I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 306



Keesokan harinya.....


Gienka duduk di atas meja kaca tempat menyimpan koleksi jam tangan miliknya dan milik Kyros. Dia duduk sambil mengayun-ayunkan kaki nya memandangi suami nya yang sedang berganti pakaian. Sudah jadi kebiasaannya selama bertahun-tahun sejak menikah dengan Kyros melakukan ini. Gienka senang melihat tubuh atletis suami nya itu. Dan dia baru selesai membuat sarapan, menunggu Kyros bersiap dan akan sarapan bersama. Gienka sendiri sudah rapi sejak tadi dan dia juga akan bersiap ke kantor.


"Bagaimana dengan besok???? Kau jadi menjemput Kyra dan Axel???? Kalau kau tidak bisa biar mereka naik taksi saja... Aku akan ijin pulang lebih cepat dari biasa nya.. " Ucap Kyros.


"Aku akan menjemput mereka sayang, tenang saja... Mereka akan mendarat jam 3 lebih 15... Aku sudah dapat ijin dari kantor pulang jam 2, jadi aman...."


"Oke baiklah... Aku juga tidak akan pulang terlalu larut, paling lambat aku pulang jam 5, jangan lupa kamar untuk mereka di siapkan.. "


"Iya tenang saja.... Nanti akan di siapkan semua nya... Ahhhh aku kangen sekali dengan Athan, ingin sekali mencium dan mencubit pipi gembul nya..."


Kyros mendekati Gienka. Berdiri di depan istrinya. Gienka sudah memegang dasi sejak tadi dan langsung memasang akan dasi itu di leher Kyros. "Apa kau tidak ingin mencubit dan mencium pipiku???? Bukankah aku lebih menggoda daripada keponakan kita itu???" Tanya Kyros.


Gienka tersenyum. "Aku sudah melakukan itu setiap hari padamu, dan aku sekarang membutuhkan pipi Athan... Bukan Kau.. " Gienka mengecup bibir Kyros.


"Berarti aku akan di abaikan hanya karena kedatangan keponakanku itu... " Kyros memalingkan wajah. Memasang wajah cemberut.


"Kenapa lebay sekali???? Setiap malam kau bisa bermanja-manja denganku.. "


Kyros kembali menatap Gienka dengan senyuman. "Benar juga... Kau selalu menjadi budak ku setiap malam.. Aku suka sekali.. " Kyros kembali mengecup bibir Gienka.


"Kau pasti belum memberitahu Amam dan Apap kan mengenai tugasmu kembali ke ISS lagi???" Tanya Gienka.


"Belum sempat, mungkin nanti aku akan menghubungi mereka."


"Bagaimana perasaanmu??? Apa kau senang mendapatkan kesempatan itu lagi???"


Kyros tersenyum, menyelipkan rambut Gienka di belakang telinga istrinya itu. "Tentu saja aku senang, aku akan kembali bekerja mengelilingi bumi dan mengamati benda langit di atas langit, itu impian ku sejak kecil kan??? Dan aku dapat kesempatan kedua kalinya... Tetapi aku juga sedih harus berpisah dengan istriku untuk waktu yang cukup lama, aku tidak tahu apakah dia akan setia menungguku atau tidak.. "


Gienka mencubit pinggang Kyros. "Ky....???? Tentu saja aku akan setia menunggu suamiku, aku sebelumnya sudah menunggu mu bertahun-tahun dan bisa bertahan sampai sejauh ini, lalu jika hanya 6 atau 7 bulan saja kenapa tidak bisa???? Walau berat aku pasti akan menunggumu sampai kau pulang dan memelukku seperti ini.. " Gienka memeluk Kyros.


"Kita masih punya banyak waktu sebelum aku berangkat, jadi kita harus memanfaatkan itu dengan baik... " Kyros membalas pelukan Gienka. Mereka berpelukan untuk beberapa menit sebelum kemudian turun untuk sarapan bersama dan berangkat ke kantor.


Begitulah keseharian Gienka dan Kyros. Mereka selalu meluangkan waktu untuk mengobrol ringan, membahas apapun itu, bahkan bahasan mengenai hal sederhana seperti ungkapan perasaan cinta mereka pun bisa jadi obrolan yang menarik. Dan itu membuat kekuatan cinta mereka semakin kuat setiap harinya. Kyros semakin jatuh cinta kepada istrinya, dan cinta itu tumbuh dan terus tumbuh menjadi besar, hingga dia benar-benar tidak bisa berpaling dari apapun lagi jika sudah bersama Gienka. Hal yang sama juga di rasakan oleh Gienka. Suaminya adalah segala nya,


***


Sore Hari nya.......


Gienka di buat kesal oleh ulah Kevin seharian ini. Lelaki itu terus saja mengganggu nya. Terus bertanya mengenai banyak hal. Sebenarnya tidak masalah di awal, Gienka mencoba menjelaskan sebisa nya, tetapi lama-kelamaan Gienka merasa bahwa Kevin seperti sengaja melakukannya untuk mengganggu nya. Benar-benar sangat menyebalkan, apalagi Kevin menggunakan bahasa Indonesia, sehingga teman-teman Gienka mengira mereka sedang mengobrol. Hal kecil bisa aja di pertanyaan yang menyebalkan dari Kevin. Gie ka tidak bisa fokus bekerja dengan baik seperti biasa nya.


