
"Pagi sayang....!!" Kyros mencium pipi Gienka yang sedang memasak.
"Pagi... Suami... Apa istirahatmu cukup??? Kita tidur cukup larut semalam.. "
"Aku biasa tidur larut, jadi tidak ada masalah.. " Kyros menarik kursi dan duduk menunggu sarapannua selesai di buat.
Gienka membawa mangkuk berisi nasi goreng dan membawanya ke meja makan. "Nasi goreng untuk sarapan pagi ini, aku kemarin beli beras, karena sudah lama tidak membuat nasi goreng sebagai menu sarapan... Kita sarapan lebih berat dari biasa nya... "
Kyros tersenyum. "Aku akan makan apapun yang kau buat.. "
Gienka kembali ke meja dapur dan mengambil dua cangkir kopi, memberikannya pada Kyros dan untuk dirinya sendiri. Gienka. "Mamay tadi telepon, baru saja mereka dapat kabar jika Geffie di Terima di Harvard... "
Mendengar itu Kyros langsung tersenyum. "Benarkah???? Bagus dong, dia dekat dengan kita, ya walaupun tidak dekat-dekat sekali, tetapi masih bisa di tempuh perjalanan kurang dari 12 jam, jika itu darat, kalau dengan pesawat lebih cepat, kita bisa sering mengunuunginya ataupun dia bisa sering kesini... Seperti kau dulu, sering menemuiku saat weekend.. "
Gienka tersenyum. "Kau benar sekali, Mamay juga bilang seperti itu tadi, kita bisa dekat dengannya...."
Kyros mengambil nasi dan meletakkannya ke dalam piring. "Apa dia tidak di Terima di Oxford??? Kau bilang dia juga mendaftar kesana??"
"Untuk itu, belum ada informasi lebih detail, tetapi Mamay sepertinya lebih setuju dia disini saja, salah satunya karena dekat dengan kita... "
"Bagaimana dengan Papa Iel???" Tanya Kyros.
"Aku belum tahu juga, ini masih dalam pembahasan mereka disana, tetapi aku rasa Papa Iel lebih ingin Geffie kuliah di Washington saja dan tinggal bersama kita... " Jawab Gienka.
"Tetapi apa dia sudah coba untuk mendaftar di Universitas disini atau belum???"
"Ada beberapa yang jadi tujuannya tetapi sepertinya Geffie belum mendaftar..."
"Ya kita tunggu saja, apapun nanti keputusannya pasti yang terbaik, Papa Iel juga tidak akan memberikan pilihan sulit kepada Geffie... "
"Ya, Papa Iel pasti akan memutuskan yang baik menurutnya.. Oh iya... Kita menginap disini lagi ya malam ini???" Tanya Gienka.
Kyros menghentikan kunyahan nya dan meletakkan sendok dan garpu nya. Menatap istri nya. "Kok menginap lagi??? Untuk apa?? Aku tidak bisa membiarkanmu disini sendirian... "
"Sayang...??? Aku sudah dewasa, aku bisa menjaga diriku sendiri, aku masih rindu dengan suasana disini, kita pulang besok saja... Aku nanti akan pulang sebentar mengambil pakaian untuk kita, kemarin kau hanya membawa piyama untuk tidur, pakaian kerja mu dan satu untukku, dan sekarang sudah aku pakai... "
"Kau pulang saja, tidak usah kembali, kita kan akan bersiap kembali ke Jakarta, kita belum berkemas... "
"Aku tidak mau membawa banyak barang, disana ada banyak pakaianku, aku justru akan membawa nya kesini, baju, tas, sepatu dan yang lainnya... Jadi kita ga perlu bawa banyak nanti, untuk apa berkemas... Paling hanya kau saja.."
"Kau ini....!" Gerutu Kyros.
"Pokoknya aku akan pulang sebentar dan mengambil pakaian untuk kita disini, dan kita menginap lagi oke??? Please...???" Gienka merengek dan memasang wajah memelas di depan suami nya.
