I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 203



Melhat Cahya dan Axel pergi. Camilla mengejar mereka dan menghalangi jalan Cahya. "Tante... Tunggu sebentar...!"


"Apa lagi?? Kami sedang buru-buru...!" Ujar Cahya kesal.


"Tante... Aku benar-benar minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan, Ky memblokir kontakku aku tidak bisa menghubunginya sejak semalam...!"


"Jika semalam kau sudah berusaha menghubungi nya kenapa kau tidak datang saja kesini? Memangnya berapa langkah jarak unitmu dan unit milik Ky???"


"Tante, tolong sampaikan permintaan maafku pada Ky dan Gienka, besok adalah hari terakhirku disini karena aku akan pindah tempat kerja ke Los Angeles, tolong ya tante...! Sampaikan pada mereka...!"


Cahya tersenyum. "Kau akan pindah ke LA??? Baguslah kalau begitu, kau jadi tidak bisa mengganggu rumah tangga putraku lagi, dan tidak bisa menyakiti menantuku...!"


Melihat pintu lift terbuka, Cahya bergegas mengajak Axel untuk masuk dan tidak lagi memperdulikan Camilla. Di dalam lift tidak lupa Cahya memberitahu Axel agar tidak memberitahukan pada siapapun termasuk Kyra jika tadi Camilla mengatakan akan pindah kerja ke LA. Axel mengernyit kenapa dia tidak boleh memberitahukan kabar menggembirakan itu, tetapi dia tidak bertanya tentang alasannya pada Cahya, karena dia tidak mau dianggap kepo juga terlihat tidak pantas ikut campur dalam permasalahan Kyros, Gienka dan Camilla. Axel yakin passti ada alasan khusus dibalik itu semua.


Camilla kembali ke apartemennya dengan langkah gontai, hari ini dia akan ke kantor siang hari, mengingat pekerjaannya sudah dia selesaikan kemarin, dan datang kesana hanya untuk mengurus surat kepindahannya saja. Tapi Camilla berpikir bahwa dia masih memilik waktu untuk bertemu dengan Kyros, nanti malam atau besok pagi. Gienka sepertinya memang akan dibawa oleh keluarganya, dan sangat tidak mungkin Kyros juga ikut mengingat Kyros juga baru saja kembali dari masa cutinya.


"Lama sekali kalian...! Ky sampai sudah berangkat...!" Ucap Aditya saat Cahya dan Axel baru saja datang menghampiri mereka.


"Maaf...! Kita berangkat saja sekarang...!"


Aditya mengambil kotak yang di pegang istrinya dan measukkannya ke bagasi, beitu juga dengan Axel. Kemudian pergilah mereka menuju rumah baru yang akan ditinggali oleh Gienka dan Kyros.


Tidak butuh lama untuk sampai dirumah itu, sebuah kawasan elit dimana berjejer rumah-rumah mewah. Gienka pun akhirnya membenarkan apa yang di katakan oleh suaminya semalam bahwa orangtua mereka memang tidak tanggung-tanggung dalam mencari tempat tinggal untuk mereka.


Gienka langsung di gendong oleh Ariel dan di bawah naik ke kamarnya. Sebenarnya Gienka menolak dan ingin pergi sendiri tetapi sama seperti Kyros, Ariel tidak mau membiarkan putrinya itu untuk banyak bergerak. Semua barang diturunkan, dan karena tidak ingin berlama-lama, barang-barang miliki Kyros dan Gienka juga langsung di bongkar. Gienka duduk di tempat tidur dan membuka koper miliknya dan milik Kyros, sementara Cahya dan Kyra membawanya ke lemari dan memasukkannya.


★★★★★


Sore tiba, sepulang dari kantor, Camilla langsung membereskan pakaiannya serta barang miliknya agar besok bisa bersiap untuk pergi. Setelah semua sudah dia bereskan, dia duduk di balkon untuk beristirahat sejenak sambil melihat ke arah apartemen Kyros, memastikan apakah lelaki itu sudah pulang atau belum, karena dia jngin langsung menemuinya dan meminta maaf. Tidak ada hal yang lebih baik dari itu. Dan jika memang Kyros tidak mau memaafkannya itu sudah menjadi resiko yang harus diterimanya. Camilla sendiri sudah merasa siap untuk itu. Selain Kyros, ternyata Kyra juga memblokir kontaknya, tadi dia juga sudah berusaha menghubungi Kyra tetapi ternyata tidak bisa.


