I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 241



Theo duduk dan memutar pandangannya ke rumah milik Aditya. Sudah begitu lama dia tidak datang kesini, dan sudah banyak sekali perubahan yang terjadi pada rumah ini. Dulu hanya berlantai dua dan sekarang sepertinya ada 4 lantai. Sangat berbeda sekali dengan dulu ketika terakhir dia datang kesini. Hanya satu yang tidak berubah dari rumah ini, adalah keamanannya. Aditya tampak begitu mengutamakan keamanan keluarga nya, dengan tidak membiarkan sembarangan orang bisa masuk ke dalam rumahnya. Serta gerbang rumah ini juga sangat tinggi, hingga sangat sulit untuk bisa melihat bagian depan rumah ini.


Tadi Theo juga sempat terlewat beberapa rumah karena sudah sangat lama tidak pernah kesini, hingga nomor rumah ini juga dia lupa. Di tambah semua bangunan disini juga sudah berubah. Dan dia mencoba mengingat sesuatu yang menjadi ciri dari rumah ini adalah, adanya dua pohon palem di bagian kanan kiri depan gerbang. Pohon itu dulu masih kecil tetapi sekarang sudah tumbuh sangat tinggi, seolah terkesan seperti pilar gerbang masuk ke dalam rumah ini. Mengingat dua pohon itu, Theo memutar pandangannya ke rumah-rumah yang ada, dan dia melempar senyum ketika menemukannya. Saat hendak berjalan kembali menuju rumah ini, di saat yang bersamaan sebuah mobil berhenti di depan gerbang, dan tak lama seseorang keluar, y ang ternyata itu adalah Axel. Theo pun langsung memastikan bahwa gerbang tepat di depan Axel adalah rumah Aditya. Rumah yang paling tinggi di banding rumah-rumah yang lain, dan menurut Theo sendiri, rumah itu terlihat paling mewah, meskipun yang lainnya juga mewah. Akhirnya Theo pun bergegeas menyusul Axel. Dan benar saja, bahwa ternyata rumah ini memang rumah Aditya.


Di dinding juga terpajang bingkai foto yang cukup besar. Bingkai itu berisi seluruh anggota keluarga Aditya, dimana Selain ada Cahya dan Aditya, ada juga Kyra dan Kyros yang seperti nya saat ini sudah tidak tinggal di rumah ini. Tetapi Kyros sedang bergabdengan seorang perempuan yang memakai gaun pengantin. Theo menyimpulkan bahwa itu adalah istri Kyros, dan foto keluarga di ambil saat pernikahan Kyros. . Yang Theo dengar, Kyros menikahi anak Ariel, yaitu Gienka. Dan wajah Gienka terlihat sangat mirip dengan wajah Elea sahabat Cahya. Selain Aditya dan Cahya serta kedua anak mereka juga Gienka, ternyata ada anggota keluarga lain, yaitu kedua orang tua Aditya yang juga masih terlihat bugar di usia mereka saat ini. Ada juga Ibu Cahya, yang juga masih tampak sehat. Serta ada adik Aditya dan Adik Cahya juga yaitu Chika, bersama mereka ada dua anak laki-laki, yang Theo asumsikan juga bahwa itu adalah anak Chika dan Adri. Foto keluarga yang terlihat sangat bahagia.


Cahya dan Aditya telah berhasil membangun keluarga yang bahagia dan sempurna. Memiliki anak-anaknya yang hebat dan berprestasi. Yang Theo tahu, Kyros menjadi astronot muda yang sukses dengan pekerjaannya dan saat ini sudah menetap dan menjadi warga negara Amerika, lalu memboyong istrinya kesana. Selain Kyros, ada Kyra, gadis yang cantik, ceria dan terlihat sangat menyenangkan serta lemah lembut seperti Cahya dulu. Dan Kyra akan mewarisi bisnis keluarga nya. hal itu terjadi karena Kyros memilih berfokus pada pekerjaannya di luar negeri. Sehingga pewaris utama nya adalah Kyra, dan mungkin nanti akan di susul oleh anak Adri, jika mereka sudah besar. Dan ini benar-benar definisi sebuah keluarga yang bahagia. Cahya juga sudah menjadi wanita yang luar biasa, dan di segani oleh banyak orang.