"Oh ya Ampun.... Bagaimana bisa aku menolak keinginanmu, kelemahanku adalah dirimu... Oke oke kita menginap disini, tapi setelah kau pulang mengambil pakaian, langsung masuk dan jangan menerima tamu siapapun itu, apalagi Camilla... Mengerti???"
"Oke.... Tenang saja, aku tidak akan tertipu lagi dengannya...!!! Ahhh kau memenag suami terbaikku... makasih sayang... " Gienka berdiri dan memeluk Kyros dari belakang. "Aku mencintaimu... " Gienka mendarat kecupan di pipi Kyros lalu kembali duduk dan menikmati sarapannya.
Beberapa jam kemudian......
Gienka keluar dari mobilnya, dia kembali lagi ke apartemen Kyros, sudah mengambil pakaian dan beberapa barang nya dari rumah. Tadi dia pergi bersamaan dengan Kyros meski berbeda mobil. Tetapi Kyros menuju ke kantornya, sedangkan Gienka menuju rumah mereka.
Gienka tidak membuka bagasi nya, dan dia lebih memilih untuk pergi ke supermarket dulu yang ada depan, untuk membeli beberapa bahan makanan. Dia butuh camilan, minuman dan beberapa hal lainnya.
Sampai di supermarket, Gienka mengambil troli kecil karena dia tidak ingin membeli banyak barang. Tujuan pertama Gienka yang pertama adalah membeli buah-buahan. Mata Gienka melebar ketika dia melihat tumpukan semangka dan ada yang di beIah warna nya merah dan menggugah selera siapa saja yang melihatnya karena rasanya pastilah sangat manis. Kyros sangat menyukai semangka, apalagi ketika di jus tanpa menambahkan apapun, hanya sari semangka murni yang di haluskan dengan hand blend di dalam tempurungnya, lalu di tambah sedikit perasan lemon dan daun mint, Kyros bisa menghabiskan satu pitcher dalam sekejap. Dia sangat menyukai nya.
Gienka memilih semangka dan memasukkannya ke dalam troli nya. Lalu beralih mengambil melon, stroberi, Anggur hijau dan hitam yang menjadi faforitnya. Tidak lupa Gienka mengambil sekotak besar buah cherry segar dan beberapa buah kiwi. Itu semua buah faforitnya, dan cemilan sehat untukmya. Kemarin sebenarnya dia sempat membeli beberapa buah-buahan tetapi sudah habis karena tadi malam dia dan Kyros sudah memakannya sambil menyaksikan acara pertunangan Kyra dan Axel. Gienka berkeliling dan mengambil apa yang di perlukan nya kemudian menuju kasir dan membayar belanjaannya.
Gienka menyebrang dan menuju apartemen Kyros lagi. Dia akan membawa belanjaannya masuk lebih dulu dan baru nanti mengambil kopernya di mobil. Belanjaannya berat karena buah-buahan yang tadi di beli nya.
Gienka masuk ke apartemen dan berjalan menuju lift untuk naik. Gienka menunggu sampai pintu terbuka. Dan beberapa saat kemudian pintu terbuka. Bukannya masuk, Gienka justru memundurkan langkahnya karena dia terkejut melihat Camilla ada di dalam lift. Gienka langsung berbalik badan dan menjauh, pindah ke lift sebelah.
"Gienka....!!!!" Panggil Camilla yang keluar dari dalam lift bergegas menyusul Gienka.
Pintu lift terbuka dan Gienka langsung masuk dan data pintu akan tertutup, Camilla justru menahannya dan ikut masuk. Hal itu membuat Gienka merasa kesal. Kenapa ketika dia inginengjindari Camilla justru bertemu dengan orang itu.
Gienka tidak bisa melakukan apapun sekarang dan dia bersama Camilla di dalam lift.
"Apa kau tinggal disini lagi dengan Ky??? Bukankah kalian sudah pindah???" Tanya Camilla. Tetapi Gienka memilih diam dan tidak menjawab.
