihatmu dan Kyra tumbuh, andai saja dulu Ayah Firhan tidak menemukan dan menolong Apap, tidak tahu lagi apa yang akan terjadi, Malaikat itu tidak selalu datang berbentuk cahaya seperti yang Tuhan ciptakan, tetapi ada berbagai malaikat yang di kirim Tuhan untuk menjadi penyelamat kita" Ujar Aditya mengenang kengerian hari itu.


Aditya pun menceritakan kepada Kyros bagaimana kecelakaan itu dulu bermula. Ingatan itu tidak bisa dia lupakan begitu saja meskipun sudah berlalu selama bertahun-tahun karena begitu berbekas di ingatannya. Bahkan dia juga hampir kehilangan nyawa nya saat itu, tetapi tuhan menunjukkan keajaibannya hingga dia masih bisa berada disini dan bisa bersama keluarga juga kedua anaknya yaitu Kyra dan Kyros. Aditya tidak pernah berhenti bersyukur dengan hal itu dan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasihnya, Aditya memutuskan untuk bertanggung jawab kepada keluarga Firhan terutama Ayah Firhan yang sudah menjaga dan merawatnya dulu ketika Aditya sakit di tengah hutan.