
Satu bulan kemudian....
Besok adalah acara lamaran dan pertunangan, kesibukkan sudah di mulai di rumah Aditya. Berbagai persiapan sedang dilakukan, seperti memasang hiasan bunga-bunga dan lain sebagainya. Kyra yang ditemani oleh Cahya juga terlihat sibuk mengarahkan beberapa pekerja. Pernikahannya akan dilakukan minggu depan di pulau dewata tepatnya di Villa milik keluarga Aditya dan semua persiapan sudah 80%. Rangkaian acara akan dimulai esok hari, dari lamaran, serta lainnya hingga menuju hari pernikahan. Kyros dan Gienka juga akan pulang sehari sebelum pernikahan, Kyros sudah selesai mengurus cutinya selama seminggu lebih demi menghadiri pernikahan adik kesayangannya itu.
Kehidupan rumah tangga Kyros dan Gienka juga berjalan dengan baik. Tidak ada kehadiran Camilla, karena ternyata kepindahan Camilla ke LA membawa kenyamanan di kehidupan rumah tangga mereka. Dan mereka berdua masih tidak tahu jika ada campur tangan dari orangtuanya tentang kepindahan Camilla itu. Gienka juga sudah persiapan untuk mulai bekerja awal bulan depan. Dimana sebelumnya Gienka sudah siap bekerja tetapi ternyata perusahaan itu memundurkan jadwal Gienka masuk, sehingga baru awal bulan depan bisa bekerja. Dan Gienka juga bisa memanfaatkan waktu cuti Kyros untuk menghadiri pernikahan Kyra dan Axel, juga untuk bertemu keluarganya sekaligus bulan madu kecil.
Lalu bagaimana dengan Celia???
Celia masih dalam perawatan serta dalam bimbingan psikiater. Efek yang cukup berat di alami oleh Celia. Luka itu benar-benar membuat memori Celia berkurang dan Celia terkadang masih mengoceh mengenai segala perbuatan yang di lakukan oleh Mama nya dan Neneknya, akan tetapi Celia sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya dan sudah bisa mengenali Theo. Kedua orang itu masih di penjara dan persidangan kedua nya belum di lakukan tetapi berkas sudah di persiapkan untuk di lempar ke kejaksaan. Semua orang berharap kedua nya mendapatkan hukuman yang setimpal.
Cyntia juga tidak jadi melakukan rencana nya, karena takut dengan ancaman Aditya dan Ariel sebelumnya. Rekaman CCTV di rumah Axel hingga rekaman CCTV dimana Cyntia melempar batu ke Celia membuat Cyntia ketakutan dan tidak berani mengusik Axel ataupun keluarga Aditya. Akan tetapi Aditya tentu tidak bisa membiarkan Cyntia mendapatkan hukuman ringan, karena Cyntia dan Mama nya melakukan sesuatu yang membahayakan nyawa orang lain. Sehingga Aditya memutuskan tetap memberikan rekaman itu kepada polisi sebagai tambahan bukti atas apa yang di lakukan Cyntia pada Celia.
Sementara di tengah kesibukan itu, security membuka sedikit gerbang dan terlihat berbincang dengan seseorang disana. Cukup lama sekali, Aditya saat ini sedang berada diluar untuk bertemu dengan Klien sehingga membuat securitynya tidak bisa menghubungi dirinya. Melihat gelagat aneh yang terjadi di depan, Kyra pun menghampiri securitynya. Dan ketika sampai disana, Kyra dikejutkan dengan kehadiran Zayan.
"Zayan...??? Kau ada disini???" Tanya Kyra.
Zayan tersenyum. "Iya... Apa kabar Ra...!?"
"Baik... Ada perlu apa kau kesini?"
"Aku ingin bicara denganmu, bolehkah kau ijinkan aku masuk?" Tanya Zayan.
Kyra terdiam sejenak, ingin sekali dia menolak permintaan Zayan itu tetapi tidak ada salahnya mendengar apa yang diinginkan oleh Zayan. "Masuklah, tapi sorry aku tidak bisa berlama-lama...!"
"Thanks Ra...!"
"Mobilmu parkir diluar saja ya?? halamannya penuh...!" Ucap Kyra
Zayan tersenyum dan mengangguk kemudian mengikuti Kyra dari belakang. Zayan melihat banyak sekali orang yang berlalu lalang dengan kesibukannya masing-masing. Zayan ternyata tidak tahu jika Kyra akan menikah dalam waktu dekat, dia bingung dengan apa yang sedang dilakukan oleh orang-orang itu. Saat sedang berjalan mengikuti Kyra, ternyata Zayan berpapasan dengan Cahya. Dia langsung mendapat tatapan tidak ramah dari Cahya. Tetapi Zayan mencoba untuk tetap tersenyum dan menyapa Cahya.
"Duduklah...!" Ucap Kyra mempersilahkan Zayan duduk di sebuah bangku taman depan rumahnya, tidak mengajak Zayan masuk.
"Ramai sekali... Mau ada acara apa Ra???" Tanya Zayan.
"Acara keluarga saja...! Ada perlu apa kau kesini...!?"
"Sebenarnya kemarin aku sudah ingin mengatakan ini padamu, tetapi situasinya tidak tepat...! Aku juga sudah mengatakan pada Apapmu tetapi aku tahu bahwa beliau sedang marah besar padaku...! Aku datang untuk meminta maaf Ra padamu atas apa yang sudah aku lakukan juga aku minta maaf atas sikap buruk Jelena padamu, itu memang tidak mudah untuk dimaafkan tetapi tetap harus dilakukan!"
