
"Apap tidak seperti itu.... Kau temui saja Celia, aku akan bicara dengan Apap... Dia pasti tidak akan mempermasalahkannya... " Ucap Kyra.
"Tidak sayang... Tidak mau.... Kita jadi makan bakso atau tidak ini???" Axel mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Jadi dong... Aku lapar sekali... Kau payah sekali, aku memberimu ijin kau malah tidak mau... Aneh... "
"Aku tidak mau memperpanjang urusan dengan Celia lagi.... Sudahlah jangan membahasnya lagi, aku sudah cukup jengkel dan kecewa hari ini karena dia bersikap buruk padamu tadi... " Axel membelokkan mobilnya ke jalan yang menuju tempat dia dan Kyra pernah makan bakso disana.
Hingga akhirnya Axel memperlambat laju mobilnya lalu berhenti di sebuah tempat makan sederhana, akan tetapi tempat itu justru dalam keadaan tutup. "Yah... Tutup....!!?" Ujar Axel.
Kyra menoleh dan melihat dari kaca, dan memang tempat itu tutup. "Yah.... Kok tutup sih... Padahal ingin sekali makan bakso... "
"Kita cari tempat lain saja kalau begitu..." Sahut Axel.
"Yah....!!!" Kyra bergumam sedih. Axel pun melanjutkan lagi perjalanannya tetapi mengemudikan mobilnya pelan sambil mencari tempat makan yang lain. Sebenarnya dia tidak enak harus makan bersama orang tua Kyra di tempat yang biasa saja tetapi Kyra bilang dia ingin makan bakso, dan orang tua nya tidak akan mempermasalahkan makan dimana saja asalkan tempatnya nyaman dan juga bersih.
"Kita cari restoran saja..."
"Rumah makan padang... " Sela Kyra dengan cepat.
"Rumah makan padang????"
Kyra tersenyum sambil menganggukkan kepala nya. "Ya... Pasti sangat enak makan nasi padang dengan telur dasarnya yang sumber gendut di tambah dengan perkedel, rendang, balado udang dan juga ayam pop... "
Axel mengernyit dan menatap heran ke arah kekasihnya itu. "Kau akan makan semua nya????" Tanya Axel.
"Tentu saja... Aku menyukai semua masakan padang... Otak, gulai kepala ikan, usus, paru goreng, kikil, ahhhh pokoknya semua nya aku suka.... Tapi aku sedang ingin ayam pop, rendang, udang, telur dadar dan juga perkedel... Sambelnya yang banyak..!"
Axel menggelengkan kepala nya, tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Kyra. Karena Kekasihnya itu pasti hanya bercanda saja. Tidak mungkin Kyra bisa makan sebanyak itu, mengingat Kyra cukup selektif dalam memilih makanan, dan bahkan Kyra tidak pernah makan yang berat untuk sarapan ataupun makan malam, kecuali makan siang, dan itupun tetap dalam porsi yang normal.
Axel menghentikan mobilnya di sebuah rumah makan padang yang cukup besar. Dia turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Kyra. Di belakangnya juga mobil orang tua Kyra ikut berhenti. Aditya keluar dari pintu kiri depan, dan membukakan pintu untuk Cahya. Kedua nya lalu menghampiri Axel dan Kyra.
"Apakah Kyra yang memintamu berhenti disini???" Tanya Aditya pada Axel.
Axel belum sempat menjawab, Kyra langsung menyela. "Iya dong..... Sudah lama kan kita tidak makan nasi padang...! Ayo kita masuk...!"
Aditya dan Cahya tersenyum, kemudian mereka berempat masuk ke dalam rumah makan itu. Kyra terlihat begitu semangat sekali, dan hari ini dia akan puaskan rasa laparnya dengan memakan makanan kesukaannya.
Setelah menunggu beberapa saat, palayan membawa berbagai makanan dan di letakkan di atas meja. Mata Kyra mulai berputar mencari apa yang sedang ingin di makannya. Tidak lupa Kyra memesan minuman berupa es jeruk, selain lapar dia juga sangat haus. Aditya dan Cahya serta Axel juga terlihat sibuk memilih lauk apa yang ingin mereka makan. Sedangkan Kyra sudah mengambil beberapa, seperti ayam pop, rendang juga udang balado. Senyum lebar Kyra menghiasa wajahnya sejak dia masuk dan duduk di rumah makan ini. Sudah sekitar dua bulan dia tidak makan nasi padang, hingga sepertinya kali ini dia akan sedikit kalap. Bagi Kyra tidak masalah sekali-kali dia makan banyak, terlebih makanan yang sangat dia sukai ini, yang terpenting dia tetap tidak lupa untuk berolah raga untuk menjaga badannya agar tetap fit.
Piring Kyra sudah penuh dengan berbagai lauk hingga nasi nya tidak terlihat. Hal itu membuat Axel benar-benar terkejut dan tidak yakin jika Kyra akan mampu menghabiskan semua nya. "Kau mengambil lauk sebanyak itu???? Kau yakin akan menghabiskannya???" Tanya Axel.