Camilla mulai menyadari semua kesalahannya setelah dia berpikir dan menyadari bahwa mungkin saja kepindahannya ini adalah karma yang didapatnya akibat berbuat jahat pada orang lain. Karena semua seperti sebuah kebetulan yang menghancurkan dirinya sendiri. Dia merasa tidak melakukan kesalahan selama bekerja tetapi dia justru di hadapkan dengan kenyataan yang pahit dan dipaksa untuk melakukannya. Itulah yang membuat Camilla benar-benar menyadari kesalahannya. Camilla tahu bahwa nanti permintaan maafnya pada Kyros dan Gienka tidak akan membuat dampak apapun atau bahkan merubah keadaan seperri sebelumnya, karena itu sangatlah tidak mungkin terjadi. Kepercayaan mereka sudah hilang, dan kekecawaan mereka bisa dilihat dengan jelas oleh Camilla. Cahya yang sebelumnya begitu baik, lemah lembut tetapi tadi pagi berubah drastis jauh dari biasanya. Kemarahan yang tidak pernah dilihat Camilla sebelumnya.


Camilla terus menunggu di balkon, dan melihat ke apartemen Kyros. Hari sudah gelap tetapi balkon apartemen Kyros lampunya masih belum menyala. Camilla sesekali juga keluar, dan berdiri di depan apartemen Kyros, menekan interkomnya berkali-kali tetapi tidak ada yang membuka pintu. Camilla kembali lagi ke apartemennya dan duduk di balkon menunggu lampu balkon Kyros menyala. Setiap satu jam Camilla keluar lagi lalu masuk lagi, dan hasilnya tetap sama, sampai akhirnya Camilla merasa lelah sendiri.


***


"Tidak perlu berlama-lama di depan kaca, kau selalu cantik dimataku" Ucap Kyros yang baru keluar dari kamar mandi. Kyros mendekati Gienka sedang menyisir rambutnya di depan meja rias, dan memelukanya dari belakang.


"Aku tahu...!" Jawab Gienka. "Tetapi tidak ada salahnya jika aku semakin mempercantik diri untuk suamiku...! Aku tidak mau dia berpaling pada yang lain, kau hanya milikku...!"


Kyros terkekeh lalu menciumi leher Gienka dengan lembut. "Dan ini juga hanya milikku...!" Jemari Kyros menelusup ke dalam gaun tidur Gienka, dan memijat lembut di kedua aset milik istrinya itu. "Tidak ada penghalang apapun, apa kau sengaja tidak memakainya???" Tanya Kyros.


"Ya.... Shhshshhhh..... Aku merindukanmu....!"


"Hmmm... Rupanya istriku juga merindukanku....! Ini bagus karena kita harus mencoba kamar baru kita ini! Kau jangan sakit lagi, agar kita bisa melakukan ini setiap hari....! Kau siap??" Tanya Kyros dan Gienka menjawab dengan anggukkan kepala.


Tidak mau menunggu lama, Kyros langsung mengangkat Gienka dan membawanya ke tempat tidur. Keduanya saling berciuman dan menikmati kemanisan bibir satu sama lain sampai akhirnya mereka berakhir dengan penyatuan yang luar biasa, setelah berhari-hari tidak melakukannya.


★★★★★★


Keesokan harinya....


Pagi-pagi sekali Camilla datang ke apartemen Kyros lagi. Semalam dia menunggu sampai larut tetapi tidak ada tanda-tanda Kyros pulang sampai akhirnya dia menyerah karena mengantuk. Semalam Camilla berpikir bahwa mungkin Kyros sedang lembur di kantornya sehingga pulang larut. Dan hari ini adalah hari terakhirnya berada disini, Camilla harus menemui Kyros sebelum lelaki itu berangkat bekerja. Bagaimana pun dia harus meminta maaf pada Kyros sebelum pergi.