Ya, meskipun peristiwa itu meninggalkan luka dan cukup menyakitkan tetapi ada hikmah lain dibalik semua itu, dimana Kyra bisa bertemu dengan Axel, kemudian hubungan mereka berlanjut sampai sekarang. Axel juga akan menjadi suami Kyra dalam beberapa hari ke depan. Segala sesuatu yang buruk tidak selamanya akan seperti itu dan pasti sedikit atau banyak akan meninggalkan sesuatu yang baik.
Seorang laki-laki menghampiri Kyra. "Foto prewednya sudah datang mbak, mau di letakkan dimana???" Tanya laki-laki itu.
"Oh sudah datang ya? Suruh bawa masuk saja, letakkan di dalam, ada Oma disana...!" Jawab Kyra.
Laki-laki itu mengangguk lalu meninggalkan Kyra, dan tidak lama, ada 2 orang yang keluar dari mobil membawa frame-frame besar berisi foto. Saat itulah Zayan sadar bahwa ternyata foto yang dibawa adalah foto Kyra dan Axel.
"Foto prewed?? Kau mau menikah??? Jadi semua persiapan ini adalah untuk acara pernikahanmu?" Tanya Zayan lagi.
"Tidak...! Ini untuk acara lamaranku besok, pernikahannya akan diadakan satu minggu lagi...! Oh iya jika kau sudah selesai kau bisa pergi, sorry bukannya mengusir tetapi aku sibuk sekali...!"
Zayan terdiam sesaat. Kyra akan menikah minggu depan dan dia baru tahu hari ini. Berita ini benar-benar membuat Zayan tidak bisa berkata-kata lagi. Padahal dia masih berharap jika Kyra bisa lagi kembali padanya tetapi ternyata pupus sudah harapannya. Dan selama ini dia benar-benar tidak tahu mengenai Kyra dan Axel karena Kyra juga memblokir sosial media nya, dan Zayan juga tidak pernah mencari tahu mengenai Axel. Sekarang Kyra ternyata sudah benar-benar menemukan belahan hatinya, dan tentu saja sudah melupakannya. Nasi sudah menjadi bubur, kesalahan serta ketamakannya yang hanya menomorsatukan ego telah membuat Zayan kehilangan sesuatu yang sangat berharga yaitu Kyra dan justru dia memilih Jelena yang sifatnya sangatlah tidak baik.
Dan selama bertahun-tahun menjalin hubungan dengan Kyra, Zayan sangat mencintainya dan juga Kyra sangatlah baik serta lembut hatinya. Hanya karena tidak bisa menahan diri, akhirnya Zayan harus jatuh ke pelukan Jelena, meninggalkan sebongkah permata dan justru memilih bongkahan batu yang tidak ada nilainya.Jelena selalu di lingkupi perasaan iri serta dengki kepada siapapun, sementara Kyra di penuhi dengan cinta dan kebaikan hati yang luar biasa. Zayan benar-benar menyesal dan sedih saat ini karena pada akhirnya Kyra sudah menemukan jalan lain menuju kebahagiaannya. Tidak ada lagi yang bisa Zayan harapkan dari Kyra, selain memberi ucapan selamat kepada perempuan itu atas kabar baik ini.
Zayan tersenyum kemudian mengulurkan tangannya pada Kyra, dan perempuan itu membalasnya. "Congrats ya Ra atas pernikahanmu, aku senang sekali mendengarnya....! Kau dan Axel sangatlah cocok...!" Ucap Zayan dengan suara pelan dan terdengar sedih.
"Thanks....! Aku harap kau juga segera menyusulku, oh iya jika kau tidak sibuk, kau bisa datang, aku akan senang sekali...!"
Kyra kemudian memanggil salah asisten rumah tangganya yang kebetulan lewat dengan membawa nampan kosong yang tadi berisi minuman. Kyra kemudian meminta Art nya itu agar masuk dan mengambil sebuah undangan di dalam dan membawanya kesini.
Tak lama kembalilah Art Kyra itu dengan membawa sebuah kartu undangan berwarna oranye yang tampak cantik dan sangat elegan dengan foto Kyra dan Axel. Kyra tersenyum dan memberikan undangan itu pada Zayan.
"Datanglah jika kau ada waktu, kita sudah dewasa dan anggap saja yang kemarin adalah pelajaran hidup, ambil baiknya dan membuang buruknya, aku berharap kita bisa sama-sama mendapatkan kebahagiaan dari Tuhan, melupakan semuanya dan maju terus untuk lebih baik...! Aku sudah memaafkanmu, dan aku berharap kau bisa jadi laki-laki yang lebih baik lagi dari sebelumnya!" Ujar Kyra.
Zayan tersenyum ketika menerima undangan itu. "Akan ku usahakan, sekali lagi aku minta maaf jika aku sudah banyak berbuat salah, sampaikan permintaan maafku ini pada seluruh anggota keluargamu ya Ra...!"
Kyra mengangguk, Zayan pun pergi meninggalkan rumah Kyra menuju mobilnya. Zayan membenarkan ucapan Kyra bahwa hidup harus terus maju dan harus bisa mendapatkan kebahagiaan dari Tuhan. Kyra bukan jodoh Zayan, itulah kenyataanya sekarang dan Zayan hanya bisa pasrah serta ikhlas melepas Kyra, mengingat mereka berdua berpisah adalah karena kesalahan Zayan sendiri.