I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 183



Aditya membuka pintu dan matanya terbelalak ketika melihat siapa yang bertamu di rumahnya. Zayan memundurkan tubuhnya selangkah, karena dia juga terkejut melihat Aditya yang membukakan pintu. Tetapi dengan cepat Zayan sadar dan langsung melempar senyumnya pada Aditya. Zayan juga mengulurkan tangannya untuk menyalami Aditya, sayangnya Aditya hanya melirik tanpa membalasnya.


Aditya berteriak memanggil security rumahnya dan memberitahu bahwa jika ada tamu harus melapor kepadanya sebelum membukakan gerbang. Securitynya pun menjelaskan jika dia membuka gerbang karena tahu Zayan sering datang kesini. Tetapi dengan cepat Aditya memberitahu bahwa Zayan bukan lagi teman atau pacar Kyra, jadi ketika ingin masuk harus tetap melapor kepadanya lebih dulu.


"Dia sudah terlanjur kau ijinkan masuk, tapi lain kali jangan lakukan hal yang sama seperti ini, laporkan semua tamu padaku, sekarang kembalilah ke pos mu!" Ucap Aditya pada securitynya.


"Iya pak Aditya, saya minta maaf, tidak akan saya ulangi lagi...! Saya permisi kembali ke pos!" Security itupun langsung pergi meninggalkan Aditya dan Zayan.


Sementara Zayan hanya diam dan ketakutan, dia menyadari bahwa Aditya saat ini sedang marah besar kepadanya hingga memberikan perintah seperti itu kepada securitynya.


Aditya kembali menatap Zayan dalam diam, hanya menatapnya dari atas sampai ke bawah saja tanpa bertanya atau mengatakan apapun. Dan itu justru membuat Zayan menjadi salah tingkah. Dengan cepat Zayan kembali mengulurkan tangannya ke Aditya. "Apa kabar Om??" Tanya Zayan seraya membuka pembicaraan, sayangnya Aditya hanya diam saja.


Zayan benar-benar tidak berkutik karena Aditya terus saja menatapnya dingin dalam diam. Cukup lama mereka berdua bertatapan. Zayan ingin sekali rasanya pergi dari tempat ini tetapi dia dilema, jika pergi begitu saja akan terlihat tidak sopan, tetapi jika bertahan, dia justru sama sekali tidak di pedulikan oleh Aditya. Zayan sebenarnya juga sudah bersiap untuk mendapatkan dampratan dari Aditya. Tidak ingin keadaan seperti ini terus, Zayan pun menarik napasnya dalam-dalam dan melempar senyumnya ke Aditya.


"Om...! Sebenarnya saya datang kesini untuk meminta maaf pada Kyra serta Om sekeluarga karena saya sudah membuat kesalahan yang sangat besar. Saya sangat menyesal sekali om, semalam saya sudah meminta maaf pada Kyra lewat pesan tetapi Kyra hanya membacanya dan tidak membalasnya, itu sebabnya saya datang kesini untuk meminta maaf secara langsung!" Ucap Zayan sambil menundukkan kepalanya.


Masih sama, Aditya tidak menanggapi apapun. Bagi Aditya ini adalah salah satu cara untuk membalas Zayan yang sudah berani sekali menghancurkan hati putrinya. Padahal Aditya sangat tahu bahwa Kyra memiliki hati yang lembut dan tulus mencintai Zayan, sayangnya anak muda yang ada di hadapannya ini sudah sangat berani melakukan hal rendahan, dan karena Zayan pula, Kyra harus mengalami pengalaman buruk dari Jelena.


"Om, apa Kyra ada di rumah??? Saya ingin bertemu dan meminta maaf secara langsung, saya benar-benar menyesal karena sudah meninggalkan perempuan sebaik Kyra, saya ingin bertemu dengannya sekarang??" Ujar Zayan lagi dan Aditya masih saja diam.


