
Keesokan harinya......
Kyra dan Kyros tidak ada jadwal untuk kuliah. Mereka memilih untuk menikmati waktu bersama keluarga mereka yang datang kesini. Ternyata Aditya sudah memboyong semuanya ke sebuah rumah yang di sewa untuk beberapa hari, dan tidak lagi menginap di hotel. Kyros mengemudikan mobilnya bersama Zayan, Kyra dan Gienka menuju rumah yang sudah di sewa keluarganya yang tidak terlalu jauh dari apartemen mereka.
Semalaman Kyra di bantu Gienka membuka hadiah dari orang-orang. Berbagai macam hadiah yang Kyra dapatkan. Ada Sepatu, Tas, Pakaian hingga gadget serta beberapa hadiah dari yang lainnya, dan juga sebuah laptop dari orang tua Gienka. Sementara dari Zayan, Kyra mendapatkan sebuah kalung cantik dengan liontin kecil dengan permata berwarna biru. Sementara Cahya dan Aditya belum memberikan hadiah, baik untuk Kyra ataupun Kyros. Entah kejutan apa lagi yang akan kedua orang tua mereka berikan.
Sementara Kyros mendapatkan hadiah yang sama dari orang tua Gienka yaitu sebuah laptop. Dari yang lain ada yang memberinya Sepatu, jaket, topi dan dompet berharga mahal, hingga berbagai miniatur kartun yang menjadi kesukaan Kyros. Zayan memberikan lego yang bisa di rangkai menjadi sebuah roket yang mendarat di bulan. Sementara dari Gienka, Kyros mendapat hadiah sederhana tetapi sangat istimewa untuk Kyros. Perempuan yang di sukainya itu ternyata memberikannya sebuah hadiah berupa bingkai foto berisi karikatur berwajah Kyros dan juga Gienka. Kyros senang dengan hadiah itu, meskipun sederhana tetapi sangatlah bermakna. Selain itu, Gienka juga memberikan sebuah boneka kecil berbentuk buah Cherry.
"Kau akan memboyong orang tua mu ke Boston Gienka??? " Tanya Kyros.
"Iya Ky, untuk beberapa hari saja, nanti akan kembali dengan yang lain lagi...! "
"Kau senang sekali pasti bisa bertemu mereka setelah beberapa bulan..! "
"Iya Ky... Perasaanku senang seperti hal nya yang sedang kau dan Kyra rasakan sekarang...! "
"Hahahaha... Orang tua kita memang terbaik, mereka selalu melakukan hal yang tidak pernah kita duga...! "
"Iya, aku sebenarnya tidak menyangka jika mereka akan ikut kesini, yang mengatur ini sebenarnya Uncle Adit dan Aunty Cahya, tetapi mungkin karena Mama dan Papa kangen denganku mereka memutuskan untuk ikut...! "
"Aku sudah menduga nya... hahahaha...! "
Kyros memarkir mobilnya di depan rumah yang keluarga nya sewa. Kemudian yang lainnya turun dan lekas masuk ke rumah itu. Rumah yang cukup besar karena memang di tinggalin oleh banyak orang, ada 14 orang. Dari keluarga Kyros dan Kyra ada 6 orang, begitu juga dengan keluarga Gienka juga sebanyak 6 orang, di tambah Sanne dan Louis.
"Kalian datang juga... Ayo kita sarapan bersama, sejak tadi kami menunggu kalian berempat...! " Ujar Cahya.
"Kyra Mam, lama sekali di kamar, ganti pakaian tetapi tidak keluar-keluar...!" Gerutu Kyros.
"Aku sudah bersiap Ky, tetapi perutku tiba-tiba sakit...! " Sahut Kyra.
"Sudah-sudah, yang penting sekarang kalian sudah datang, kita bisa sarapan bersama...! "
Mereka duduk di kursi makan, duduk berjejer bersama-sama. Meja makan yang panjang dan besar. Ada beberapa yang tidak mendapat kursi untuk duduk, memilih untuk duduk di kursi minimal bar yang ada di dapur dan kemudian menikmati sarapan bersama-sama.