Camilla berjalan mondar-mandir di depan apartemen Kyros, waktu berlalu, dan jam juga sudah menunjukkan sudah setengah 9 tetapi Kyros tidak kunjung keluar, padahal biasanya Kyros sudah berangkat ke kantor sekitar jam 8. Tidak mau menyerah, Camilla menekan interkom dan memanggil-manggil nama Kyros berulang kali, berharap Kyros akan keluar dan mungkin lelaki itu masih tidur.


Sayangnya usaha Camilla tidak membuahkan hasil, tetap tidak ada respon dari dalam apartemen Kyros. Sebuah sentuhan di pundaknya, membuat Camilla terlonjak. Dia menoleh dan menemukan tetangganya, yaitu Nanny. Camilla tersenyum kepada wanita paruh baya itu.


Camilla pun mengatakan bahwa dia sedang menunggu Kyros karena ingin bertemu dengannya. Nanny pun mengernyit dan bingung karena Camilla menunggu Kyros, karena yang dia tahu Kyros sudah pergi dari apartemen ini sejak kemarin. Nanny kemudian bercerita bahwa pagi kemarin saat dia hendak turun bersama suaminya, dia berada satu lift dengan Kyros, istrinya juga mertuanya yang sedang membawa koper besar. Dan saat itu Nanny bertanya akan kemanakah Kyros dengan koper itu, Kyros pun menjelaskan bahwa dia akan pindah ke tempat baru bersama istrinya.


"What...??? Kyros and Gienka have just moved to a new house?? Do you know where they moved???" Tanya Camilla.


Nanya tersenyum dan menggeleng. Dia tidak tahu karena kemarin tidak sempat bertanya pada Kyros. Nanny kemudian meninggalkan Camilla dan meminta agar Camilla pulang saja karena percuma di dalam apartemen itu tidak ada siapapun.


Camilla kembali ke apartemennya dna menyadari bahwa kemarin saat dia bertemu dengan Cahya dan Axel, mereka membawa barang milik Kyros. Ucapan Kyros di lift dan perkataan Cahya saat menyambut Kyros di depan pintu ternyata itu semua sudah mengindikasikan bahwa Kyros dan Gienka pindah. Pemikirannya kemarin mengenai Gienka yang akan dibawah pulang keluarganya ternyata salah. Bukan Gienka, melainkan Kyros juga.


Camilla duduk di sofa mengusap kasar wajahnya dengan kedua telapak tangannya, merasa sangat frustasi. Kyros dan Gienka pindah pasti karena dirinya,, mereka pasti juga tidak mau ambil resiko besar lagi jika tetap berada di tempat ini, mungkin itu sebabnya mereka memutuskan untuk pergi menjauh darinya.


"Andai saja mereka tahu lebih awal jika aku akan pergi dari tempat ini, pasti mereka sekarang tidak akan pindah...!" Gumam Camilla sedih. "Lalu bagaimana aku harus meminta maaf pada Ky dan Gienka??? Aku saja tidak tahu dimana tempat tinggal baru mereka...!"


Sejenak Camilla terdiam dan berpikir mencari cara bagaimana harus meminta maaf pada Kyros sebelum dia juga pergi dari tempat ini. Camilla kemudian beranjak dan mengambil laptopnya, dia akan mengirim email saja ke Kyros, hanya itu satu-satunya cara untuknya bisa meminta maaf. Setidaknya dengan melakukan itu, Camilla bisa pergi dengan tenang.


Di tempat lain, Axel dan Kyra duduk di tepi kolam renang sambil memasukkan kedua kaki mereka ke dalam air. Sementara yang lain sibuk dengan urusannya masing-masing. Kyros sudah berangkat kerja, sementara Gienka sedang bersantai di ruang keluarga bersama Elea dan Maysa. Untuk Cahya dan Aditya sejak tadi sibuk melihat tanaman yang ada di taman depan dan belakang rumah. Sedangkan Ariel, Danist dan Friddie sedang pergi keluar.


"Kau masih berhubungan dengan Maxime ya???" Tanya Axel pada Kyra yang sedang sibuk bermain ponsel.


"Just friend, we are just friend...! Hubungan itu hanya pertemanan saja... Udah ih jangan bahas-bahas itu lagi...! Yang ada kita jadi bertengkar...! Cuma kamu yang ada dihatiku, jadi jangan khawatirkan apapun...!" Kyra memeluk Axel.