"Aku melihat Ky kemarin ada disini membawa koper, dan dia berlari masuk ke dalam, aku memanggilnya tetapi dia mengabaikannya... Tadi malam aku juga melihat kalian di balkon, apa kalian kembali memilih tinggal disini???" Tanya Camilla lagi. Tetapi Gienka masih memilih bungkam dan berharap lift seger terbuka agar dia bisa masuk ke dalam apartemen suaminya.
Pintu lift terbuka dan Gienka bergegas keluar. Camilla seperti tidak mau menyerah dan mengejarnya. "Gienka tunggu....!!" Teriak perempuan itu. Tetapi Gienka tetap mengabiakannya hingga akhirnya langkah Gienka terhenti saat tangannya di pegang dan di tahan dari belakang. "Tunggu Gie...!!!"
Gienka menoleh ke belakang dan memasang wajah kesal pada Camilla. "Kau ini kenapa??? Tidak bisakah membiarkanku pergi..!? Suamiku melarangku bertemu denganmu, jadi aku harus menuruti nya.. " Ucap Gienka yang terlihat jengkel.
"Aku ingin bicara denganmu.. " Ucap Camilla. "Bisakah kita bicara sebentar, di apartemen mu, ah atau kita pergi ke kedai kopi yang ada di depan.. "
"Tidak bisa!!! Aku tidak ada waktu, aku harus membereskan belanjaan ku dan membersihkan apartemen suamiku, aku juga harus mengerjakan pekerjaan lain, lagipula Ky juga melarangku menerima tamu, siapapun itu tanpa ijin darinya, dia tidak mau lagi ada orang yang berniat jahat kepadaku, memberiku racun yang hampir membunuhku... Aku juga tidak bisa pergi keluar rumah dengan siapapun tanpa ijin dari Ky, begitulah yang seharusnya di lakukan seorang istri yang baik, menuruti keinginan suami nya..."
Camilla tersenyum. "Ya, aku mengerti, tetapi kalau begitu bisakah kita berbicara sebentar disini??? Tanya Camilla lagi.
" Bicara apa lagi???? Aku bisa dalam masalah besar jika harus berurusan denganmu.. "
"Aku minta maaf atas apa yang dulu terjadi... " Ucap Camilla.
"Aku coba memahami posisi mu saat itu... Kau mencintai suamiku dan kau sudah tahu bahwa dia memiliki istri tetapi cara berpikir mu begitu dangkal sehingga melakukan kejahatan yang luar biasa kepadaku.. Bersyukurlah bahwa sampai saat ini kau masih bisa bebas berkeliaran dan tidak mendekam di penjara karena ulahmu itu, semua berkat suamiku dan keluarga ku yang berhati baik, juga karena aku melarang mereka melaporkan mu ke polisi karena hal itu akan bisa merusak masa depanmu.. Memaafkan kami bisa memaafkan, tetapi tidak untuk melupakannya... "
"Aku belum sempat meminta maaf padamu, dan semua kontak ku di block oleh Kyros, aku tidak bisa menghibunginua, kebetulan aku ada disini begitu juga denganmu, jadi aku ingin meminta maaf langsung padamu.. Ya memang kesalahanku begitu besar sehingga kalian akan sulit memaafkannya... "
"Jika sudah bicaranya, bisakah aku pergi...??? Banyak pekerjaan yang menungguku..." Gienka kemudian pergi meninggalkan Camilla. Entah kenapa Gienka merasa bahwa wajah perempuan itu tidak tulus meminta maaf padanya. Tetapi Gienka ingat bahwa dia tidak boleh lagi berhubungan dengan Camilla. Karena Kyros bisa marah kepadanya nanti. Gienka masuk ke dalam apartemen suaminya dan menutup pintu.
Camilla mengernyit melihat sikap Gienka yang dingin kepada nya. "Memang siapa dia.?? Aku meminta maaf agar aku bisa mendapatkan pandangan yang bagus dari Kyros sehingga aku bisa lagi dapat simpati Kyros dan Kyra lagi, tapi sikapnya selalu saja menyebalkan, sok sibuk... Gagal lagi aku bisa di maafkan oleh Ky dan Kyra, dia pasti berbicara yang tidak-tidak nanti... Awas saja... " Ucap Camilla jengkel.