Aditya menghampiri Theo yang sedang duduk di sofa ruang tamu. Melihat Aditya, Theo langsung berdiri. Aditya mendekat dan Theo tersenyum menyalami nya. "Selamat pagi Dit... Maaf mengganggu, dari stasiun aku langsung kesini soalnya...!" Ucap Theo seraya mengulurkan tangannya pada Aditya.


"Selamat pagi... Duduklah..." Ucap Aditya.


Theo duduk kembali di sofa, dan Aditya juga memilih duduk di sisi yang lain. "Kau baru dari stasiun??? Jam berapa kau berangkat sehingga sepagi ini kau sudah berada disini???" Tanya Aditya.


"Aku berangkat dini hari tadi, dan langsung kesini.. "


"Aku sebenarnya ingin menemui Cyntia, semalam dia membawa Celia pulang.. Dan aku mendatangi rumahnya yang selama ini dia tinggali, tetapi tidak ada orang disana dan asisten rumah tangga nya mengatakan jika Cyntia tidak pulang kesana dan mengunjungi rumahnya yang ada di Jakarta... Jadi aku melanjutkan perjalanan ke Jakarta, dan sebelum aku ke rumah Cyntia untuk memastikan Celia baik-baik saja, aku ingin datang ke rumahmu lebih dulu... Jadilah aku disini sekarang... Maaf jika kedatanganku mengejutkan mu, dan tadi Kyra langsung memberi ku ijin untuk masuk, jadi aku masuk bersama nya... " Ucap Theo. Dia menarik napas dan menghela nya panjang, lalu kembali tersenyum memandang ke arah Aditya. Dan dari belakang, Theo melihat Cahya keluar membawa nampan berisi minuman.


Melihat ekspresi Theo, Aditya menoleh ke belakang lalu melihat istrinya berjalan menghampiri nya. Aditya melihat lagi ke arah Theo dan berdehem.


"Lalu apa maksudmu datang kesini???" Tanya Aditya. Dan Cahya datang membawa a minuman kemudian menyajikannya pada Theo. Setelah itu, Cahya ikut duduk di sebelah Aditya.


"Aku ingin datang dan meminta maaf kepadamu, atas nama putriku... Dia masih labil dan emosinya meledak-ledaj kemarin, aku datang untuk meminta maaf dan berharap kalian mau memaafkan Celia.... Tetapi aku sungguh menyesal dan minta maaf... Aku sangat takut kau malporkan Celia pada polisi, aku tidak mau itu semakin memberatkan psikis Celia... Jadi aku mohon Dit, please maafkan aku dan putriku atas tragedi kemarin.. " Ucap Theo.


"Aku juga ingin meminta maaf pada Kyra, dia pasti sangat kesakitan sekali setelah apa yang Celia lakukan pada nya kemarin.... Aku menyesal seharusnya aku tidak menuruti keinginan Celia untuk datang ke tempat latihan Axel kemarin, jika saja aku menolak berangkat tentu tidak akan ada apa-apa kemarin... Aku merasa bodoh karena Celia membohongiku, padahal dia sudah berjanji akan bersikap tenang dan juga bisa berbicara dengan Axel secara baik-baik, meskipun Axel tidak mau kembali dengannya, karena Axel memang sudah menemukan seseorang yang luar biasa baik.. Jadi please aku mohon kalian mau memaagkanku... " Ucap Theo lagi. Dia sangat berharap Aditya mau memaafkan sikap Celia kemarin.


Tetapi Aditya dan Cahya justru saling melempar pandangan dalam diam. Theo pu. terdiam dan sangat berharap Aditya mau memaafkan sikap Celia kemarin. Tetapi kemudian Theo juga diam karena melihat ekspresi Aditya, Theo jadi meragu akan di maafkan.