"Jika nanti kita sudah menikah, apa kau akan melakukan hal yang sama seperti yang Gienka lakukan, yaitu ikut tinggal bersama suaminya???" Tanya Axel lagi.


"I dont know...! Semua tergantung situasi dan kondisi, tetapi bagaimana denganmu sendiri? Apa kau akan memaksaku untuk bersamamu?"


"Tidak tahu...! Aku belum memikirkannya hahaha!"


Kyra langsung mencubit linggang Axel dan mencelanya. "Kau ini, kalau kau tidak tahu jawabannya kenapa bertanya padaku tentang hal itu, dasar....!"


Axel tertawa lalu memegang rahang Kyra dengan lembut dan menatapnya. "Aku tidak akan memaksakan kehendakku bahwa kau harus ikut denganku atau tidak, aku tahu kau punya tanggung jawab besar terhadap bisnis keluargamu, aku tidak ingin merusaknya, yang penting adalah kau juga tidak boelh meluoakan tugasmu sebagai istri nanti... Aku akan selalu mendukungmu...!" Ujar Axel.


Kyra tersenyum dan mendongakkan wajahnya, memejamkan matanya. Axel mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Kyra dan mereka mulai berciuman. Cukup lama sekali mereka berciuman dan tidak sadar jika Cahya dan Aditya sedang berdiri ditengah pintu melihat apa yang sedang mereka lakukan.


Cahya hanya melempar senyumnya tanpa suara, dan mendongak melihat ekspresi Aditya yang datar tetapi tidak berkedip dan tampak serius melihat apa yang ada di depannya.


Cahya menyikut pinggang Aditya membuat suaminya itu menoleh ke arahnya. "Apa kau ingin seperti juga???" Tanya Cahya dengan suara pelan dan menggoda Aditya. "Kita juga bisa melakukannya kan?? Daripada harus mengganggu anak-anak..!"


"Diamlah...! Aku pasti akan melakukannya nanti dan saat aku melakukannya, kau tidak akan bisa pergi dari tempat tidur...!"


Cahya hanya tersenyum. Mereka berdua kemudian kembali melihat ke arah Axel dan Kyra. Kedua sejoli itu akhirnya sudah selesai berciuman. Perlahan Aditya melangkah mendekati keduanya. "Sudah selesai???" Tanya Aditya.


Sontak mendengar itu, Kyra dan Axel terlonjak. Refleks Kyra menjauh dari Axel dan mendorong laki-laki itu dengan keras Karena terkejut dan Kyra juga mendorongnya ke samping, Axel tidak bisa menjaga keseimbangannya dan langsung tercebur ke dalam kolam renang.


"Astaga Axel....! Sorry sorry..." Seru Kyra kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya pada Axel membantu lelaki itu keluar dari kolam renang.


"Ih Apap... Mengagetkan saja...!" Ucap Kyra kesal, dia juga masih terkejut sampai sekarang dengan kedatangan orangtuanya.


Axel pun keluar dari kolam renang, dan basah kuyup. Axel melempar senyumnya pada Aditya dan Cahya.


Aditya mendekati Axel, membuat Axel menelan ludahnya. Axel langsung sadar bahwa sepertinya orangtua Kyra melihat apa yang tadi dilakukannya dengan Kyra.


"Lusa kita kembali, carilah waktu yang tepat dengan orangtuamu untuk membicarakan perihal pernikahanmu dengan Kyra, terserah kau mau datang ke rumahku atau mengajakku, istri dan putriku pergi makan diluar untuk membahas semua itu...! Aku memberimu waktu satu minggu mulai hari ini...! Aku ingin melihat keseriusanmu pada Kyra...!" Ucap Aditya lalu berbalik arah dan mengajak Cahya untuk pergi meninggalkan Axel yang berdiri terpaku dan Kyra yang ternganga mendengar ucapannya.


Sekali lagi Aditya menantang Axel untuk melihat keseriusan lelaki itu pada putrinya. Aditya akan menunggu apakah Axel akan berani menerima tantangannya itu atau tidak.