★★★★
Setelah sarapan, kesibukan berganti lagi. Semua mulai berpencar danembuat grup sendiri. Gienka terlihat duduk bersama Ariel dan Danist di ruang tamu, sedangkan Louis, Niall, Zayan, serta Friddie memilih berenang di kolam renang yang berada di dalam rumah di bagian tengah. Rumah itu memiliki kolam renang tetapi kolam renang nya berada di dalam rumah. Geffie dan Sanne duduk di tepi kolam renang, bernyanyi dan bermain ukulele yang memang di bawa oleh Sanne. Maysa, Elea, mengobrol bersama Mama nya Aditya dan juga Ibunya Cahya di ruang tengah.
Di taman belakang rumah, duduklah Kyra, Kyros, Aditya, Cahya dan juga Tuan Harry, Papa dari Aditya. Mereka duduk melingkar mengelilingi sebuah meja yang ada diteras belakang rumah. Suasana asri dan cukup sejuk disini karena banyak tanaman dan juga beberapa pohon yang tidak terlalu rindang tetapi mampu membuat suasana nyaman.
"Kalian berdua....! " Ucap Aditya yang membuat Kyra dan Kyros mengalihkan pandangan mereka ke arah sangat Apap. "Apap dan Amam, belum memberi kalian berdua hadiah, Apap ingin bertanya pada kalian, hadiah apa yang kalian inginkan sekarang??? Amam dan juga Apap akan memberikannya pada kalian.. Katakan kalian ingin apa???" Tanya Aditya.
Kyra dan Kyros saling melempar pandangan. Tidak ada yang mereka inginkan untuk saat ini. Bagi mereka kedatangan keluarga nya kesini itu sudah lebih dari cukup dan membuat mereka sangat bahagia. Tidak ada satu hadiah pun yang mereka inginkan untuk saat ini.
"Tidak Pap....! " Sela Kyros dengan cepat. "Itu tidak perlu Apap lakukan, Kyra akan memakai mobilku saja nanti, aku kan akan Washington, aku tidak akan mmbawanya kesana jadi biar disini dan di gunakan oleh Kyra saja...! " Kyros mengusulkan.
Aditya menatap Kyra. "Bagaimana??? Kau akan memakai mobil kakakmu, tetapi kau tetap berhak meminta hadiah dari kami, apa yang kau inginkan??? Kau sedang butuh apa??? " Aditya mencoba bertanya lagi tetapi Kyra tetap memilih diam. Aditya tersenyum, mengerti bahwa mungkin putrinya sedang memikirkan apa yang ingin di minta kepadanya. Aditya pun beralih menatap Kyros yang ada di depannya.
"Kau sendiri ingin apa Ky??? Apa kau ingin teleskop yang baru dan yang lebih canggih??? Jika iya, berapa harganya?? Apap akan memberimu uang yang bisa kau gunakan untuk membeli teleskop atau keperluan lain untuk mendukung pekerjaanmu...! "
Kyros tersenyum dan menggelengkan kepala nya. "Ky sekarang sedang tidak menginginkan apapun Pap, Mam... Kyros sudah dapatkan semua yang Ky inginkan bahkan kehadiran kalian semua disini adalah hadiah yang paling indah, Ky sebenarnya sudah menabung untuk membeli teleskop yang Ky incar sejak lama, Ky menyisihkan uang bulanan Ky selama ini agar bisa membeli teleskop itu, jadi Ky rasa Ky tidak menginginkan hal lain lagi, uang bulanan yang apap berikan sudah lebih dari cukup untuk kehidupan Ky disini...! " jawab Kyros.
"Kau sendiri ingin apa sayang!?! " Suara lembut Cahya membuyarkan lamunan Kyra.
Kyra menggelengkan kepala nya. "Sebenarnya Ra tidak menginginkan apapun juga untuk saat ini, karena kalaupun Ra butuh sesuatu, Apap akan langsung memberikannya, tetapi bisakah Ra meminta beberapa hal kepada kalian??? Dan Ra berharap kalian menyetujuinya...! "
Aditya mengernyit. "Beberapa hal??? Apa sayang??? "
Kyra tersnyum. "Ra ingin sekali bekerja part time, bukan karena uang bulanan dari Apap kurang, tetapi Ra ingin mengisi waktu kosong Ra, Ky akan bekerja, masa Ra tidak...! Boleh ya???? " Tanya Kyra pada kedua orang tua nya.
