
Satu jam kemudian.....
Aditya akhrnya datang bersama dengan Axel, Kyra dan juga Cahya. Mereka berhenti di rumah Axel dimana disana juga sudah di tunggu oleh Orang tua Axel, adik Axel juga Ariel dan Randy. Axel keluar dari mobil dan langsung memeluk Adiknya, menanyakan keadaan adiknya yang ternyata baik-baik saja. Hal itu membuat Axel merasa senang sekali.
"Apa ada kerusakan???" Tanya Aditya pada Ariel.
"Tidak ada, hanya ada beberapa barang yang berantakan... " Jawab Ariel.
"Theo tadi bertemu denganmu ya??? Bersama Celia????" Tanya Randy.
"Ya... Dia datang bersama Celia, dan ada insiden kecil, dimana Celia menyerang Kyra... Celia bersikap kasar pada Kyra dengan menjambak dan menendang perut Kyra.."
"Menjambak dan menendang??? Bagaimana bisa???" Tanya Ariel.
"Celia marah pada Kyra karena Axel menolak kbi dengannya dan mengatakan jika semua itu adalah karena Kyra... Celia langsung menyerang Kyra, sangat sulit untuk di pisahkan, dan jika dia bukan seorang perempuan dan seumuran dengan Kyra, aku pasti akan menghajarnya..."
"Lalu????" Tanya Ariel lagi.
"Theo langsung mengajaknya pergi dan meminta maaf padaku..."
Randy mengernyit. "Anak dan Ibu sama saja.... Pasti jika mereka tidak berulah, dunia ini akan kiamat.... Lalu bagaimana Kyra??? Apa kau membawa nya ke rumah sakit???"
Aditya menggeleng. "Tidak ada masalah, hanya saja dia merasa sedikit pusing di kepala nya karena Celia menjambak nya dengan sangat keras, juga nyeri di perutnya tetapi tidak ada apa-apa... Tetapi aku rasa aku tetap akan membawa anya ke rumah sakit nanti... "
"Syukurlah...." Ucap Ariel dan Randy bersamaan.
"Aku mengurung Cyntia dan nenek lampir itu di pos security, kau ingin bertemu dengan mereka???" Tanya Ariel.
"Ya... Tetapi aku ingin melihat apa yang sudah dia lakukan disini tadi...!" Ucap Aditya. "Axel, di rumahmu ada CCTV kan??? Bisa kau tunjukan pada kami... ?"
"Bisa Om... Mari ikut saya... " Axel mengajak Aditya, Randy dan juga Ariel ke dalam rumah untuk melihat rekaman CCTV.
****
Di tempat lain.....
Gienka menyibukkan dirinya membuat sarapan untuk Kyros. Lelaki itu baru bangun dan bersiap untuk pergi ke kantor, jadi Gienka harus segera menyiapkannya. Gienka memanggang roti di mesin pemanggang, lalu membuat telur mata sapi untuk pelengkapnya.
Telur serta pelengkao seperti sayur sudah siap, dan roti juga sudah keluar dari mesin pemanggang. Gienka mengambilnya dan memotongnya menjadi dua bagian berbentuk segitiga. Setelah itu dia membuat jus gang menjadi minuman wajib Kyros di pagi hari. 1
"Good morning wifey..." Kyros menghampiri Gienka dan mencium pipi Gienka dari belakang.
"Morning my hubby.. "
"Sarapan pagi ini roti panggang dengan telur, saus alpukat dan juga salad... Simple tapi aku tahu kau sangat menyukai nya kan???"
Gienka menarik. kursi juga dan ikut sarapan bersama suami nya. "Do you like it???" Tanya Gienka ketika Kyros menyuapkan roti yang sudah di cocol ke saus alpukat.
"Yupz.... It's so yummy.... I like it...!!"
Gienka tersenyum dan ikut menyuapkan roti ke dalam mulutnya. Dia dan Kyros menikmati sarapannya. Gienka sangat menyukai kopi, membuatnya sering meminumnya bahkan sarapan kaki ini sangat cocok di hidangkan dengan secangkir kopi, berbeda dengan Kyros yang lebih memilih untuk minum jus daripada kopi ataupun teh, jika tidak sedang benar-benar ingin. "Ah ya, aku lupa, semalam aku janji pada Mamay jika aku akan meneleponnya hari ini..!"
"Telepon saja sekarang, aku juga ingin berbicara dengan Mamay..." Sahut Kyros.
Gienka mengangguk dan meraih ponselnya. Lalu menghubungi Masa karena semalam Mama nya itu meminta untuk di hubungi karena semalam Gienka sudah mengantuk. Gienka menunggu cukup lama hingga akhirnya panggilan itu di angkat oleh Mama nya. "Hai Mamay....!!!" Gienka melbaikam tangannya di depan latar ponselnya. "Mamay sedang apa???" Tanya Gienka.