"Pap.....! Kata Amam ada tamu, kok tidak disuruh masuk...!?? Aku dan Axel akan pergi keluar sebentar karena bunga untuk hiasannya masih kurang.. Amam akan turun sebentar lagi...! Aku dan Axel pergi ya P...Pap...!" Seketika langkah Kyra terhenti tak jauh dari belakang Apap nya, dia dan Axel baru saja keluar lift sambil bergandengan tangan untuk pergi keluar.


Mendengar suara Kyra Aditya juga langsung menoleh ke belakang begitu juga dengan Zayan, dia langsung bergeser sedikit dan menemukan Kyra sedang bergandengan tangan dengan seorang laki-laki.


Axel juga menghentikan langkahnya menoleh ke arah Kyra yang ada disebelahnya, lalu dia mengarahkan pandangannya ke depan dan menemukan laki-laki seumuran nya berdiri di depan Aditya. Melihat ekspresi terkejut Kyra, Axel langsung menyadari bahwa laki-laki itu pastilah Zayan. Sementara itu, Kyra kembali melanjutkan langkahnya bersama Axel.


Kyra dan Axel mendekat ke Aditya, Kyra hanya sekilas melirik ke arah Zayan lalu berfokus dan memberi senyum ke Aditya.


"Kalian akan pergi???" Tanya Aditya sambil melempar senyum ke arah Kyra dan Axel.


Axel tersenyum lalu menyalami Aditya dan mencium tangannya, hal itu juga di lakukan oleh Kyra. Kemudian keduanya pun keluar dari rumah, melewati Zayan begitu saja. Axel membukakan pintu mobilnya untuk Kyra dan mempersilahkannya untuk masuk, bahkan Axel meletakkan tangannya beberapa centi di atas kepala Kyra, menjadi pembatas yang bisa melindungi kepala itu dari benturan di pintu mobilnya. Kyra masuk dengan aman, Axel pun tersenyum begitu juga Kyra tidak lupa mengucapkan terima kasih. Axel lalu menutup pintu. Perlahan mobil Axel meninggalkan rumah setelah gerbang di buka.


Semua itu tentu saja bisa di lihat dengan jelas oleh Zayan juga Aditya. Dan Zayan menjadi teringat dengan ucapan Kyros saat mengunjungi Jelena di penjara beberapa waktu yang lalu dan Kyros menyebut serta mengobrol dengan laki-laki bernama Axel lewat panggilan video. Sekarang dia bertemu langsung dengan Axel yang di katakan adalah kekasih baru Kyra. Zayan tidak asing dengan wajah Axel, karena sepertinya dia pernah melihat lelaki itu sebelumnya. Dia mencoba mengingat dan kemudian menyadari bahwa Axel adalah seorang pemain sepak bola yang berkarir di luar negeri. Dan punya nama yang cukup terkenal. "Jadi dia yang sudah merebut hati Kyra???" Gumam Axel dalam hati.


Sementara itu Aditya tidak bisa berhenti mencela Zayan di dalam hatinya. Dia bisa melihat jelas bahwa Axel sangat jauh lebih baik dari daripada Zayan, dan dia juga bisa melihat Kyra sudah mulai nyaman dengan Zayan. Bagi Aditya ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk memberi pelajaran pada Zayan atas apa yang sudah dilakukannya pada Kyra.


"Well.... Putriku baru saja pergi dengan kekasihnya, sekarang apa yang ingin kau lakukan disini? Aku bisa menebak kenapa kau baru sekarang berani datang, kau pasti panik karena tahu bahwa saat ini keluarga kekasihmu sedang mengalami ketidakseimbangan di bisnisnya dan kau panik karena takut akan mengalami hal yang sama? Aku bisa saja melakukannya bahkan hanya dalam hitungan detik saja semuanya akan berakhir, hanya saja aku dan keluargaku bukan tipikal pendendam jika ada permasalahan yang sepele, apa yang kau lakukan pada putriku itu hanya hal kecil saja dan itu sudah biasa terjadi dalam percintaan muda mudi seperti kalian!"