"Bukan begitu, tetapi itu banyak sekali, dan lihatlah telur dasarnya sangat tebal, juga perkedel nya, ayamnya, udang nya, dagingnya... Kau mengambil semuanya... Nanti kalau kau kekenyangan perutmu bisa sakit... "
Aditya dan Cahya terkekeh. "Biarkan saja Xel, Kyra memang seperti itu jika sudah ada di rumah makan padang, biasanya dia akan mencoba semua menu nya, ini masih belum seberapa... " Sahut Aditya.
"Tapi bisa saja nanti perutnya sakit... " Axel terlihat meragu.
"Biarkan saja.... Kyra selalu menyisihkan satu hari dalam sebulan untuk bisa makan banyak tanpa harus melihat berapa kalori nya... Jadi jangan khawatirkan apapun... Itulah Kyra, jadi ketika nanti kau sudah engkau dengannya kau jangan kaget lagi jika mendapati dia seperti ini..." Ucap Cahya.
"Kau jangan mempedulikan ku, ayo makan..!!" Ucap Kyra.
Axel pun akhirnya memakan makanan yanDepAnnya dan hanya mengambil rendang sebagai lauknya. Mereka berempat mulai menikmati makan sore bersama. Setelah ini Aditya, Cahya dan Kyra akan langsung pulang kembali ke Jakarta.
"Pap......!!! Aku tadi mengusulkan pada Axel agar dia datang dan menemui Celia lalu berbicara dari hati ke hati dengannya... Tidak apa-apa kan Pap kalau Axel menemui Celia???" Celetuk Kyra tiba-tiba yang langsung membuat Axel tersedak dan segera mengambil minum.
Aditya yang atdi sibuk mengunyah juga teralihkan dan memandang ke arah Axel yang sedang minum. "Kau ingin menemui Celia????" tanya Aditya.
Axel langsung menggelengkan kepala nya. "Tidak Om... Aku tidak ada niat sama sekali untuk menemui Celia, tadi Kyrayangmen gusulkannya tetapi aku langsung menolaknya karena aku tidak mau lagi berurusan dengannya... Aku pikir apa yang tadi aku sudah katakan pada Celia sudah cukup untukembuatnya mengerti, jadi tidak perlu lagi harus menemui nya.. " Jawab Axel dengan cepat.
"Itu karena kau takut Apapun akan marah... Iya kan???" Sela Kyra.
"Tidak.... Tidak.... Aku tidak berniat sama sekali bertemu dengan Celia.... Aku sudah bilang padamu bahwa aku tidak mau, bukan lantaran karena takut om Adit akan marah tetapi karena aku sudah tidak mau berurusan dengan Celia ataupun keluarga nya...!" Sahut Axel.
"Sudah... Sudah... Habiskan makanan kalian..!!" Ucap Aditya. Axel dan Kyra pun melanjutkan makan mereka. Aditya menatap kedua orang yang ada di hadapannya itu. Aditya sangat tahu bahwa Kyra sangatlah mencintai Axel, dan meskipun tadi Celia sudah menyakiti nya tetapi Kyra sepertinya tidak terlalu mempermasalahkannya, karena tadi Cahya bercerita padanya bahwa Kyra memaklumi sikap yang di tunjukkan oleh Celia karena Celia mungkin terlalu mencintai Axel sehingga tidak bisa mengontrol diri. Bahkan Kyra memohon kepada Cahya agar nanti Aditya tidak lah mempermasalahkan dan memperpanjang masalah itu karena Celia sudah terlalu banyak menanggung penderitaan atas sikap keluarga nya hingga rasanya sangat kasihan jika harus menambah beban gadis malang itu.
Sementara itu, Aditya juga melihat kesungguhan dan ketulusan Axel pada Kyra. Cinta yang Axel miliki untuk Kyra juga sangatlah besar, hingga Axel tidak lagi inginemberikan hatinya kepada gadis manapun termasuk Celia. Terlihat Axel benar-benar sudah mengubur dalam-dalam masalalu nya dengan Celia dan hanya ingin fokus pada hubungannya dengan Kyra. Hal itu membuat Aditya merasa senang dan bangga atas sikap yang Axel tunjukkan. Semakin Yakin bahwa Axel pasti akan membahagiakan Kyra nanti nya.
"Ahhh ya aku hampir lupa...!!!" Ucap Aditya tiba-tiba membuat Cahaya, Axel dan Kyra menatap ke arahnya.
"Lupa apa????" Tanya Cahya.
"Kemarin Vitto sempat menghubungiku, dia bilang minggu depan akan ke Washington bersama Rana dan juga Sanne, dan aku minta agar mereka menginap saja di rumahnya Kyros, dan aku belum memberitahu Ky mengenai hal itu.. Tetapi di jam segini, Ky pasti belum bangun, nanti tolong ingatkan aku ya sayang???" Pintar Aditya pada istrinya.
"Iya.. Aku akan mengingatkanmu... Memangnya ada keperluan apa mereka ke Washington???" Tanya Cahya.
"Vitto harus mengurus beberapa pekerjaan disana selama sekitar 10 hari sampai dua minggu, dan dia sengaja mengajak Rana dan Sanne untuk liburan juga... Aku minta agar mereka menginap di rumah Ky saja, ya supaya Gienka juga ada teman dan bisa jalan-jalan juga saat Ky sesuai bekerja, sehingga dia tidak merasa bosan sendirian...!"
"Ya itu bagus... Gienka juga pasti senang jika Sannea kan datang kesana..." Ujar Cahya.