"Hai sayang.... Ini Mamay belum makan malam, dan baru selesai menyiapkannha, kau sedang sarapan juga ya.??"
"Ya, aku dan Ky sedang sarapan... Kok belum makan malam??!"
"Mamay masih menunggu Papa mu, dia belum kembali dari rumah Axel... "
"Papa di rumah Axel??? Untuk apa???? Bukannya Axel tidak ada di rumah, oh sedang ada urusan dengan orang tua Axel ya???"
"Eh itu, tadi ada keributan di rumah Axel, jadi Papa masih mengurus disana bersama mertuamj juga.. "
"Keributan????" Gienka dan Kyros saling melempar pandangan.
"Keributan apa.?? " Sahut Kyros.
"Cyntia Mama nya Celia datang ke rumah Axel, lalu marah-marah karena mencari Celia, karena di pikirnya Celia ada bersama Axel, sedangkan di rumah itu hanya ada Lexy, jadi Lexy panik karena Cyntia memarahi nya juga masuk ke dalam rumah tanpa permisi serta mengacak-acak rumah itu... Ya intinya Celia kabur dari rumah, dan Cyntia pikir Celia bersama Axel... "
"Ya Tuhan... Kok bisa dia bersikap tidak sopan begitu di rumah orang... Menyebalkan sekali... Tetapi Lexy bagaimana???" Tanya Gienka khawatir.
"Dia baik-baik saja, dan tadi dia ada disini tetapi mertua mu datang jadi Papa mu, orang tua Axel serta Randy pergi ke rumah Axel lagi, dan Papa mu memgurung Cyntia di ruangan ganti security kompleks, karena menunggu mertua mu datang.. "
"Mampuusss....!!!" Umpat Gienka. "Itulah akibatnya kalau tidak punya sopan santun, semoga Apap memberinya hukuman supaya jerawat, ah tetapi sepertinya orang seperti Cyntia itu tidak akan pernah bisa jerawat... Menyebalkan sekali..." Gerutu Gienka.
" Ya Mamay juga berharap seperti itu, kami semua di buat kesal oleh ulah Cyntia.. Dan ternyata Celia tadi mendatangi tempat latihan Axel bersama dengan Theo Papa nya, artinya Celia kabur ke rumah Papa nya, Dan Cyntia tidak tahu... Mamay berharap bahwa mertua mu akan memberi hukuman atau sesuatu yang bisa membuat Cyntia jera Dan tidak bersikap seenaknya lagi... Ya sudah, kalian lanjutkan sarapan kalian, nanti Ky telat ke kantor, kita mengobrol lagi nanti jika Papa mu sdah datang...!"
Gienka mengangguk dan mengakhiri panggilan video nya dengan Maysa. Gienka Dan Kyros pun melanjutkan sarapan sambil tidak berhenti mengumpat atas sikap Cyntia. Bagi Gienka Cyntia adalah jelmaan nenek lampir yang tidak tahu diri Dan tidak memiliki adab. Selalu mencari masalah jika ada kesempatan. Sangat menyebalkan.
★★★★
Setelah melihat CCTV dimana Cyntia masuk ke dalam rumah dan masuk ke seluruh ruangan sambil marah-marah. Aditya, Ariel, Randy dan Axel serta Papa nya, menuju tempat pos security yang ada di bagian pintu masuk kompleks untuk menemui Cyntia. Wajah Aditya sejak tadi sangat tidak bersahabat seperti sedang menahan kemarahannya. Wajah yang sama seperti saat dia mendaoati jika Cyntia sudah menculik Kyros beberapa tahun yang lalu, dan Cyntia juga hampir membunuh Kyros. Dan wajah itu kembali terlihat saat ini. Waktu sudah berjalan begitu lama, tetapi seorang Cyntia tidak pernah bisa merubah sikap dan kebiasaannya buruknya. Entah hukuman seperti apa lagi yang bisa membuat Cyntia bisa menyadari kesalahannya.
Saat sampai, mereka turun dari mobildan di sambut oleh security yang berjaga. Ariel pun meminta agar pintu ruangan itu di buka serta menyuruh Cyntia dan Mama nya keluar. "Bilang pada mereka jika mereka di bebaskan... Jangan beritahu jika kami ada disini...!" Titah Ariel pada security.
"Siap pak...!" Seorang Security pun berjalan menuju ruangan ganti mereka dimana Cyntia Dan Mama nya berada. Dan akan membawa kedua nya menemui Ariel serta yang lainnya yang sudah menunggu.