Aditya kemudian melangkah keluar dari pintu rumahnya lalu mendekat ke Zayan, menyandarkan tubuhnya di tembok sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya. Aditya melempar senyum dingin mencelanya pada Zayan kemudian melanjutkan ucapannya lagi.


"Tetapi tentu sikapku sangatlah berbeda dengan apa yang sudah di lakukan oleh kekasihmu yang bodoh itu, dia sudah berani melukai dan menyakiti putriku dengan kejam, bahkan aku sebagai orangtuanya saja tidak pernah membiarkan putriku memiliki bekas luka di tubuhnya tetapi Jelena berani sekali melakukannya, jadi pantas jika aku memberinya pelajaran agar tidak berbuat seenaknya lagi....!"


Cahya keluar dari lift dan menghampiri Aditya yang sedang berdiri di sisi pintu berhadapan dengan seseorang. Semakin dekat Cahya bisa melibat bahwa orang itu adalah Zayan, si penyebab kesakitan Kyra. Cahya mempercepat langkahnya dan mendekati mereka berdua. Aditya menoleh ke belakang dan menemukan istrinya berjalan ke arahnya.


"Sayang... Lihatlah siapa yang datang....! Dia bilang dia datang untuk meminta maaf pada kita dan Kyra, dia juga tadi bilang bahwa dia menyesal sudah meninggalkan perempuan sebaik putri kita, hahaha dia sangat lucu bukan???" Tanya Aditya pada Cahya.


Cahya juga berdiri diam menatap tajam Zayan. Ingin sekali Cahya memakinya tetapi dia menahan diri karena yakin Aditya bisa menghadapi Zayan dengan caranya.


"Zayan...! Kau tidak perlu takut aku akan mengusik bisnis keluargamu, tidak ada untungnya untukku. Jadi kau bisa tenang, aku tidak suka menghancurkan orang lain jika hanya masalah sepele seperti itu! Dan masalah permintaan maafmu pada putriku, kau tidak perlu melakukannya kau juga tidak perlu menyesal karena sudah meninggalkannya, dia sudah baik-baik saja dan dia bahagia! Kau tidak lihat tadi betapa luar biasanya calon menantuku, selain baik, dia di penuhi dengan banyak prestasi, tidak pernah bergantung pada kedua orangtuanya, attitudenya juga baik, jauh lebih baik darimu, Kyra sangat bahagia dengannya, aku pikir kau bisa melihatnya sendiri tadi? Kau dibandingkan dengan Axel sangatlah jauh berbeda, Axel adalah emas murni sedangkan kau hanya gumpalan kotoran anjing, bau dan menjijikkan serta tidak berguna...! Jadi pergi dari rumahku sekarang dan jangan pernah lagi menampakkan wajahmu itu di depan keluargaku atau putriku, Kyra ku adalah berlian yang sangat berharga untuk bisa dimiliki orang payah dan bodoh sepertimu...! Pergilah...!" Ujar Aditya dengan terus memandangi Zayan dari ujung kepalanya sampai kakinya.


Aditya mengajak Cahya untuk masuk ke dalam rumah dan membiarkan Zayan pergi dengan sendirinya. Mereka berdua masuk dan Cahya menutup pintu rumahnya tetapi tiba-tiba saja Aditya menahannya dan justru kembali memanggil Zayan yang sudah melangkah pergi.


"Hei Zayan....!" Teriak Aditya dan Zayan pun langsung menoleh.


"Kata Kyros burungmu sangat kecil ya??? Wah jika seperti itu tentu saja kau tidak akan pernah bisa membahagiakan putriku secara lahir dan bathin, jadi sekarang pergilah dan urus burungmu itu!" Ujar Aditya yang langsung menutup pintu rumahnya dengan suara tawa.