Gienka melihat jam di monitor komputer nya, sebentar lagi adalah jam pulang. Dia punenyimpan file pekerjaannya dan mematikan komputer nya untuk bersiap pulang. Gienka ingin segera sampai di rumah, beristirahat dan memasak untuk Kyros. Dia sudah sangat merindukan suami nya dan ingin. segera sampai di rumah. Dia juga akan mengecek kamar untuk Kyra dan Axel yang besok akan kesini bersama dengan Athan.


Setelah selesai bersiap dan jam sudah menunjukkan waktunya pulang, semua nya berdiri dan meninggalkan meja kerja masing-masing. Termasuk Gienka yang bergegas pergi, dia akan pergi ke toko mainan untuk membelikan Athan mainan. Sudah lama Gienka tidak membeli mainan untuk keponakannya itu.


Gienka berjalan dan masuk ke dalam lift untuk turun bersama beberapa staf lainnya. Dan saat pintu hendak tertutup, seseorang menahannya. Ya, itu adalah Kevin. Lelaki itu tersenyum pada Gienka dan ikut masuk. Sedangkan Gienka mulai memasang wajah cemberut lagi.


"Kau buru-buru sekali Gie??? Kau sudah di jemput suami mu ya????" Tanya Kevin tetapi Gienka memalingkan wajah dan tampak jengkel sekali. Sampai akhirnya pintu lift terbuka dan semua yang ada di dalam keluar.


Gienka mempercepat langkahnya tetapi kemudian Kevin terus saja mengejarnya, seolah tidak puas karena pertanyaannya di abaikan oleh Gienka.


"Gie..... Buru-buru sekali..???" Tanya Kevin. "Kau tinggal dimana Gie??? Boleh dong kapan-kapan aku datang ke rumahmu???? Suami mu ada di rumah????" Kevin terus bertanya tetapi Gienka memilih terus berjalan.


Di sudut lain, langkah Camilla terhenti ketika dia melihat dari tempatnya berdiri, bahwa ada Kevin yang sedang berjalan dengan seorang perempuan. Dan berapa terkejutnya Camilla melihat perempuan itu yang ternyata adalah Gienka. "Gienka...???? Dia bekerja di sini juga???" Gumam nya.


"Loh Gie, kok belok ke situ???? Oh kau bawa mobil ya??? Aku kira di jemput suami mu, ah ya suami mu pasti sekarang ada di planet pluto ya??? Sedang mengobrol dengan Alien???? Hahahaha..." Kevin tertawa tetapi mendapatkan pelototan dari Gienka. Kevin pun berhenti tertawa. "Bercanda Gie, eh tapi aku boleh nebeng????" Tanya Kevin tetapi Gienka mengabaikannya lagi dan pergi meninggalkannya begitu saja. Perempuan itu ke atea parkir.


Melihat Kevin di tinggalkan Gienka, Camilla pun memanggil lelaki itu. Kevin menoleh ke belakang dan melambaikan tangannya pada Camilla. Perempuan itu berjalan mendekati nya. "Hai... " Sapa Kevin.


. "Hai... Bagaimana hari ini???" Tanya Camilla.


"Sangat bagus, semua teman-teman di divisi ku mengajari ku dengan baik.. " Jawab Kevin.


"Kua tadi bersama siapa...???" tanya Camilla langsung untuk memancing Kevin.


"Oh itu, teman satu divisi ku, namanya Gienka, dan kau tahu dia adalah teman SMA ku dulu, kami sama-sama dari Indonesia, dia sudah bekerja disini sekitar tiga tahun, jadi dia senior ku.. "


"Oh ya???? Pantas kau terlihat akrab sekali.. "


Kevin terkekeh berjalan keluar kantor bersama Camilla. "Aku mencoba mengakrabkan diri dengannya, tetapi dia masih saja bersikap sama seperti dulu, selalu menolakku... Ya sekarang dia sudah menikah, tapi dulu di sekolah juga dia terus menolakku padahal dia tidak punya pacar haahaha..."


"Kau dulu menyukainya????" Tanya Camilla.


"Iya, aku sangat menyukai nya, dia sangat cantik bahkan sekarang semakin cantik saja.. Dulu dia dekat dengan kakak sahabatnya, aku sempat bersitegang dengan lelaki itu di sekolah, dan brengseeknya, lelaki itu justru benar-benar jadi suami nya... Suami Gienka itu seorang astronot... Itu kenapa dia tinggal disini, karena suaminya sudah menjadi warga negara Amerika, itu yang ku dengar.. " Ujar Kevin.


Sebenarnya tanpa Kevin memberitahu pun, Camilla sudah mengenal siapa suami Gienka. Karena dia juga mengenal baik lelaki itu. "Kau masih menyukai Gienka???" Tanya Camilla.


Kevin tertawa. "Siapa yang tidak menyukai nya, dia cantik sekali, bahkan sekarang begitu luar biasa hahahaha... "


Camilla ikut terkekeh. "Tepat sekali.." Gumamnya dalam hati. Tiba-tiba di benaknya muncul ide gila. Dendamnya pada Gienka belum mereda. Dia masih kesal sekali dengan apa yang di lakukan Gienka kepada nya. Dia harus membalas Gienka lagi. Dan kali ini dia tidak akan menggunakan tangannya sendiri. Ada Kevin, lelaki ini bisa dia jadikan umpan untuk menghancurkan Gienka. Menghancurkan rumah tangga Gienka dan Kyros. Tetapi Camilla harus memikirkan strategi yang bagus untuk menjalankan rencana itu.