"Bekerja??? Bekerja apa??? " Tanya Cahya balik.
"Apa saja Mam... Hanya part time jadi tidak akan terlalu berat, aku sebenarnya sudah memikirkan ini sejak beberapa minggu terakhir, apalagi melihat Camilla juga mengisi waktunya dengan bekerja part time... Beberapa waktu yang lalu, Ra pergi ke toko kue langganan Ra yang tidak jauh dari apartemen, disana mereka sedang mencari kasir, Ra boleh kan melamar kerja disana??? "
"Kasir di toko kue????? " Tanya Aditya mencoba memperjelas yang di katakan oleh sang putri dan Kyra mengangguk. "Sayang... Kenapa kau tiba-tiba punya pemikiran seperti itu??? Masa anak Apap jadi kasir??? Coba pikirkan hal lainnya..! " Ujar Aditya.
Kyra terdiam, menundukkan kepala nya. Dari ekspresi Apapnya dia melihat keengganan. Kyra sudah menduga hal ini, tetapi pekerjaan apa yang bisa di lakukan seorang mahasiswa jika bukan bekerja paruh waktu, ya walaupun tidak setiap hari juga dia berkuliah.
"Ra...??? Jangan karena kau melihat aku akan bekerja, jadi kau berpikir seperti itu, kau ini ada-ada saja...! " Kyros menimpali dan cukup terkejut mendengar permintaan sangat Adik.
"Aku tidak iri ataupun merasa bagaimana, tapi tadi aku sudah katakan bahwa aku sudah memikirkan ini sejak beberapa minggu terakhir... Dan aku sendiri sebenarnya sudah ingin mengatakan ini padamu Ky, tetapi belum sempat...! " Ucap Kyra.
"Tidak.... Tidak... Tidak...! Apap tidak mengijinkan mu untuk melakukan itu sayang... Kau lebih baik fokus berkuliah saja, jika ada waktu kosong kau bisa gunakan untuk jalan-jalan atau lakukanlah hal lainnya, kalau bekerja di toko kue, Apap tidak setuju...! "
Mendengar itu, wajah Kyra berubah sedih. Cahya pun mengarahkan pandangannya kepada putrinya itu dan menyadari kesedihan ada disana. Cahya tidak tahu harus mengatakan apa, karena dia juga sedikit tidak rela jika putrinya bekerja. Selama ini dia dan Aditya selalu memastikan kebahagiaan kedua anaknya sehingga ada perasaan tidak tega saja jika harus melihat Kyra bekerja.
"Kyra sayang... Benar kata Apapmu, lebih baik fokus saja pada kuliahmu, supaya kau cepat lulus dan bisa pulang...! " Ungkap Cahya, hatinya masih berat, meskipun dia bisa melihat kesedihan dari wajah Kyra.
"Kyra...! " Panggil tuan Harry. Kyra lekas menengok ke arah sang Opa.
Tuan Harry melempar senyum dan berpindah duduk ke samping cucu perempuan yang sangat di sayanginya itu. Tuan Harry memegang bahu Kyra. "Lakukan saja jika kau ingin melakukannya... Kau bisa bekerja ke tempat manapun yang kau mau, asal itu adalah pekerjaan yang tidak merugikan dirimu dan keluargamu, yang penting halal...! Kau bisa melakukannya...!"
"Papa...! Kenapa Papa malah menyetujui nya???? " Seru Aditya. "Tidak... tidak... Adit tidak akan mengijinkan Kyra melakukannya...!" Aditya kembali memprotes. Suasana yang awalnya hangat tiba-tiba menjadi panas, ada raut kemarahan di wajah Aditya, sementara kesedihan jelas di wajah Kyra. Kyros dan Cahya terdiam, tetapi Tuan Harry tampaknya memiliki pandangan lain mengenai keinginan sang cucu.